Luar biasa! Bocah Tiga tahun hafal al-Quran

Oleh Syafaat

Sungguh sebuah karunia luar biasa yang Allah berikan kepada seorang balita Al-Jazair ini. Dia adalah Abdurrahman Farih (Usia 3 tahun, 2009). Betapa tidak, di usianya yang masih sangat belia ini, dia telah hafal 30 juz al-Quran. Dari video yang saya lihat (sendiri) dengan polosnya dia melantunkan doa-doa secara lancar dan membaca surat Maryam (juz 16) tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Ketika dulu, dunia Islam dibuat takjub oleh kehadiran balita Iran, Sayyed Husein Thabathabai, yang hafal al-Quran beserta terjemahnya dalam usia 5 tahun dan akhirnya mendapatkan gelar doktor dari salah satu Universitas di London, orang-orang Iran menyebutnya sebagai “reinkarnasi nabi Muhammad” di abad modern. Lalu bagaimana dengan si mungil, Abdurrahman Farih, yang umurnya jauh lebih muda dibanding Sayyed Husein. Disamping itu, kalau Sayyed Husein melewati fase pembelajaran/talaqqi dari Ayahnya sendiri, sedang Abdurrahman Farih mendapatkan hafalan itu secara mandiri melalui TV al-Afasy setiap hari sejak hari kelahirannya.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar “Asy-Syuruq al-Yaum” Al-Jazair tanggal 11 September 2009, Ibunya menuturkan bahwa si anak ini sebenarnya sudah terlihat hafal pada usia 2 tahun, di saat baru bisa bicara. Dari aspek perkembangan bicaranya memang sangat terlambat, yakni baru usia 2 tahun bisa bicara sekaligus hafal al-Quran. Ketika Ibunya ditanya wartawan tentang amalan yang dilakukan sehingga memiliki “bocah ajaib” itu. Dia mengatakan: “saat mengandung si Farih, tak henti-hentinya saya membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, An-naas, terutama di hari Jum’at dan saya tambah dengan surat al-Kahfi serta al-Mulk (Tabarak). Setelah dia lahir, setiap hari pula saya bacakan doa harian pagi dan sore, seraya meniupkannya pada si bayi. Bahkan sering pula, saya tak terasa tertidur ketika membaca doa-doa tersebut.

Inilah salah satu bukti bahwa al-Quran itu mukjizat dari Allah yang terbesar, tidak hanya orang dewasa yang mampu menghafal tetapi juga anak-anak balita. Semua itu terjadi, dengan satu syarat, yaitu adanya ketulusan doa orang tua dan bimbingan yang tak pantang menyerah. Al-Quran yang dibaca oleh orangtua akan menjelma cahaya, yang akan merasuk ke seluruh penjuru rumah dan bersarang ke dalam relung hati dan otak anak-anak mereka. Semoga keluarga kita juga bisa menjadi “Farih” yang lain, amin. Untuk melihat tayangannya silahkan download disini

About these ads

One Response

  1. Saya merasa bahwa inilah alasan mengapa bangsa Israel benar-benar gusar dengan kemampuan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. karena di dalam ayat-ayatnya mengandung nilai-nilai Ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara moral maupun Ilmu pengetahuan.
    Sehingga kepercayaan kita kepada Keesaan Tuhan bukan hanya sekedar melalui kepercayaan saja tapi juga melalui kajian keilmuan yang mendalam.
    Inilah yang membedakan agama islam dengan agama yang lainnya.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,157 other followers

%d bloggers like this: