Dahsyatnya Dendang Cinta Al-Bushiri

(Terjemahan Syair Burdah Karya Al-Imam Al-Bushiri)

أمِنْ تَــذَكِّرِ جيرانٍ بــذي سَــلَمِ      مَزَجْتَ دَمعــاً جرى مِن مُقلَةٍ بِدَمِ

Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam.

Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.

أَم هَبَّتِ الريحُ مِن تلقــاءِ كــاظِمَةٍ    وأومَضَ البرقُ في الظَّلمـاءِ مِن اِضَمِ

Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.

Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.

فـما لِعَينـيك إِنْ قُلتَ اكْفُفَـا هَمَـتَا      وما لقلبِكَ إِنْ قلتَ اسـتَفِقْ يَهِــمِ

Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.

Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.

أيحَســب الصَبُّ أنَّ الحبَّ مُنكَتِــمٌ     ما بينَ منسَــجِمٍ منه ومُضْـطَـرِمِ

Apakah sang kekasih mengira bahwa cinta itu bisa disembunyikan

Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.

ولولا الهوى لم تُرِقْ دمعـــاً على طَلِلِ     ولا أَرِقْتَ لِــذِكْرِ البـانِ والعَلَـمِ

Jika bukan karena cinta takkan kau tangisi puing rumahnya.

Tak mungkin kau begadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.

فكيفَ تُنْكِـرُ حباً بعدمـا شَــهِدَت      به عليـك عُدولُ الدمـعِ والسَّـقَمِ

Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita.

Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.

وأثبَتَ الـوَجْدُ خَـطَّي عَبْرَةٍ وضَـنَى    مثلَ البَهَـارِ على خَدَّيـك والعَنَـمِ

Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan badan yang kurus .

Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.

نَعَم سـرى طيفُ مَن أهـوى فـأَرَّقَنِي     والحُبُّ يعتَـرِضُ اللـذاتِ بالأَلَـمِ

Memang bayangan kekasih telah membuatku terjaga.

Tak hentinya cinta membalik kenikmatan menjadi derita.

يـا لائِمي في الهوى العُذْرِيِّ مَعـذرَةً     مِنِّي إِليـك ولَو أنْصَفْـتَ لَم تَلُـمِ

Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku.

Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.

عَدَتْـــكَ حالي لا سِـرِّي بمُسْـتَتِرٍ    عن الوُشــاةِ ولا دائي بمُنحَسِــمِ

Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku.

Padahal tidak juga kunjung sembuh penyakitku.

مَحَّضْتَنِي النُّصْحَ لكِنْ لَســتُ أسمَعُهُ      إِنَّ المُحِبَّ عَنِ العُــذَّالِ في صَمَـمِ

Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya.

Karena untuk para pencaci, telinga sang pecinta menjadi tuli.

اِنِّي اتَّهَمْتُ نصيحَ الشَّـيْبِ فِي عَذَلِي     والشَّـيْبُ أبعَـدُ في نُصْحٍ عَنِ التُّهَمِ

Aku kira ubanku pun turut mencelaku.

Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.

فـانَّ أمَّارَتِي بالسـوءِ مــا اتَّعَظَت      مِن جهلِـهَا بنذير الشَّـيْبِ والهَـرَمِ

Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan.

Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.

ولا أعَــدَّتْ مِنَ الفِعلِ الجميلِ      قِرَى ضَيفٍ أَلَـمَّ برأسـي غيرَ مُحتشِـمِ

Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu.

Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu.

لــو كنتُ أعلـمُ أنِّي مــا أُوَقِّرُهُ     كتمتُ سِـرَّا بَــدَا لي منه بالكَتَمِ

Jika kutahu bahwa aku tak menghormatinya.

Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.

مَن لي بِرَدِّ جِمَــاح مِن غَوَايتِهَــا     كما يُرَدُّ جِمَاَحُ الخيــلِ بالُّلُـجُمِ

Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan.

Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.

فـلا تَرُمْ بالمعاصي كَسْـرَ شـهوَتهَا     اِنَّ الطعـامَ يُقوِّي شــهوةَ النَّهِمِ

Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat.

Sebab makanan justru perkuat nafsu dari si rakus.

والنَّفسُ كَالطّفلِ إِنْ تُهمِلْه ُشَبَّ عَلَى     حُبِّ الرّضَاع وَإِِِنْ تَفْطِمْهُ يَنفَطِــمِ

Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu.

Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu.

فاصْرِف هواهــا وحاذِر أَن تُوَلِّيَهُ    اِنَّ الهوى مـا تَـوَلَّى يُصْمِ أو يَصِمِ

Maka berpalinglahlah dari nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa.

Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela

وراعِهَـا وهْيَ في الأعمال سـائِمَةٌ      واِنْ هِيَ استَحْلَتِ المَرعى فلا تُسِـمِ

Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi.

Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai.

كَـم حسَّــنَتْ لَـذَّةً للمرءِ قاتِلَةً      مِن حيثُ لم يَدْرِ أَنَّ السُّمَّ في الدَّسَـمِ

Kerap ia menggoda manusia dengan kelezatan yang mematikan.

Tanpa ia tahu bahwa di dalamnya ada racun mematikan.

واخْشَ الدَّسَائِسَ مِن جوعٍ ومِن شِبَعٍ     فَرُبَّ مخمَصَةٍ شَـــرٌّ مِنَ التُّـخَمِ

Waspadalah atas semua godaan, baik ketika lapar maupun kenyang

Kerap rasa lapar itu lebih jahat dibanding rasa kenyang

واستَفرِغِ الدمعَ مِن عينٍ قَـدِ امْتَلأتْ    مِن المَحَـارِمِ والْزَمْ حِميَـةَ َالنَّـدَمِ

Tumpahkanlah air mata atas keharaman yang memenuhinya

Tetaplah menyesali dosa-dosa

وخالِفِ النفسَ والشيطانَ واعصِهِـمَا     واِنْ همـا مَحَّضَـاكَ النُّصحَ فاتَّهِـمِ

Perangilah nafsu dan syetan dan lawanlah keduanya

Jika keduanya terus merayu dengan nasehat, maka curigalah

ولا تُطِعْ منهما خصمَا ولا حكَمَــا      فأنت تعرفُ كيـدَ الخَصمِ والحَكَـمِ

Jangan pernah tunduk pada keduanya baik sebagai musuh maupun wasit

Sebab engkau tahu kelicikan lawan dan wasit

أستغفرُ الله من قولٍ بلا عملٍ      لقد نسبتُ به نسلا لذي عُقم

Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat.

Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul.

أمرْتُك الخيرَ لكن ما أئتمرتُ به   وما استقمْتُ فما قَولي لك اسْتَقمْ

Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan.

Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus.

ولا تَزَوَّدْتُ قبل الموت نافلةً  ولم أُصَلِّ سوى فرضٍ ولمْ أصُم

Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah.

Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja.

ظَلمتُ سُـنَّةَ مَن أحيــا الظلامَ الى   أنِ اشـتَكَتْ قدمَــاهُ الضُّرَّ مِن وَرَمِ

Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam.

Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan kram.

وشَدَّ مِن سَغَبٍ أحشــاءَهُ وطَـوَى    تحتَ الحجارةِ كَشْــحَاَ ًمُتْرَفَ الأَدَمِ

Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu.

Dan dengan batu mengganjal perutnya yang halus itu.

وراوَدَتْــهُ الجبالُ الشُّـمُّ مِن ذَهَبٍ    عن نفسِـه فـأراها أيَّمَـــا شَمَمِ

Kendati gunung emas menjulang menawarkan dirinya.

Ia tolak permintaan itu dengan perasaan bangga.

وأكَّــدَت زُهدَهُ فيها ضرورَتُــهُ   اِنَّ الضرورةَ لا تعــدُو على العِصَمِ

Butuh harta namun kezuhudannya menolaknya

Kendati butuh pada harta, tidaklah ia merusak kesuciannya.

محمدٌّ سـيدُ الكــونينِ والثقَلَـيْنِ     والفريقـين مِن عُـربٍ ومِن عَجَـمِ

Muhammadlah pemimpin dunia akherat.

Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.

نَبِيُّنَـا الآمِرُ النَّــاهِي فلا أَحَــدٌ     أبَـرُّ في قَــولِ لا منـه ولا نَعَـمِ

Nabilah pengatur kebaikan pencegah mungkar.

Tak seorang pun setegas ia dalam berkata ya atau tidak.

هُو الحبيبُ الــذي تُرجَى شـفاعَتُهُ لكُــلِّ هَوْلٍ مِن الأهـوالِ مُقتَحَمِ

Dialah kekasih Allah yang syafaatnya selalu diharap.

Dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang menyergap.

دَعَـا الى اللهِ فالمُسـتَمسِـكُون بِـهِ     مُستَمسِـكُونَ بِحبـلٍ غيرِ مُنفَصِـمِ

Dia mengajak kepada agama Allah yang lurus.

Mengikutinya berarti berpegang pada tali yang tak terputus.

فــاقَ النَّبيينَ في خَلْـقٍ وفي خُلُـقٍ     ولم يُـدَانُوهُ في عِلــمٍ ولا كَـرَمِ

Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa.

Tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemuliaannya.

وكُــلُّهُم مِن رسـولِ اللهِ مُلتَمِـسٌ    غَرْفَا مِنَ البحرِ أو رَشفَاً مِنَ الدِّيَـمِ

Para Nabi semua meminta dari dirinya.

Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.

وواقِفُـونَ لَدَيــهِ عنـدَ حَدِّهِــمِ     مِن نُقطَةِ العلمِ أو مِن شَكْلَةِ الحِكَـمِ

Para Rasul sama berdiri di batas kemampuan mereka.

Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.

فَهْوَ الـــذي تَمَّ معنــاهُ وصورَتُهُ     ثم اصطفـاهُ حبيباً بارِيءُ النَّسَــمِ

Dialah Rasul yang sempurna  jiwa dan raganya

Terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia.

مُنَـزَّهٌ عـن شـريكٍ في محاسِــنِهِ     فجَـوهَرُ الحُسـنِ فيه غيرُ منقَسِـمِ

Dalam kebaikanya, tak seorang pun menyaingi.

Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi.

دَع مــا ادَّعَتهُ النصارى في نَبِيِّهِـمِ    واحكُم بما شئتَ مَدحَاً فيه واحتَكِـمِ

Jauhi ajaran agama Nasrani tentang Nabi mereka

Tetapkan bagi Muhammad pujian apapun kau suka.

وانسُبْ الى ذاتِهِ ما شـئتَ مِن شَـرَفٍ    وانسُب الى قَدْرِهِ ما شئتَ مِن عِظَـم

ِNisbatkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu.

Dan nisbatkan pada martabatnya segala keagungan yang kau mau.

فَــاِنَّ فَضلَ رســولِ اللهِ ليـس له    حَـدٌّ فَيُعـرِبَ عنـهُ نــاطِقٌ بِفَمِ

Karena keutamaannya sungguh tak terbatas.

Hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata.

لو نـاسَـبَتْ قَـدْرَهُ آيـاتُهُ عِظَمَـاً    أحيـا اسمُهُ حين يُـدعَى دارِسَ الرِّمَمِ

Jika mukjizatnya menyamai keagungan dirinya.

Niscaya hiduplah tulang belulang dengan disebut namanya.

لم يمتَحِنَّــا بمـا تَعيَــا العقولُ بـه      حِرصَـاً علينـا فلم نرتَـبْ ولم نَهِمِ

Tak pernah ia uji kita dengan yang tak diterima akal.

Dari sangat cintanya, hingga tiada kita ragu dan bimbang.

أعيـا الورى فَهْمُ معنــاهُ فليسَ يُرَى   في القُرْبِ والبُعـدِ فيه غـيرُ مُنفَحِمِ

Seluruh makhluk sulit memahami hakikat Nabi.

Dari dekat atau jauh, tak satu pun yang mengerti.

كـالشمسِ تظهَرُ للعينَيْنِ مِن بُــعُدٍ   صغيرةً وتُكِـلُّ الطَّـرْفَ مِن أَمَـمِ

Bagaikan matahari yang tampak kecil dari kejauhan.

Padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan.

وكيفَ يُــدرِكُ في الدنيــا حقيقَتَهُ     قَــوْمٌ نِيَــامٌ تَسَلَّوا عنه بـالحُلُمِ

Bagaimana seseorang dapat ketahui hakikat Sang Nabi

Padahal ia sudah puas bertemu dengannya dalam mimpi

فمَبْلَغُ العِــلمِ فيه أنــه بَشَــرٌ وأَنَّــهُ خيرُ خلْـقِ الله كُـــلِّهِمِ

Puncak Pengetahuan tentangnya ialah bahwa ia manusia

Dan ia adalah sebaik-baik ciptaan Allah

وكُــلُّ آيٍ أتَى الرُّسْـلُ الكِـرَامُ بِهَا   فــانمـا اتصَلَتْ مِن نورِهِ بِهِــمِ

Segala mukjizat para Rasul mulia sebelumnya

Hanyalah pancaran dari cahayanya kepada mereka

فـاِنَّهُ شمـسُ فَضْلٍ هُـم كــواكِبُهَا     يُظهِرْنَ أنـوارَهَا للنــاسِ في الظُّلَمِ

Dia matahari keutamaan dan para Nabi bintangnya

Bintang hanya pantulkan sinar mentari menerangi gulita

أكــرِمْ بخَلْـقِ نبيٍّ زانَــهُ خُلُـقٌ     بالحُسـنِ مشـتَمِلٌ بالبِشْـرِ مُتَّسِـمِ

Alangkah mulia paras Nabi yang dihiasi pekerti

Yang memiliki keindahan dan bercirikan wajah berseri

كالزَّهرِ في تَرَفٍ والبـدرِ في شَـرَفٍ    والبحرِ في كَــرَمٍ والـدهرِ في هِمَمِ

Kemegahannya bak bunga, kemuliaannya bak purnama

Kedermawanannya bak lautan, kegairahannya bak sang waktu

كــأنَّهُ وهْـوَ فَرْدٌ مِن جلالَتِــهِ     في عسـكَرٍ حينَ تلقاهُ وفي حَشَــمِ

Ia bagaikan manusia yang  tiada taranya dalam keagungan

Ketika berada di sekitar pembantunya dan di tengah pasukan

كـــأنَّمَا اللؤلُؤُ المَكنُونُ في صَدَفٍ    مِن مَعْــدِنَيْ مَنْطِـقٍ منه ومبتَسَـمِ

Bagai mutiara yang tersimpan dalam kerangnya

Dari kedua sumber, yaitu ucapan dan senyumannya

لا طيبَ يَعــدِلُ تُرْبَـا ضَمَّ أعظُمَهُ    طوبى لمُنتَشِـقٍ منـــه ومـلتَثِـمِ

Tiada keharuman melebihi tanah yang mengubur jasadnya

Beruntung orang yang menghirup dan mencium tanahnya

(Malang, 25 Februari 2010)

About these ads

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,157 other followers

%d bloggers like this: