Lika-liku calon penghafal al-Quran

Berikut ini persoalan-persoalan yang dihadapi oleh beberapa santri atau mahasiswa calon penghafal al-Quran beserta solusi yang mungkin bisa membantu mereka untuk sukses.

Pertanyaan, 27 Oktober 2010

Ust, saya ingin sekali mendekatkan diri kepada Allah, tapi terkadang tingkah laku saya kurang terkontrol, banyak sekali godaan apalagi ketika di kampus, kuliahnya gabung dengan putra, sedang posisi saya sebagai penghafal al-Quran, bagaimana ustd?

Jawaban:

Ukhti filla rahimakillah, tidak banyak wanita yang mau mengakui kekurangannya di hadapan orang lain, apalagi meminta saran atau nasehat. Ini satu pertanda positif, bahwa anda ingin baik dan ingin sukses dunia akherat. Orang baik itu bukan mereka yg tidak pernah salah, tapi orang yang menyadari bahwa kesalahan yang pernah diperbuat itu harus dievaluasi dan dikurangi secara bertahap. Intinya orang mukmin itu takkan pernah terperosok di lubang yang sama utk kedua kalinya.

Mulai sekarang anda harus memposisikan diri seperti “orang biasa” yang tidak punya kelebihan sama sekali dihadapan orang lain. Artinya bergaullah secara wajar sebagaimana umumnya teman, tapi tetap dalam kesopanan. Saya khawatir anda menjadi orang yang eksklusif (menutup diri) kalau masih membawa-bawa predikat “hafidzah”. Biarlah predikat itu yang tahu hanya kita dan Allah saja. Kalau bisa, jaga seakan-akan tiada beda kita dengan mereka. Usahakan murajaah (mengulangi hafalan) kita, di sela-sela waktu dimana orang tidak mungkin tahu kalau kita sedang murajaah. Misalnya, saat sedang melaksanakan shalat Dluha, Tahajjud, rawatib, atau sedang di atas kendaraan, sehingga dalam pandangan orang, kegiatan kita sama dengan mereka dan tidak menonjolkan kelebihan kita.

Saya sebetulnya tidak tahu persis, apa yang anda maksud dengan godaan itu? Cowokkah itu, atau apa? Biasanya orang akan mudah tergoda manakala tidak punya target cita-cita yang jelas dalam hidup. Orang yang terbiasa hidup terprogram, dia tentu akan melaksanakan aktifitas secara jelas dan terarah, sehingga tidak ada ruang untuk melakukan hal-hal “sia-sia”. Dia lebih melihat tujuan jangka panjang yang membahagiakan daripada tujuan kesenangan sesaat yang menjerumuskan. Orang Arab bilang: al-faraghu mafsadatun (kekosongan aktifitas itu merusak).

Saya tidak tahu, apakah anda masih dalam proses menghafal ataukah sudah selesai, andaikan sudah, maka tugas anda melatih diri untuk istiqamah murajaah kapan dan dimanapun. Namun, andai belum, maka tugas menyelesaikan hafalan adalah tugas yang maha berat. Untuk itu, kurangi aktifitas di kampus untuk hal-hal yang “kurang” perlu, buatlah prioritas kegiatan, yakni dahulukan yang penting dan mendesak serta akhirkan kegiatan yang kurang penting, apalagi sama sekali tidak penting. Ingatlah masa muda hanya akan anda jumpai sekali saja, selanjutnya anda akan memetik apa yang anda tanam di ketika masa muda ini.

Mungkin itu saja, rabaan saya atas persoalan yang masih sangat umum, jika salah mohon dimaklumi, jika benar itu semata hidayah dari Allah.

Pertanyaan, 13 Oktober 2010

Sy masih dlm menghafal al qur’an,tp mau tdk mau musti nikah krn ada alasan tertentu.mohon saran nasehatnya ?

Jawaban:

Akhi fillah yg baik, menghafal al-Quran itu membutuhkan kondisi khusus, waktu khusus dan semangat ekstra. Pernikahan itu juga mengharuskan kedua mempelai memberikan perhatian khusus pada pasangannya. Disinilah terkadang dua kepentingan di atas berbenturan.

Jadi, mau tidak mau harus menurunkan target cita-cita hafalan secara rasional, dari 30 juz menjadi juz 30. Tapi saya menyarankan seandainya pernikahannya ditunda 1 tahun, dan 1 tahun tsb dimaksimalkan hingga khatam, jauh lebih baik, toh itu utk kepentingan keluarga jangka panjang.
Minimal, kalau semuanya tidak bisa dilakukan, niatkan dan nadzarkan agar kelak anak-anak yang bisa  hafal al-Quran, tularkan cita-cita orangtua pada anak-anak. Semoga Allah memberikan pilihan yang terbaik, amin.

Pertanyaan 8 Oktober 2010

Ass. ustadz, sy mengucapkan trimaksih sekali atas masukan dr ust untuk pertanyaan saya kemarin,sangat bermanfaat dan alhmdlh terasa sekali hasilnya meski baru 2 bulan ini sya jalankan.saya ada beberapa pertanyaan lagi ustad,yang pertama ketika nderes terkadang kita dihadapkan pada situasi yang kurang mendukung misalnya ada permasalahan yang terkadang mengurangi konsentrasi kita.yang saya tanyakan apakah hal yang paling mujarab agar kita tetap termotifasi dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang mengganggu pikiran kita?yang kedua,seringkali  saya tidak paham secara pasti makna dari ayat yang sudah saya baca,meskipun saya sudah membaca terjemahnya,kemanakah hendaknya saya bertanya langsung ustadz? kebetulan sekarang saya kuliah di uin malang. yang ketiga,apakah TSC juga menampung anggota yang berminat memperdalam kaligrafi?dan siapakah pembimbing untuk kaligrafi? syukron katsiron untuk saran dan masukannya.

Jawaban

Ass. Saudaraku, kemampuan manusia itu berproses utk sampai pd kesempurnaan dan kematangan. Termasuk, kemampuan memahami dan menghafal al-Quran. Pemahaman ayat memang lebih memudahkan menghafal tp tdk hrs. Fokusnya pikiran menjadi faktor penentu sukses menghafal, meski hal itu tdk mudah dilakukan. Sy melihat fokus anda sdh mulai terbelah, antara menghafal dan belajar kaligrafi. Ingat, waktu. tenaga, dan pikiran tidak bisa di”dua”kan, istilahnya lebih baik sempit tp mendalam dari pada dangkal melebar. Saya yakin kalau anda fokus maks 3 thn, pasti sdh bisa hafal. Kesampingkan dulu, godaan2 sesaat utk mengejar cita2 permanen. Namun, bila anda ingin belajar kaligrafi, bisa menghubungi dosen filsafat UIN, P Hadi Masruri, mantan peserta lomba kaligrafi Internasional di Brunai Darussalam. Ok, slmt berjuang smg sukses, amin.

Pertanyaan 16 September 2010

Judul: Curhat dan Mohon Solusi

Assalamu’alaikum War. Wab.

Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin, mohon ma’af lahir dan batin. Maaf Ustadz, saya curhat sekalian mohon masukan, atau mungkin bahkan solusi. Di pondok Ngalah ada kegiatan pembelajaran al-Qur’an yang menggunakan metode Qiro’ati, dan ini sudah berjalan sekitar 9 tahun. Namun, seiring perjalanan waktu, banyak metode-metode pembelajaran Qur’an yang saling klaim tentang kebenaran metode yang mereka gunakan. Qiro’ati, sebagai salah satu metode yang ada di antara sekian banyak metode pembelajaran Qur’an – layaknya metode yang lain – juga mengklaim bahwa metode merekalah yang paling benar, yang min Allaah, yang lain hanya jiplakan.

Pondok Ngalah, sebagai salah satu pesantren yang menggunakan salah satu metode pembelajaran tersebut, berusaha untuk menjadi penengah dari seluruh metode, dan berusaha untuk tidak memihak terhadap salah satu dari sekian banyak metode. Hal ini dilakukan melalui rencana pada tahun ajaran baru ini untuk memasukkan metode-metode pembelajaran Qur’an lain selain metode Qiro’ati di pesantren Ngalah, sebagai bentuk filter dari klaim-klaim dan pendamaian terhadap perseteruan dari sekian banyak metode.

Namun, niatan baik ini ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada pada aturan kelembagaan metode Qiro’ati. Qiro’ati tidak mau ‘dimadu’, dalam artian jika ada metode lain yang ada pada sebuah lembaga, maka metode Qiro’ati yang menyatakan keluar dari lembaga tersebut. Bahkan niatan baik ini sudah disampaikan langsung oleh Kyai, saat pengurus wilayah sowan ke ndalem beliau. Namun, entah memang sudah menjadi karakter metode Qiro’ati, mereka tetap bersikukuh untuk tidak mau ‘dimadu’, dan menarik diri dari yayasan Darut Taqwa (Ponpes Ngalah), serta menarik seluruh syahadah pada guru pengajar metode Qiro’ati beserta kitab dan seragamnya.

Walhasil, Kyai Sholeh pun mengambil sikap untuk tidak menggunakan salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran Qur’an, agar tidak terkesan Kyai membenarkan dari sekian banyak metode. Beliau meminta kepada kawan-kawan pengurus untuk membuat formulasi sendiri untuk pembelajaran Qur’an di pesantren Ngalah. Bentuk pembelajaran Qur’an sebisa mungkin tetap melalui proses kelembagaan dengan jenjang kelas dasar, menengah dan lanjutan, namun tetap dengan menggunakan metode yang diformulasi sendiri.

Saya, yang saat ini sudah jadi senior di pesantren ini, juga ketiban pulut untuk memikirkan dan merumuskan formulasi metode, serta kurikulum pembelajaran Qur’an di pesantren Ngalah yang akan digunakan untuk pembelajaran Qur’an di pesantren ini. Namun, saya sama sekali tidak mempunyai basic tentang ilmu tersebut.

Rumitnya lagi, sebisa mungkin kurikulum tersebut tidak menjiplak dari metode-metode yang ada. Kurikulum sebisa mungkin dibentuk sebagaimana berikut:
1. Tentang pembelajaran baca Qur’an dari kelas 1 sampai kelas 4 secara praksis.
2. Pada kelas 5 siswa akan dibekali pengetahuan tentang ilmu tajwid teoritis.
3. Pada tingkat lanjutan atau tingkat minat dan bakat, siswa diberi 2 opsi pembelajaran, yang pertama Ilmu Tafsir (bahkan kalau bisa Qiro’ah Sab’ah), yang kedua Tahfidz, yang kebetulan tahfidz ini sudah berjalan sekitar 4 tahun di bawah bimbingan putri Kyai sendiri.

Dengan pesan via Facebook ini, harapan saya ada masukan dari Ustadz, kiranya saya punya gambaran yang lebih jelas untuk menyusun kurikulum tersebut. Saya juga sudah menghubungi Ustadz Taufiqur Rohman (UIN Malang) untuk berkonsultasi kepada beliau tentang hal ini.

Wassalam

Jazakallah Khoirol Jaza’

Hasan Saiful Rizal

=====================================
NB:
Jika Ustadz punya file kurikulum pembelajaran Qur’an yang kiranya sesuai dengan Pondok Pesantren Ngalah yang bisa digunakan sebagai rujukan, bisa dikirimkan ke hasanfb83@gmail.com

Jawaban

Wss. Slmat lebaran, mhn maaf lahir batin. Sy memang mulai dulu konsisten utk tdk pakai metode baca Quran yg strukturalis (banyak aturan, hrs begini dan begitu). Lbh baik fokus sj pada kualitas pengajarnya, apapun metodenya. Para “pemilik metode” itu rata2 sibuk mengklaim “kebenaran” metode dan abai trhdp pendalaman materinya sendiri. Bg saya tim asatidz sgt mampu bila ingin membuat kurikulum sendiri, cuma jgn sampai terperangkap pada “lobang” yg sama. Menurut sy, tahfidz itu bukan bakat/minat yg tumbuh alamiah, tp ia hrs ditradisikan dan santri dimotivasi, min 3 juz. Sy punya contoh kurikulum TPQ yg sy kreasikan utk masyarakat ditempat saya, sbg perbandingan dan sdh sy emailkan. Sukses selalu.

Pertanyaan Tgl 7 September 2010

Assalaamu’alaikum wr. wb
Ustadz perkenalkan sebelumnya nama saya Rahmat Rahimi. saya seorang karyawan kontrak
di perusahaan BUMN (kereta api) bandung. Pada bulan ramadhan ini ada perasaan yang
kuat dan terus bertambah, perasaan itu adalah keinginan untuk menghafal alquran.
selanjutnya saya mencoba mencari referensi tentang bagaimana dan dimana untuk
menghafal alquran. sampai akhirnya saya menemukan blog Ustadz (http://cahayaqurani.wordpress.com).
Setalah saya membaca artikel “Menghafal di Usia Dewasa, Siapa Takut?” saya merasa yakin
mungkin saya masih bisa menghafal alquran walaupun usia saya sudah menginjak 26 tahun
(kelahiran 11-03-1984). saya sempat hafal 3 juz ketika duduk di bangku Aliyah kelas 3
tetapi karena tidak di murajaah jadi sekarang sudah lupa. saya minta nasihat kepada
Ustadz tentang maksud saya untuk menghafal alquran.
– Jenis cetakan alquran seperti apa yang harus saya miliki.
– Kiat-kiat (fisik & non fisik) untuk mempercepat & menguatkan hafalan.
– Kalau tempat di bandung adakah tempat yang Ustadz rekomendasikan untuk saya
bisa menemukan tempat/ ustadz yang membimbing saya.
Atas segala nasihat Ustadz saya ucapkan terima kasih.
saya sangat berharap bisa bertemu dengan Ustadz.
Waalaikumsalam wr. wb.

Jawab:

- Jenis cetakan alquran seperti apa yang harus saya miliki?.

Sebetulnya, mushaf al-Quran apa saja bs digunakan yg penting kita merasa enjoy memakainya selamanya (sebaiknya tdk diganti2). Hanya sj umumnya para santri pakai mushaf pojok (tiap pojok ada batas ayat), seperti cetakan Menara Kudus, dan semua terbitan Madinah.
– Kiat-kiat (fisik & non fisik) untuk mempercepat & menguatkan hafalan?

Satu2nya cara mempercepat adalah memberikan porsi waktu hafalan sebanyak2nya dengan konsentrasi pikiran yg fokus, minimal 1 jam perhari utk tambah hafalan dan 2 jam murojaah. Latihlah pikiran kita utk membagi konsentrasi, misal: mengendarai motor, jalan2, shalat sambil murojaah. Minimal seminggu sekali ditashihkan pada ustdz yg hafidz, sambil minta motivasi/saran.

- Kalau tempat di bandung adakah tempat yang Ustadz rekomendasikan untuk saya
bisa menemukan tempat/ ustadz yang membimbing saya?

Mhn maaf saya buta info ttg pesantren di Bandung, hanya saran saya tdk perlu tinggal di pesantren, tp cari sj ustdz hafidz yg ada dikampung2, agar lbh leluasa waktunya.
Pertanyaan Tgl 30 Agustus 2010

asslm, kpda ustad yg terhormat.
saya adalah mahasisa tingkat 3, insyaallah 1 tahun lg akan lulus s1. usia sy 21 tahun, saya skarang masih sampai juz 10. sebenarnya ada tekad kuat di hati saya untuk cepat khatam alqu;an akan tetapi entah kenapa ada saja coba’an yang menghampiri saya. yang paling sering dan paling mengganggu adalah masalah cowok, maklum…kata teman2 usia 21 tu wanita lagi mekar2nya. untuk itu saya mohon saran ustad agar saya tidak mudah tertarik atau terpesona dengan lawan jenis, karena saya sadar saya mudah sekali tertarik dengan lawan jenis apalagi melihat teman2 sy yang sudah menggandeng pasangan masing2. saya ingin cepat khatam ustad…trimakasih.

Jawaban

Ukhti filla yg baik, jgn kecil hati atas persoalan yg sdg dialami, yakinlah hampir semua pemuda/I seusia anda mengalami hal yg sama, hanya saja bedanya ada yg lolos ujian tsb dan ada yg hanyut dalam pusaran masalah tsb. Dlm bersikap dan bertindak kita hrs memilih satu tindakan yg dampak postifnya lbh panjang drpd kenikmatan sesaat yg menggelincirkan. Kalau anda enggan keluar dr masalah cowok tsb paling maksml dmpknya (yg positif) adlah pernikahan, sdg kemungkn terburuk bila anda menjauhi cowok utk jgka wktu 2-3 th adlh tdk punya pacar, tp insyallah al-Quran anda bs hafal, calon suami dan calon anak anda akan merasa damai selamanya bersm org yg selalu ber-aurakan al-Quran, dan kelak genetika qurani itu akan terwariskan pd keturunan anda sampai kiamat. Yakinlah Allah akan mengganti cinta anda yg hilang dg cinta lain nanti yang lbh barokah, menyejukkan, dan teduh di bawah naungan al-Quran. Kalau ingin bergabung, setiap senin sore jam 14.00, ada pertemuan klub tahfidz mhs di kantor LEPPA Univ. Negeri Malang.

Pertanyaan 16 Agustus 2010

Ass. ustadz, pada ksemptn ini sy ingin bertany,bgmakah cara yg efektif dan efisien untuk nderes dan ndandani?untuk 15 juz awal sudah agak lancar tp yg 15 juz akhir masih ndandani.bgm cara mengatur waktunya, kmudian apakah ada beasiswa s2/s3 ke timur tengah atau s3 uin malang bagi huffadz? jur sy pend.bahasa arab. kalau ada,bagaimana cara mendaptkn informasinya? syukron ala husni ihtimamikum

Jawaban

Wss.

1. Lakukan murojaah yang rutin dan sistematis, artinya minimal dalam waktu 15 hari semua juz harus terbaca dg hafalan, tanpa ada yang terlewatkan, baik yang lancar maupun tidak. Upayakan berurutan mulai juz 1 – 30. Sistematis dalam arti, aturlah waktu secara rapi antara murajaah rutin dengan murajaah utk melancarkan. Dalam waktu 15 hari, utk juz yang belum lancar minimal telah terulang tiga kali. Latihlah utk melakukan murajaah di dalam setiap shalat Sunnah (rawatib, dluha, tahajjud, tarawih dll), dan saat bepergian di atas kendaraan. Jangan pernah ketinggalan bawa mushaf al-Quran, meskipun yang tersimpan di HP.

2. Di UIN Malang, selama ini hanya memberikan beasiswa S2 jalur tahfidz utk alumni S1 UIN sendiri yang tlh lengkap 30 juz. Utk peluang ke timur tengah terbuka lebar (ke Maroko, Sudan, Mesir dll) dan selalu mensyaratkan hafalan min. 4 juz. Tiap tahun ada tawaran dari Kemenag Pusat, silahkan sering buka situs: www.ditpertais.net / www.kemenag.go.id. Semoga semua cita-cita anda tercapai dengan mudah dalam waktu dekat, amin. (Syafaat, 18 Ags 2010)

Pertanyaan 6 Juli 2010

Ass.Ustadz…
Mau ikut share…Saya adalah pelajar kelas 2 tsanawiyah…
Apakah jika seorang prempuan yg sedang tahfizh dekat dg laki-laki itu mempengaruhi pd proses tahfizhnya???
Jujur sekarang ini saya sedang proses tahfizh di pondok di Jombang selama krg lebih 2 thun ini sudah mendapat 5 juz dan entah mengapa Firman Allah ini sangat cepat hilang dr ingatan saya…
Mohon jawaban dan doanya,ustadz…
Salam Ta’zhim.Wass…

Jawaban

Akhi Fillah…..

Selama org itu msh merasa salah (mengeluh) atas kelemahannya, maka dia trmsk calon orang hebat, trmsk Anda insyaallah. Yakini semua santri tahfidz termsk saya, pernah mengeluhkan hal yg sama seperti Anda. Jawabannya hanya ada satu, yaitu tingkatkan waktu dan kualitas menghafalnya. Semakin jarang kita murajaah, semakin banyak masalah. Kita digoda wanita, problem keluarga, ekonomi, karena kurang istiqamah dan tdk yakin bahwa al-Quran itu menjadi benteng dari semua masalah itu. Utk menghafal Quran tdk butuh otak cerdas, waktu longgar yg melimpah, bekal memadai, tetapi niat kuat dan keistiqamahan. Singkirkan dulu hal2 yg tdk terlalu penting, simpan dulu angan2 yg tdk bersinggungan dg hafalan, maka insyaallah sukses. Selamat berjuang, pantang menyerah, Allah selalu bersama kita, amin.

Pertanyaan Tgl 25 Juni 2010

assalamu’alaikum, perkenalkan sy Sunarjo orang tua dr 6 putri dan 1 putra dr sumberpucung. Saya sekeluarga punya banyak cerita tentang seni mengajar anak2 hafalan Al Qur’an. Anak nomor 2 (12th/7juz), nmr 3 (10th/9juz), nmr 4 (7th/3.5juz), nmr 5 (4th/beberapa srt pendek), nmr 6 (2th) dan nmr 7 (2bln). jika berkenan sy mau silaturahim (mhn alamat bpk) untuk saling tukar  pengalaman sekalian saya mau nanyakan informasi pondok tahfidz putri didaerah dinoyo untuk anak sy nmr 1 yg skrng sklh di MAN1 kls 2. Skrng ini sampai tgl 23 juli sy sekeluarga lg liburan dan brd di sumberpucung sdngkn sy kerja di Papua. Wassalammu’alaikum

Jawab:

Di Pesantren Al-Hikam, ada ustdzah Adibah yang membina hafalan khusus putri. Saya kira jaraknya dari Dinoyo tdk jauh (sktr 5 Km), tepatnya di dekat rumahnya KH. Hasyim Muzadi (mantan ketua PBNU), Jl. Cengger Ayam. Doakan sj tahun dpn, saya akan buka pesantren Tahfidz utk anak2 di Gasek karang besuki Sukun Malang.

Sebetulnya banyak tmpt menghafal di Malang, hanya saja agak jauh dr dinoyo seperti PP. Darul Quran dan PP Nurul Huda di Singosari, PP As-Syadzili di Pakis dll.

Pertanyaan Tgl 29 Mei 2010

ass… ustadz saya lulusan gontor putri 2009.saya skrg sedang praktek mengajar dan nyambi mondok hafal Qur`an.umur saya sudah 20 tahun.hafalan saya sudah sampai juz 10.saya dulu pengen nyambi mondok karena termotivasi pengen kuliah ke timur tengah.bagaimana hukumnya?kok saya jadi merasa bersalah karena niat bukan karena Allah.dan tahun ini saya akan mengambil ijazah.bagaimana baiknya untuk saya?kuliah di Indonesia+mondok Qur`an atau konsentrasi pada Al Qur`an sampai khatam atau nyoba kuliah di timur tengah.tolong beri solusi!

Jawab:

Ukhti fillah al-mahbubah, salam kenal, menurut saya kesempatan kuliah ke timteng kapan saja ada alias tiap tahun ada. Tp motivasi dan kesempatan utk menghafal tdk setiap waktu muncul. Apalagi, kalau sdh disibukkan studi, kerja, nikah dsb. Saran saya kalau detik ini motivasi menghafal itu msh membara, niatkan dan laksanakan sekuat tenaga utk menghafal 30 juz sampai tuntas, prediksi saya utk anda 1,5 th selesai. Sebaliknya bila motivasi besarnya utk kuliah, ya silahkan sj sambil menghafal beberapa juz al-Quran. Saya yakin kalau anda berminat kuliah di UIN Malang, anda mendapatkan kedua2nya, bahkan keempat2nya; yaitu gelar S1, ilmu, hafal 30 juz, beasiswa. Selamat berjuang semoga sukses.

Pertanyaan, tanggal 30 April 2010

asslmu’alikum ustad al mahbub
ustad… lgi2 permasalahan menghafal bg mahasiswa. ustad keinginan sy untuk menghafal sejak sy mjd anggota JQH., nmun wktu itu sy tdk berani karena ngji sy msh awut-awutan. tp, alhmdlillah pada Syauqi 2 sy beranikan diri untuk memulai. alhmdulillah dengan wkt yg diatur oleh panitia, smw bs berjalan dg lancar. persalahannya, setelah karantina semuanya tidak istiqomah. sy belum bs menambah hafalan sesuai dg target. apakah karena kesibukan sy/sy yg tdk bs membagi wktu. permasalan kedua, sy pengen murojaah di setiap ada  waktu senggang, namun ketika sy lupa pada tengah2 surat, sy jd laez melanjutkannya/sy msh bergntung dg mushaf. artinya sy bs murojaah ketika ada mushaf. mungkin ada solusi untuk sy ustad. syukron ustad sebelumnya.

Jawab:

Sdr Puji yg baik,
Memang menghafal itu berat, karenanya harus ada kemauan ekstra, usaha ekstra, motivasi ekstra, penyikapan ekstra, apalagi bersamaan dg kuliah. Cuma, alangkah naifnya kalau harus mundur dan berputus asa. Seandainya, semua kepala calon penghafal al-Qur’an maupun yg sdh sukses itu dibedah dan direkam jejak pikirannya, pastilah hasilnya akan sama dengan anda, yaitu pernah gamang, ragu, putus asa dll. Itulah memang romantika dan suka dukanya calon hafidz. Yakinlah, semua hafalan yg lancar itu awalnya juga terbata-bata, jatuh bangun, tambal sulam. Ibarat jalan, semakin sering dilewati akan semakin halus. Utk menambah motivasi, tataplah wajah2 penghafal al-Quran yg kini sukses sbg guru, dosen, kyai, pengusaha. Mrk bisa jadi lbh sibuk dr anda, ttp krn kemauan dan kerjakeras semua dilampaui dg indah. Lihat jg potensi yg ada dlm diri, usia msh muda, tubuh msh sehat, pikiran msh fresh, org tua jg lbh dr ckp bisa membiayai, pembimbing tahfidz siap sedia, kampus jg mendukung, kurang apa kita? Mulai skrg , buat perencanaan yg matang mengenai waktu, strategi, dan teknis pelaksanaannya. Setelah itu pompa terus semangat dengan internal dan eksternal motivasi. Bagi saya, dapat sedikit lebih baik dibanding tdk dpt sama sekali.

Pertanyaan Tanggal 25 Februari 2010

Assalamu’alaikum ust
saya yg awwam mau tanya, bagaimana cara mengatur waktu untuk moraja’ah & tambah ayat, alhamdulillah saya memasuki juz 4, tp kesulitan dalam mengatur waktunya krn saya juga seorang karyawan yg pekerja dari pkl 8 – 18, saya juga sdh berkeluarga.. mohon doa nya juga ust supaya Alloh memberikan jalan kemudahan..amien

Jawab:

Akhi fillah Hasan Nurdin, sebelumnya salam kenal dulu dg saya semoga kita menjadi sahabat yang menjadi jalan kebaikan. Saran saya terus saja dilanjutkan. Caranya; upayakan setiap hari tambah 1/4 sampai 1/2 halaman usai shalat shubuh dan upayakan  minimal mengulang satu juz perhari di dalam shalat sunnah rawatib. Akan lebih baik, bila istiqamah shalat malam 8 rakaat dan atau shalat dhuha 8 rakaat, baca tiap rakaat satu halaman. Biasakan murojaah di atas kendaraan. Saya yakin kalau semua jalan, tanpa harus menyediakan waktu khusus murojaah, hafalan kita akan lancar dg sendirinya. Lebih lanjut baca artikel saya ttg itu di: cahayaqurani.wordpress.com, yg berjudul menghafal di usia dewasa, siapa takut?. Smg bermanfaat

Pertanyaan 8 Februari 2010

Assalamu’alaikum ustadz,..
Alhamdulillah saya khatam AlQur’an pd tahun 2005 dan digembleng untuk mengikuti tasyakuran (wisuda alQur’an) pd tahun 2006, tahun 2007 saya juga melakukan riyadhoh (stiap hari khatam dgn berpuasa selama 41 hari). Tapi ustadz, yang masih mengganjal sampai sekarang, saya belum bisa menghafal urutan surat. Padahal urutan surat termasuk hal yang urgent bagi huffazh. Mohon saran dan masukan antum. Satu lagi ustadz, bagaimana cara yang enjoy melancarkan surat Al-Qomar. Jazakumullah ahsanal jaza’

Jawab:

Saudariku fillah, cara mudah utk menghafal nama surat adalah (1) mengingat kata kunci yg ada di masing2 surat, misalnya kata ad-dukhon hanya ada di surat dukhon dsb, (2) menghubungkan huruf pertama tiap surat dg surat lain menjadi kalimat yg mdh dihafal, misalnya baim (baqarah-ali imran) ni’mad (nisa’-maidah) ana’ (an’am-a’raf) fabat (anfal-taubat). Mgkn msh banyak cara lain yg bisa dikreasi sendiri, yg penting tujuan tercapai.

Pertanyaan Tgl 2 Februari 2010

askum ustad,,,,
saya minta saran dan masukannya,
ustad saya baru menghafal alqur’an, baru dapat 2  1/2 juz. masalah saya, sekarang saya kenal dengan laki-laki yang umurnya lebih muda dari saya, kelurga kami saling setuju, namun karna umurnya yang masih kecil dia belum siap untuk menikah. belum ada bekal. padahal dia sudah mempunyai nafsu yang tinggi.
saya ingin menjaga dan terus menghafal alqur’an, tapi pikiran saya terus terbayang cinta pemuda itu.
yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya mengajak dia agar mau menikah? atau apa saran ustad untuk saya?!
sukron!
wasslm

Jawab

Ukhti fillah yang baik, hidup ini adalah pilihan, yg msg2 ada akibatnya (baik/buruk). Idealnya memang saya menyarankan kejar cita2 hingga maksml, sdg nikah sprt air mengalir yg pasti akan sampai. Cuman, kuat opo ora ngempet 3 thn lg? Kalau boleh jujur, sy katakan bahwa halusinasi indahnya pernkhn itu jauh lbh indah dibanding kenyataan. Nikah diatas 2 bln, sbtlnya lbh bernuansa pd pemenuhan tanggungjawab dan memikul pendritaan brsm daripada kenikmatan biologis. Coba bandingkan dg derita meraih cita, berat memang, pahit bahkan, yakinlah selamanya kebahagiaan itu mengalir ke hati dan sanubari, bahkan auranya menyinari semua keluarga. Jgn cepat patah hanya dg cinta, para ulama’ rela mati demi sebuah cita2. Bayangkan, bila kelak anda menikah, cita2 sdh tergapai, jiwa sdh matang. Ingatlah, calon anak anda akan bangga bila ibunya sukses, dan akan meniru. Selamat berjihad.

Pertanyaan 20 Oktober 2009

assalamualaikum ustad.
ustad saya mau konsultasi.
apa motivasi agar kita dapat menghafal alquran?bgaimana cara mengatur waktunya?
saya ingin menghafal alquran tapi takut gk bisa menjaganya bagaimana solusinya ustad?dan dmn pondok yang bagus di malang untuk hafalan alquran?
terima kasih ustad dari hamba Allah

Jawab:

Mas Faishol, banyak hal yg dpt memotivasi kita utk menghafal Quran, diantaranya: kita ingin meniru tradisi Rasulullah, para sahabat, tabiin, salfus sholih yang mengawali jenjang keilmuwan dan kewaraannya dari menghafal. Dari sanalah terbuka hidayah/taufiq utk memahami tafsir, hadis, fiqh dll, bukankah orang2 hebat seperti Imam Syafii, Imam Nawawi hafal Quran sblm usia 10 th? Bagi saya, dengan hafal Quran kita akan mampu membahagiakan kedua org tua kita, dan dibanggakan oleh anak2 kita. Lebih2 saat org tua kita sdh “berpulang” saya yakin bacaan Quran dari anak akan menerangi kubur mrk, atau kita sendiri yang “berpulang”, saya berharap amal baik yang istiqamah akan menerangi peristirahatan abadi kita. Tentu msh ratusan lagi motivasi yg tdk mungkin semua tertuang di sini.

Yakinlah Allah sendiri yg akan menjaga hafalan kita, asalkan kita istiqamah. Jgn pernah mundur sblm melangkah dan merasakan suasana alam qurani. Untuk mengatur waktu tahfidz, silahkan buka artikel: manajemen tahfidz untuk mahasiswa di blog saya. Di Malang banyak tempat tahfidz, diantaranya di PP As-Syadzili Pasir Pakis, PP Darul Quran Singosari, PP Nurul Huda Singosari dll.

Pertanyaan Tanggal 13 Oktober 2009

Aslmkum, wr.wb. Ust. sy mau tnya anak sy ingin masuk pondok khusus thfidz Al-Qur’an di Jombang, ad informasi di daerah tambak beras jombang, pondok pst apa namanya, mohon petunjuk dan saran agar sy bs mondokkan anak, skrang anak sy kls I tsnyah ingin pindah mondoknya, tlong ust yg biayanya agk ringan. sblm dn ssudhnya sy ucpkan trmksih, wslm- yayan

Jawab

Pak Yayan yang saya hormati, setahu saya pondok tahfidz yang bagus di Jombang itu ada di tebuireng depan pesantrennya syaikh Hasyim Asyari, nama Madrasatul Quran. Saya pernah mengamati pondok tsb dan memang bagus dan santrinya banyak, jg banyak alumninya yg jadi juara MHQ (lomba hafalan) tingkat nasional. Utk tempat selain itu, maaf, saya masih belum tahu. Saya doakan smg cita2 bpk/ibu yayan serta ananda tercinta terkabul, amin

About these ads

8 Responses

  1. Assalamu’alaikum ustad,
    saya mau tanya nih,
    bolehkah orang yang sdng mnghfal al qur’an, ktika hfalan’y blum slesai tp ia ingin menghfal kpda guru yg lain, atau pindah pesantren?
    Syukron ustad. .

    • Tdk ada larangan utk pindah guru, selama dlm proses perpindahan ada etika dan kesopanan dg guru lama, sehingga tdk ada guru yg tersakiti hatinya.

  2. Assalamu’alaikum ustadz,
    Saya ini mahasiswa yang mempunyai keinginan untuk menghafal Al-Quran ustadz, mohon nasehat dan kiat-kiat nya ustadz?
    syukron ustadz .

    • Sudah banyak saya tulis di blog ini ttg kiat menghafal, silahkan dibaca, semoga sukses.

  3. Assalamualaikum ustad. saya dtg dari negeri jiran. saya sdh hafal alquran 18 juzuk. umur saya 15n thn. saya ingin bertanya bagaimana supaya kita tetap bersifat rendah diri? kerana saya berasa diri saya kdgkala menjadi sedikit sombong kerana telah menghafal alquran. saya tdk mahu menjadi seorang penghafal alquran yg sombong ustad nauzubillah. dan bagaimana harus saya menghindari diri dari musik? kerana saya mmg selalu mndgr musik sdgkan alquran dan musik itu tidak boleh bercampur. terima kasih ustad.

    • Waalaikumussalam, kesombongan itu bs dihilangkan dg cara: (1) menyadari banyaknya dosa dan sedikitnya ilmu kita, (2) belajar mengkagumi org lain dan merendahkan diri sendiri, (3) menyadari ancaman Allah bg org yg sombong, yaitu dihapuskannya semua amal kebaikannya, (4) perbanyak bergaul dg org awam dan latih menghormati mereka, (5) kurangi unjuk diri dg pamer suara atau penampilan. Tdk apa2 mendengarkan musik selama tdk berlebihan, sebagai hiburan dan bukan profesi.

  4. Assalamualaikum ustad…
    Terima kasih sebelumnya.saya Ingin bertanya masalah menambah hafalan.
    Bolehkah seorang yg haid menambah hafalan? dan apakah boleh ketika haid memegang quran terjemah?
    syukron ustad…

    • Waalaikumussalam, meski madzhab Syafii mengharamkan membaca/menghafal ketika haid, banyak kyai pesantren yg membolehkannya dg berpindah madzhab ke Imam Malik dan Ibnu Taimiyyah demi kemaslahatan para penghafal al-Quran. Sedangkan memegang terjemah al-Quran mutlak boleh, selama terjemahannya lbh banyak dr tulisan Arabnya. Silahkan dipilih, kedua pendapat tsb sama2 kuat.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,158 other followers

%d bloggers like this: