Solusi Atas Berbagai Problematika Mengahafal Al-Quran

Berbagai pertanyaan dan jawaban di bawah ini merupakan hasil rangkuman dari pertanyaan para blogger atau browser di blog ini melalui kotak pertanyaan pada menu konsultasi tahfidz. Bagi Anda yang berminat untuk mengajukan pertanyaan atau komentar silahkan klik di sini.

Pertanyaan 21 Juli 2012

Assalamu ‘alaikum ya ustadzy…
Mohon pencerahannya ustadz. Saya mahasiswa tingkat akhir di Jogja. beberapa bulan lagi insya Allah lulus S1 teknik elektro. Saya sudah lama ingin menghafal Al Qur’an, bahkan sejak Aliyah. tryta jaln saya stlh lulus aliyah, adl mlanjutkan kuliah. sekarag usia sy 24 tahun. keinginan kuat untuk menghafal tumbuh ktk sy akan lulus kuliah. ada niatan skrg untuk mondok & menghafal Qur’an, sembari menunggu kelulusan S1. dan ingin mendapat Sanad ulumul Qur’an dari pesantrean. lulus aliyah sy br punya hafalan juz 30 (sampai skrg masih). keinginan tuk menghafal skrg ini begitu kuat, begitu cinta dg al Qur’an.
sy dijogja selama 5 tahun tinggal dimasjid (mengurus masjid). Ramadhan ini sy mencoba mengamalkan ilmu Al Qur’an sya kepada jamaah sy dimasjid. tp sya ingin pindah dipondok, guna menuntut ilmu lebih dalam lagi.tp kendalay ada 2:
1) sy terbelit keuangan tuk membayar biaya pondok (rata-rata pondok dijogja biaya pendaftarannya tinggi)
2) pihak orangtua&keluarga kurang mendukung&mengizinkan. mereka ingin sy setelah lulus, cari kerja&dapat uang banyak. mengingat sya anak terakhir laki2 sendiri dr 5 bersaudara.
Mohon pertimbangannya:
1) mana yang harus sy utamakan, keinginan orang tua ataukah sy menghafal di pondok. batin sya mengatakan bahwa sya harus hafal Al qur’an. sy ingin melanjutkan perjuangan kyai sya dikampung yg sudah wafat.
2) apakah sy harus pindah dari masjid ke pesantren?
2) langkah apa yg saya harus tempuh?

atas jawabannya, Jazakallah ahsanal jaza…

Jawaban

Waalaikumussalam, saya kenal dari saya semoga silaturahmi lewat blog ini ada hikmahnya, amin. Apa yg terjadi pd anda pernah terjadi pd diri saya sendiri usai lulus SMTA, semangat utk menghafal seakan tak terbendung, sementara keluarga kurang mendukung dan lebih menyukai melanjutkan kuliah drpd ke pesantren. Namun saya harus meyakinkan keluarga bahwa satu tahun saja cukup di pesantren, baru kemudian kuliah. Alhamdulillah karena tertantang oleh janji sendiri, akhirnya bisa juga. Menurut saya ada beberapa alternatif yg bs dilakukan. Pertama, masuk ke pesantren khusus tahfidz yg kecil jg tdk apa2 (agar tdk mahal), berjanjilah pd diri sendiri dan keluarga, dlm satu tahun pasti tuntas, insyaallah. Tentu semuanya atas izin keluarga, meski sedikit memaksa. Kedua, kalau kondisi tdk memungkinkan, lakukan dua kegiatan bersamaan (menghafal dan kerja), tetapi ini ekstra berat dan butuh waktu yg sangat lama, karena tdk fokus dan jauh dari bimbingan ustadz/kyai. Penentu keberhasilan ada upaya maksimal dan stabilitas motivasi diri. Saya khawatir kalau tdk segera anda masuk pesantren, motivasi yg sdg membara ini lama kelamaan akan memudar dan tidak mustahil menjadi hilang, naudzubillah, seumur hidup anda hanya bisa meratapi cita-cita yg tak sampai. Motivasi menghafal adalah karunia Allah termahal yg tdk setiap orang diberi, bersyukurlah kalau anda memilikinya saat ini, rintangan yg ada sat ini adalah sebuah ujian. Mampukah anda melewatinya? Walladzina jahadu lanahdiyannahum subulana.

Pertanyaan 19 Juli 2012

Assalamualaikum wr.wb

Saat ini saya sedang menghafal alquran.. sebelum menghafal saya pelajari nama surat dan jumlah ayat di dalam alquran, namun ada yang berbeda..
Contohnya seperti:

1. Surat ke 41 ada yg menulis Fushshilat (yg dijelaskan),, ada jg yg menulis Hamim as sajdah..

2.Surat ke 76 ada yang menulis Al-insan (manusia),, ada jg yang menulis AD-Dahr (masa)

3.Surat ke 94 ada yang menulis alam nasyrah (melapangkan),, ada jg yang menulis AL-Insyirah (kelapangan),, dan ada lagi AL-SYAR

4.Surat ke 59 Al Hasr ada berapa ayat..?? ada yg menulis 29 ayat, ada yg menulis 24.

Mohon jawabannya dan penjelasannya selengkapnya.. terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb.

Jawaban

Waalikumussalam, pertanyaan yg bagus. Memang betul ada surat yg memiliki nama lbh dr satu dlm al-Quran, krn penamaan itu dari Nabi dan sahabat Nabi berdasarkan kata kunci/kandungan isinya atau kata pertama dalam surat. Hal itu tdk masalah, yg penting ketika disebut nama tertentu kita tahu maksudnya. Demikian jg jumlah ayat al-Quran terjadi perbedaan, tp tetap dalam kisaran angka 6 ribu. Perbedaan itu terletak pada metode pemutusan kalimat (qatha’), adakalanya sebatas waqaf dan bisa jg ra’su ayat (akhir ayat). Contoh mudahnya pd surat al-Fatihah, meski disepakati jumlahnya 7, tp mereka berbeda pendapat mengenai tempat ayat, sebagian besar menganggap basmalah itu bagian dr ayat Fatihah, sebagian yg lain tidak, tetapi pd kata “an’amta alaihim” diputus dan dianggap ayat. Kalau ingin mendalami masalah ini, baca “Mabahits fi Ulumil Quran” karya Manna’ Qathan, (sdh ada terjemahn Indonesianya). Wallahu a’lam.

Pertanyaan 31 Maret 2012

Assalamualaikum.

saya sutris dari pondok salafiyah syafi’iyah sukorejo bangorejo banyuwangi.

sebelumnya saya ucapkan banyak2 terimakasih kpd bapak karna teleah membuka perogram dlm internet. hal yang hendak saya tanyakan, saya telah banyak melakukan dosa2 besar, seperti minum2man keras, ber cinta, dll

namun sekarang saya sangat menyesal dengan apa yang telah saya lakukan dulu, kini saya sangat ingin sekali menghafal al-qur’an, namun saya masih di penuhi dengan keraguan, saya ber fikir apakah orang2 seperti saya masih dapat meng hafal al-qur’an yang suci.?

sedangkan banyak sudah dosa2 yang saya lakukan….

Trimakasih

Jawaban

Saudaraku mas Sutrisno, tidak ada manusia yang suci, yg ada adalah orang yg menutupi kesalahannya agar dikesankan suci, atau Allah menutupi kesalahan mereka. Lebih baik mentaubati dosa daripada menyombongi pahala. Mumpung ada motivasi, semangat utk menghafal jgn pernah disia-siakan, itu bagian dari karunia Allah yg tdk semua org mendapatkannya. Bisa tdk-nya menyelesaikan, diupayakan dulu, ikhtiyar dulu. Allah menghargai proses, sementara hasilnya kita tawakkal, jgn dipikir skrg. Coba dari skrg…..bismillah….. Allah bersama kita.

Pertanyaan, 8 Nopember 2011
assalamu’alaikum ust….
saya skrng kls X SMK, saya pngen skli hfal al-qur’an, ayah saya jg pengen mindahin sya ke sklh n pndok yg ada program hfal alqur’annya..
tp hfalan al-qur’an kan sulit, 30 juz lagi ….
trus ktanya bnyak cobaannya, tp sya jg pngen bgt hfal al-qur’an…

biar gk terlalu slit gmna ust ???

Jawaban

Waalaikumussalam, mba’ Nayyirotul, perasaan sulit itu kadang hanya di pikiran sj dan sebatas dugaan, blm tentu stlh dijalani sulit sungguhan. Yakinlah kalau memang Allah menghendaki hambanya utk hafal al-Quran tdk ada yg sulit, apalagi punya motivasi dan semangat yg tinggi, tentu semuanya akan mudah ditaklukkan. Jangan sampai kita menyerah kalah sebelum perang dimulai, coba dulu ya surat2 dan juz2 yg mudah dulu, kemudian dievaluasi msh mampu atau tdk, bs lancar dalam waktu cepat atau tdk. Apapun kegiatannya kalau memiliki tingkat kesulitan yg tinggi, pastilah akan mengangkat derajat dr pelakunya ke tempat yg sangat mulia. Mereka yg hari ini memetik sukses pastilah pernah mengalami kepahitan hidup dan tdk mudah menyerah, sebaliknya mereka yg hari ini hidup terhina, krn mudanya penuh santai dan foya-foya. Tinggal anda mau pilih jalan mana?

Pertanyaan 23 September 2011

ass…..

q pelajar ma.mamba’ul ulum yg cekarank da du2k di kelas x1 ipa 1

q bingung untuk menghadapi problem ini….

1.q jatuh cinta ma lawan jenis…tpi belom pacaran siih coz dia takut kalo q pacaran ma dia ntar hafalan q bisa lupa coz buat maksiat….di sisi laen q juga bingung ,,,,,kalo q gak ketemu dia q gak bisa murojja’ah n nanmbah hafalan baru….padahal kita kan seharusnya kontinou untuk mengulang hafalannn,,,,,,

2.q di sru ortu untuk tahfidz agar q bisa dapatkat beasiswa untuk kuliah di uin malang…n q juga ngikutin saran beliau coz jujur saja keluarga q sekarang krisi ekonomi…..apakah q salah niat q tahfidz hanya untuk menuruti keinginan ortu tapi jujur dulu waktu kecil q juga ingin ckali untuk jd tahfidzul qur’an……

3.apakah semua itu memang coba’an pra tahfidz remaj????????

Jawaban:

Trm ksh anda sdh mau curhat di blog cahaya qurani, problem yg anda alami sama dg kebanyakan para pemula pengahafal al-Quran, sebab usia 15-22 adalah usia pubertas yang blm stabil, kadang jarang terkontrol emosinya dan tdk berpikir panjang. Nafsu “bercinta” hanya bisa di “rem” oleh cita-cita yg tinggi dan berjangka panjang. Kalau ada teruskan pacaran paling2 ujungnya nikah atau lbh jelek dr itu stress, depresi akibat diputus cinta. Pengalaman membuktikan bahwa menikah atau pacaran sblm saatnya tiba akan menguburkan semua cita-cita serta impian hidup dan itu akan mengecewakan orgtua trmsk kita sendiri. Masa muda anda tdk lama paling 6 tahun lg sdh habis, bersabarlah utk mengisi masa itu dg ilmu dan aktivitas positif.

Terkait dg niat menghafal krn menuruti keinginan orgtua, tdk jd masalah. Motivasi utk berbuat baik itu adakalanya dari diri sendiri, kadang jg dr orglain. Sy yakin dg berjalannya waktu, niat tsb lambat laun akan bergeser menjadi ikhlas. Org tua mana yg ingin anaknya gagal, dia bersusah payah membesarkan anak semata agar kelak dia jd kebanggaan keluarga. Anak perlu di “dikte” orgtua, karena dia tdk selalu tahu apa yg terbaik di masa yg akan datang, sebaliknya orgtua telah banyak mengamati, melihat, menyaksikan manfaat dr semua aktivitas itu dr org lain yg berhasil, tidak salah kan kalau dia ingin anaknya berhasil? Memang yg terbaik hrs didialogkan. Sy jg mendukung kalau anda masuk UIN sambil meneruskan hafalan, mgkn disanalah satu2nya universitas di indonesia yg memberikan perhatian penuh pd penghafal al-Quran. Slmt berjuang smg sukses

Pertanyaan 30 Mei 2011

Assalamualaium akhi,alhamdulillah ane bisa silaturahmi di sini,membaca kisah hidup ust dan perjuangannya masyaalloh tanpa putus asa.ust ane juga alumni darul quran cuma belum sampai wisuda quran sebab ane dulu di suruh kyai belajar di petuk bersama putra beliau gus firdaus sekeluarga.sehingga ane selama di sono setoran ma gus firdaus cuma karena kurang di siplin seperti metode kyai mustain hafalan ane jadi morat marit.sekarang ane tinggal di bogor dapat istri orang bogor.ane minta saran ust gimana ane pingin murojaah lagi cuma disini sulit bget apalagi saya sibuk dengan kerjaan.mhon saran dan doanya.syukron

Jawaban

Waalaikumussalam, alhmdlh sy bs jumpa mas Saiful, sesama alumni PPDQ watugede, salam kenal dari saya smg kelak bs silaturahim langsung. Saya kira tdk jd masalah aktifitas/kesibukan yg kita lakukan sehari-hari utk tetap istiqamah membaca/menghafal al-Quran. Ibarat shalatnya org yg sakit, jika tdk bs berdiri ya duduk, jika duduk tdk bisa ya berbaring dst. Jika tdk bs kita meluangkan waktu 2 jam, ya 1 jam sj, kalau 1 jam tdk bs ya 1/2 jam dst, demikian jg bila menghafal sambil duduk tdk bs, ya sambil berdiri atau berjalan/diatas kendaraan. Kuncinya adalah semangat yg tak pernah padam utk berdzikir lewat al-Quran. Seandainya orgtuanya gagal menghafal, ya kita mencita-citakan anak kita kelak yg hafal dan seterusnya sampai ke cucu-cucu kelak. Murajaah itu bs dilakukan dg org lain, bisa jg dilakukan sendiri, caranya? Dengarkan MP3 murottal pd ayat yg sesuai dg hafalan kita, atau rekam hafalan kita, lalu dengarkan sambil lihat mushaf. Banyak jalan menuju Roma, katanya. Asalkan ada kemauan pasti ada jalan. Walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana, amin (Malang, 31 Mei 2011)
Pertanyaan 4 April 2011
Assalamu’alaikum. Saya trinsprirasi dg sbuah maqola “Ata’allam fis sighor kannaksi ‘alal hajar”. Anak sy skrg brusia dua setengah tahun. Sy punya keinginan yg sngat kuat untuk memondokkan anak sy di pondok tahfidzul qur’an. Skiranya ada, sy brharap ustadz berkenan memberikan infrmasi apakah ada pondok tahfidzul qur’an untuk anak usia dini (PAUD). Prlu ustdz ketahui sy tnggal di sidoarjo. Brgkali ada pondok di jawa timur yang dengat shingga mmgkinkan sy untuk bisa efektif mengunjungi. Jazaakallah ustadz.

Jawab:
Waalaikumussalam, salam kenal, saya ikut senang mas Misbah punya keinginan mulia utk masa dpn anak. Setahu saya yg ada selama ini diatas 6 tahun (usia SD) yaitu di Gresik dan di Al-Munawwariyah Bululawang Malang. Saya kira seusia itu dimasukkan ke TPQ terdekat dulu, sambil diajari hafalan surat2 pendek. Mulailah dari bapak ibunya dulu hafal surat2 pendek (kalau bisa juz amma), insyaallah akan diwarisi oleh anak2. Semoga sukses.
Pertanyaan, 17 Maret 2011
Ustadz, saya telah mengikuti program tahfidz. Tetapi ada yang mengganjal di hati ana. Kadang atau bahkan sering, ustadzah pengajar ana kurang teliti dalam menyimak, sehingga kesalahan-kesalahan yang ana lakukan ketika setoran atau muraja’ah tidak disalahkan. Bagaimana sebaiknya? Bagaimana cara memberitahukan pada beliau. Beliau menyimak 4 santriwati sekaligus. Jazakumullah khairan
Jawaban:
Sebaiknya diambil positifnya saja, mungkin santri yg ditangani terlalu banyak sehingga cara itu hrs ditempuh, ataupun bisa terlalu percaya bahwa yang setoran biasanya lancar dan jarang salah. Solusinya, sebelum setor ke beliau atau sesudahnya setorkan kembali secara individu ke teman atau ustadzah yg lain. Anggaplah yg kita lakukan itu semata “tabarruk” / mengharap wasilah berkah dari beliau. Kalau sekiranya tdk menyinggung, coba ingatkan dg lembut, lebih bagus lagi disampaikan di tengah canda.
Pertanyaan 3 Maret 2011

Bagaimana mungkin lafadz بئس الاسم
dikatakan naql. Bukankah itu iltiqoussakinan (pertemuan dua huruf mati)
Sedangkan istilah NAQL yang masyhur adalah untuk “sukun yang bertemu HAMZAH QOTHO”
BUKAN sukun yang bertemu HAMZAH WASHOL.
Jawaban:
Terima kasih koreksi dan komentarnya, sebetulnya naql itu titk tekannya pada pergeseran harakat satu huruf ke belakang, dan tdk selalu sukun bertemu hamzah bisa juga tanwin bertemu hamzah (sbgmn dlm bacaan Imam warsy dan susy). Yg saya maksud “sukun bertemu hamzah washal itu” adalah alasan mengapa dlm bacaan Imam hafs kok hanya lafadz itu saja, padahal yg lain juga msh banyak (kalau definisinya sukun bertemu hamzah qotho’). Sy mencoba melogikakan bahwa dlm kata: al-ismu, bertemu dua hamzah washal, yaitu al dan ismu. Seakan-akan huruf lam (huruf kuat tp sukun) diapit dua hamzah washal (huruf lemah), sehingga huruf lam perlu dimenangkan dengan menggeser harakatnya. Tolong baca: kitab “al-kasyfu” karangan Makki abi Thalib. Wallahu A’lam.

Pertanyaan 14 Februari 2011

assalamu’alaikum,,. ustadz jika ada yang bertanya apakah kamu hafalan? sebaiknya dijawab bagaimana? kalau jujur “iya” nanti ada yang bilang pamer dll, tapi jika dijawab tidak rasanya tidak srek,,. kemaren juga ada temen yang tanya “sudah dpt berapa juz?” tapi kami tidak menjawab hanya bilang masih dpt sedikit,,. lalu dia berkata ” wong ditanya kok nggak mau jujur,,. padahal seperti itu malah bisa menghambat hafalan loo” nah apakah benar seperti itu ustadz,,. saya jadi bingung harus bagaimana, mohon penjelasannya,,. Terimakasih

Jawab:

Waalaikumussalam, Ada beberapa alasan seseorang itu bertanya tentang hafalan seseorang; (1) ingin tahu, (2) konfirmasi, (3) kepentingan, (4) canda.

Alasan 1, orang bertanya memang karena ingin tahu yang sesungguhnya, mungkin jawaban Anda, akan bermanfaat bagi mereka. Kadang-kadang orang seperti punya keinginan yang sama untuk menghafal, hanya saja kesulitan dan ingin share pengalaman. Jawaban Anda mungkin akan menambah motivasi mereka untuk menghafal. Jadi, jawab saja, tapi jangan terlalu detail. Misalnya baru dapat separo, seperempat, sudah hampir selesai.

Alasan 2, mereka yang bertanya untuk mempertegas saja dan tidak ada kepentingan apapun di balik itu, mereka mungkin sdh dapat informasi tentang Anda dari teman-teman Anda. Pertanyaan ini ada baiknya dijawab dengan gurauan saja; saya hanya hafal alfatihah saja kok, atau surat-surat pendek saja, baru berlatih menghafal dan dapatnya belum banyak.

Alasan 3, orang bertanya memang karena ingin tahu yang sesungguhnya, mungkin jawaban Anda, akan menghilangkan keraguan dia selama ini. Pertanyaan ini biasanya dilontarkan oleh guru, dosen yang ingin mengikutsertakan seseorang dalam momen-momen penting dengan kriteria tertentu. Dalam konteks ini, wajib Anda menjawab sejujurnya dan sedetail mungkin. Misalnya, alhamdulillah sudah dapat 10,5 juz, tapi yang lancar baru 5 juz.

Alasan 4, orang bertanya dengan niat canda. Misalnya mereka ingin menghindar dari tugas-tugas yang terkait dengan ke-alquran-an atau diminta menjadi imam shalat dll. Dalam hal ini Anda juga harus menjawab dengan suasana canda juga. Misalnya; alhamdulillah, doakan saja seperti itu atau maaf, terlalu jauh saya untuk sampai kesana.

Jawaban di atas harus dilandasi dengan keikhlasan kita untuk menghindar dari riya’ atau kejujuran demi kemaslahatan. Insyaallah Anda tidak akan dicap sombong ataupun sok tawaddu’. Kalaupun akhirnya muncul juga tuduhan semacam itu, ya biarkan saja yang penting niat kita baik, yaitu jaga hati.

Pertanyaan 5 Januari 2011

Assalamu’alaikum pak ustadz..
saya adalah seorang pelajar SMA kelas 2, saya sangat ingin belajar menghafal Al-Qur’an…
\pak Ustadz mohon dijelaskan tahapan-tahapan apa saja yang harus kita lalui dlam menghapal Al-qur’an..
Syukron..

Jawab:

Waalaikumussalam. Saya senang Anda punya keinginan utk menghafal sejak dini, semoga keinginan tsb menjadi kenyataan. Ada beberapa tahap yang mesti dilalui. (1) Belajar membaca al-Quran sampai bagus, bisa tartil, dan lancar, (2) mulai sedikit2 mencoba menghafal satu dua surat panjang, atau juz 30, kalau sukses dan masih merasa enjoy lanjutkan satu atau dua juz lagi, baru cari pesantren atau guru tahfidz, setiap ada kemauan pasti ada jalan.

Pertanyaan 2 Januari 2011

Asslmu’alaikum ustadz…

sebenarnya sy sempet iri, ketika temen2 seperjuangan yang sama2 mulai baru mengahafal sehingga bisa mendapatkan banyak hafalan. alhamdulillah untuk motivasi menghafal lebih tinggi,, berkat dukungan temen2 sy lebih semangat lagi… sekarang sy berusaha me-menej lagi waktu sy untuk al qur’an. berhubung masih proses perbaikan dan memulai, sy yakin ketika lulus kuliah hafalan sy belum selesai, sy punya niatan untuk mondok tahdidz yang sempet ditawarkan oleh saudara saya setelah lulus dari UIN. menurut ustadz,, sy tetap tinggal di mahad sebagai pengurus atau mencari pndok khusus agar lebih konsentrasi? syukron ustadz sebelumnya

puji_wustqo@yahoo.co.id

Jawaban:

Saran saya, cari saja pesantren khusus yg lingkungannya mendukung, buat target cepat satu atau satu setengah tahun selesai, insyaallah berhasil. Sebaliknya bila tetap di ma’had, disana akan ada banyak hal yang menghambat, mungkin akan ada kesibukan baru yang tdk terkait dg hafalan. Kecuali ma’had sangat mendukung untuk percepatan hafalan. Biasanya kalau sdh lulus, ada saja kendalanya (dari keluarga, pacar, karir, dsb).

Pertanyaan 11 Januari 2011

Pak ustad sy baru saja lulus kuliah umur sy 22 thn,sy ingn skali menghafal Al Quran..Krn slama ni sy hanya nderes ja tnp menghafal..Dan slama kuliah sy sering skali ikt arus..Juga orang tua ingn skali sy menjd penghafal Al Quran tetapi sy jg ingn krja mhn bimbingany spy sy menjd org yg beruntung d akherat..

Jawaban

Mba’ Naimah yg baik, menaggapi pertanyaan anda tentang peluang menghafal di usia 22 ke atas. Semua cita-cita itu akan sangat mungkin dan mudah diraih manakala ada motivasi tinggi yang muncul dari diri sendiri, meski awalnya dari orangtua atau org lain. Saya punya murid hafalan yang sdh berusia 35 tahun (sedang kuliah S2 di Unisma), ada juga pegawai Kas Negara yg sedang kuliah di FE UB (usia 32). Mereka semua secara rutin menghafal tanpa kenal lelah di sela-sela kesibukan mereka masing-masing, bahkan ada juga yang kuliah di dua perguruan tinggi masih sempat menghafal. Mereka semua memiliki motivasi diri yang kuat, sehingga seberat apapun beban, menjadi ringan untuk dijalani. Saya ikut berdoa semoga motivasi yang ada pada anda saat ini terus bertambah dan cita-cita untuk menghafal tercapai. Dapat hafal juz berapapun tidak jadi soal, yang penting Allah telah mencatat pahala dari kesungguhan dan proses menghafal kita. Mengenai metodenya silahkan baca artikel saya: menghafal di usia dewasa, siapa takut? di: cahayaqurani.wordpress.com

Pertanyaan 5 Januari 2011

Asslamualaikum ust,
Perkenalkan nama saya Hafiz, seorang mahasiswa semester 3 Psikologi UNAIR Surabaya. Ditengah hiruk pikuknya aktifitas saya di Surabaya, saya berkeinginan besar untuk bisa hafal Al-Qur’an, akan tetapi kondisi dan suasana di tempat kos saya kurang mendukung. Jadi saya ingin ketika liburan semester genap saya ingin pergi ke pesantren tahfidz Qur’an.Kiranya ust. bisa memberitahu saya di mana tempat yang pas untuk hafalan Qur’an di daerah Jawa Timur untuk mengisi waktu libur saya yg hampir 2 bulan. Mohon jawabannya bisa dikirim lewat email saya.
Syukro katsiran

Jawaban

Wa alaikumussalam, Mas Hafidz yang baik, salam kenal dari saya. Sungguh sangat mulia cita-cita anda utk menghafal Quran, di tengah2 kesibukan sebagai mhs. Saya sarankan utk terus menghafal dimanapun tempatnya (di kos, di kampus, lebih2 di masjid) pada hari2 efektif kuliah, memang betul tdk maksimal, tp itu jauh lbh baik daripada tdk sama sekali. Baru stlh tiba masa liburan, hafalan yang masih “belum bagus” tsb ditashihkan ulang di pesantren2 al-Quran atau di kampus2 yg memiliki lembaga tahfidz. Maaf, utk di surabaya, saya tdk tahu sama sekali pesantren al-Quran. Untuk di Malang, anda bisa ke Gus Mun’im (PP. As-Syadzili Pakis), atau di KH. Mustain Syamsuri (PP. Darul Quran Watugede Singosari) atau Ust. Husaini (PP Al-Quran Kidul Pasar Malang) dll. Mereka adalah kyai al-Quran tulen yg jauh dari hiruk pikuk politik, santrinya sdh banyak yg sukses. Atau ke Mojogeneng Mojokerto (Ust. fathoni) dan Madrasatul Quran Tebuireng jombang. Boleh juga ikut program Syahrul Quran di Universitas Islam Negeri Malang, yg selama liburan ini mengadakan karantina al-Quran dengan peserta lebih dari 200 mhs.

Pertanyaan 1 Januari 2011

ass,ust saya minta pendapatnya
1. giman caranya agar saya bisa istiqomah dlm hafaln dan bagaimana hafala yang bener sehingga hafalan itu bisa kuat
2.saya semester 1 ndk uin ini dan mengikuti HTQ tpi semester 3 nanti saya ingin mondok khusus hafalan al-quran, nah dimalanh in yang deket dengan UIN ini dmana ust, dan bagaimana menurut ust dengan keinginanku ini?
“mohon dijawab y ust, terimakasih
wassalamualaikum wr.wb

Jawab:

1. Untuk pertanyaan 1, dapatkan jawabannya pada artikel saya di sini: http://cahayaqurani.wordpress.com/2010/03/10/manajemen-tahfidz-al-quran-untuk-mahasiswa/

2. Ada beberapa alternatif tempat tahfidz utk mahasiswa di luar UIN; (1) PPDQ milik Ust. Yusuf Mansur (cabang Malang) di selatan UIN Jl. Sigura-gura, (2) Ust. Husaini di selatan pasar besar Malang, (3) Gus Mun’im Sumberpasir Pakis Malang, (4) PP Sabilur Rasyad Gasek Malang.

Pertanyaan, 13 Nov 2010

bagaimana solusinya ustadz biar hafalan itu te2p hafal…?soalnya saya mengahfalkan juz 30 itu kayak sulit banget..disaat saya mau nambah surat lagi surat yang sebelumnya itu lupa sedikit2 uztad…maksih
Jawab:
Mas Taufik, ada banyak faktor yg menyebabkan hafalan al-Quran itu terasa bgt sulit. Coba cek terlebih dahulu: 1) keistiqamahannya, 2) kualitas bacaan ketika menghafal (tajwid/tartil), 3) metode mengafalnya, 4) kondisi pikiran/kejiwaan, 5) keseringan bertemu guru tahfidz, 6) keseringan mengikuti majlis khataman, 7) kondisi kesehatan, 8) godaan dari luar, 9) kesibukan lain yg berlebihan, 10) dukungan keluarga, 11) motivasi/niat, 12) keseringan murajaah dlm shalat. Kalau sdh ditemukan faktor penyebab “kesulitan menghafal” itu, segera muhasabah dan lakukan perubahan mendasar secara sungguh-sungguh. Insyaallah menjadi lebih mudah, smg sukses.

Pertanyaan, 27 Oktober 2010

Ust, saya ingin sekali mendekatkan diri kepada Allah, tapi terkadang tingkah laku saya kurang terkontrol, banyak sekali godaan apalagi ketika di kampus, kuliahnya gabung dengan putra, sedang posisi saya sebagai penghafal al-Quran, bagaimana ustd?

Jawaban:

Ukhti filla rahimakillah, tidak banyak wanita yang mau mengakui kekurangannya di hadapan orang lain, apalagi meminta saran atau nasehat. Ini satu pertanda positif, bahwa anda ingin baik dan ingin sukses dunia akherat. Orang baik itu bukan mereka yg tidak pernah salah, tapi orang yang menyadari bahwa kesalahan yang pernah diperbuat itu harus dievaluasi dan dikurangi secara bertahap. Intinya orang mukmin itu takkan pernah terperosok di lubang yang sama utk kedua kalinya.

Mulai sekarang anda harus memposisikan diri seperti “orang biasa” yang tidak punya kelebihan sama sekali dihadapan orang lain. Artinya bergaullah secara wajar sebagaimana umumnya teman, tapi tetap dalam kesopanan. Saya khawatir anda menjadi orang yang eksklusif (menutup diri) kalau masih membawa-bawa predikat “hafidzah”. Biarlah predikat itu yang tahu hanya kita dan Allah saja. Kalau bisa, jaga seakan-akan tiada beda kita dengan mereka. Usahakan murajaah (mengulangi hafalan) kita, di sela-sela waktu dimana orang tidak mungkin tahu kalau kita sedang murajaah. Misalnya, saat sedang melaksanakan shalat Dluha, Tahajjud, rawatib, atau sedang di atas kendaraan, sehingga dalam pandangan orang, kegiatan kita sama dengan mereka dan tidak menonjolkan kelebihan kita.

Saya sebetulnya tidak tahu persis, apa yang anda maksud dengan godaan itu? Cowokkah itu, atau apa? Biasanya orang akan mudah tergoda manakala tidak punya target cita-cita yang jelas dalam hidup. Orang yang terbiasa hidup terprogram, dia tentu akan melaksanakan aktifitas secara jelas dan terarah, sehingga tidak ada ruang untuk melakukan hal-hal “sia-sia”. Dia lebih melihat tujuan jangka panjang yang membahagiakan daripada tujuan kesenangan sesaat yang menjerumuskan. Orang Arab bilang: al-faraghu mafsadatun (kekosongan aktifitas itu merusak).

Saya tidak tahu, apakah anda masih dalam proses menghafal ataukah sudah selesai, andaikan sudah, maka tugas anda melatih diri untuk istiqamah murajaah kapan dan dimanapun. Namun, andai belum, maka tugas menyelesaikan hafalan adalah tugas yang maha berat. Untuk itu, kurangi aktifitas di kampus untuk hal-hal yang “kurang” perlu, buatlah prioritas kegiatan, yakni dahulukan yang penting dan mendesak serta akhirkan kegiatan yang kurang penting, apalagi sama sekali tidak penting. Ingatlah masa muda hanya akan anda jumpai sekali saja, selanjutnya anda akan memetik apa yang anda tanam di ketika masa muda ini.

Mungkin itu saja, rabaan saya atas persoalan yang masih sangat umum, jika salah mohon dimaklumi, jika benar itu semata hidayah dari Allah.

Pertanyaan, 13 Oktober 2010

Sy masih dlm menghafal al qur’an,tp mau tdk mau musti nikah krn ada alasan tertentu.mohon saran nasehatnya ?

Jawaban:

Akhi fillah yg baik, menghafal al-Quran itu membutuhkan kondisi khusus, waktu khusus dan semangat ekstra. Pernikahan itu juga mengharuskan kedua mempelai memberikan perhatian khusus pada pasangannya. Disinilah terkadang dua kepentingan di atas berbenturan.

Jadi, mau tidak mau harus menurunkan target cita-cita hafalan secara rasional, dari 30 juz menjadi juz 30. Tapi saya menyarankan seandainya pernikahannya ditunda 1 tahun, dan 1 tahun tsb dimaksimalkan hingga khatam, jauh lebih baik, toh itu utk kepentingan keluarga jangka panjang.

Minimal, kalau semuanya tidak bisa dilakukan, niatkan dan nadzarkan agar kelak anak-anak yang bisa hafal al-Quran, tularkan cita-cita orangtua pada anak-anak. Semoga Allah memberikan pilihan yang terbaik, amin.

Pertanyaan 8 Oktober 2010

Ass. ustadz, sy mengucapkan trimaksih sekali atas masukan dr ust untuk pertanyaan saya kemarin,sangat bermanfaat dan alhmdlh terasa sekali hasilnya meski baru 2 bulan ini sya jalankan.saya ada beberapa pertanyaan lagi ustad,yang pertama ketika nderes terkadang kita dihadapkan pada situasi yang kurang mendukung misalnya ada permasalahan yang terkadang mengurangi konsentrasi kita.yang saya tanyakan apakah hal yang paling mujarab agar kita tetap termotifasi dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang mengganggu pikiran kita?yang kedua,seringkali saya tidak paham secara pasti makna dari ayat yang sudah saya baca,meskipun saya sudah membaca terjemahnya,kemanakah hendaknya saya bertanya langsung ustadz? kebetulan sekarang saya kuliah di uin malang. yang ketiga,apakah TSC juga menampung anggota yang berminat memperdalam kaligrafi?dan siapakah pembimbing untuk kaligrafi? syukron katsiron untuk saran dan masukannya.

Jawaban

Ass. Saudaraku, kemampuan manusia itu berproses utk sampai pd kesempurnaan dan kematangan. Termasuk, kemampuan memahami dan menghafal al-Quran. Pemahaman ayat memang lebih memudahkan menghafal tp tdk hrs. Fokusnya pikiran menjadi faktor penentu sukses menghafal, meski hal itu tdk mudah dilakukan. Sy melihat fokus anda sdh mulai terbelah, antara menghafal dan belajar kaligrafi. Ingat, waktu. tenaga, dan pikiran tidak bisa di”dua”kan, istilahnya lebih baik sempit tp mendalam dari pada dangkal melebar. Saya yakin kalau anda fokus maks 3 thn, pasti sdh bisa hafal. Kesampingkan dulu, godaan2 sesaat utk mengejar cita2 permanen. Namun, bila anda ingin belajar kaligrafi, bisa menghubungi dosen filsafat UIN, P Hadi Masruri, mantan peserta lomba kaligrafi Internasional di Brunai Darussalam. Ok, slmt berjuang smg sukses, amin.

Pertanyaan 16 September 2010

Judul: Curhat dan Mohon Solusi

Assalamu’alaikum War. Wab.

Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin, mohon ma’af lahir dan batin. Maaf Ustadz, saya curhat sekalian mohon masukan, atau mungkin bahkan solusi. Di pondok Ngalah ada kegiatan pembelajaran al-Qur’an yang menggunakan metode Qiro’ati, dan ini sudah berjalan sekitar 9 tahun. Namun, seiring perjalanan waktu, banyak metode-metode pembelajaran Qur’an yang saling klaim tentang kebenaran metode yang mereka gunakan. Qiro’ati, sebagai salah satu metode yang ada di antara sekian banyak metode pembelajaran Qur’an – layaknya metode yang lain – juga mengklaim bahwa metode merekalah yang paling benar, yang min Allaah, yang lain hanya jiplakan.

Pondok Ngalah, sebagai salah satu pesantren yang menggunakan salah satu metode pembelajaran tersebut, berusaha untuk menjadi penengah dari seluruh metode, dan berusaha untuk tidak memihak terhadap salah satu dari sekian banyak metode. Hal ini dilakukan melalui rencana pada tahun ajaran baru ini untuk memasukkan metode-metode pembelajaran Qur’an lain selain metode Qiro’ati di pesantren Ngalah, sebagai bentuk filter dari klaim-klaim dan pendamaian terhadap perseteruan dari sekian banyak metode.

Namun, niatan baik ini ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada pada aturan kelembagaan metode Qiro’ati. Qiro’ati tidak mau ‘dimadu’, dalam artian jika ada metode lain yang ada pada sebuah lembaga, maka metode Qiro’ati yang menyatakan keluar dari lembaga tersebut. Bahkan niatan baik ini sudah disampaikan langsung oleh Kyai, saat pengurus wilayah sowan ke ndalem beliau. Namun, entah memang sudah menjadi karakter metode Qiro’ati, mereka tetap bersikukuh untuk tidak mau ‘dimadu’, dan menarik diri dari yayasan Darut Taqwa (Ponpes Ngalah), serta menarik seluruh syahadah pada guru pengajar metode Qiro’ati beserta kitab dan seragamnya.

Walhasil, Kyai Sholeh pun mengambil sikap untuk tidak menggunakan salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran Qur’an, agar tidak terkesan Kyai membenarkan dari sekian banyak metode. Beliau meminta kepada kawan-kawan pengurus untuk membuat formulasi sendiri untuk pembelajaran Qur’an di pesantren Ngalah. Bentuk pembelajaran Qur’an sebisa mungkin tetap melalui proses kelembagaan dengan jenjang kelas dasar, menengah dan lanjutan, namun tetap dengan menggunakan metode yang diformulasi sendiri.

Saya, yang saat ini sudah jadi senior di pesantren ini, juga ketiban pulut untuk memikirkan dan merumuskan formulasi metode, serta kurikulum pembelajaran Qur’an di pesantren Ngalah yang akan digunakan untuk pembelajaran Qur’an di pesantren ini. Namun, saya sama sekali tidak mempunyai basic tentang ilmu tersebut.

Rumitnya lagi, sebisa mungkin kurikulum tersebut tidak menjiplak dari metode-metode yang ada. Kurikulum sebisa mungkin dibentuk sebagaimana berikut:

1. Tentang pembelajaran baca Qur’an dari kelas 1 sampai kelas 4 secara praksis.

2. Pada kelas 5 siswa akan dibekali pengetahuan tentang ilmu tajwid teoritis.

3. Pada tingkat lanjutan atau tingkat minat dan bakat, siswa diberi 2 opsi pembelajaran, yang pertama Ilmu Tafsir (bahkan kalau bisa Qiro’ah Sab’ah), yang kedua Tahfidz, yang kebetulan tahfidz ini sudah berjalan sekitar 4 tahun di bawah bimbingan putri Kyai sendiri.

Dengan pesan via Facebook ini, harapan saya ada masukan dari Ustadz, kiranya saya punya gambaran yang lebih jelas untuk menyusun kurikulum tersebut. Saya juga sudah menghubungi Ustadz Taufiqur Rohman (UIN Malang) untuk berkonsultasi kepada beliau tentang hal ini.

Wassalam

Jazakallah Khoirol Jaza’

Hasan Saiful Rizal

=====================================

NB:

Jika Ustadz punya file kurikulum pembelajaran Qur’an yang kiranya sesuai dengan Pondok Pesantren Ngalah yang bisa digunakan sebagai rujukan, bisa dikirimkan ke hasanfb83@gmail.com

Jawaban

Wss. Slmat lebaran, mhn maaf lahir batin. Sy memang mulai dulu konsisten utk tdk pakai metode baca Quran yg strukturalis (banyak aturan, hrs begini dan begitu). Lbh baik fokus sj pada kualitas pengajarnya, apapun metodenya. Para “pemilik metode” itu rata2 sibuk mengklaim “kebenaran” metode dan abai trhdp pendalaman materinya sendiri. Bg saya tim asatidz sgt mampu bila ingin membuat kurikulum sendiri, cuma jgn sampai terperangkap pada “lobang” yg sama. Menurut sy, tahfidz itu bukan bakat/minat yg tumbuh alamiah, tp ia hrs ditradisikan dan santri dimotivasi, min 3 juz. Sy punya contoh kurikulum TPQ yg sy kreasikan utk masyarakat ditempat saya, sbg perbandingan dan sdh sy emailkan. Sukses selalu.

Pertanyaan Tgl 7 September 2010

Assalaamu’alaikum wr. wb

Ustadz perkenalkan sebelumnya nama saya Rahmat Rahimi. saya seorang karyawan kontrak

di perusahaan BUMN (kereta api) bandung. Pada bulan ramadhan ini ada perasaan yang

kuat dan terus bertambah, perasaan itu adalah keinginan untuk menghafal alquran.

selanjutnya saya mencoba mencari referensi tentang bagaimana dan dimana untuk

menghafal alquran. sampai akhirnya saya menemukan blog Ustadz (http://cahayaqurani.wordpress.com).

Setalah saya membaca artikel “Menghafal di Usia Dewasa, Siapa Takut?” saya merasa yakin

mungkin saya masih bisa menghafal alquran walaupun usia saya sudah menginjak 26 tahun

(kelahiran 11-03-1984). saya sempat hafal 3 juz ketika duduk di bangku Aliyah kelas 3

tetapi karena tidak di murajaah jadi sekarang sudah lupa. saya minta nasihat kepada

Ustadz tentang maksud saya untuk menghafal alquran.

- Jenis cetakan alquran seperti apa yang harus saya miliki.

- Kiat-kiat (fisik & non fisik) untuk mempercepat & menguatkan hafalan.

- Kalau tempat di bandung adakah tempat yang Ustadz rekomendasikan untuk saya

bisa menemukan tempat/ ustadz yang membimbing saya.

Atas segala nasihat Ustadz saya ucapkan terima kasih.

saya sangat berharap bisa bertemu dengan Ustadz.

Waalaikumsalam wr. wb.

Jawab:

- Jenis cetakan alquran seperti apa yang harus saya miliki?.

Sebetulnya, mushaf al-Quran apa saja bs digunakan yg penting kita merasa enjoy memakainya selamanya (sebaiknya tdk diganti2). Hanya sj umumnya para santri pakai mushaf pojok (tiap pojok ada batas ayat), seperti cetakan Menara Kudus, dan semua terbitan Madinah.

- Kiat-kiat (fisik & non fisik) untuk mempercepat & menguatkan hafalan?

Satu2nya cara mempercepat adalah memberikan porsi waktu hafalan sebanyak2nya dengan konsentrasi pikiran yg fokus, minimal 1 jam perhari utk tambah hafalan dan 2 jam murojaah. Latihlah pikiran kita utk membagi konsentrasi, misal: mengendarai motor, jalan2, shalat sambil murojaah. Minimal seminggu sekali ditashihkan pada ustdz yg hafidz, sambil minta motivasi/saran.

- Kalau tempat di bandung adakah tempat yang Ustadz rekomendasikan untuk saya

bisa menemukan tempat/ ustadz yang membimbing saya?

Mhn maaf saya buta info ttg pesantren di Bandung, hanya saran saya tdk perlu tinggal di pesantren, tp cari sj ustdz hafidz yg ada dikampung2, agar lbh leluasa waktunya.

Pertanyaan Tgl 30 Agustus 2010

asslm, kpda ustad yg terhormat.

saya adalah mahasisa tingkat 3, insyaallah 1 tahun lg akan lulus s1. usia sy 21 tahun, saya skarang masih sampai juz 10. sebenarnya ada tekad kuat di hati saya untuk cepat khatam alqu;an akan tetapi entah kenapa ada saja coba’an yang menghampiri saya. yang paling sering dan paling mengganggu adalah masalah cowok, maklum…kata teman2 usia 21 tu wanita lagi mekar2nya. untuk itu saya mohon saran ustad agar saya tidak mudah tertarik atau terpesona dengan lawan jenis, karena saya sadar saya mudah sekali tertarik dengan lawan jenis apalagi melihat teman2 sy yang sudah menggandeng pasangan masing2. saya ingin cepat khatam ustad…trimakasih.

Jawaban

Ukhti filla yg baik, jgn kecil hati atas persoalan yg sdg dialami, yakinlah hampir semua pemuda/I seusia anda mengalami hal yg sama, hanya saja bedanya ada yg lolos ujian tsb dan ada yg hanyut dalam pusaran masalah tsb. Dlm bersikap dan bertindak kita hrs memilih satu tindakan yg dampak postifnya lbh panjang drpd kenikmatan sesaat yg menggelincirkan. Kalau anda enggan keluar dr masalah cowok tsb paling maksml dmpknya (yg positif) adlah pernikahan, sdg kemungkn terburuk bila anda menjauhi cowok utk jgka wktu 2-3 th adlh tdk punya pacar, tp insyallah al-Quran anda bs hafal, calon suami dan calon anak anda akan merasa damai selamanya bersm org yg selalu ber-aurakan al-Quran, dan kelak genetika qurani itu akan terwariskan pd keturunan anda sampai kiamat. Yakinlah Allah akan mengganti cinta anda yg hilang dg cinta lain nanti yang lbh barokah, menyejukkan, dan teduh di bawah naungan al-Quran. Kalau ingin bergabung, setiap senin sore jam 14.00, ada pertemuan klub tahfidz mhs di kantor LEPPA Univ. Negeri Malang.

Pertanyaan 16 Agustus 2010

Ass. ustadz, pada ksemptn ini sy ingin bertany,bgmakah cara yg efektif dan efisien untuk nderes dan ndandani?untuk 15 juz awal sudah agak lancar tp yg 15 juz akhir masih ndandani.bgm cara mengatur waktunya, kmudian apakah ada beasiswa s2/s3 ke timur tengah atau s3 uin malang bagi huffadz? jur sy pend.bahasa arab. kalau ada,bagaimana cara mendaptkn informasinya? syukron ala husni ihtimamikum

Jawaban

Wss.

1. Lakukan murojaah yang rutin dan sistematis, artinya minimal dalam waktu 15 hari semua juz harus terbaca dg hafalan, tanpa ada yang terlewatkan, baik yang lancar maupun tidak. Upayakan berurutan mulai juz 1 – 30. Sistematis dalam arti, aturlah waktu secara rapi antara murajaah rutin dengan murajaah utk melancarkan. Dalam waktu 15 hari, utk juz yang belum lancar minimal telah terulang tiga kali. Latihlah utk melakukan murajaah di dalam setiap shalat Sunnah (rawatib, dluha, tahajjud, tarawih dll), dan saat bepergian di atas kendaraan. Jangan pernah ketinggalan bawa mushaf al-Quran, meskipun yang tersimpan di HP.

2. Di UIN Malang, selama ini hanya memberikan beasiswa S2 jalur tahfidz utk alumni S1 UIN sendiri yang tlh lengkap 30 juz. Utk peluang ke timur tengah terbuka lebar (ke Maroko, Sudan, Mesir dll) dan selalu mensyaratkan hafalan min. 4 juz. Tiap tahun ada tawaran dari Kemenag Pusat, silahkan sering buka situs: http://www.ditpertais.net / http://www.kemenag.go.id. Semoga semua cita-cita anda tercapai dengan mudah dalam waktu dekat, amin. (Syafaat, 18 Ags 2010)

Pertanyaan 6 Juli 2010

Ass.Ustadz…

Mau ikut share…Saya adalah pelajar kelas 2 tsanawiyah…

Apakah jika seorang prempuan yg sedang tahfizh dekat dg laki-laki itu mempengaruhi pd proses tahfizhnya???

Jujur sekarang ini saya sedang proses tahfizh di pondok di Jombang selama krg lebih 2 thun ini sudah mendapat 5 juz dan entah mengapa Firman Allah ini sangat cepat hilang dr ingatan saya…

Mohon jawaban dan doanya,ustadz…

Salam Ta’zhim.Wass…

Jawaban

Akhi Fillah…..

Selama org itu msh merasa salah (mengeluh) atas kelemahannya, maka dia trmsk calon orang hebat, trmsk Anda insyaallah. Yakini semua santri tahfidz termsk saya, pernah mengeluhkan hal yg sama seperti Anda. Jawabannya hanya ada satu, yaitu tingkatkan waktu dan kualitas menghafalnya. Semakin jarang kita murajaah, semakin banyak masalah. Kita digoda wanita, problem keluarga, ekonomi, karena kurang istiqamah dan tdk yakin bahwa al-Quran itu menjadi benteng dari semua masalah itu. Utk menghafal Quran tdk butuh otak cerdas, waktu longgar yg melimpah, bekal memadai, tetapi niat kuat dan keistiqamahan. Singkirkan dulu hal2 yg tdk terlalu penting, simpan dulu angan2 yg tdk bersinggungan dg hafalan, maka insyaallah sukses. Selamat berjuang, pantang menyerah, Allah selalu bersama kita, amin.

Pertanyaan Tgl 25 Juni 2010

assalamu’alaikum, perkenalkan sy Sunarjo orang tua dr 6 putri dan 1 putra dr sumberpucung. Saya sekeluarga punya banyak cerita tentang seni mengajar anak2 hafalan Al Qur’an. Anak nomor 2 (12th/7juz), nmr 3 (10th/9juz), nmr 4 (7th/3.5juz), nmr 5 (4th/beberapa srt pendek), nmr 6 (2th) dan nmr 7 (2bln). jika berkenan sy mau silaturahim (mhn alamat bpk) untuk saling tukar pengalaman sekalian saya mau nanyakan informasi pondok tahfidz putri didaerah dinoyo untuk anak sy nmr 1 yg skrng sklh di MAN1 kls 2. Skrng ini sampai tgl 23 juli sy sekeluarga lg liburan dan brd di sumberpucung sdngkn sy kerja di Papua. Wassalammu’alaikum

Jawab:

Di Pesantren Al-Hikam, ada ustdzah Adibah yang membina hafalan khusus putri. Saya kira jaraknya dari Dinoyo tdk jauh (sktr 5 Km), tepatnya di dekat rumahnya KH. Hasyim Muzadi (mantan ketua PBNU), Jl. Cengger Ayam. Doakan sj tahun dpn, saya akan buka pesantren Tahfidz utk anak2 di Gasek karang besuki Sukun Malang.

Sebetulnya banyak tmpt menghafal di Malang, hanya saja agak jauh dr dinoyo seperti PP. Darul Quran dan PP Nurul Huda di Singosari, PP As-Syadzili di Pakis dll.

Pertanyaan Tgl 29 Mei 2010

ass… ustadz saya lulusan gontor putri 2009.saya skrg sedang praktek mengajar dan nyambi mondok hafal Qur`an.umur saya sudah 20 tahun.hafalan saya sudah sampai juz 10.saya dulu pengen nyambi mondok karena termotivasi pengen kuliah ke timur tengah.bagaimana hukumnya?kok saya jadi merasa bersalah karena niat bukan karena Allah.dan tahun ini saya akan mengambil ijazah.bagaimana baiknya untuk saya?kuliah di Indonesia+mondok Qur`an atau konsentrasi pada Al Qur`an sampai khatam atau nyoba kuliah di timur tengah.tolong beri solusi!

Jawab:

Ukhti fillah al-mahbubah, salam kenal, menurut saya kesempatan kuliah ke timteng kapan saja ada alias tiap tahun ada. Tp motivasi dan kesempatan utk menghafal tdk setiap waktu muncul. Apalagi, kalau sdh disibukkan studi, kerja, nikah dsb. Saran saya kalau detik ini motivasi menghafal itu msh membara, niatkan dan laksanakan sekuat tenaga utk menghafal 30 juz sampai tuntas, prediksi saya utk anda 1,5 th selesai. Sebaliknya bila motivasi besarnya utk kuliah, ya silahkan sj sambil menghafal beberapa juz al-Quran. Saya yakin kalau anda berminat kuliah di UIN Malang, anda mendapatkan kedua2nya, bahkan keempat2nya; yaitu gelar S1, ilmu, hafal 30 juz, beasiswa. Selamat berjuang semoga sukses.

Pertanyaan, tanggal 30 April 2010

asslmu’alikum ustad al mahbub

ustad… lgi2 permasalahan menghafal bg mahasiswa. ustad keinginan sy untuk menghafal sejak sy mjd anggota JQH., nmun wktu itu sy tdk berani karena ngji sy msh awut-awutan. tp, alhmdlillah pada Syauqi 2 sy beranikan diri untuk memulai. alhmdulillah dengan wkt yg diatur oleh panitia, smw bs berjalan dg lancar. persalahannya, setelah karantina semuanya tidak istiqomah. sy belum bs menambah hafalan sesuai dg target. apakah karena kesibukan sy/sy yg tdk bs membagi wktu. permasalan kedua, sy pengen murojaah di setiap ada waktu senggang, namun ketika sy lupa pada tengah2 surat, sy jd laez melanjutkannya/sy msh bergntung dg mushaf. artinya sy bs murojaah ketika ada mushaf. mungkin ada solusi untuk sy ustad. syukron ustad sebelumnya.

Jawab:

Sdr Puji yg baik,

Memang menghafal itu berat, karenanya harus ada kemauan ekstra, usaha ekstra, motivasi ekstra, penyikapan ekstra, apalagi bersamaan dg kuliah. Cuma, alangkah naifnya kalau harus mundur dan berputus asa. Seandainya, semua kepala calon penghafal al-Qur’an maupun yg sdh sukses itu dibedah dan direkam jejak pikirannya, pastilah hasilnya akan sama dengan anda, yaitu pernah gamang, ragu, putus asa dll. Itulah memang romantika dan suka dukanya calon hafidz. Yakinlah, semua hafalan yg lancar itu awalnya juga terbata-bata, jatuh bangun, tambal sulam. Ibarat jalan, semakin sering dilewati akan semakin halus. Utk menambah motivasi, tataplah wajah2 penghafal al-Quran yg kini sukses sbg guru, dosen, kyai, pengusaha. Mrk bisa jadi lbh sibuk dr anda, ttp krn kemauan dan kerjakeras semua dilampaui dg indah. Lihat jg potensi yg ada dlm diri, usia msh muda, tubuh msh sehat, pikiran msh fresh, org tua jg lbh dr ckp bisa membiayai, pembimbing tahfidz siap sedia, kampus jg mendukung, kurang apa kita? Mulai skrg , buat perencanaan yg matang mengenai waktu, strategi, dan teknis pelaksanaannya. Setelah itu pompa terus semangat dengan internal dan eksternal motivasi. Bagi saya, dapat sedikit lebih baik dibanding tdk dpt sama sekali.

Pertanyaan Tanggal 25 Februari 2010

Assalamu’alaikum ust

saya yg awwam mau tanya, bagaimana cara mengatur waktu untuk moraja’ah & tambah ayat, alhamdulillah saya memasuki juz 4, tp kesulitan dalam mengatur waktunya krn saya juga seorang karyawan yg pekerja dari pkl 8 – 18, saya juga sdh berkeluarga.. mohon doa nya juga ust supaya Alloh memberikan jalan kemudahan..amien

Jawab:

Akhi fillah Hasan Nurdin, sebelumnya salam kenal dulu dg saya semoga kita menjadi sahabat yang menjadi jalan kebaikan. Saran saya terus saja dilanjutkan. Caranya; upayakan setiap hari tambah 1/4 sampai 1/2 halaman usai shalat shubuh dan upayakan minimal mengulang satu juz perhari di dalam shalat sunnah rawatib. Akan lebih baik, bila istiqamah shalat malam 8 rakaat dan atau shalat dhuha 8 rakaat, baca tiap rakaat satu halaman. Biasakan murojaah di atas kendaraan. Saya yakin kalau semua jalan, tanpa harus menyediakan waktu khusus murojaah, hafalan kita akan lancar dg sendirinya. Lebih lanjut baca artikel saya ttg itu di: cahayaqurani.wordpress.com, yg berjudul menghafal di usia dewasa, siapa takut?. Smg bermanfaat

Pertanyaan 8 Februari 2010

Assalamu’alaikum ustadz,..

Alhamdulillah saya khatam AlQur’an pd tahun 2005 dan digembleng untuk mengikuti tasyakuran (wisuda alQur’an) pd tahun 2006, tahun 2007 saya juga melakukan riyadhoh (stiap hari khatam dgn berpuasa selama 41 hari). Tapi ustadz, yang masih mengganjal sampai sekarang, saya belum bisa menghafal urutan surat. Padahal urutan surat termasuk hal yang urgent bagi huffazh. Mohon saran dan masukan antum. Satu lagi ustadz, bagaimana cara yang enjoy melancarkan surat Al-Qomar. Jazakumullah ahsanal jaza’

Jawab:

Saudariku fillah, cara mudah utk menghafal nama surat adalah (1) mengingat kata kunci yg ada di masing2 surat, misalnya kata ad-dukhon hanya ada di surat dukhon dsb, (2) menghubungkan huruf pertama tiap surat dg surat lain menjadi kalimat yg mdh dihafal, misalnya baim (baqarah-ali imran) ni’mad (nisa’-maidah) ana’ (an’am-a’raf) fabat (anfal-taubat). Mgkn msh banyak cara lain yg bisa dikreasi sendiri, yg penting tujuan tercapai.

Pertanyaan Tgl 2 Februari 2010

askum ustad,,,,

saya minta saran dan masukannya,

ustad saya baru menghafal alqur’an, baru dapat 2 1/2 juz. masalah saya, sekarang saya kenal dengan laki-laki yang umurnya lebih muda dari saya, kelurga kami saling setuju, namun karna umurnya yang masih kecil dia belum siap untuk menikah. belum ada bekal. padahal dia sudah mempunyai nafsu yang tinggi.

saya ingin menjaga dan terus menghafal alqur’an, tapi pikiran saya terus terbayang cinta pemuda itu.

yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya mengajak dia agar mau menikah? atau apa saran ustad untuk saya?!

sukron!

wasslm

Jawab

Ukhti fillah yang baik, hidup ini adalah pilihan, yg msg2 ada akibatnya (baik/buruk). Idealnya memang saya menyarankan kejar cita2 hingga maksml, sdg nikah sprt air mengalir yg pasti akan sampai. Cuman, kuat opo ora ngempet 3 thn lg? Kalau boleh jujur, sy katakan bahwa halusinasi indahnya pernkhn itu jauh lbh indah dibanding kenyataan. Nikah diatas 2 bln, sbtlnya lbh bernuansa pd pemenuhan tanggungjawab dan memikul pendritaan brsm daripada kenikmatan biologis. Coba bandingkan dg derita meraih cita, berat memang, pahit bahkan, yakinlah selamanya kebahagiaan itu mengalir ke hati dan sanubari, bahkan auranya menyinari semua keluarga. Jgn cepat patah hanya dg cinta, para ulama’ rela mati demi sebuah cita2. Bayangkan, bila kelak anda menikah, cita2 sdh tergapai, jiwa sdh matang. Ingatlah, calon anak anda akan bangga bila ibunya sukses, dan akan meniru. Selamat berjihad.

Pertanyaan 20 Oktober 2009

assalamualaikum ustad.

ustad saya mau konsultasi.

apa motivasi agar kita dapat menghafal alquran?bgaimana cara mengatur waktunya?

saya ingin menghafal alquran tapi takut gk bisa menjaganya bagaimana solusinya ustad?dan dmn pondok yang bagus di malang untuk hafalan alquran?

terima kasih ustad dari hamba Allah

Jawab:

Mas Faishol, banyak hal yg dpt memotivasi kita utk menghafal Quran, diantaranya: kita ingin meniru tradisi Rasulullah, para sahabat, tabiin, salfus sholih yang mengawali jenjang keilmuwan dan kewaraannya dari menghafal. Dari sanalah terbuka hidayah/taufiq utk memahami tafsir, hadis, fiqh dll, bukankah orang2 hebat seperti Imam Syafii, Imam Nawawi hafal Quran sblm usia 10 th? Bagi saya, dengan hafal Quran kita akan mampu membahagiakan kedua org tua kita, dan dibanggakan oleh anak2 kita. Lebih2 saat org tua kita sdh “berpulang” saya yakin bacaan Quran dari anak akan menerangi kubur mrk, atau kita sendiri yang “berpulang”, saya berharap amal baik yang istiqamah akan menerangi peristirahatan abadi kita. Tentu msh ratusan lagi motivasi yg tdk mungkin semua tertuang di sini.

Yakinlah Allah sendiri yg akan menjaga hafalan kita, asalkan kita istiqamah. Jgn pernah mundur sblm melangkah dan merasakan suasana alam qurani. Untuk mengatur waktu tahfidz, silahkan buka artikel: manajemen tahfidz untuk mahasiswa di blog saya. Di Malang banyak tempat tahfidz, diantaranya di PP As-Syadzili Pasir Pakis, PP Darul Quran Singosari, PP Nurul Huda Singosari dll.

Pertanyaan Tanggal 13 Oktober 2009

Aslmkum, wr.wb. Ust. sy mau tnya anak sy ingin masuk pondok khusus thfidz Al-Qur’an di Jombang, ad informasi di daerah tambak beras jombang, pondok pst apa namanya, mohon petunjuk dan saran agar sy bs mondokkan anak, skrang anak sy kls I tsnyah ingin pindah mondoknya, tlong ust yg biayanya agk ringan. sblm dn ssudhnya sy ucpkan trmksih, wslm- yayan

Jawab

Pak Yayan yang saya hormati, setahu saya pondok tahfidz yang bagus di Jombang itu ada di tebuireng depan pesantrennya syaikh Hasyim Asyari, nama Madrasatul Quran. Saya pernah mengamati pondok tsb dan memang bagus dan santrinya banyak, jg banyak alumninya yg jadi juara MHQ (lomba hafalan) tingkat nasional. Utk tempat selain itu, maaf, saya masih belum tahu. Saya doakan smg cita2 bpk/ibu yayan serta ananda tercinta terkabul, amin.

About these ads

33 Responses

  1. Assalamualaikum wr wb, Ustadz ni saya ada sedikit masalah tentang anak saya sekarang sdh kelas III MTs dan punya modal hafalan hampir 3 juz . akan tetapi saya masih bingung mau lanjut kemana stelah lulus nanti. mengingat biaya karena kakaknya jg lulus SMK dan minta kuliyah, saya mencari sekolah yang tidak terlalu mahal tapi berkualitas di wilayah kaltim khususnya Samarinda. Mohon bantuanya klu bs syukur2 ada donatur yang bersedia menjadi orang Tua asuh…Syukron.

    • Waalaikumussalam, menghafal dan kuliah itu sama pentingnya, jgn sampai, anak yg mau kuliah dibiayai, sementara yg mau menghafal dicarikan donatur, seakan utk menghafal itu tdk penting utk dibiayai, sdgkan yg mau kuliah diutamakan. Lbh baik, anak yg mau hafalan/masuk aliyah itu diutamakan utk dibiayai, sdgkan kakaknya kan sdh mengenyam bangku SMK, jadi bisa nunggu dulu, agar adil (sama2 mengenyam bangku SMA). Silakan disurvey dulu: Pondok Tahfidz Ar- Rahman di Loa Bakung

  2. assalamualaikum ust..
    sya mahasiswi semester 4..yg ingin saya konsultasikn yaitu,sebelum saya ikut gabung dalam HTQ saya belum izin dan konsultasi sama pengasuh pondok saya,,saya ikut HTQ ini baru d semester 3 ini itupun saya lakukan dengan ikhlas dan memang dari hati nurani tidak ada paksaan sekalipun, dan orang tua pun juga ikut mendukung.tapi setelah ikut HTQ dan sudah mulai menghafal..dan suatu hari ketika saya sowan ke pengasuh yang slama ini selalu saya ikuti fatwa-fatwa beliau..ternyata beliau tahu kalau saya ini ikut organisasi menghafal al quran..dan beliau menasehati saya” kalau ingin agar apa yang kita harapkan /yang kita lakukan sekarang ini dapat hasilnya maka sebaiknya solat hajatlah bukan solat istikhoroh..saya mengerti bahwa menghafal al quran itu bukanlah hal yang remeh atau di buat main2,,tapi pesan saya solatlah hajat,dan pikirkan itu terlebih dahulu..”. semenjak itu saya jadi berfikir kedua kalinya apa yang beliau katakan itu,apa ada yang salah dalam diri saya selama saya jadi santri beliau..atau memang beliau tahu bagaimana kemampuan saya, jadi beliau kawatir terhadap saya,,
    dan semenjak itu pula,,saya jadi berpikir dahulu secara matang jika mau setoran dan terkadang saya takut mau setor..jika belum matur sama beliau(pengasuh) apakah saya sudah lebih baik atau belum.
    Dan yg menjadi pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan ust. untuk ini?
    syukron…

    • Wss, merupakan perbuatan terpuji ta’dhim sama guru, tp utk urusan menghafal tdk hrs izin sama guru. Kalau ternyata guru memberi nasehat, ya diterima sj. Shalat istikhoroh dan hajat sama baiknya tdk hrs diunggulkan satu dg yg lain, dilihat kepentingannya apa ingin dpt memilih sesuatu atau dikabulkan hajatnya. Selama yg anda lakukan baik, silahkan jalan terus dan istiqamah.

  3. assalamualaikum. ustad terima kasih atas nasihat y. terus ustad gmn dengan pindah tmpt menghapal.. karena di sini saya udh gak jelas pikiran saya (pusing) .. makasih ustad, assalamualaikum

    • Silahkan pindah kalau disana ada kebaikan, jgn pindah sekadar tempat transit sj, maka pikirkan masak2 supaya tdk menyesal lagi.

  4. assalamualaikum, ustad, saya lagi menghapal al Quran di daerah bogor,tapi saya sedang bingung, saya udh gak enak ngapal di sini dengan keadaan lingkungan y, terus saya berniat ingin pindah ke daerh jatim, tapi saya takut pundah pindah tmpt jd gak baik. terus juga saya kurng PD dengan diri saya sendiri. mohon solusi y. assalamualikum

    • Waalaikumussalam, saran saya hilangkan dulu rasa kekurangpede-an (minder) dengan cara berusaha keras utk menutupi kekurangan dari aspek akhlaq dan sosial, dan banyak melakukan evaluasi diri. Juga sebenarnya apapun kondisi kita hrs disyukuri. Manusia tdk ada yg sempurna. Dengan minder satu masalah akan bertambah menjadi banyak. Stop segala keminderan, terutama dlm melakukan kebaikan.

  5. Oh ya maaf lupa Ustadz…,kalau untuk di sekitar kota saya Nganjuk, Jawa-Timur di mana ada pondok pesantren Tahfidz Qur’an yang biayanya sangat ringan..karena menurut saya pribadi untuk mondok khusus memerlukan waktu lama dan juga biaya dari tabungan pribadi tanpa harus merepotkan orang tua.wassalam

  6. Assalamu’alaikum Ustadz..saya mau tanya.saya berkeinginan sekali bisa hafalan qur’an smpai 30 juz/ jadi Hafidz.selama ini saya cuma punya modal hafal JUZ 30 saja, sedangkan usia saya saat ini Laki-laki single 31 tahun.waktu muda saya untuk mencari nafkah karena saya dari keluarga pas2an.yang saya tanyakan, adakah pondok pesantren Tahfidz Qur’an yang menerima saya di usia ini??, saya di kota NGANJUK, Jawa-Timur dan kalau ada di manakah tempat di sekitar Kota saya.terimakasih..,wassalam mohon sangat tanggapan Ustadz

  7. assalamualaikum, ustadz, dari sekian banyak pertanyaan dan curhatan yang telah sampai diblog ini saya juga merasa prihatin, ternyata masih banyak orang yang ingin menghafal Al-Qur’an. saya anak ke empat dari lima bersaudara, dari lima bersaudara hanya saya dan abang saya yang hanya melanjutkan keperguruan tinggi. sedangkat adik saya yang bungsu masih sekolah SMK. saya juga berkeinginan adik saya juga bisa melanjutkan keperguruan tinggi atau menjadi seorang tahfidz. mohon maaf sebelumnya. saya juga seperti mereka-mereka sebenarnya sudah lama saya kepengen untuk menghafal Al-Qur’an sejak dari MTS, sampai sekarang sudah kuliah walaupun masih semester empat, ternyata masih belum juga bisa. karena banyak faktor, dulu saya ingin masuk pondok pesantren, karena saya fikir itu adalah salah satu wadah untuk menghafal Al-Qur’an. dan mencari ilmu agama. ternyata karena kondisi keluarga dan ekonomi yang tidak memungkinkan. sehingga pada waktu itu saya sudah pasrah dengan kondisi pada wakti itu, sedang kan ibu saya menyuruh bekerja supaya dapat uang. sedangkan saya kuat dengan cita-cita saya. karena saya berkeinginan saya harus bisa menjadi sukses dunia dan akhirat.
    singkat cerita ustadz.. jujur ustad saya dan abang saya harus mencari biaya sendiri. terutama abang saya alhamdulillah dulunya dia pernah putus sekolah, tetapi karena ada niat untuk sekolah, dia pun melanjutkan studynya. karena hampir tiga tahun dia putus sekolah itu merupakan waktu yang cukup lama. sedangkan saya alhamdulilah, sekarang saya tinggal di pondok Asuhan Yatim Dhu’afa yang berada di kalimantan barat. dulunya saya tidak pernah terpikir bahwa kok sampai bisa kuliah, saya teringat pesan kiyai bahwa barangsiapa yang dekat dengan Allah maka jalan hidupnya akan diberi kemudahan. sekedar curhat ustadz. bagaimana cara yang lebih mudah untuk menghafal Al-Qur’an kalau sekarang saya sedang menghafal jus 30, waktu yang saya gunakan untuk menhafakl yaitu diwaktu tengah malam sekitar jam 02. malam karena waktu itu adalah kondisi yang sunyi, mohon pendapatnya ustadz

    • Waalaikumussalam, saya kira apa yg anda lakukan dengan menghafal di tengah malam sungguh sangat tepat dan akan mempercepat hafal, tp juga jgn lupa mengulangi yg sdh dihafal (murajaah). Akan lbh baik lagi jika murajaahnya dilakukan di dalam shalat malam juga. Selamat, semoga sukses.

  8. assalamu’alaikum ustadz, saya seorang mahasiswi smstr 6 d IAIN sumatera utara, dan saya sdg dlm proses menghafal al quran disebuah pondok, ditengah perjalanan saya ini saya sering merasa galau dengan hafalan saya yg hancur… saya bingung, sedih, dan terkadabg ada keinginan untuk berhenti krn merasa tidak sanggup, selain itu saya belakangan ini makin sering sakit… benar2 sangat menguji kesabaran saya… serta emosi yg sering tak bisa sayabendung… mohon sarannya ustadz agar saya tetap istiqomah dan semakin semangat dlm menghafal al quran.. syukron katsiron

    • Waalaikumussalam, ibarat makan ikan, yg anda makan kebetulan baru perutnya (yg rasanya pahit, padahal sebagian besar sangat lezat), sehingga seakan anda trauma utk mengulanginya. Saya yakin anda berada di tempat yg kurang mendukung (teman, lingkungan, guru dll) atau anda belum total dlm melangkah, tdk ada prioritas yg jelas atau bgt banyk hal yg kurang penting justru anda lakukan sehingga persoalan menumpuk. Menurut saya anda berhenti menghafal bukanlah solusi utk menghilangkan kegalauan itu, bahkan bs bertambah (smg tdk terjadi), dan yg terbaik menurut saya anda harus segera berbenah utk menyelesaikan hafalan itu. Pola hidup yg tdk teratur, mengabaikan kemaksiatan2 kecil, penataan waktu yg amburadul, harus segera diakhiri dengan cara: (1) buat prioritas, lakukan yg terpenting dan abaikan yg krg manfaat,(2) bertemanlah dg org yg sdh sukses menghafal, (3) buat target mingguan dan bulanan, (4) karena masih kuliah, turunkan target dari 30 juz ke 10 juz dulu yg penting lancar semua, (5) selesaikan kuliah dg cepat, kemudian fokus menghafal, insyaallah setahun selesai. Sebuah ironi, ketika jutaan muslim berniat mulai menghafal, anda yg sdh berada di tengah perjalanan, kok malah mau mundur, syukuri karunia yg Allah berikan tsb dg menuntaskannya secara serius.

  9. Assalamu’alaikum. Ustadz, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban email saya sebelumnya, semoga ustadz dan keluarga dalam limpahan keberkahan dari Allah. Namun..saya membaca-baca lagi blog ustadz, demi menguatkan niat saya, saya meminta kembali saran ustadz.
    Kami tinggal di Bekasi, Saya seorang karyawati dan suami juga kerja kantoran dari jam 7 sampe jam 5, tiba di rumah jam 18.30. Saya tersentuh dan menangis dengan siaran TV yang menampilkan seorang anak kecil yg hafidz Qur’an. Sejak itu hati saya terketuk untuk menjadikan anak saya yang jika Allah mentakdirkan Cuma semata wayang ini, saya persembahkan untuk agama Allah, menjadi seorang hafidz qur’an demi melestarikan Al Qur’an, menekuni ilmu di bidang Al Quran di tengah semakin besarnya godaan n carut marut kondisi negara kita saat ini,gaya hidup hedonis n materialistis, sebagaimana yang saya dan suami alami di kantor, dunia kerja yang jika dibilang ekstrim, jauh dari tuntunan agama. Saya dan suami harus berjuang keras menentang arus rekan2 kerja yang tidak agamis terutama untuk masalah KKN. Alhamdulillah kami masih bisa idealis, cuma ya itu, bergaul di lingkungan spt itu sedikit banyaknya terpengaruh, misal ghibah tentang atasan yang nyeleneh, byk bercanda pepesan kosong, dll kadangkala ikut di dalamnya.
    Untuk itu, cukuplah keberhasilan saya dan suami akan dunia, kuliah di PTN terkenal, kerja dengan gaji tinggi, namun hati nurani / batin mengatakan bahwa ini tidak baik. Untuk itu dalam setiap do’a saya, sehabis shalat ,tahajud/dhuha saya memohon kpd Allah putra saya tersebut kelak menjadi seorang hafidz Qur’an dan ulama yang hanif serta tawadhu. Saya bercita-cita, dalam satu keturunan keluarga besar saya dan suami ada yg menjadi penghafal Al Qur’an dan seorang ulama yang akan menjadi penyejuk hati ummat yang batinnya haus akan siraman rohani . Yang kelak di penghujung usia bisa menghantarkan ruh ini menghadap Allah dengan lantunan ayat-ayat suci yang telah dihafalkannya, mendoakan kami di alam kubur dan di hari akhir menghadiahkan kami sebuah mahkota.
    Atas latar belakang itulah, saya sedikit bersikeras dengan suami untuk menitipkan anak kami ke pesantren tahfidz meskipun putra saya baru berumur 6 tahun, dan belum dikaruniai anak lagi karena saya berfikir putra saya tersebut adalah milik Allah, dia harus untuk agama Allah. Namun ternyata Suami berat melepas anak kami yang baru semata wayang. Beliau lebih sensitif ternyata daripada saya. Beliau juga rupanya keberatan dengan ijazah pondok tahfidz yang Paket A itu, nanti bagaimana kelak kalau mau kerja katanya. Akibat memikirkan perbedaan ini, dan sibuknya mencari SDIT yang ada target tahfidznya sebagai solusi jika tidak pesantren, tekanan darah saya sampe drop 85/55 dan harus istirahat 2 hari. Saya jadi bingung, sejauh mana pentingnya menghafal Al Qur’an dibandingkan dengan ilmu umum untuk masa depan putra kami ? karena menjaga niat tidaklah gampang bukan, ustadz? Apa memang lebih bagus menunggu sampe SMP baru dipesantrenkan ?suami maunya seperti itu, bahkan katanya kita kirim ke tebu ireng, yang ada tahfidznya untuk SMP.
    Kami juga sudah menemukan SDIT yang kerjasama dengan Kairo, target tahfidz 18 juz sampai dengan kls 6 SD, jika tercapai akan mendapatkan juga ijazah dari kairo. Hanya letaknya di lebak bulus, Jakarta Selatan, cukup jauh dari bekasi. Saya sampe berfikir mau membeli mobil satu lagi untuk antar jemput anak, atau pindah rumah, kasian anak tiap hari harus capek di jalan. Wah..pokoknya jadi tembah rumet perasaan ustadz..yang semuanya itu membutuhkan dana yang besar, yang kami sendiri jadi harus hutang bank.
    Maaf ustadz..kiranya sudah cukup panjang kalam kami ini, mohon pencerahan yang bisa menjadi solusi yang konkret, karena saya merasa beruntung mendapatkan blog ini sebagai tempat curhat saya, karena terlalu berat beban pikiran ini, sampe pundak dan kepala terasa berat. Saya juga sudah istikharah, dan saya masih condong ke pesantren.
    Mengenai saran mencari guru dari PTIQ untuk muroja’ah anak di rmh, ustadz punya kenalan di bekasi? Karena saya juga tidak terlalu yakin, malam hari sepulang kantor, masih bisa melatih putra kami tersebut, terlebih mungkin dia akan kangen karena seharian ga ketemu, malah bercanda aja atau minta nonton TV. Pun suami, yang maaf karena kesibukannya sekarang jadi jarang ke masjid, lebih sering jama’ah di rumah, tahajud pun susah, sehingga perjuangan saya menjadi double. Mendidik putra saya dan menggugah suami untuk kembali dekat dengan ibadah kepada Allah.
    Jazakumullah khairan katsira atas waktu dan sarannya..
    Wassalam.

    • Saya terus terang tdk banyak pandangan ttg alternatif tempat tahfidz utk anak SD di daerah Jabodetabek, tp kalau mau di daerah Malang cukup banyak pilihan mulai dari yg khusus menghafal sj sampai yg menghafal + SD formal + madrasah diniyah. Salah satunya pesantren al-Munawariyah (lihat profilnya di blog ini) di Bululawang Malang disana ada sktr 1000 santri yg mayoritas usia SD dan SMP, sekolahnya ada di dalam pesantren. Banyak jg santri dari Jabar maupun Jakarta. Atau yg relatif lbh sdkt santrinya (sktr 500) di Ponpes Nurul Huda atau Darul Quran di Singosari Malang. Atau tanya2 pd Bpk Mutammimul Ula (org Depok yg 10 putra/i-nya hafal al-Quran semua) HP: 08129399758

  10. Assalamu’alaikum. Ustadz..saya baru mempunyai seorang putra, umurnya 6 tahun. Saya ingin tahun ini dia masuk pesantren tahfidz sejak SD. Adakah info pesantren tahfidz di daerah jabodetabek, selain Daqu Yusuf Mansyur, karena alasannya suami sebenarnya belum sanggup berpisah dengan anak kami yang baru satu, sampe2 ayah mertua saya pun ikut bicara dan tidak setuju karena masih terlalu kecil kata mereka. Ditambah lagi maaf..suami ga sreg dg Daqu krn ktnya kl mau mencetak hafidz kenapa biaya masuknya aja smp 30 juta thn 2013 ini, blnannya pun 3,5 juta.
    Sedangkan saya berniat sekali menjadikan salah satu keturunan kami mjd seorg hafidz qur’an, walaupun hati seorang ibu pasti akan sedih berpisah dari anak yang baru satu2nya.
    Pertanyaan : Boleh minta sarannya mengenai dilema tersebut sekaligus info pesantren tahfidznya.
    Makasih atas jawabannya..Wassalam

    • Silahkan coba ke: Pondok Pesantren Daarut Tarbiyah, Jl. Kapuk Muara No.2, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14460, Telp. 021 – 5028 3020, 021 – 9130 6011,
      021 – 7073 2196, 021 – 9298 3506. Kalau ada dilema antar suami dan istri utk memasukkan anak ke pesantren, sebaiknya diambil jalan tengah saja, dg mendatangkan guru tahfidz dari mahasiswa/alumni PTIQ Jakarta atau mentarget 5 juz dulu selama SMP. Saran saya semakin jauh semakin baik, agar orgtua tdk sering2 datang yg membuat anak tdk cpt kerasan di pesantren.

  11. ASSALAMUALAIKUM

    ustadz gimana sih caranxa biar biza hafal alquran,,,katanya orang yang pengen hafal alquran itu di baca berkali kali,,tapi susah ustadz,,,saya pengen bangetd bahagiain ortu saya dengan hafal alquran walaupun satu juz,,???????????
    wassalamualaikum

    • Waalaikumussalam, usahakan jgn menghafal sendiri, cari pembimbing yg sdh sukses menghafal. Ungkapkan padanya kesulitan apa yg dialami. Setiap orang punya tingkat kecerdasan, ketekunan, problema yg berbeda, dengan mengetahui rekam jejak sang santri itulah solusi akan diberikan oleh guru.

  12. Assalamu’alaikum wr wb ustadz yang dirahmati Alloh, saya ingin sekali bisa menghafal 30 juz dalam waktu yang secepat mungkin, usia saya saat ini 27 tahun, saya butuh sarana penunjang untuk mengahafal seperti lembaga tahfizh dan pembimbing, sehingga saat sudah menyelesaikan hafalan kualitas bacaan dan hafalannya baik. jika ustadz punya info lembaga tahfizh untuk dewasa didaerah bogor tolong beri tahu saya, sebelumnya saya sudah hafal 3juz, tapi karena tidak ada pembimbing, sy coba murajaah sendiri dan saya rasa itu kurang efektif, krn semangat mengahafalnya jd naik turun, namun perkiraan saya dgn melalui lembaga serta ada yang membimbing saya yakin saya bisa menghafal dengan cepat, mohon solusinya ustadz? semoga Alloh memberikan keberkahannya pada ustadz. jazakallah khoir
    ilhami, bogor
    (ilham_fis@yahoo.com)

    • Waalaikumussalam, saya sangat mendukung niat anda utk segera menyelesaikan hafalan 30 juz, sebab kalau terlalu lama tdk terlaksana khawatirnya motivasi dan semangat jadi hilang tenggelam selamanya. Saran saya anda nyantri saja di: PP. Roudlatul Quran (Pondok di daerah Terpencil Di lereng gunung Salak dan Gunung Gedhe, desa Ciburayut, kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor, pengasuhnya adalah santri KH. Mufid Mas’ud yg tdk diragukan lg keilmuan dan sanad al-Quran. Semoga sukses.

  13. aslkm ustadz… untuk program tahfidz alqur’an di surabaya, dimana kira2 utk program 1 thn…?? saya tinggal di surabaya utara usyadz… makasih infonya ustadz sblmnya…

  14. Ustadz, dipondok mana yg baik kalo kita mau tahfidzul quran dlm wqtu 1 th?

    • Di semua pondok yg khusus tahfidz, saya kira memungkinkan utk percepatan hafalan menjadi 1 thn.

  15. assalamualaikum ustadz saya mau tanya saya bayu dan masih kuliah tetapi kuliah saya ini membebani saya, sangat membebebani malahan tetapi orang tua saya ingin saya tetap terus menyelesaikan kuliah tapi hati saya ingin mondok di salah satu pesantren salaf dan bisa menghafalkan al quran saya bingung ustadz wasalamualaikum wr.wb

    • Waalaikumussalam, saya kira kedua profesi itu bisa dijalankan bersama2 tdk harus dikalahkan salah satu (kuliah/mondok). Semua ada hikmahnya, silahkan diambil keduanya dengan keikhlasan dan penuh kesungguhan. Tdk akan pernah sia2 menuntut ilmu itu baik ilmu umum atau agama.

  16. Assalamu’alaikum..
    saya ingin bertanya sesuatu,,
    saya sudah lama menghafal Al-qur’an tapi sampai sekarang masih tetap juz 1 saja yang baru saya hafal,,kesulitan saya adalah pada pengingatan dan fikiran.
    entah karena terlalu banyak kemaksiatan atau gimana saya tidak tahu,,,saya sangat ingin menghafal Al-qur’an smpai khatam 30 juz tapi saya masih ragu karna daya ingatku rendah..
    mohon bimbingannya bagaimana caranya agar saya bisa cepat menghafal Al-qur’an 30 juz dan daya ingatku bisa tinggi agar saya tidak merasa berdosa..
    apakah ada amalan-amalan yang harus saya amalkan untuk mengabulkan keinginanku trsebut???????
    terima ksih..
    mohon solusinya.

    • Waalaikumussalam, jangan putus asa, apa yg anda alami, pernah saya alami juga, 4 juz selama 3 thn itupun tdk ada lancar. Solusinya istirahatkan pikiran dari segala hal yg kurang mendukung hafalan, cari tempat khusus yg dibimbing oleh ustadz yg tepat, lakukan berbagai riyadlah (shalat atau puasa) agar diberi kemudahan. Insyaallah akan ada perubahan drastis. Adapaun amalan atau doanya, bisa diklik link ini: http://cahayaqurani.wordpress.com/2010/04/27/doa-dan-amalan-untuk-menguatkan-hafalan/

  17. Assalaamu ‘alaikum, Pak Ustadz.
    Al hamdulillah, saya sangat bersyukur ketika menemukan kisah inspiratif dari keluarga penghafal Al Qur’an Mutamimul Ula, . . . dan semacamnya seperti kisah inspiratif Kang Gatot Sang Pencinta Sejati Al Qur’an. Terbersit dalam hati untuk menghafalkan Al Qur’an dan membina keluarga yang hamilil qur’an, amien. Perlu diketahui bahwa putra-putri saya masih balita : Pertama (6 th) dan kedua (3,5 th). Saya tinggal di Jajag – Banyuwangi, Saya berkeinginan kuat agar “anak-anak” saya hafal Al Qur’an, untuk itu ingin memondokkan ke Pesantren Hafalan Qur’an. Dimanakah Pesantren terdekat dari Jajag – Banyuwangi yang khusus membina anak-anak untuk hafalan qur’an tanpa menomor duakan pendidikan sekolah ? Mohon referensinya !? Terima kasih Pak Ustadz, Assalaamu ‘alaikum.

    • Waalaikumussalam, saya ikut senang pak Zaenal, termotivasi untuk menjadikan putra2nya hafal al-Quran. Di Banyuwangi kota tepatnya di kel. Penataban, insyaallah tdk terlalu jauh dg Jajag, ada pesantren Tahfidz yaitu Darul Furqon di bawah asuhan Gus Baihaqi. Silahkan disurvey dulu, barangkali cocok, rata2 santrinya juga bersekolah di MTsN Banyuwangi (hanya 1 km dari pesantren tsb).

  18. ust, sy mw tnya. sy kn sudah lulus aliyah dan sy jg mndok d psntren al quran. dan sya d suruh kuliah ortu.
    tp sya tdk mw krena sy blank klo kyai sya prnah blang pda santrinya “siapa saja yg sudah mulai mnghfal dan blum slesai sudah mau pndah/byonk. kyai sya tdk ridlo..”
    tp ortu sya pgen pnya anak hafid tp dya kcwa sma sya yg sudah mndk 6 th d qur’an bru dpat 10, itupun tdk ada yg lancar atau bisa d blang rusak hafalan sya. itu karna sudah bnyak dosa yg sya lakukan.
    yaitu. pcrn lwat btas, jrang solat, mencuri dan makan mkanan haram, pdhal ilmu kn suci. dan gk akan msuk pda org yg bnyak dosa. sya jg jarang nderes.

    apakah sya bsa ust menghapal cma dalam 1 th…?
    sya harus lbh milih ortu atau cari ridlo kyai. sya tdk mw kuliah karna sya ingin hafal quran dulu.
    sya ingin dpat ridlo ke 2nya. tp ortu sudah tdk prcya lagi. karna sya sudah banyak bohongi dan janji janji.
    bahkan yg parah. saya bohong kalo hafalan sya 13 juz pda semua orang..

    saya ini bingung harus gimana ust…
    saya juga sempat pnya pkiran ingin mrantau sendiri. cari pndok dan saya tinggal semua fasilitas sya.
    saya juga msti gmn. apkh sya hrus mnta ke ikhlasan kpda org yg prnh sya curi barangnya. tp mereka semua jauh. ada yang di luar kota.

    bagaimana caranya saya nebus semua itu.
    saya mohon bantuanya ustad

    • Saudaraku, terima ksh mau curhat di blog ini. Sebetulnya menghafal al-Quran itu hanya sunnah, atau paling tinggi hukumnya fardlu kifayah (bila satu desa sama sekali tdk ada), sementara berbohong, mencuri, meninggal shalat itu jelas2 dosa besar (apabila dilakukan berulang-ulang). Bila dg melakukan yg sunnah, membuat terjerumus pd hal2 yg haram, lebih baik dihindari dulu dosa2 tsb, baru melakukan yg sunnah. Saya pribadi optimis 1 thn selesai, namun jika 6 thn sj hanya dpt 10 juz, mungkin ini sangat berat, kecuali merubah drastis semua prilaku jelek sebelumnya. Ridlo orangtua itu di atas segalanya termasuk di atas ridlo kyai, bila ternyata anda mengejar ridlo kyai dan mengorbankan ridlo orangtua, itu sebuah kesalahan besar. Bahkan saya kurang yakin kyai akan ridlo dg prilaku anda selama ini (6 thn, hanya dpt 10 juz). Kalau dlm waktu dekat anda bs merubah sikap dan tindakan, serta mempercepat hafalan, saran saya teruskan saja. Tetapi jika tetap seperti semula, lbh baik berhenti mondok/menghafal utk memenuhi keinginan orangtua yg lain (bekerja/sekolah/menikah), itu lebih relistis. Mulai sekarang akui semua kebohongan anda dihadapan orgtua dan minta maaf pd mereka, tanya pd mereka apa yg sebaiknya anda lakukan sekarang. Semoga dlm waktu dekat akan ada perubahan besar dalam diri anda, sekaligus akan mencerahkan masa depan anda, amin.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,164 other followers

%d bloggers like this: