Pernak-pernik problema keluarga

Berikut ini problema-problema keluarga yang disampaikan melalui blog cahaya qurani dan solusi yang ditawarkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Pertanyaan 10 September 2010

assalamualaikum pak ustadz.
saya sedang menghadapi persoalan pak, mohon pencerahannya pak ustadz. jadi begini, saya sudah menjalin kasih dengan seorang wanita selama kurang lebih 5 tahun, sebelumnya kami sudah berkomitmen untuk melanjutkan pada hubungan yg serius jika sudah mendapat pekerjaan dan si wanita sudah lulus kuliah dan dapat kerja juga. permasalahannya disini. sekitar satu minggu kemaren, ibu saya pergi kedokter untuk periksa kesehatan, dan sambil menunggu panggilan dokter, tidak sengaja ibu saya ngobrol dengan seorang ibu2 yg juga sedang menunggu panggilan diruang tunggu. setelah ngbrol2 ibu saya menanyakan alamat si ibu2 itu, dan kebetulan si ibu itu dulunya tetangga dekat rumah wanita yg saya sukai. otomatis ibu saya menanyakan bagaimana keadaan dan kabar wanita yg saya sukai. lalu ibu itu menjawab dengan nada agak sinis dan menjelaskan kalo keluarga wanita yg saya sukai itu sedang terlilit hutang banyak dimana mana dan banyak berita negatif tentang keluarga itu (keluarga calon mertua). dan
rumahnya suka rame kalo ada yg menagih hutang. kadang ibu wanita yg saya sukai suka pura2 sakit jika ada yg nagih hutang. otomatis ibu saya kaget, karena ibu saya tahu saya sedang menjalin hubungan dengan gadis anak dari keluarga yg terlilit hutang (calon mertua). lalu, ibu saya menceritakan semuanya pada saya, saya pun kaget. ibu saya tidak merestui hubungan saya. pertama saya tidak terlalu percaya. tapi dan saya renungkan lagi, memang selama ini saya merasa ada keganjilan dan tidak nyaman saja dengan sikap calon mertua saya, selama saya menjalin dgn anak wanitanya. calon mertua sering minjam uang pada saya dengan janji bayarnya selalu meleset dan kalo bayar juga tidak lunas seutuhnya, lalu dilain waktu minjam lagi kdang bapak calon mertua saya dulu sering minta diisiin pulsa, saya harus gimana lagi, karena saya suka anaknya, maka saya pun kasih pulsa dan uang kalo calon mertua minta. awalnya sih saya ikhlas untuk memberi pulsa dan meminjamkan uang, tapi karena keseringan terus
terang  saya merasa risih, belum jadi mantu nya saja sudah sering pinjam uang. dulu2 sekitar 2 tahun yg lalu, sahabat saya menjelaskan agar hati2 berhubungan dengan keluarga itu (keluarga calon) karena bermasalah dan banyak citra negatifnya, dan saya pun ga percaya begitu saja. mungkin dia sudah tahu banyak tentang keluarga calon mertua. dan kata sahabat saya, dia juga pernah jadi korban dulu si bapaknya wanita yg saya suka rental mobil kepada sahabat saya, dan katanya sampai sekarang mobilnya belum dibalikin. seiring berjalannya waktu ditambah dapat informasi dari ibu saya, maka saya mengambil keputusan utk tidak melanjutkan hubungan dengan wanita yg saya sukai, sebenarnya saya masih suka dgn dia, tapi saya tidak direstui oleh kedua orang tua  saya dan sikap calon mertua pada saya juga bikin saya tidak suka. khawatir masa depan saya misa sudah menikah dengan anaknya, khawatir akan terganggu.yang jadi pertanyaan, bagaimana saya harus menjelaskan pada wanita yg saya sukai agar alasan saya memutuskan hubungan dgn dia menerimanya. tanpa melukai atau menjelaskan masalah tentang orang tuanya. mohon penjelasannya pak ustadz, terimakasih wassalamualaikum wr. Wb

Jawaban:

Akhi Filla yg sy hormati, semua tergantung pada anda, anda-lah yg paling tahu apakah kekasih anda itu orangnya baik, sholihah ataukah dia sama dg sifat keluarganya. Kalau memang anda berkeyakinan bahwa dia berbeda dg sifat negatif keluarganya dan anda yakin kelak mampu memulihkan nama baik keluarga, maka tdk perlu mundur utk “bersanding” dg-nya. Seringkali apa yg dipersepsikan masyarakat itu jauh dari kenyataan yg sesungguhnya. Tapi, kalau dg adanya image negatif itu, cinta anda memudar dan gairah juga melemah, juga tidak ada alasan utk mempertahankannya. Tinggal teknis “berpisah”nya yg harus diatur semanis mungkin, tanpa menyisakan luka hati atau dendam dr yg bersangkutan. Jangan bimbang, segera pilih secepatnya salah satu opsi, meneruskan atau menghentikan, meski masing2 ada resiko. Intinya, pikirkan matang2 berdasarkan pertimbangan jangka panjang (kira2 kalau nanti punya anak sikap dia seperti apa, bahkan sampai masa tua nanti). Ada baiknya anda juga cari “info tambahan” dari istikharah atau tausiyah dr org2 arif di sekitar anda, smg ada jawaban yg memuaskan dari semua itu.

Pertanyaan 29 Agustus 2010

Ass. Mantab profilenya. Bisakah saya berguru/ngaji dengan bapak karena saya ini jujur masih berpengetahuan islam sedikit trus sekarang tambah bingung dengan organisasi2 islam transnasional maupun nasional (terutama di um). Mohon bimbingannya. Semoga mendapat Tanggapan. Terima Kasih Wassalamu’alaikum wr.wb
Jawaban

Mas Taufiq, Silahkan kalau ingin ngaji/konsultasi ttg persoalan agama saya siap, sejauh yang saya mampu baik kesempatan maupun ilmu. Ciri2 orgns yg jelek adalah yg sering menyalahkan kelmpk lain yg slm ini diikuti oleh jutaan umat Islam dan dipimpin ulama yg ilmunya mendalam. Smkn kelmpk itu bnyk mendapat simpati masyrkt luas semakin dekat dg kebenaran. Carilah orgnss Islam yg asli prodk indonesia, krn mrk lbh tahu kultur, karakter msyrkat, bukan orgns import semacam HTI, Salafi, Ikhwanul Muslimin, JI, FPI dll.

Pertanyaan 18 Agustus 2010

assalamualaikum wr. wb.

 

jd begini pak, menurut bpk apakah semua MLM syubhat/haram atau ada yg bisa dhukumkan halal?
saya ingin menanyakan ini scr pribadi krn kebetulan saat ini sy sedang mengikuti sebuah MLM dan sy ingin menanyakn kehalalan MLM trsbut scr detail. baru2 ini sy membaca buku yg menyimpulkan bahwa MLM haram, tetapi sebab2 keharaman itu tidak sy temui d MLM yg saya ikuti. menurut bpk, apa sajakah hal2 yg menyebabkan suatu perniagaan haram? jika hal2 itu tidak ada, apakah perniagaan itu psti halal dr segi sistem(bukan dr segi cara brniaga)?
jika perlu, sy dpt mnjelaskan ttg sistem MLM itu scr lebih detail.

Jawaban

Masalah MLM itu ijtihadiyah (blm ada dalil yg jelas dr Quran maupun Hadis), namun dmkn mau tdk mau kita hrs menentukan sikap, apkh ikut krn halal atau menghindar krn syubhat/halal. Mnrt sy ada unsur gharar (ketidakjelasan/rekayasa/pura2) dlm yg membuat MLM itu haram, minimal syubhat. Mslnya; harga yg tdk wajar dibanding barang sejenis, lbh banyak bermain2/berlebhn dlm ucapan (manis di lidah) saat promosi yg kdg sampai pd tgkt bohong, pdhl yg bicarapun blm tentu mengalami sndri, motvasi membeli rata2 bkn utk memiliki/butuh barang itu, tetapi lbh pd memenuhi prsyrtan sbg anggota atau bs disbt jual beli semu (tdk nyata), upline cenderung “menjajah” downline, kasus tumbangnya MLM “Pohon Mas” 2004 jd bukti rentannya sistem ini pd collaps. Rizki yg halal itu diperoleh dg cara yg wajar, nyata, jujur, jelas, berkeringat, butuh proses. Lbh baik makan jagung tp nyata drpd burger tp blm jelas adanya. Silahkan direnungkan sendiri hukumnya apa? Islam menekankan “saling ridlo” dlm jual beli, bkn dipaksa ridlo krn ada embel2 keuntungan yg fantastis dg kerja minimalis. Ini pandangan subjektif saya, sbg pengamat MLM, bukan pelaku, jd maaf kalau ada yg salah.

 

Pertanyaan, 20 Mei 2010

Ustadz Syafaat yang kami hormati.
Mohon dijelaskan tentang seputar pelaksanaan akad nikah (siri atau resmi) yang dilaksanakan di depan jenazah -ayah atau ibu dari pihak wanita- karena salah satu diatara mereka telah meninggal dunia, terutama ayah. Bagaimana hukum, pelaksanaan, dan lain sebagainya.

Jawaban:

Saudariku yg budiman, dalam Islam samasekali tdk dijumpai dalil yang menganjurkan menikah depan jenazah dalam kondisi apapun, hanya saja saya tdk berani menghukumi tindakan tersebut sebagai bid’ah (membuat syariat baru yg terlarang). Mayoritas mereka adalah orang yg tdk tahu syariat dan takut melawan tradisi. Tdk ada dosa apapun yg melekat pd orang bodoh kecuali dosa yg disebabkan membiarkan kebodohan itu sendiri. Sebagai manusia yg memiliki rasa dan emosi, kegiatan seperti itu jg bisa difahami. Betapa orang yg selama ini melahirkan dan membesarkan kita serta merindukan kehadiran sang menantu, tiba2 dia dipanggil sang kholiq, tentu sang anak ingin melakukan “semi komunikasi” dg jasad orgtua tercinta. Bg org2 shalih/syahid hakikatnya menurut al-Qur’an mereka tdk meninggal. Mgkn ini yg jd dasar mereka. Bg sy lbh baik dihindari.

Pertanyaan Tgl 27 Mei 2010

Ustadz Syafaat yang kami hormati, ada beberapa pertanyaan yang ingin kami ketahui berkaitan dengan Shalawat, Qasidah, Hizib, Syiir, Madzhab, dan Sanad Ilmu.

1. Apa perbedaan antara shalawat, qasidah (burdah dll), hizib, dan syiir.
2. Bagaimana kedudukan semuanya itu dalam agama -praktik keberagamaan- Islam. Khususnya dalam hal ibadah.

3. Pada masa-masa saat ini apa masih mungkin bisa -diperbolehkan- tercipta jenis-jenis shalawat, qasidah, hizib, dan syiir baru.

4. Mengapa terjadi perbedaan madzhab fiqh dikalangan imam madzhab empat padahal dalam menggali hukum tidak diragukan bahwa mereka semua mengambil sumber dari Rasulullah (Al-Qur’an dan Hadist). Menurut pandangan awam jika sumbernya adalah satu dan sama tentu logikanya adalah tidak akan terjadi perbedaan.
5. Apa maksud dari sanad ilmu dalam kaitannya memilih guru dalam belajar ilmu agama.
Demikian pertanyaan kami, kurang lebihnya mohon maaf. Atas perhatian dan jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. Hari – Kota Batu

Jawaban:

1. Apa perbedaan antara shalawat, qasidah (burdah dll), hizib, dan syiir?

Shalawat: doa untuk rasulullah dg kata “sholla” dan “sallama”

Qosidah: melagukan kata yg indah berdasarkan jumlah kata perbait

Hizib: Dzikir untuk membentengi diri dari musuh (batin, tak tampak)

Syiir: untaian kata indah yg terdiri dari bait dan sajak
2. Bagaimana kedudukan semuanya itu dalam agama -praktik keberagamaan- Islam. Khususnya dalam hal ibadah?

Shalawat sdh jelas dalilnya, hizib bagian dari doa keselamatan, sdg qosidah dan syiir tdk terkait lgsg dg ibadah, ia akan bernilai ibdh jika berisi shalawat dan doa. Sbgmn puisi dlm bhs Indonesia, pembacanya akan dpt pahala jika yg dipuisikan itu nasehat kebaikan.
3. Pada masa-masa saat ini apa masih mungkin bisa -diperbolehkan- tercipta jenis-jenis shalawat, qasidah, hizib, dan syiir baru?

Boleh buat shalawat asalkan kata “shalla”/”shalli” tdk ditinggalkan dan tambahannya jg kata yg baik, apalagi qasidah, syiir, dan hizib. Hanya sj bg mrk yg tdk faham bhs Arab sulit membedakan satu jenis dg jenis yg lain.
4. Mengapa terjadi perbedaan madzhab fiqh dikalangan imam madzhab empat padahal dalam menggali hukum tidak diragukan bahwa mereka semua mengambil sumber dari Rasulullah (Al-Qur’an dan Hadist). Menurut pandangan awam jika sumbernya adalah satu dan sama tentu logikanya adalah tidak akan terjadi perbedaan?

Saya kira logikanya malah sebaliknya, smkn banyak kepala yg ikut berpikir smkn bnyak pendapat yg muncul. Smkn situasi dan kondisinya berbeda maka smkn berpeluang untuk berbeda pendpt ttg satu hal. Dalam al-Quran jg banyk kata yg “samar2/mutasyabih” shg perlu penafsiran dr hadis, pndpt ulama, maupun pndpt pribadi. Namun, selama perbedaan itu ada dasarnya dari al-Quran & hadis serta pendapat ulama’ mu’tabarah (diakui), maka perbedaan itu sah dan boleh dilaksanakan.
5. Apa maksud dari sanad ilmu dalam kaitannya memilih guru dalam belajar ilmu agama?

Sanad (rantai transmisi) itu salah satu media untuk mengukur validitas transmisi ilmu seseorang, bukan berarti tanpa sanad tdk sah/tdk manfaat. Ibarat buku, daftar pustakanya dicantumkan apa tdk. Kalau memang bukunya berbobot, bagus, tanpa rujukan pun tdk apa2.

Pertanyaan, 7 April 2010

assalamu’alaikum Wr. Wb
begini pak ustadz
saya sebentar lagi mau nikah akan tetapi sebelumnya saya pernah disuruh mengucapkan/menirukan ijab qobul nikah oleh seorang kyai dan diberi mahar Rp. 20.000 oleh  kyai tersebut. tetapi hanya dilakukan berdua saja dan tidak ada saksi dan wali, katanya untuk menghilangkan haram. pada waktu itu saya gak tau tetapi kyai tersebut mengatakan kita sudah sah nikah
pertanyaaan saya :
1. Apakah pernikahan itu sah (termasuk nikah siri atau Mut’ah)
2. Bagaimana hukumnya jika saya nikah dengan orang lain tetapi kyai tersebut belum mengatakan cerai pada saya (jika nikah  itu sah) padahal sampai sekarang saya sudah tidak berkomunikasi dengan kyai tersebut dan sebentar lagi saya akan melangsungkan pernikahan
mohon jawabannya ke e-mail : andini8090@yahoo.co.id
atas bantuannya terima kasih agar saya gak terjerumus lagi
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawaban

Mas Andini yg baik

Pernikahan yg tlh anda lakukan itu termsk nikah Mut’ah yg diharamkan oleh semua Ulama Ahlussunnah (Suni), karena rukun nikah itu; wali (dari keluarga calon istri), 2 saksi, mempelai pria dan ijab, sedang mahar itu bs dibayarkan kemudian sblm dikumpuli. Islam sebetulnya tdk mengenal nikah sirri, sebab syaratnya sama saja. Sirri itu apabila tdk ada legalisasi dari KUA (urusan pemerintah, bukan kewenangan agama).

Oleh karena pernikahan anda itu tidak sah secara syara’, maka tidak perlu ada cerai. Jadi lakukan saja pernikahan yg sah secara syara’ dan legal (bersurat dari KUA), jgn sampai terjerumus utk kedua kali, pilih orang yg benar utk menikahkan agar hidup tenang, bahagia selamanya. Selamat berbahagia, menjalani hidup baru, semoga abadi, amin.

Pertanyaan Tgl 3 Maret  2010

assalamualaikum
ustadzzzz
saya akhir akhir ini puingiiin banget  belajar banyak dan dapat banyak ilmu agama terutama fiqih (ubudiyah muamalah dll)
tp gmna ustadz??? di pondok dapetnya hanya sedikit. kalau ustadz bisa bantu. mhon bantuannya.
syukron katsir

Jawab

Waalaikumussalam, ukhti fillah, Pertama, orang yang punya curiosity (keinginan yg tinggi) utk belajar termasuk org yg beruntung, tdk semua org diberi “rizqi” tsb, utk itu syukuri dg merealisasikannya dan jgn disia-siakan. Kedua, banyak jalan utk belajar fiqh; (1) otodidak tp sering tanya, (2) belajar lgsg ke org yg tpt, (3) membaca dan membandingkan beberapa buku terkait dg bidang itu, dan lain-lain. Smg cita2 suci tsb tercapai amin.

Pertanyaan Tgl 12 Januari 2010

Bpk. Ustadz Syafaat yang kami hormati.

Berikut pertanyaan yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan permasalahan yang saat ini sedang saya hadapi ustadz. Saya mengenal seorang teman wanita saat masih sama-sama kuliah dan dekat dengannya lebih dari 6 tahun terakhir. Karena kedekatan itu akhirnya melahirkan rasa saling cinta diatara kami. Waktu itu kami memilki keinginan untuk menjaga hubungan dan kelak melanjutkannya pada jenjang pernikahan, jika sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan.

Saat ini saya bekerja sebagai guru negeri dan memiliki keinginan untuk menikahinya sesuai komitmen dan cita-cita kami saat kuliah dulu. Teman wanita saya itu saat ini juga sudah bekerja pada instansi swasta. Pekerjaan yang kami dapatkan berada di kota yang berbeda dengan jarak agak berjauhan meskipun masih dalam 1 provinsi dan kami sama-sama pendatang di kota itu. Karena pekerjaan itu akhirnya selama 2 tahun terakhir kami dipisahkan oleh jarak dan hanya sering berkomunikasi lewat HP, sedangkan untuk bertemu secara langsung jarang terjadi dan hanya beberapa kali saja. Oleh sebab itu keinginan saya adalah memindah pekerjaannya agar bisa 1 kota dengan saya.Masalah yang saya hadapi berkaitan dengan restu orang tua teman wanita saya yang lebih mengiginkan kelak anaknya bisa kembali ke kota asal, dekat dengan orang tua, dan mendapatkan jodoh dengan laki-laki satu daerah. Karena alasan itu maka juga sudah disiapkan calon untuknya sesuai kehendak orang tua. Namun teman wanita saya tersebut menolak dengan alasan tidak bisa mencintai calon plihan orang tuanya, khawatir, dan takut. Dia menilai bahwa orang tuanya terlalu memaksakan kehendak dalam rencana pernikahan tanpa memberi kesempatan sedikitpin untuk menentukan pilihannya sendiri. Meskipun demikian orang tuanya memperlakukan saya dengan baik, begitu juga sebaliknya saya juga menaruh hormat pada beliau berdua.

Pernah suatu ketika terucap kata-kata dari orang tuanya “boleh-boleh saja kamu menikah denga pilihanmu sendiri, bapak ibu akan memberikan restu tetapi sampai kapan bapak ibu bisa menerima pernikahanmu, setahun dua tahun, atau selamanya aku tidak tahu” – “jalani saja pernikahanmu sesuai pilihan orang tua, jika kamu menemukan kesulitan itu sudah takdirmu yang harus kamu terima” – “setelah pernikahan kamu tidak bisa melupakan masa lalumu, itu hanya satu atau dua minggu, setelah itu akan berjalan seperti biasa” (saya tulis berdasarkan apa yang pernah dia ceritakan pada saya saat bertemu langsung).

Akhirnyan satu sisi dia ingin menuruti keinginan orang tua meskipun itu terpaksa, tetapi disisi lain dia berpendapat bahwa dialah yang akan menjalani hidup berumah tangga sehingga semestinya dia juga diberi kesempatan untuk menentukan pendamping dan masa depan pilihannya sendiri.

Singkat cerita saat ini dia mengambil keputusan bahwa kelak dia akan menuruti kehendak orang tua untuk menikah sesuai dengan pilihan mereka. Tetapi sampai kapan dia akan siap dan memutuskan untuk menikah dia sendiri tidak tahu dan saat ini merasa tidak akan pernah siap. Mengenai hubungan yang sudah terjalin dengan saya selama 6 tahun terakhir ini, dia memutuskan agar saya melupakannya dan menikah dengan wanita lain. Saya merasa alasan dia memutuskan seperti itu lebih dikarenakan rasa kasihan pada posisi saya saat ini dan bingung atas situasi yang dia hadapi.

Berkaitan dengan itu ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1.      Bagaimana seharusnya saya mengambil sikap dalam situasi seperti ini? Saya tidak ingin egois ustadz, saya ingin tetap bisa berbuat adil yang bisa saya lakukan dalam koridor agama atas permasalahan ini tanpa mengurangi rasa hormat saya pada orang tuanya.
2.      Secara umum dalam rencana pernikahan, bagaimana menurut jenengan terhadap sikap orang tua yang “memaksakan kehendak” seperti ini dan sikap anak gadis yang kadang “menentang” kehendak tersebut?  Apakah ini sebagai wujud penggunaan hak orang tua (ayah) selaku Wali Mujbir dan durhaka bagi anak gadis yang tidak menurutinya.
3.      Menurut jenengan sebaiknya saya tetap melanjutkan ikhtiar atas keinginan saya untuk menikahinya atau berhenti sampai disini ustadz? Hal ini juga karena ada perasaan saya yang tidak tega kepadanya mengingat dia dalam posisi yang sulit dan kebetulan juga belum dalam status di khitbah orang lain, sedangkan usianya terus bertambah.
4.      Jika saya mengabaikan keinginan saya untuk menikahinya dan memberikan jalan keluar baginya, saran seperti apa yang bisa saya sampaikan kepadanya agar segera ada titik temu dengan kehendak orang tuanya? (Pernah dia meminta saran itu kepada saya).
5.      Apakah dalam hal ini bisa dikatakan bahwa telah terjadi permusuhan antara anak dengan orang tua?.

Demikian pertanyaan saya, kurang lebihnya mohon maaf. Atas perhatian dan jawaban yang ustadz berikan, saya ucapkan terima kasih.

 

Jawaban:

Saudaraku Hamba Allah yang baik, terima kasih saya diberi kepercayaan untuk memberi kontribusi atas problem Anda. Problem anda termasuk problem sensitif, teologis, sekaligus emosional. Sensitif karena berhubungan dg org lain (calon istri & mertua), teologis karena ridlo Allah tergantung ridlo org tua, dan emosional sebab Anda tdk ingin kehilangan dia serta sebaliknya.

Bagi saya hidup itu menawarkan banyak pilihan yang tdk selalu nyaman  utk dipilih. Anda cinta pekerjaan (PNS) meski hrs merantau. Calon mertua ingin anaknya bahagia dan statusnya jelas yang selalu menemaninya di hari tua.

Ada beberapa alternatif solusi yg bs diambil:

a. Bila calon mertua keberatan pd anda lantaran jarak, yakinkan bahwa andalah org yg tulus mencintainya dan siap membahagiakannya, dan yakinkan bahwa tdk masalah, istri nanti utk sementara waktu pasca nikah berpisah demi menemani org tua, dan sambil jalan mengupayakan kepindahan tempat tugas.

b. Bila calon mertua keberatan lantaran sdh punya pilihan sendiri, doronglah calon istri utk berdiplomasi santun dg org tua bahwa dia sdh punya pilihan. Bila deadlock, relakan dia utk dijodohkan dg pilihan org tua sbg bentuk pengabdian tertinggi pd org tua dan motivasi dia utk selalu membahagiakan org tua meski pahit di awal dan blm tentu pahit di akhir. Yakinlah org tua tdk akan tega melihat anaknya menderita.

c. Buatlah gebrakan, lamarlah dia dalam waktu dua bulan ini (apapun hasilnya), nyatakan anda siap menikahinya dalam tiga bulan ini.  Hal ini penting utk kejelasan nasib anda dan dia ke depan. Sambil terus lakukan shalat malam, puasa dan dzikir. Kalau hasilnya postif alhamdulillah, kalau tdk maka itulah bagian dari takdir dan keputusan terbaik utk kita. Memang jarak berjauhan dan waktu (pacaran) yang lama sering menjadi masalah, waspadalah!

Demikian saja jawaban saya, semoga bermanfaat.

Pertanyaan Tanggal 1 Desember 2009

Asslamu’alaikum
Katanya seorang istri itu diciptakan dari tulang rusuk suaminya…??? Apa itu benar..??
Dan jika ada seorang laki-laki mempunyai istri lebih dari satu, bagaimana hubungan dari tulang rusuk itu (apa tulang rusuknya itu lebih dari satu juga)..??
terima ksih
wassalam

Jawaban:

Menurut pakar hadist terkemuka di Indonesia, Prof. KH. Ali Mustafa Ya’kub MA, paling tidak ada 3 point penting dalam memahami dan menelaah hadist-hadist yang berkaitan dengan “tulang rusuk” dan kata ‘khalaqa minha zaujaha’ dalam Surat An Nisaa :

1. Pada kitab shahih Imam Bukhori dan Muslim tidak disebutkan dalam hadist bahwa ‘tulang rusuk’ tersebut adalah tulang rusuk Adam a.s, hanya disebutkan dari ‘tulang rusuk’.

2. Hadist tentang wanita dan tulang rusuk tidak hanya terdapat 1 versi saja, akan tetapi ada beberapa versi, pertama disebutkan bahwa wanita di ciptakan dari tulang rusuk, tulang rusuk itu yang ujungnya melengkung (bengkok) dan apabila diluruskan (dengan tidak hati2) maka akan patah, maka berwasiatlah yang baik kepada wanita. Kedua, dengan redaksi yang hampir sama, tetapi disebutkan bahwa wanita diciptakan sifatnya seperti tulang rusuk, melengkung (bengkok) dan apabila diluruskan mudah patah, artinya wanita mempunyai sifat yang cenderung bengkok seperti tulang rusuk, maka butuh bimbingan yang baik dan perlahan agar tidak patah, ‘patah’ menurut sebagian ulama ialah cerai.

3.Bahwa dalam memahami hadist tidak dibenarkan jika berdasarkan satu riwayat atau satu versi saja, karena memang terdapat perbedaan penyampaian redaksi hadist dari para sahabat Nabi kepada murid-muridnya yang disebut tabi’in, karena tidak seperti al-Qur’an yang harus disampaikan dengan redaksi yang mutlak sama, hadist bisa disampaikan dengan redaksi yang berbeda. Yang baik dalam memahami hadist adalah melihat semua hadist yang ada lalu mengambil kesimpulan. Sama halnya dengan al-Qur’an yang ayat satu sama lain saling menjelaskan begitu pula dengan hadist.

Maka pada hadist-hadist seputar ‘wanita dan tulang rusuk’, pemahaman yang benar adalah bahwa wanita diciptakan atau tercipta seperti halnya tulang rusuk, tulang rusuk itu bengkok ujungnya, jika diluruskan akan mudah patah, maka harus jadi perhatian seorang Ayah dan Suami bahwa dalam mendidik anak perempuan dan istrinya dibutuhkan ke-‘arifan dan kesabaran yang lebih, begitu juga bagi seorang anak dan istri harus meredam sifat egois karena kecantikan, harta dan pengetahuan yang mungkin lebih dari suaminya.

Dapat juga dipahami bahwa Rasulullah hanya menyebutkan karakteristik tulang rusuk yang bengkok dan mudah patah, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa tulang rusuk memiliki karakteristik lainnya, contoh melindungi organ-organ penting yang berada dalam tulang rusuk tersebut. Begitu juga dengan wanita, wanita juga berperan melindungi organ-organ penting dalam rumah tangga yaitu melindungi hal-hal yang sangat strategis dalam melindungi generasinya dari kebobrokan moral.

Jadi, bila ditanyakan: bgmn dg laki2 yg punya istri lbh dari satu, maka jawabannya jelas bahwa hadis yg sering disebutkan itu tdk bertentangan fenomena itu. Sebaliknya jika dimaknai seperti pertanyaan anda bahwa seorang istri itu diciptakan dari tulang rusuk suaminya, maka jelas bertentangan. Wallahu a’lam.

 

Pertanyaan tanggal 30 Nopember 2009

Assalamu’alaikum ustad

Saya ingin berkonsultasi ustad, dan awal ceritanya begini ustadz, dia adalah mantan kekasih saya ketika smp-sma yang usianya 3 tahn lebih tua dari pada saya, karena orang tua saya kurang menyetujui krn saya masih sekolah kala itu, dengan berbagai cara mereka memisahkan kami maka hubungan kami  yang memang hanya sebatas surat-suratan dan liat-liatan (dari kejauhan aja udah senengnya minta ampun) itu pun akhirnya kandas juga. berulang kali dia memohon meminta saya untuk kembali tapi saya ga mau waktu itu. hingga setahun kemudian saya mendapatkan surat undangan pernikahannya dg wanita lain.
sejak saat itu saya berjanji dalam diri saya untuk jadi anak yg berprestasi dan membuat orang tua saya bangga. saya lulus 4 tahun disebuah perguruan tinggi ternama di bandung, dan langsung ditawari bekerja diperusahaan milik keluarga dosen saya. tak sedikitpun saya terpikir untuk pacaran atau mejalin kasih, karena sesungguhnya perasaan memang masih tertaut sama mantan saya itu, tapi saya berusaha untuk mengabaikannya dan mencoba menerima lelaki lain yang menawarkan dirinya untuk menjadi suami saya, 3 kali beliau nembak saya tapi saya belum bisa menerimanya, dia mengenal saya dari temannya tapi kami tidak pernah bertemu sebelumnya bahkan setelah saya mencoba mengenalnya dan menjalani perkenalan beberapa waktu via email dan telepon kami merasa nyambung satu sama lain, dan akhirnya kami memutuskan untuk bertemu.

Beliau datang kerumah saya  bertemu orang tua saya untuk berkenalan lebih lanjut, permtemuan 1 beliau diam saja kalau orang tua saya yg tidak bertanya beliau nya tidak menjawab beliau sih ngakunya nervous. alasan ini masih bisa saya pahami karena memang baru pertemuan pertama, tapi ternyata pertemuan kedua lebih parah, selain cuma diam saja beliau malah sering main2 hp sendiri, sampai2 orang tua saya ga mendukung ini untuk dilanjutkan mereka mengeluh anak ini main-main, ga serius dan juga kurang menghargai lawan bicara didepanya, cenderung mengacuhkan. orang tua saya merasa diremehkan. akhirnya saya menyampaikan padanya tentang hal ini, sejauh ini saya masih mencoba membujuk orang tua saya untuk memberinya kesempatan lagi.

dan inilah awal mula semua bencana dalam diri saya, tepatnya akhir februari 2008 dia orang yang dulu sempat mengisi sedikit ruang dalam hati saya hadir kembali dalam hidup saya. dia mengaku mendapatkan no saya dari teman saya yg masih tinggal dikampung. lambat laun kami akrab kembali. saya tau dia sudah menikah makanya percakapan kami ga jauh-jauh seputar kabar-kabar saja. hampir saja saya ke-GR-an karena dia masih begitu perhatian dan mengingat hal-2 kecil yang kami alami dahulu. sekuat tenaga saya berusaha menepis tapi saya juga tidak bisa bohong kalau persaaan saya dahulu memang belum mati. tapi lama-lama ia mulai curhat mengenai rumah tangganya yang memang sudah hancur, ia cerita kalau dia sudah bercerai dari istrinya tahun 2006 secara agama tapi tidak sampai dibawa ke pengadilan agama. dan saat ini dia mencoba pdkt tapi saya berusaha mengalihkan setiap pembicaraanya yang mengarah kesitu. saat ini sebenarnya saya sudah merasa goyah, disatu sisi saya  masih mencoba memperjuangkan
beliau tapi disisi lain hati saya memang masih belum bisa lepas dari mantan saya, terkadang saya menyayangkan kenapa dia kembali disaat saya sedang memcoba membuka hati saya untuk orang lain.

akhirnya saya mencoba memutuskan beliau dan menjauhi duanya karena khawatir tidak bisa memberikan keputusan yang adil. mulanya mereka berdua masih saja menghub saya tapi ga pernah saya respon lagi, berapa lama kemudian beliau mungkin sudah kapok karena saya sudah ga meresponnya lg. tapi mantan saya tetap saya menghub saya meskipun saya ga pernah saya angakat atau saya balas smsnya.

beberapa bulan kemudian entah dorongan dari mana saya mulai mengankat telp nya. makin lama makin akrab membuka kembali semua kenangan dimasa lalu. dia masih mencoba pdkt dan beberapa lama kemudian saya memberikan kesempatan padanya. dia juga sempat cerita ke saya kalau istrinya tidak mau diajak tinggal misah dari orag tuanya bahkan sudah beli kavling perumahan pun akhirnya dijual lagi karena istrinya ga mau pindah karena ia memang tidaklah kaya seperti ayahnya itu sebabnya mertuannya selalu meremehkannya. sampai suatu saat dia mendapati istrinya sedang digauli oleh ayahnya sendiri alias mertuanya dengan mata kepalanya. dia kecewa dan mengungkapkan kata-kata cerai kepada istrinya. istrinya menyetujui tapi dia selalu menantang ” emang kamu punya uang berapa ”  katanya. entah mengapa saya juga percaya begitu saja. saya merasa prihatin dengan kisah dan cerita mantan saya itu. saya sempat merasa menyesal karena pada saat dulu dia meminta saya kembali saya menolak untuk memberi kesempatan
padanya hingga nasibnya separah ini.

tp akhir oktober 2008 mantan  menemui saya dibandung, saya menjemputnya distasiun dan megantarkannya ke penginapan. sesampainya disana dia malah mencoba merayu saya  untuk menginap dan menemaninya ngobrol disana. saya berulang kali menolaknya tapi ga tau kenapa setelah dia mememeluk saya, saya merinding luar biasa karena ini pertama kalinya buat saya, saya jadi tak berdaya begitu lemah hingga ga kuasa menolak saat dia melepaskan jilbab penutup kepalaku, dan mengambil samuanya dari saya, dia menjilati vagina saya, dan menindih saya tapi dia tidak memasukkan penisnya ke dalam vagina saya, hanya meletakakan diatas kemaluan saya saja. saya menyesalinya dan saya sangat malu sekali terhadap diri saya sendiri tapi entah kenapa kejadian ini berulang di bulan februari 2009. saya sangat menyesal dengan kejadian ini. saya benar-benar ingin bertobat. setelah 2 kejadian itu saya sampaikan padannya agar kami bertobat untuk tidak mengulanginya lagi. dan alhamdulillah sampai saat ini kami bisa
menjaga diri.

tapi permasalahan berikutnya adalah ketika kami sudah akan mencoba merencanakan untuk menikah, merintis sebuah usaha tempat makanan di awal ramadhan kemarin yang alhamdulillah ramai sekali apalagi diwaktu-waktu menjelang berbuka padahal masih baru tapi omset sudah hampir 900ribu sehari itu bersih. saya katakan padanya” dulu kan kalian bercerainya cuma lisan secara agama aja, gimana kalau diresmikan dipengadilan agama biar nanti kedepannya tidak menjadi polemik?” karena saya juga measih mengganjal dengan statusnya yang belum resmi itu. saya merasa dia masih milik orang lain. nah pas mantan saya mencoba melaporkan hal tersebut dikantor kelurahan untuk dilanjutkan pe pengadilan agama mungkin dari keluarahan menyampaikannya ke pihak si istri, dia marah besar, ga terima bahkan dia juga mencoba menghancurkan usaha warung makan itu ketika syawal. dia marah-marah di warung makan itu, begitu dia lakukan beberapa kali hingga akhirnya para pegunjung merasa tidak nyaman dan lama-lama mulai sepi
sepi dan mantan saya merasa down dipermalukan seperti itu. akhirnya warung makan itu di tutup untuk sementara tapi entah sampai kapan karena mantan saya merasa sangat malu didengan lingkungan sekitar dengan semua keributan yang dilakukan oleh mantan istrinya itu.

beberapa hari setelah kejadian itu tepatnya pertengahan oktober saya ditelp oleh kakak ipar saya, dia meminta saya, kakak dan kedua orang tua saya untuk datang kerumahnya. dia cerita  kalau suaminya sedang digoda oleh wanita lain, dan sempat meminta cerai. dalam hati saya saya merasa ditampar oleh Allah. saya merasa kejadian ini utuk mengingatkan saya. padahal saya ga tahu kisahnya sama atau tidak tapi yang jelas mantan saya belum resmi bercerai sah dari pengadilan agama. tapi alhamdulillah semua nya kembali membaik dan kakak saya dan istrinya pun kembali memperbarui pernikahanya karena tadinya sempat mengungkapkan kata cerai untuk yang pertama kalinya.  saya mengaja mempersilahkan kakak, ibu dan bapak saya untuk pulang duluan. sepulang dari tempat kakak di sepanjang perjalanan saya merenungkan apa yang terjadi dihadapan saya hari ini, saya benar-2 takut kalau yang saya lakukan ini ternyata serupa yang dilakukan oleh wanita yang menggoda kakak saya itu. saya sangat ketakutan kalau
apa yang terjadi dg keluarga kakak saya adalah buah dari perbuatan saya. akhirnya saat itu juga saya telp mantan saya dan saya bilang klo saya ga bisa lanjutkan semua ini karena saya takut karma, tapi saya tidak menceritakan apa yang terjadi dg kakak saya, krn saya merasa itu adalah aib keluarga saya. dia tidak bisa menerima keputusan saya, dia bilang saya kejam, saya membohonginya dengan cinta semu dan lain sebagainya yang membuat perasaan saya juga sakit. sejak saat itu dia menghilang sulit dihubungi krn sesungguhnya kami tidak tinggal di kota yang sama. hingga suatu ketika orang tuanya yang juga mengenal dan mengetahui hubungan kami menelfon saya menanyakan apakah mantan saya itu sedang bersama saya atau tidak sebab sejak dia berpisah dg istrinya ia kost sendiri tapi seminggu sekali dia masih menyambangi rumah ibunya.
saya kasih informasi ke ibunya kalau saya tidak tahu dia dimana sekarang, krn sayapun g pernah bisa menghubunginya. kebetulan dulu saat dia mau servise, hp nya di titip kesaya, khawatir data2nya terhapus atau ke reset saya berinisiatif untuk memback up dalam beberapa lembar kertas, tapi entah dimana kertas itu saya tidak menemukannya. saya coba bongkar semua tumpukan kertas dan buku2 yang ada dirimah dan alhamdulillah saya menemukannya. akhirnya saya coba tanyakan ke teman-temannya semuanya ga ada yang tahu. dan etah dorongan dari mana saya beranikan diri untuk menghub adik iparnya yang nomornya jg tertulis di kertas itu. saya bilang ibunya khawatir jadi kalau ketemu mohon untuk mengabari ke rumah. dan diluar dugaan saya iparnya bilang mantan saya ada di rumah istrinya. ga terasa badan saya panas dingin mendengar berita itu. bahkan iparnya juga memberi saya nomor barunya. saya coba sms ke dia tapi dia ga langsung membalas, baru tengah malam dia balas sms-ku, klo dia akan angkat
telp-ku kalau aku sudah tenang katanya. karena dari bahasa-bahasaku dia tahu kalau saat itu saya sedang marah meskipun saya sadari saya sudah putuskan untuk berpisah denganya dengan statusnya yang belum resmi menurut saya itu baru dia boleh datang kesaya kalau semuanya sudah beres. baru akhirnya 29 November 2009 dia angkat telpon saya. dia ceritakan kalau semua ini ga seperti yang saya sangkakan. dia cerita kalau dia kembali ke rumah itu bukan untuk rujuk dengan mantan istrinya tapi hanya untuk sekedar menengok anaknya sebab selepas menutup usaha warung makan itu dia kembali menganggur. dan dia juga ga tau kenapa dia bisa berlama-lama disitu padahal niat awalnya hanya menjenguk saja, bahkan dia juga ga bawa baju ganti hanya sehelai yg ia kenakan saja. dia cerita kesaya kalau selama disitu pun dia juga ga sekamar sama istrinya, dia tidur dengan anak pertamanya. tapi yg membuat saya khawatir adalah cerita dari ibunya yang menemukan bau kemenyan keluar dari tas pakaiannya, sampai2
tau-tau kejadianya seperti ini padahal sebelumnya ia benar2 ga mau menginjakkan kaki ke rumah itu bahkan untuk anaknya pun dia mengirimi uang bulanan lewat ibunya. bahkan ibunya takut kalau dia melakukan sesuatu yang bukan kehendaknya (alias diguna-guna). sebagai catatan dia tinggal diujung timur pulau jawa. tapi berulang kali  dia akan menjemput untuk menikahi saya begitu urusannya selesai.

ustad, dengan kondisi saya seperti ini saya sangat takut. saya mohon bantu saya, apa yang mesti saya lakukan, dengan semua hal buruk yang telah saya temui. dengan semua kerumitan ini saya mohon beri saya masukan apa yang sebaiknya saya perbuat? saya sebenarnya sangat ingin menikah ustad, tapi saya bingung apakah saya harus menunggu mantan saya itu yang bilang butuh waktu setahun atau bagaimana?

terimakasih

wassalamu’alaikum

Jawaban:

Trm ksh mbak yaa sdh mau cerita di blog ini dg org yng belum anda kenal. Sungguh itu sebuah kisah yg ruwet sekaligus mengibakan. Jawaban sy singkat sj, anda hrs cooling down (meredakan suasana) dulu dlm hal percintaan beserta semua kaitannya, kalau bs jangan bawa HP, intinya batasi komunikasi kecuali masalah pekerjaan/keluarga. Lakukan ini selama minimal 40 hr, isi dg puasa, taubat, sedekah, bantu orang lain, shalat dhuha, tahajjud, mengkhatamkan al-Quran. Bicara hanya utk hal penting sj. Reformasi spritual anda, krn taruhannya adalah masa depan. Hapus kotornya hati dengan jernihnya airmata. Sudahi sandiwara panjang tsb dg kepasrahan total pada Allah seraya minta solusi terbaik. Tatap dunia ini dg kemuliaan, kebaikan, konsistensi. Yakinlah dibalik hamparan gurun yg kering akan ada dedaunan yg menghijau, mantapkan hati bahwa dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Seringlah anda menatap wajah orang2 shalih, anak2 yatim yg ceria, mintalah doa dari mereka, siapa tahu dari merekalah jalan kebaikan itu hadir. Saya ikut berdoa disela2 munajat, smg masalah anda sgr tuntas.

Pertanyaan Tgl 10 Nop 2009

assalamu alaikum
apa boleh mendahulukan memberangkatkan haji orang tua sedang dirinya akan berangkat haji tahun depan karena birrul walidain. mohon diberikan rujukan dalam kitab
terima kasih
wassalamu alaikum wr wb

Jawab

Dalam ushul fiqh, dijelaskan bahwa ada 2 jenis fardu; muwassa’ dan mudlayyaq. Muwassa’ artinya kewajiban yang longgar dan masih bisa ditunda di waktu mendatang seperti haji, shalat. Orang bisa berhaji tahun ini, tahun depan, atau 20 tahun lagi. Sedangkan mudayyaq adalah kewajiban yang waktu mepet dan tdk bisa ditunda lagi. Seperti shalat dhuhur pada  jam 14.30 sementara Asharnya jatuh pada jam 14.33.

Haji juga demikian kapanpun dilaksanakan, diperbolehkan, yg penting disini sdh harus ada niat utk haji dan upaya ke arah sana jg telah dilakukan. Kalau masalah milih waktu hukumnya mubah, apalagi itu demi berbakti pd org tua, istilah jawanya ‘keolehen’ (terlalu boleh). Baca saja kisah Abdullah bin Mubarok di kitab Nashoihul Ibad. Dia rela membantu tetangganya dg uang yg disiapkan utk haji dan membatalkan hajinya. Ternyata ada yg bermimpi, bahwa hajinya ratusan ribu org di Tanah suci itu akan tertolak (mardud) seandainya Ibn Mubarok mendoakan mereka

Pertanyaan Tgl 27 Oktober 2009

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz Syafaat yang kami hormati. Ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan Thoriqoh dan Ijazah yang ingin saya ketahui.
1.      Mohon dijelaskan tentang thoriqoh, bagaimana kedudukan hukumnyanya, dan apakah semua orang islam suatu saat diwajibkan masuk dalam jamaah thoriqoh?
2.      Biasanya yang ikut dalam jamaah thoriqoh adalah orang-orang dewasa atau orang tua lanjut usia, dalam hal ini apakah seorang pemuda bisa mengikuti thoriqoh padahal statusnya menikah saja belum?
3.      Romo KH. Baidhowi Muslich adalah Rois Idaroh Syu’biyah Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdiyah Malang, apa maksudnya?
4.      Jika thoriqoh juga baik bagi anak muda, bagaimana cara memulainya bila suatu saat berkenaan mengikuti tanpa harus menunggu usia lanjut. Mohon dijelaskan persyaratan dan langkah-langkahnya jika mengikuti suatu thoriqoh  (misal: mengikuti thoriqoh pada KH. Baidhowi Muslich di Kota Malang)?
5.      Apakah setiap muslim memang diharuskan mencari seorang guru (mursyid) yang diyakini kealimannya agar dalam menjalankan ibadah menjadi mantab dan yakin atas amalan-amalan yang dikerjakannya. Secara pribadi saat ini saya merasa sangat membutuhkan bimbingan dari seorang alim (mencari guru) untuk menjadikan kemantaban ibadah dan amalan-amalan yang saya lakukan.
6.      Mohon dijelaskan tentang maksud dan kedudukan ijazah yang biasanya diterimakan dari seorang Kiai kepada Santrinya.
Atas penjelasan yang bapak berikan kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah pada kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. HARI – Kota Batu

Jawab:

Bpk Hari yg saya hormati, sebetulnya saya tidak tahu banyak tentang thoriqoh dan bukan pengikut thoriqoh. Utk itu, maaf kalau jawabannya kurang memuaskan. Menurut saya, apa yg selama ini kita lakukan utk mengharap ridlo Allah melalui ibadah mahdlah dan ibadah sosial (selama sesuai syariat yg benar) itu bagian dari thoriqoh (jalan) menuju surga. Bedanya, ada yang memformalkan diri dg label tertentu, sdg yg lain tidak. Menurut hasil muktamar NU awal tahun 2000-an, bahwa semua aktifitas ibadah yang dilakukan secara istiqomah adalah thoriqoh, seperti baca quran, istighotsah dll.

Seperti orang ingin belajar agama, tdk harus dia masuk (lembaga) pesantren. Bilamana terdapat seseorang yg alim dan blm punya pesantren, dan kita belajar dari beliau sampai bisa. Sahkah kita disebut santri? Yg penting itu ilmunya atau label “santri” itu sendiri. Memang idealnya kita memiliki label “santri” dan ilmu sekaligus, tp kan tdk semua org berkesempatan mengejar itu.

Tdk semua org bisa dzikir khusyu’ dlm majlis besar dan jg tdk semua org khusu’ dzikir sendirian. Bagi saya, ikut thoriqoh tertentu itu selera. Ada yg seleranya banyak menolong org lain dg hartanya, shg kerja keras adalah thoriqohnya. Ada yg menyibukkan diri dengan mengajarkan ilmu al-Quran dan keislaman, atau sibuk mengarang kitab sebagaimana ulama terdahulu, itu jg bagian dari thoriqoh. Istilah Rois Idaroh Syu’biyah Thoriqoh terjemahannya: ketua kantor cabang thoriqoh, strukturnya seperti apa saya kurang faham.

Mungkin pandangan saya di atas, bisa menebak jawaban tentang hukum mursyid, ijazah dll. Kenapa banyak org tua yg ikut? Waktu yg sdh byk longgar dan kesadaran akan dekatnya kematian, menjadi faktor keikutsertaan mereka. Saran saya lakukan hal yg paling wajib dari berbagai kewajiban yg ada, hidup ini pilihan, maka pilihlah dalam skala prioritas, dahulukan hal yg penting, wajib dan fardu Ain. Mgkn saja suatu ketika, ikut  “lembaga” thoriqoh itu menjadi sebuah prioritas, bila menjadi sarana kebahagiaan dunia akherat.

Pertanyaan Tgl  9 September 2009

Ass.Wr.Wb. Bapak Ustad,berkenaan pertanyaan saya tanggal 6 september 2009,saya ingin bertanya lagi :
1. Secara peraturan saya tdk boleh bekerja dibagian tsb. karena atasan saya pangkatnya lebih rendah (seorang atasan hanya dpt mempunyai bawahan/staf dengan pangkat sederajat atau lebih rendah dari atasan tsb.,bilamana ada stafnya yg lebih tinggi,itu harus dimutasikan karena menghambat karir staf tsb/tidak bisa naik pangkat).
2. Ini misalnya pada bulan Juli 2009,seharusnya saya sdh tdk dibagian tsb(karena pada bulan tsb.pangkat saya setingkat lebih tinggi dari atasan saya).Tetapi saya tidak dimutasikan,secara peraturan harus dimutasikan dan tidak ada orang yang dirugikan karena blm ada yg menggantikan.Dan saya masih memperoleh tambahan rejeki di bulan Juli s/d September 2009 dan rejeki tsb. seharusnya tdk saya terima karena saya seharusnya sudah tidak boleh dibagian tsb.tapi saya masih menerima karena belum dimutasikan.
Pertanyaannya:
1. Apakah rejeki tsb. halal apa haram (hal ini karena saya merasa seharusnya saya tdk menerimanya)
2.Bila pimpinan tetap memerintahkan dibagian tsb. mana yg seharusnya dipatuhi : menjalani aturan negara (saya harus mohon pimpinan utk dimutasikan berdasarkan peraturan negara) atau menerima perintah pimpinan(tetap melaksanakan dibagian tsb.).Terima kasih
Wass.Wb.Wb.

Jawab:

Saudaraku yg baik, sy sdh jelaskan kemarin bahwa gaji bpk itu halal sbb itu hasil anda bekerja dan tdk mendhalimi siapapun, hanya soal waktu saja anda pindah. Mengenai manajemen yg salah/dianggap salah itu, perlu dikomunikasikan/diklarifikasi. Perkara nanti tdk ada respon, tdk masalah, yg penting tanggung jawab/kewajiban anda sdh gugur. Andaikan anda msh ragu, itu hak anda berarti melekat hukum syubhat, jgn dimakan tp berikan sj pada mereka yg membutuhkan.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass.wr.wb saya mo bertanya,, problem saya mirip dengan kiriman yg di atas yg pada tanggal 10 agustus 2009,, cuma bedanya saya dari pihak wanita yg mengalami problem tersebut,, saya dah pernah memberitahu ke pacar saya klo melakukan hal ini akn dosa,, cuma dia pernah bilang ke saya klo dia adanya melakukan hbungan bgtu krna udah g tahan,,hawa nafsunya besar,, dia sampai pernah sakit kepala dan panas tinggi gara2 blm terpuasakan hawa nafsunya, kata dia hanya saya yg bisa membantunya, saya kasian juga tapi saya tau itu dosa,, saya pernah menyarankan dia lbih baik kita menikah, tapi karena memang saya tau sendiri kondisi keuangannya sangat sulit,, akhirnya dia jadi tidak bisa menikahi saya, terus mau tidak mau membantu kesulitannya itu, kadang sya memang melihat dia sering sakit kepala keras gara2 blm terpuasakan nafsunya,, sekarang yg saya ingin tanyakan apa g papa ya saya membantu dia karena keterpaksaan kondisinya? saya juga pernah menyuruhnya beraktifitas agar hilang keinginannyha
tu,, tapi tetap g bisa jga… tolong saya membutuhkan jawabannya,,, terima kasih sblumnya

Jawab:

Saudariku yg baik, siapa sih didunia ini yang tdk punya nafsu seperti anda dan pacar anda, disinilah medan ujian kita, luluskah atau gagal? Bila demi toleransi dan atas nama cinta, dg mudahnya kehormatan kita tergadaikan, maka kecewa rasanya Allah menitipkan kita akal, perasaan, ilmu yg semuanya tdk dimiliki hewan. Saya percaya wanita sangat berandil besar menyelamatkan pria idamannya dari jurang nista, apabila dia mampu menahan diri. Tolonglah para lelaki untuk berkesempatan jadi penghuni surga, dengan tdk merayunya atau menyingkapkan sebagian auratnya. Oleh sebab itu tepat kalau ditelapak seorang ibu itu ada surga. Berpikirlah panjang, selamatkan keluarga kita maksiat dan dosa, berawal dari keselamatan diri kita dulu. Smg Allah melindungi kita, amin.

Nah, sekarang…. Bagaimana pertanggungjawaban anda di hadapan Allah dengan semua perbuatan yang telah anda lakukan dengan pacar anda itu….??? inilah poin penting yang harus menjadi titik awal perbaikan diri ke depan, yang dilandasi kesadaran total, penyesalan seutuhnya atas segala kebodohan yang telah terlakukan. Hanya spesisies keledai lah yang gemar terjerumus di  lubang yang sama dua kali. Atas nama apapun, kiranya tak ada pintu dalam Islam untuk  permisif dengan “zina”. Maka datangilah Allah, bersimpuhlah di hadapan-Nya, sampaikan penyesalan anda setulusnya, bikin komitmen dengan-Nya untuk tidak menerjang rel-rel-Nya dalam sisa hidup anda. Perbaiki setiap detik hidup anda dengan kebaikan “amal saleh”, agar Allah ridlo dan berkenan memaafkan kebodohan dan kesalahan Anda. Di atas segala dosa hamba-Nya, Allah punya kasih, punya sayang,…Ar-rahman Ar-rahim….

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass,sy benar2 pusing akan kelakuan dan perkataan istri yg tdk menghormati suami.Apa yg hrs sy lakukan?

Jawab:

Lakukan banyak introspeksi sebelum kita menghakimi org lain. Umumnya istri hormat pd suami kalau suami layak dihormati atau suami sangat menghargai istrinya. Bila keduanya tdk, mgkn keluarga atau latarbelakangnya yg kurang baik, berarti dia perlu diingatkan secara halus dan tetap menghargai. Jgn lupa doakan terus krn bagi Allah akan mdh membolak balikkan hati hambanya dari jelek menjadi baik.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

Ass.Wr.Wb.saya PNS,punya atasan dg.pangkat lebih rendah dari saya.Secara peraturan saya sdh tdk berhak mjd stafnya krn aturan tidak memperbolehkan utk itu.Tetapi tetap dipertahankan mjd stafnya.Hal ini yg mjd masalah,krn ada rejeki yg saya peroleh selain gaji pokok sbg PNS yg dibebankan oleh anggaran negara.Tentunya rejeki tsb.seharusnya tdk saya terima krn secara peraturan saya tidak boleh di bagian tsb.Yang menjadi pertanyaan adalah apakah rejeki tsb.termasuk rejeki yang bukan menjadi hak saya dan bagaimana status hukumnya, halal apa haram.Trm,Wass.Wr.Wb.

Jawab:

Gaji itu adakalanya upah dari kerja atau jasa kita yg kongkrit, bisa jg amal jariyah dr prestasi masa lalu kita (sprt. Royalti), atau konsekwensi dari struktur dan UU yg disepakati. Semua itu tergolong halal. Akan menjadi haram apabila kita mendholimi hak org lain, krn kekeliruan penerapan dari UU. Sebaiknya diklarifikasi saja ke atasan, agar dlm darah dan daging kita terbebas dari sel-sel haram. Bila msh meragukan, sendirikan sj uang tsb dan disedekahkan, insyaallah manfaat dan selamat.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

assalamualaikum wr,wb.pak saya seorang pengagguran yag ga jelas mau kerja apa?pada suatu hari saya buka internet dan disitu saya melihat banyak sekali metode atau cara2 menghasilkan uang banyak di internet dengan metode SMUO atau Smart Mesin System.apakah hukumnya pak?
jawab:  Pada prinsipnya kerja dan transaksi jual beli itu harus kongkrit, tanpa ada unsur gharar (manipulasi), berhubung sy tdk tahu alur kerja dan prosedur sistem itu, maaf blm bisa jawab. Hanya, saran saya carilah pekerjaan yg normal-normal sj meski gaji kecil, insyaallah berkah. Kata pepatah: lebih baik mkn singkong tp nyata drpd makan roti tp mimpi. Yakinlah berkah itu membawa kedamaian, dan merangkak perlahan tp pasti akan menuju pada kesejahteraan hidup yg berkecukupan.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass,saya mau tanya?hukum dlm agama islam,bila istri meninggalkan rmh tampa ijin suami n istri berlaku dan berkata kasar terhadap suami.Apa Sy mesti menjatuhkan talak,sy mohon bantuannya

Jawab: Ada batas-batas dimana kesalahan istri msh bisa ditolerir, diklarifikasi, dan diluruskan, jg ada kesalahan fatal, berulang dan disengaja yg harus disikapi secara jernih berdasar pd timbangan maslahah-madharat, jangka pendek-jgk panjang, masa dpn anak/keluarga. Talaq adlh snjt terakhir sbagai solusi terbaik. Dlm hal ini sy mesti berhati2 merekomendasikan anda antara menjatuhkan talaq atau tdk, utk itu kita perlu bertemu muka (jika msh dianggap perlu) utk menyelami masalah yg sesungguhnya. Dzikir, pikir, ikhtiyar pasti ada solusi.

Pertanyaan tgl 4 september 2009

Bapak Syafaat yang kami hormati. Ada beberapa pertanyaan yang saling terkait yang ingin saya ajukan.

(1)     Apakah diperbolehkan bagi seorang laki-laki mendambakan dan berikhtiar untuk mencari pendamping hidup seorang wanita shalihah yang memiliki pemahaman agama lebih baik dari laki-laki tersebut. Hal ini mengingat laki-laki tersebut merasa pemahaman agamanya masih kurang atau pas-pasan, karena latar belakang pendidikan yang ditempuhnya dulu lebih banyak pada pendidikan umum. Keinginan tersebut lebih didasarkan pada harapan kelak wanita pendamping tersebut akan menjadi sosok seorang ibu yang bisa dan berhasil mendidik anak-anak dengan baik, terutama pendidikan Agama. Namun demikian bagaimana jika dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa “laki-laki adalah pemimpin bagi wanita”.

(2)     Seandainya diperbolehkan dan kelak terbina keluarga seperti tersebut diatas, bagaimana sikap semestinya yang harus dikembangkan bagi laki-laki tersebut, mengingat bagaimanapun dia adalah kepala keluarga.
(3)     Dimana batasan yang diperbolehkan bagi Wali Mujbir dalam memaksakan pendamping hidup bagi anak gadisnya, apakah dalam hal ini tetap dibolehkan bertindak memaksa “otoriter”, sedangkan ada sebuah Hadist Nabi yang artinya “janda lebih berhak atas dirinya dibanding walinya, sedangkan gadis dimintai izin tentang urusan dirinya, izinnya adalah diamnya”. Ulama mengartikan hadist ini bahwa seorang gadis memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dalam masalah nikah dan walinya tidak boleh mengabaikan pendapat dan keridhaannya.

Atas perhatian dan jawaban yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan pada bapak sekeluarga

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. Hari – Kota Batu (Alumni UM 2006)

Jawab: Tentu dlm mencari pendamping hrs cari yg ideal utk bekal dunia-akherat, namun perlu dipertimbangkan jgn sampai dia egois yg pada gilirannya merendahkan martabat suami. Cara terbaik utk menetralisir semua itu, bangun komunikasi dari hati kehati, bangun kebersamaan, bangun kekuatan spritual dan akhlaq. Wali mujbir itu hanya hak/kewenangan dari wali utk memaksa, itupun kalau tdk dipakai lbh baik. Skrg ini era kebersamaan, keterbukaan dan kebebasan yg positf. Si gadis hrs menyadari bahwa keputusan org tua itu didasarkan atas rasa sayang dan maslahat, org tua jg demikian hrs menyadari bahwa suka duka bahtera rmh tgg itu dirasakan oleh si anak, shg anak harus diajak bicara secara egaliter. Bila keduanya disinergikan akan menghasilkan keputusan terbaik, insyaallah.

Pertanyaan tgl 27 Agustus 2009

Saya umur 35 tahun, udah menikah, saya menpunyai Problem Rumah tangga, akhir-akhir ini kami selalu bertengkar & puncaknya saya sebagai suami ndak bisa mengendalikan emosi , sehingga keluar kata talak pada istrinya saya, tapi waktu itu saya terdesak dan emosi sehingga secara spontan keluar kata talak, yang saya tanyakan:
1. sahkah kata talak saya pada istri saya padahal saya dlm keadaan emosi.
2. apa Hukum dari Memperbaharui Nikah?
3.Dulu pernah saya memperbaharui Nikah, apakah talak saya dulu juga masih dihitung? sedang talak hitungannya ada 2
4. apa ada talak tebus? dan bagaimana pelaksanaanya atas semua jawabanya kamai sampaikan terima kasih.

Jawab:

Mas, budi yg baik, talaq itu apabila diucapkan dg kata yg jelas (sharih) meskipun dlm kondisi marah, emosi sebab kata Rasululullah talaq itu termasuk “hazluhunna jaddun (guraunya dianggap serius)”, jd talaknya sah. Dalam kondisi sprti itu wajib nikah ulang ( bukan memperbaharui). Caranya, cukup menyatakan rujuk pd istri (kalau kejadiannya msh baru atau msh dlm masa iddah) tanpa syarat macam2, tp kalau melebihi masa itu harus menggunakan persyaratan nikah sprti biasanya. Terkait dg hitungan talaq itu tergantung niat dari suami, msg2 ada konsekwensinya. Talaq 1 cukup ruju’ sj, talaq 2 nikah baru, talaq 3 hrs diselingi nikah dg org lain dulu. Talaq tebus itu bila keinginan dtg dr istri, asal tebusan istri dikabulkan suami maka talaq jatuh lewat ucapan suami. Memperbaharui nikah itu baik dilakukan utk menghilangkan keraguan apa sdh jatuh talaq apa blm selama sekian thn menikah itu, tp utk talaq yg jelas jatuh sy istilahkan nikah ulang. mhn maaf kalau blm puas, tema ini sgt panjang ulasannya tdk mungkin semua sy sampaikan disini.

Pertanyaan 11 Agustus 2009

Ass. Pak, saya seorang pria sdh menikah 4 tahun dikarunia anak satu, akhir2 ini istri saya tdk mau diajak “berhubungan”, alasannya kata dia: “kalau kita berhubungan hukumnya zina lantaran kamu sering mengeluarkan kata-kata kasar yang mengandung unsur talaq seperti ayo kita bubaran saja atau pulang saja kamu ke orang tuamu”. Dalam kondisi seperti ini saya marah, kita belum cerai kok dianggap berzina dan dia meminta saya nikah ulang. Bagaimana pendapat ustadz?

Jawab:

Saudaraku yang baik, istri anda menurut saya wajar kalau merasa waswas tentang sdh jatuh talaq atau bukan, shg dia tdk mau “dikumpuli”, saya juga memahami kalau anda sangat marah besar bila dia tdk mau “dikumpuli’ dg alasan takut zina. Memang dalam Islam, terdapat 2 macam talaq; sharih (dg jelas) dan kinayah (dg sindiran). Lafadz talaq yang jelas (seperti saya cerai/talaq kamu) meski dilakukan dg gurau tetap akan jatuh talaq. Sedang lafadz talaq yang tdk jelas (seperti: pulang saja kamu ke orangtuamu), akan jatuh thalaq apabila memang diniati talaq bukan gurau. Oleh karena itu, penuhi saja keinginan istri anda untuk memperbaharui nikah (tajdid nikah). Apabila peristiwa yang meragukan itu masih kurang dari masa iddah (3 kali sucian istri terhitung sampai sekarang), maka lakukan saja ruju’ (kembali) oleh pihak suami, tanpa memenuhi persyaratan nikah. Sebaliknya bila lebih dari masa iddah, harus dilakukan nikah ulang dan berlaku semua persyaratan (mahar, saksi, wali, akad dll). jangan lupa setelah itu dilakukan, masing2 harus introspeksi dan mendalami ajaran Islam, terutama yang terkait dg fikih pernikahan dan perceraian, demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Pertanyaan 10 Agustus 2009

Ass.wr.wb. pak ustad safaat
saya seorang pria yg berusia 23 th, saya ingin bertanya kpd ustad apakah hukumya dalam islam apabila pria menggesekan penis ke vagina wanita (hanya mengesekan) dan pria memasukan penis ke dalam mulut wanita, krn hal tsb sdh prnah saya lakukan dng pacar saya dan saya sngt merasa berdosa.apakah dosa saya dan pacar saya dpt di ampuni oleh ALLAH SWT dan bagaimana agar saya dan pacar saya dpt menghapuskan dosa2 yg sdh prnh kami lakukan. mohon jawaban/bantuan dari ustad, saya sngt mengharapkanya.
terima kasih atas bantuanya, semoga ALLAH SWT membalasnya Amiennnnn

Jawab:

Saudaraku yang baik, saya merasa bahagia anda mau berbagi tentang hal ini dan ini satu indikator bahwa anda ingin sejarah kelabu itu segera diakhiri dan tdk banyak orang yang sadar seperti anda. Terkait dengan sesuatu yang anda sesali itu dalam tinjauan fiqh belum masuk katagori zina karena belum “idkholul hasyafah alal farji (memasukkan penis ke vagina)”, namun dalam tinjauan akhlaq/tasawwuf hal itu sdh masuk katagori “qarbuz zina (mendekati zina)” yang diharamkan. Saran saya, nikahi dia atau jauhi dia. Ibarat kangker anda sudah berada pada stadium 3, mau tdk mau harus dioperasi/amputasi. Saya tdk yakin ketika anda dan pasangan anda tobat, tapi msh sering kontak, hal itu tdk terjadi lagi. Kasihanilah pasangan anda, sebagaimana ibu, mbak atau bibik sendiri yang anda tdk rela bila kehormatan mereka direnggut orang lain, lebih-lebih calon istri kita. Relakah anda menikahi pezina seumur hidup yang akan melahirkan anak yang kita harapkan kesolehannya. Carilah lingkungan yang menjadikan anda selalu menetaskan air mata bersimpuh dihadapan allah, sampai tiba saatnya halal melakukan itu semua, saya ikut berdoa semoga anda menjadi calon suami yang dibanggakan akhlaknya dan memiliki calon istri yang sholihah lahir batin, serta pada saatnya akan memiliki anak yang kelak menerangi kubur orangtuanya, Amin. Wallahu A’lam

Pertanyaan 5 Agustus 2009

Ass.wr.wb. pak ustatz safaat

masyarakat indonesia 90% lebih beragama islam dan indonesia juga mempunyai sumberdaya alam yang berlimpah. idealnya umat islam di inodonesia ekonominya tidak miskin seperti saat ini.  menurut saya hal ini disebabkan karena kesalahan pimpinan & kyai/ulama kita. kalau saya lihat metode ulama kita hanya bangga dengan sejarah islam, hanya pandai membaca serta menghafalkan aja. tidak mampu berpikir science seperti apa yang ada di Al-qur’an. dan membuat saya menangis banyak kyai kita terlena akan kewajiban masih suka menikmati harta serta kehormatan. apakah zaman ini yang beritakan nabi kita tentang ulama2 shuk?
gimana pendapat ustandz?

Jawaban:

Saudaraku Fauzi, waffaqakallah, mereka tlh berbuat banyak untuk umat ini biarlah Allah yang menilai amal mereka, berikan ruang bagi Allah untuk menilai mana yang ulama su’ atau khoir. Jangan sampai kita mengotori hati dan perjuangan kita dengan su’udzdzon terhadap mereka, belum berbuat sdh dosa duluan. Jadilah muslim-muslimah yang arif dan bijak melihat persoalan. Lebih baik kita tawaddu’ melakukan 10 tp merasa baru 1, daripada sok islami, mujahid, merasa melakukan 10 padahal baru berbuat 1. Ali bin Abi Tholib sangat menghargai pengajar Quran meski hanya 1 huruf, rasulullah jg menempatkan mrk menjadi manusia terbaik (lihat hadisnya) dan sy yakin jasa mrk akan mengantarkan para santri menjadi orang berakhlak, bermartabat dan toleran terhadap perbedaan. Saya maklum, diantara mrk ada yang khilaf, sebagaimana anda, saya juga pasti pernah salah. Belajarlah utk menghargai teman, orgtua, guru sekecil apapun jasa mrk (sambil kita memperbaiki kesalahan mrk) siapa tahu itu menjadi jalan kemulian kita disisi Allah.

Pertanyaan 4 Agusutus 2009

assalamualaikum wr.wb pak ustad yang dirahmati allah saya mau bertanya perihal(KHILAFIYAH)yang sekarang lg dipermasalahkan,bagaimanakah cara menyikapinya dan meyakini diantara kedua belah pihak.dan menurutnya betul2 paling benar,yang mana mereka menggunakan hujjahan hujjahan yang sama2 membenarkan pendapat mereka masing2
mohon tuntunan dan petunjuknya  pak ustad supaya saya bisa lebih mengoptimalkan ibadah yang berpedoman pada syariat islam yang sesungguhnya
maklum saya orang awam,
mohon maaf dan terima kasih wassalamualaikum wr.wb

Jawab:

Saudaraku yang baik, Dalam tinjauan Quran, Hadis dan Nalar manusia, khilafiyah itu sesuatu yang tdk bisa dihindari, yang bisa kita lakukan adalah melakukan toleransi dan belajar memahami keyakinan orang lain. Asal mereka masih bertauhid, ada celah untuk masuk surga dan kita serahkan pada Allah.

Pertanyaan 27 Juli 2009

Assalammu’ alaikum wr wb

saat ini  ana bkerja diwarnet yang ada game onlinya, yg ingin ana tanyakan?

1. bagaimana hukumnya kerja di warnet yg ada permaianan onlinenya sedangkan
permainan tersebut menghamburkan uang dan waktu dan di dlm-nya terdapat unsur
syirik ditambah lagi gambar-gambarnya yg sangat bertentangan dg islam.

2. bila ana bkerja disitu apakah gajinya mengandung unsur haram, sedangkan harta
haram akan membuat amal tdk diterima, do’a tdk dijabah dan kita akan sulit
melakukan kebaikan

sekian saja mohon bimbingannya

Jawab:

Mas Tiyo yg terhormat, bagaimanapun juga bekerja itu lbh mulia daripada nganggur, selama pekerjaan itu tdk mengandung dosa atau maksiat. Sy pikir pekerjaan anda halal dan baik, sebab warnet itu seperti pisau, dia netral (bebas nilai) tergantung siapa yang menggunakan. Yg terpenting hati kita tdk suka kemaksiatan yang dilakukan org lain, berdoalah agar suatu ketika anda diberi pekerjaan yang betul2 mendukung ibadah kita. (Jawaban Sy merupakan intisari dari pendapat Al-Ghazali di kitab Ihya’).

Pertanyaan tanggal 1 Juni 2009

pak ustad Ass WR.Wb

saya dapat sms dari seseorang yang mengatakan : Jika masih ingin bertemu suami (sudah almarhum)janganlah kamu menikah lagi, tapi jika tidak menikah itu menimbulkan mudhorot maka menikahlah, Bisa gak pak ustad menjelaskan maksud SMS tersebut. Trims Wassalam WrWb (Ibu Agus Heri)

Jawaban:

Ibu Heri yang baik, menikah itu dalam hukum Islam memiliki 5 hukum, adakalanya sunnah, wajib, makruh, jaiz, dan haram. Di sini tidak ada perkecualian, baik yang sudah pernah menikah maupun belum sama sekali. Semua itu terpulang pada niat, syarat dan akibat dari pernikahan. Apabila dengan pernikahan menjadikan hidup kita lebih bahagia (anak-anak menjadi terurus baik, godaan internal maupun eksternal menjadi hilang, hubungan sosial dengan masyarakat semakin erat), maka hal itu menjadi sunnah hukumnya. Saya yakin almarhum suami Ibu tidak lagi cemburu melihat ibu menikah lagi, karena insyaallah beliau sudah di surga, amin. Bahkan mungkin kalau beliau bisa berbicara dengan ibu, pastilah dia ingin ibu melakukan sesuatu yang membawa kebahagiaan keluarga. Meski demikian, anak-anak juga bisa dimintai pertimbangan, sebab bagaimanapun kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga. Saran saya: lebih cepat lebih baik dan lanjutkan…. (maaf sedikit kampanye).

Pertanyaan dari Sdr Davin (Mhs Pend. Teknik Informatika Universitas Negeri Malang) tanggal 10 April 2009.

Apa membatalkan wudlu’ seorang laki-laki yang menyentuh mayat perempuan?

Jawab: Menurut keterangan di al-fiqhul Islamy wa Adillatuh karya Dr. Wahbah Az-zuhaili, dan beberapa keterangan di kitab-kitab Syafi’iyyah, hukum seorang laki-laki yang menyentuh mayat perempuan atau sebaliknya adalah membatalkan waudlu’, sebab bunyi ayat al-Qurannya bersifat umum:aw laamastumun nisaa’ . Terima kasih

2. asalm wb. saya ada pertayaan, saya habis baca doa kunzul arasy pada malam hari terus ketiduran pada tidur saya itu saya bermimpi bertemu dengan nabi muhammad saw dia berkata temuilah abu kosim sebelum datang kepada saya/nabi mhmmd saw terima kasih smoga memberi jawaban wassalam (tanggal 5 Mei 2009)

Jawaban: Mas Mujie yg terhormat, setahu saya kalau bermimpi melihat Rasulullah SAW itu memang kenyataannya dicintai oleh beliau dan itu sebuah nikmat yang tidak sembarang orang mendapatkannya. Beliau bersabda:Faman roani fil manam faqod roanii (barang siapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia sungguh telah melihatku, HR Bukhari Muslim). Berbahagialah dan pertahankan.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Begini Bapak/Ibu pengasuh, Belakangan ini ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya dan mungkin banyak orang. Mulai sekitar 4 bulan yang lalu saya mengikuti sebuah permainan game online berbentuk permainan kartu poker di facebook, tema permainan itu untuk bersenang-senang dan tidak membutuhkan modal, bertaruhnya pun menggunakan chip dan bukan uang sungguhan.
Permasalahannya pengguna permainan ini sangat banyak sehingga chip yang digunakan laku dijual dengan harga yang lumayan tinggi. Secara tidak langsung di dalam game inipun banyak berputar uang sungguhan karena banyaknya transaksi jual beli di luar permainan. Pertanyaan saya adalah:
1. Apakah harta yang hak jika kita menjual chip dari permainan tersebut, mengingat jika menjualnya saya dapat menghasilkan kurang lebih belasan juta/bln ?
2. Apakah transaksi yang dilakukan termasuk transaksi derivatif (maya)?
3. Bagaimana hukumnya jika kita hanya bermain tanpa menjual chip tersebut?

Demikian atas jawaban dari Bapak/Ibu pengasuh saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (tanggal 26 Mei 2009)

Jawab:

Mas Baskoro yang terhormat, menurut al-Quran sesuatu dihukumi perjudian (qimar, maysir) apabila memicu terjadinya permusuhan, kebencian, dan menghalangi seseorang untuk mendekat pada Allah SWT (QS. al-Maidah:91). Sedangkan dalam buku ” qamus al-fuqaha'” didefinisikan bahwa judi itu adalah: كل لعب فيه مراهنة (segala permainan yang mengandung unsur spekulasi/kalah-menang). Saya melihat permainan yang dilakukan mas Baskoro tersebut sudah mengarah pada permainan uang, meski awalnya hanya uji kecerdasan dll. Permainan uang yang berdampak pada adanya pihak yang kalah dan menang maka jelas ini haram hukumnya, sementara permainan semata tanpa uang jika menyita banyak waktu untuk bekerja, bersosialisasi dg masyarakat, menuntut ilmu, berdzikir, maka itu sudah mendekati keharaman dalam istilah fiqh disebut makrum tahrim. Hidup ini tidak lama, manfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan berguna untuk orang banyak.

About these ads

3 Responses

  1. Assalamu’alaikim wr.wb
    Pak ustadz saya mau konsultasi, saya sudah menikah dan baru berjalan 3 tahun dan sudah dikaruniai anak 1 umur 9 bulan, awal nya hubungan istri dan ibu saya berjalan harmonis, tapi lama kelamaan timbul permasalahnan dimulai dari tahun 2011 sampai sekarang, yaitu permasalahan rumah pemberian ibu saya, dimana istri saya sama sekali tidak mau menempati rumah pemberian ibu saya, karena dulu istri saya pernah dicaci maki yang menurut saya sangat keterlaluan, istri saya dicaci maki karena istri saya ingin memberi masukan soal rumah tapi ibu saya tidak terima dan akhirnya istri saya di caci maki, setelah 2 tahun perang dingin akhirnya saya bersama istri dan ibu dipersatukan karena ayah saya meninggal dan sempet istri dan ibu saya akur tetapi ibu saya menginginkan agar saya bersama istri dan anak saya menerima rumah tersebut dan segera pindah dari rumah mertua saya karena kata ibu saya ini amanat ayah saya sebelum meninggal sebagai informasi saya berdomisili di jogja dan ibu saya berdomisili di palembang, kalau saya sih tidak masalah pindah dari rmh mertua dan menempati rmh pemberian ibu saya, yg jadi masalah istri saya sama sekali tidak mau menempati rumah pemberian ibu saya karena masih trauma atas perkataan ibu saya, sebab ibu saya itu katanya tipe orang yang bimbang hari ini bisa baik tapi besok bisa berubah jd caci maki lagi sebab ibu saya itu setiap telponan sama saya isinya selalu menggunjingkan orang dan bila keinginan tidak dituruti perkataan kasar yang tidak pantas di ucapkan seorang ibu keluar dari mulut ibu saya
    yang ingin saya tanyakan :
    Saya harus bagaimana?menuruti ibu segera pindah dari rumah mertua dan menempati rmh pemberian ortu dan konsekuensinya saya bercerai sama istri atau saya ttp bertahan di rmh mertua tidak menerima rmh ibu saya sebab istri saya bilang “dari pada aku nempati rmh itu dan di kemudian hari terjadi masalah dan kita di usir mending aku cerai sama kamu” saya mohon masukan dari pak ustadz terimaksih sebelumnya

    Wassalamualaikum wr.wb

    • Saran saya, tempati rumah sendiri dari kerja keras berdua, tp tanpa menyinggung org tua. Insyaallah lbh damai.

  2. assalamualaikum WW
    pak ustadz, saya mau konsultasi masalah keluarga. istri saya dan ibu saya tidak akur, saya sudah berusaha agar istri saya bisa baikan dengan ibu saya, tapi sepertinya susah. posisi seperti ini membingungkan saya, di satu sisi saya adalah suami dan kepala keluarga, di sisi lain saya wajib menghormati ibu saya karena saya percaya surga saya di bawah telapak kaki beliau. mohon diberikan solusi langkah mana yang harus saya ambil, saya ingin istri saya dan ibu saya kembali seperti dulu lagi.
    mohon dapat dibalas email saya, terimakasih sebelumnya pak ustadz.
    wassalamualaikum WW.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,157 other followers

%d bloggers like this: