Contoh Praktis Materi Qira’ah Sab’ah (I); Surat Al-Fatihah

Oleh Syafaat

 

Sebenarnya belajar qiraah sab’ah itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kesulitan itu semakin membingungkan, terlebih, setelah membaca teori atau definisi tentang qiraah sab’ah. Konsep yang terpenting adalah tidak setiap kalimat atau ayat itu terdapat ikhtilaf (perbedaan bacaan) dan tidak setiap qari’ dari imam tujuh itu berbeda bacaan dengan yang lain.  Adakalanya dalam satu imam itu tidak terjadi perbedaan bacaan di kalangan perawinya, dan adakalanya perbedaan itu lebih dari satu. Berikut ini contoh aplikatif qiraah sab’ah dalam surat Al-Fatihah.

Pada ayat pertama; بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ , tidak satupun imam qiraat berbeda pendapat perihal bacaan ayat ini. Artinya tidak boleh merubah sedikitpun, baik dari aspek harakat maupun hurufnya. Memang, di beberapa kitab tafsir, dijelaskan macam-macam alternatif bacaan pada ayat ini. Diantaranya bolehnya memfathahkan atau mendhammahkan “nun” dan “mim pada kata “ar-rahman” dan “ar-rahim”.

Dalam kajian ilmu nahwu, variasi I’rab seperti ini masih bisa dibenarkan, dengan alasan semata analisis kalimat. Namun, dalam ilmu qiraat yang memiliki sanad mutawatir, ternyata tidak ada perbedaan bacaan “basmalah” tersebut dan tidak dibenarkan membaca di luar itu. Jadi, tujuh imam dan 14 perawinya membaca ayat tersebut secara sama. Demikian juga halnya pada ayat 2,  3 dan 5 pada surat al-Fatihah.

Pada ayat 4; مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , para imam tujuh berbeda pendapat mengenai kata “maliki”, ada yang memanjangkan satu alif dan ada juga yang mengqashar satu harakat. Imam Ashim dan Ali Kisa’I membacanya panjang, sementara ke-lima imam yang lain membaca pendek. Kemudian, ayat 3 dan 4 apabila diwashalkan akan muncul dua wajh (variasi). Variasi pertama, dibaca seperti biasa, dan variasi kedua, dibaca dengan idgham kabir, yakni menjadikan pertemuan dua mim pada kalimat:  مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ == sama panjangnya dengan mad lazim kilmi mutsaqqal, artinya harakat kasrah pada mim “ar-rahim” melebur pada mim “maliki” disertai panjang 6 harakat disertai pemberatan bacaan. Idgham kabir semacam ini hanya dijumpai dalam riwayat As-Suusy yang merupakan perawi dari Imam Abu Amr.

Pada ayat 6: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ , terdapat ikhtilaf pada kata “ash-shirath”. Riwayat Qanbul pada bacaan Ibnu Katsir’ membaca “shad” dengan “siin” dan dua riwayat dari Imam Hamzah (khalaf dan Khalad) membaca “shad” dengan isymam, yaitu menggabungkan bunyi “shad’ dengan “za’”. Jadi, ketika membaca ikhtilaf dari ayat ini, diperlukan penglangan tiga kali; (1) bacaan biasa, (2) mengganti dengan “siin”, dan (3) membaca isymam.

Pada ayat 7:  صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ , terdapat dua kata yang mengandung ikhtilaf, yaitu “shirath” dan “mim jama”. Untuk bacaan isymam shad pada ayat ini hanya milik khalaf, sementara khalad semata-mata mengisymamkan ayat 6 saja, meski keduanya merupakan perawi dari Imam Hamzah. Selain itu, imam nafi’ riwayat qalun, mendhammahkan mim jama dan memanjangkan satu alif, istilah ini disebut dengan “shilah”. Ini adalah wajh kedua dari qalun, sementara wajh pertamanya sama dengan imam-imam yang lain, yakni mensukunkan mim jama’, istilah ini disebut “sukun”. Disamping itu pada bacaan Imam Hamzah, huruf ha’ yang jatuh sebelum mim jama’ harus dibaca “dlammah”, sehingga menjadi “alaihum”.

Dengan demikian, untuk membaca ayat ini diperlukan lima kali pengulangan, yaitu: (1) bacaan biasa, (2), shad biasa dan shilah qalun, (3) shad biasa dan ha’ dlammah dari khalad, (4) mengganti shad dengan siin disertai shilah dari qanbul, dan (5) isymam shad disertai ha’ dlammah dari khalaf. Untuk lebih jelasnya unduh contohnya di sini. (Malang, 14 Juni 2010)

Lampiran:

Nama-Nama Imam Qira’ah Tujuh dan Para Perawinya

 

No Nama Imam Nama Perawi Nama Perawi
1 Nafi’ Qalun Warsy
2 Ibnu Katsir Al-Bazzi Qanbul
3 Abu Amr Al-Dury Al-Susy
4 Ibnu Amir Hisyam Ibnu Dzakwan
5 Ashim Syu’bah Hafs
6 Hamzah Khalaf Khalad
7 Al-Kisa’i Abul Haris Al-Dury

 

 

About these ads

7 Responses

  1. mohon untuk dikaji kembali yang membaca “sin” pada lafazh “shirat” bukan bacaan imam Nafi’, tetapi Imam Ibnu Katsir riwayat Qonbul.

    • Trm ksh atas masukannya

  2. Ini ada link youtube, reciternya Mishari, bisa jadi bahan ilmu kita. Walaupun cuma 10.

    Terima kasih

  3. Syukran Ust.

    • teorinya bagus Ust., perlu dikembangkan lagi -saya doakan semoga Ust senantiasa diberi kesempatan dan kesehatan- untuk memberdayakan blogging sebagai sarana dakwah. Sebab jarang dijumpai literatur Qira`ah sab’ah seperti ini. Siapa tahu bisa membentuk sebuah komunitas qira`ah sab’ah (khususnya para pencinta qiraat alqur’an)

      Maaf saya mencatat beberapa masukan semoga bermanfaat untuk kita semua.

      1. bacaan Mad thobi’i nya kepanjangan
      2. Makhorijul Huruf dan Sifatul Huruf -nya belum (Maklum, ‘ajam)
      3. Perlu digaris bawahi dan menjadi catatan biar ummat tidak bingung
      a. Hanya untuk pembelajar Qira’ah sab’ah saja membaca yang
      demikian itu boleh. (mencampur aduk semua bacaan Qira’at)
      -ikhtiyari litta’liim.-
      b. Setiap Imam meriwayatkan lengkap semua ayat dalam
      Al-Qur`an, jadi tidak boleh mencampur adukkan semua qira`at
      dalam sebuah bacaan. Jika Imam Ashim, harus semua dibaca
      dengan qiraat Imam Hasyim hingga selesai. Hal ini untuk
      menjaga kelestarian dan keunikan Qiraat Alqur`an dan tidak
      membuat madzhab bacaan baru (Qira`at Gado-gado)
      4. Menurut hemat saya akan lebih baik bila Alfatihah dibaca secara
      lengkap menurut masing-masing ketujuh imam kita itu. AlFatihah
      menurut Imam Ashim menurut Riwayat hafs, dan Imam/perawi
      lainnya secara utuh sendiri-sendiri.

    • Terima kasih komentarnya, sebuah masukan yg berharga untuk perbaikan diri.

  4. syukran ya ust!!!.. Mohon izin tuk dicopy???…

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,158 other followers

%d bloggers like this: