Solusi Atas Berbagai Persoalan Keluarga dan Keagamaan

Pertanyaan dan jawaban tentang persoalan agama dan keluarga berikut ini merupakan rangkuman dari hasil pertanyaan para blogger dan netter melalui rubrik konsultasi agama dan keluarga di blog ini. Bagi Anda yang ingin bertanya atau berkomentar silahkan tulis pertanyaan di sini

Pertanyaan 26 Juli 2012
Assalamualaikum,apa kabar brother…bolehkah aku bertanya,bagaimana pendapatmu dan dalil yg kuat,tentang hikmah dari perempuan yg mau di polygami ?? jawaban panjenengan akan sangat bermanfaat buat para muslimah tangguh yg sholehah di akhir zaman ini,bahan renungan dan motivasi muslimah,terimakasih brother untuk jawabannya.
Jawaban
Wasslam. Menurut beberapa kitab tafsir, apabila perempuan berada dlm kondisi yg tdk menguntungkan bagi suami/keluarga seperti mandul, pd kemaluannya ada hal yg menghalangi utk berhubungan, atau suami punya kelainan seksual (hipersex), punya pekerjaan di beberapa tempat yg berjauhan, maka disunnahkan bagi wanita utk mempersilahkan suaminya berpoligami agar ia tdk terjerumus dlm perzinaan. Bagi beberapa suami, ketakutan yg luar biasa adalah ketika mengutarakan poligami kepada istrinya. Kuncinya poligami yg sdh berhukum wajib, bukan nafsu. wallahu a’lam
Pertanyaan 13 Juli 2012

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustat saya mau tanya apakah sindiran kepada istri dapat mengakibatkan jatuhnya talag. walaupun tidak sengaja dan tidak ada niat dalam hati, saya kemarin sms kepada istri saya yang isinya

ya sudah kalau emang kamu tidak bisa diaturand patuh sama aku urus sendiri sendiri urusan kita masing masing aku dah capek ngadepin istri bandel ngeyel tidak patuh sama suami.

sms tadi saya kirimkan keistri karena saya telp berkali kali tidak diangkat karena kesibukan kerjaan istri saya. saya jadi kesal dan emosi

apakah itu sudah termasuk saya menjatuhkan talag. dan apakah kata tata itu bisa dicabut. terimakasih
wassalam

Jawaban

Wss. Yang tahu isi hati adalah pemilik dari hati itu sendiri dan Allah. Jadi kalau mas Setyawan merasa tdk ada niat mentalak yg tdk jatuh talak. Dalam Islam itu disebut kinayah (sindiran cerai), ia akan jatuh manakala ada niat mencerai. Hanya saja, jgn diulangi lagi, sebab sms itu mengandung multi tafsir, komunikasikan sj baik2 dari hati ke hati. Semoga Allah mempertautkan hati yg berserak dan menyatukan perasaan yg mengandung perbedaan.

Pertanyaan 17 Juli 2012

Assalamualaikum Bapak,
saya seorang mahasiswa, saya mau bertanya Pak, di kos saya baru saja tinggal penghuni baru. dia adalah salah satu aktifis organisasi islam yang beraliran sangat keras. dia juga tidak jarang memberikan brosur, dan mengajak kami semua untuk mengkuti organisasi yang dia berikan. sementara orang tua kami (penghuni kos lama) menyarankan agar tidak terlalu berhubungan dengan dia. karena alasan orang tua kami adalah “takut kami di cuci otak” seperti yang marak sekali terjadi saat ini. beberapa teman saya juga sudah sangat ingin pindah ke kos yang baru dikarenakan kedatangannya. padahal kami sudah lebih 2 tahun menempati kos kami. lalu apa yang harus kami lakukan Pak? apakah kami harus menolak secara tegas ajakan yang sangat sering dia lakukan?

Jawaban

Waalaikumussalam, salam kenal dari saya (pemilik blog ini), saya ikut prihatin anda memiliki masalah yg seperti ini. Biasanya si “pencuci-otak” itu sangat militan, kemanapun anda pergi, dia akan terus membuntuti, kecuali kalau anda memiliki pendirian yg kuat dan bisa menolak dg keras, pasti dia akan meninggalkan anda sebab merasa gagal mempengaruhi anda. Tapi kalau tdk sanggup menolak atau merasa diganggu terus, lebih baik cari aman dengan pindah kos. Saya senang anda sdh punya pendirian anti Islam garis keras, teruslah mendekat dengan org yg punya kemampuan lebih tentang Islam (ustadz, kyai dll).

Pertanyaan 18 juli 2012

Asslmualkm ustadz saya mau bertnya..sy bkerja disebuah tempat sbgai sekrtrs bos yg punya 2 tmpat usha..yaitu apotik dn sanggar bunga,sdngkan disanggar bunga itu sering ada yg pesen bunga untk pcrnya..dan gaji sy diambl dr ung kas apotik + sanggar,bgaimana hukum gaji sy ustad,apkah sy trmsuk membntu kema’siatan…krna gaji sy dihasilkan dr percmpuran uang snggar yg menjual bunga untk pcran tsb.

Jawaban

Wassalam, Gaji anda menurut saya halal, meskipun sebagian dari bunga itu diberikan kepada pacar, karena: (1) bunga termasuk barang dagangan yg baik, (2) memberikan bunga kepada pacar itu boleh2 sj, yg dilarang itu pacarannya, (3) bunga bukan pemicu utk melakukan kemaksiatan, tergatung orangnya, (4) anda melakukan transaksi jual beli dg benar (tdk ada riba).

Pertanyaan 20 Maret 2012

assalamualaikum…

.langsung saja pak, sya pnya teman dkat wanita. Dia kbetulan 1 kelas dengan saya. Saya sama dia sudah merencanakan untuk mnikah pertengahan smster 4. Sya sudah mndapat restu dari orang tua sya, dan dri pihak dia, baru ibux yang mengethui hub. Kami. Nmun stelah 3 blan kami menjalin hub. Pihak pondok tmpat dia menimba ilmu mengetahui hub. Kami. Dan mereka melarang hub. Kami. Stelah beberapa minggu sya dngar dia dijodohkan dgan slah satu anak dari pengurus pondok trsebut, mereka jga blang bahwa dia sudah djodohkan sdah 1 tahun xg lalu. .tolong beri saya nasehat, apa yang harus saya lakukan agar saya tidak kehilangan dia pak? dan bagaimana pandangan islam tentang, orangtua yang memaksakan kehendak terhadap anaknya? .terima kasih sbelumnya pak.

.wassalamualaikum. Wr. Wb.

Jawaban

Waalaikumussalam, saran saya jadilah seperti air, mengalir saja tdk perlu mengejar seseorang yg sdh dijodohkan. Yakinlah kalau memang takdirnya dia milik anda, tak akan kemana. Sabda nabi: kullun muyassarun lima khuliqa lahu (setiap org akan dimudahkan utk meraih sesuatu yg sdh ditakdirkan). Lihatlah di luar sana begitu banyak wanita yg lebih cantik dan sholihah dari wanita yg skrg menjauh dari anda. Orang tua berhak menikahkan paksa putri yg msh perawan, demi kemaslahatan sang putri dan keluarga, jd boleh2 sj meski kdg merampas hak asasi anak. Berat memang, melupakan cinta yg sdg bersemi. Namun, hidup tdk untuk cinta semata, cita2 mulia jg mesti dikejar terus, harapan msh panjang jgn lah dikebiri oleh perasaan2 yg membuat indahnya hidup terasa hambar dan kelam. Lupakan saja, isilah pikiran dg kesibukan baru yg lbh positif. Yakinlah anda akan dpt pengganti dia yg lebih baik di masa mendatang, asalkan ikhlas menerimanya…. Selamat berjuang, smg sukses.

Pertanyaan 28 Oktober 2011

assl ustad, mohon infonya neh, gini ustad, anakuku itu kan dari kecil ikut aku, n selama ini bapaknya kurang perhatian ma anaknya, termasuk juga dalam hal keuangan, nah sekarang neh aku pengen ngajak anakku ke australia, aku pikir pertama kasihan juga dia sendiri cuma dengan kakek neneknya (orang tuaku) karena biasanya kan ada aku, tempat curhat, yg merhatiin sekolahnya, pakaiannnya, dll lah ustad. palagi disini sekolah gratis, kalo ikut aku, harapanku selain tau sistem edukasi di sini juga ada aku yg nemenin, biar dia gak berasa kesepian. siapa tau nanti bisa lanjut kuliah disini juga. kemarin aku suruh anakku minta ijin sekolah disini dari bapaknya, anaknya yg aku suruh minta sendiri. sama bapaknya ndak dikasih ijin, malah disuruh sekolah di gontor, bapaknya pengen anaknya nanti mengabdi di gontor. tapi anaknya ndak mau, n pengen ikut aku. kalo misalnya meskipun tanpa ijin bapaknya, tetap aku bawa ke australia gimana ustad? gak dosa kan? sebenarnya aku kesal dia gak mengijinkan, wong selama ini yg ngurusi krucil itu aku, n dia ndak mau bertanggung jawab ke anaknya dengan alasan anaknya ikut aku, kasih uang juga suka2 ati dia, dia mampu tapi emang sengaja ndak mau kasih uang yg layak buat anakku. giman ustad?

Jawab

Wss, Bu ……………. yg saya hormati, jgn sampai anak jd korban dr konflik orgtuanya, caranya salah satu harus mengalah atau secara baik2 bermusyawarah demi masa dpn anak. Meski orgtua sama2 mengubur idealitasnya, tp pastikan bahwa anaklah yg menjadi pemenang. Dalam aturan Islam, memang stlh usia 7 tahun, anak diberi hak utk memilih apakah ikut ibu atau ayahnya, tp semua hrs memiliki kekuatan hukum di pengadilan. Dalam kondisi seperti ini, perlu jg bu heli menggunakan pendekatan spritual dg banyak ber-istighotsah (minta tolong) Allah, agar tdk selalu sakit hati, kalau semua sdh dipasrahkan pd Allah, berarti semua konsekwensi merupakan keputusan Allah terbaik.

Pertanyaan 27 Oktober 2011

Assalamu’alaikum..

Ustadz, Mohon nasihatnya. Maaf tdk bs mmperkenalkan diri krn malu. Sy pny kbiasaan onani sjak kcil. Dulu sy tdk tau itu apa. Tp,wlw sy tlah tahu hukumx ktk sya ALiyah..Sya ttp sskali mlakukany. Stlah melakukany sy dpresi. Merasa brslah pd ALLAH.. Sy ingn sgra menikah ustadz,, Tp blm blh kalo blm lu2s, Sy smster7 ustadz. Krng lbh smster dpan sy br lulus. Skrg sy msh pny kbiasaan buruk tu. Dn stlh mlakukny sy merasa sngt buruk.. Ustadz sy nelongso. Mhon jgn salahkn saya, Sy sndri sdh brjanji tdk mlakukany. Tp keingnan tu seiring dtng seiring sy brtmbh gede. Sjak usia 7thunan ustadz Smp skrg, 21 thun. Sy seorang perempuan. Mhon nasihatx ustadz, Afwan kurng sopan. Syukron

Jawaban

Wss, saudariku yg baik, saya memberikan apresiasi pd anda yg mau curhat untuk hal yg positif meski pahit utk disampaikan, semoga respon dr saya ini sedikit menambah motivasi, wawasan agar ke depan kita menjadi lebih baik lagi. Saya yakin para remaja yg punya kebiasaan negatif seperti anda banyak, akibat pengaruh media, pergaulan, minimnya aktivitas dsb. Meski anda sudah “kecanduan” perbuatan itu, mau tdk mau upayakan sekuat mungkin utk mengurangi secara bertahap. Caranya, (1) bayangkan hal terjelek yang akan terjadi di kemudian hari, seperti kemandulan, depresi, minder dsb dan mungkin jg akan mengurangi keharmonisan rumah tangga, bila hal itu terus dilakukan, (2) tambah kesibukan anda dengan organisasi, olahraga, kursus, utk mengusir pikiran kotor yg melintas, (3) hafalkan satu surat pilihan dari al-Quran (seperti al-mulk, al-waqi’ah, ar-rahman dll), niatkan utk terapi penyakit tersebut, (4) sempatkan utk shalat malam dan selipkan doa khusus utk mengangkat syaraf kotor yang menjadi biang kebiasaan tsb, (5) seringlah datang ke orang shalih, utk sesekali menatap keteduhan/kekhusu’an wajahnya dan meminta doa husnul khatimah.

Pertanyaan 10 Oktober 2011

assalamualikum pak ustad. saya perempuan berusia 24 tahun, sudah selesai kulaih dan siap menikah. pacar saya berusia 25 tahun berasal dari keluarga baik-baik, penyayang dan Insya Allah beriman. kami sudah pacaran hampir 6 bulan, kami berniat hendak serius untuk melangsungkan ke jenjang pernikahan. tapi saat ini tampaknya hubungan kami sedang di uji. kami terhalang perbedaan suku. sekedar informasi saya maupun pacar saya sama-sama berasal dari lampung, tapi saya adalah keturunan suku jawa dan dia adaah suku lampung asli. kedua orang tua kami menentang karena alasan beda suku ini. dari pihak saya, ayahlah yang paling menentang sedangkan dari pihaknya ibunya lah yang berkeras. saat ini hubngan kami sedang menggantung. kami saling cinta dan sayang tapi kami ga ingin mengecewakan orang tua kami, terutama pacar saya yang sangat menyayangi ibunya. yang jadi pertanyaan saya apakah ada dalam islam perbedaan suku melandasi dilarangnya hubungan pernikahan kami? bagaimana cara kami untuk meyakinkan kedua orang tua kami? apakah termasuk durhaka jika kami tetap berhubungan secara diam2, terutama pacar saya yang sangat takut dan sayang pada ibunya? adakah ayat atau doa dalam al Quran untuk meluluhkan hati kedua orang tua kami?mohon jawabanya secara Islami pengasuh sekalian. atas jawabanya saya ucapkan terima kasih. wasalamualaikum wrwb.

Jawab

Mbak Yuyun yg baik, trm ksh mau berbagi dg kami, smg semua problem sgr teratasi secara baik. Terkait dg pertanyaan yg sdh dikemukakan, berikut ini jawabannya:

1. Islam datang justru ingin meruntuhkan sentimen kesukuan di jazirah Arab yg begitu kuat saat itu. Dalam surat al-Hujurat disebutkan bahwa Allah menciptakan berbagai bangsa dan suku bukan untuk dipertentangkan melainkan untuk saling mengenal satu dengan lain (li ta’arafu). Jadi Islam menganjurkan adanya pembauran lintas suku dan bangsa.

2. Untuk meyakinkan orangtua, pertama2 yakinkan bahwa anda anak yg jujur dan taat pd orgtua, lalu sampaikan apa adanya tentang dia beserta latarbelakang keluarganya. Sy meyakini orgtua anda pernah trauma dg sikap suku tertentu meskipun itu tdk terjadi pd pacar anda, itu sgt manusiawi. Untuk menghilangkan trauma itu berikan contoh2 dr suku dia bahwa ternyata diantara mrk msh banyk yg baik. Bs jg anda mhn kpd org kepercayaan orgtua mgkn ustadz atau kyai, agar menjelaskan kondisi yg sebenarnya dr suku tsb.

3. Silahkan baca ayat ini (QS. Al-Anfal 62-63) sebanyak2nya smg berhasil, dg sebuah keyakinan kalau memang menurut Allah dia yg terbaik utk anda, pasti semua halangan akan hilang. Sebaliknya kalau memang bukan jodoh, pasti Allah segera memberikan penggantinya.

4. Bila dlm wakt 3-4 bulan ke dpn blm ada perubahan, lebih baik anda melepaskan dia demi berbakti pd orgtua, jgn sekali-kali nekat lari atau menentang orgtua. Doa dan kerelaan mereka adalah faktor terpenting dlm kebahagian anda di hari esok.

Pertanyaan 27 Januari 2011

bapak ustad yang terhormat, saya punya masalah yg besar dan mendesak untuk di jawab,
begini pak ustad saya dan istri telah kilaf kemudian terjadi khulu’ istri mengembalikan mahar (tapi mahar tidak sempurna cuma sajadah dan mukena bawah tidak ada emasnya) dan saat itu saya mengiyakan , lalu dalam waktu kurang dari 12jam kami sadar dan bisa rukun serta menyesali, bagaimana cara kami bersatu lagi karena ada beberapa pendapat menyatakan kami harus “menikah ulang, dikarnakan khuluk bukanlah Talak.
sungguh kami tidak memahami hal ini sedangkan kami sudah tidur (campur) kembali. ini hari ke enam sejak khulu’ itu terjadi. saya membaca hadist bahwa nabi memberikan iddah 1 kali haid untuk kasus khulu, bagaimana ini agar kami bisa kembali dan bertobat kepada ALLAH,
mohon di jawab pak ustad boleh via email atau apapun secepatnya, ini no saya 08987229111

Jawab

Saudaraku, terima kasih atas pertanyaannya, saya masih meragukan khulu’ yang anda lakukan karena dalam khulu’ dibutuhkan minimal 3 syarat: (1) ada permohonan cerai dari istri, (2) suami memenuhi keinginan istri dan mau menjatuhkan talak tanpa tekanan, (3) istri mengembalikan semua mahar yang diterima. Jika betul, belum memenuhi syarat di atas, maka tidak perlu ruju’ dan tidak perlu nikah ulang. Namun, jika memang telah memenuhi semuanya dan anda telah melakukan sesuatu yang dilarang, segeralah bertobat dan tekadkan untuk tidak akan mengulangi lagi. Insyaallah dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh2), dosa sebesar apapun akan terampuni.

Pertanyaan 20 Januari 2011

assalamu’alaikum, ustadz syafaat yang saya hormati,,, ustadz saya memiliki 3 pertanyaan, yang pertama, lebih baik mana sholat sendirian diawal waktu atau menunggu berjamaah dikamar bersama temen tetapi waktunya mepet sekali,,.. kemudian dalam rukun iman , iman kepada kitab diletakkan pada nomor 3 dan iman kepada Rosul pada nomor 4, pertanyaanya mengapa tidak dibalik saja? bukankah Rosul itu diciptakan lebih dulu kemudian ketika muncul pers0alan persoalan dalam suatu qoum maka wahyu baru diturunkan,,.?? lalu temen saya punya hutang pada saya lumayan banyak,,. terose uang kita harus diminta dari pada harus diproses nanti diakhirat,,. tapi ustadz, saya sungkan ,,. apalagi dia lebih tua dari saya.., lalu ketika sudah diikhlaskan apakah sudah tidak ada hukum lagi ustadz?? syukron, ..

Jawaban:

1. Lebih baik shalat berjamaah, meskipun waktunya mepet asal blm habis. Tetapi lebih baik lagi kalau si teman itu kita ajak shalat di awal waktu, atau cari saja teman lain yang bisa shalat jamah di awal waktu, atau pergi saja ke masjid setelah adzan, pasti banyak teman muslim yg menunggu.

2. Yang jelas urutan rukun iman sesuai redaksi hadis riwayat Imam Ahmad:

عن بن عمر رضي الله عنه : أن جبريل عليه السلام قال للنبي صلى الله عليه و سلم ما الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقدر خيره وشره

Alasan didahulukannya kitab atas rasul dlm rukun iman, diantaranya karena semua kitab Allah sudah ada di lauh al-mahfudz (papan yang terjaga) sejak sebelum alam ini diciptakan. Jadi jauh sebelum rasul lahir, kitab itu sudah ada hanya saja belum turun dan belum tertulis di kertas. Lihat ayatnya di surat al-Buruj juz 30. Kemudian kitab itu turun secara berangsur sesuai peristiwa (asbabun nuzul) yang terjadi.

3. Haram hukumnya menunda pembayaran hutang bagi mereka yang sebetulnya mampu bayar, Rasulullah bersabda: مطل الغني ظلم (رواه البخاري) , namun apabila dia tdk mampu bayar, maka tunggulah hingga ia mampu sesuai ayat di akhir surat al-Baqarah. Tentu, dengan mengikhlaskan hutang, semua tanggungan dosa terampuni.

Pertanyaan 1 Januari 2011

ass. Wr wb. Pak ustadz yth, sy ingin meminta saran ttg ibadah apa lagi yg hrs sy lakukan san bagaimana sy hrs bersikap. saya seorang cpns. awalny sy mlamar hanya utk mncari pengalaman bagaimana tes itu sbnrnya, karena dl hati sy yg plg dalam sy tdk ingin berkarier dengan birokrat krn sy tahu bhw sy tdk py kesangguapan utk mnghadapi birokrat, sy tkut hidup sya tdk tenang. d tengah pjalanan sy lulus tes, dan sy tertekan dan hrs sy mngambil krn keinginan ibu sy utk pns krn status. Akhirnya sy mjalani cpns sy dg hati berat, walaupun sy lakukan pkrjaan pns sy sebaik yg sy bisa. Sy mncoba mnceritakan keadaan hati sy dg ibu sy, tp ntah spt tdk ad tanggapan. Sya akhinya jadidiam, manhan segalanya, krn sy sdh bosan . Pikiran sya mulai luka, sy sedih bingung tertekan, kecewa, sy takut, keadaan jiwa sy yg mulai tergerus. Sy stres. Dan saat ini sdh beralih k badan sy, ya saya mngalami psikosomatik. Sy takut jika makin blnjut, sy mgkn sdh tdk bs sadar kmbali. Sy terus tetap bibdah dg yang maha
memiliki sy, sy tdk ingin mnyakiti ibu sy, tp mental sy mulai sakit. Mohon bantuaannya. Tlg dmuat jwbnny d theredlupin@yahoo.co.id. Trmksh sy ucapkan sblmny.

Jawaban:

Saudaraku yg baik, setiap orang memiliki hati dan perasaan yang berbeda dengan orang lain. Sering apa yang disukai orang lain, tidak kita sukai, atau sebaliknya. Tapi kesukaan itu tidak selalu menjamin terwujudnya kebahagiaan batin, karena mungkin juga ditunggangi nafsu. Maka Allah dlm al-Quran berfirman: bisa jadi hal yang kau sukai berbuah kemalangan, bisa jadi hal yang kau benci berbuah keberuntungan. Kekurangsukaan kita pada pekerjaan adakalanya disebabkan oleh suasana, teman,lingkungan kerja yg kurang kondusif, atau disebabkan oleh pelanggaran hukum syara’ (pekerjaan yg membatasi pekerjanya utk ibadah atau menjerumuskan pada keharaman rizki). Bagi saya, untuk sebab kedua tersebut, menjadi alasan mutlak utk pindah karena bertententangan dengan prinsip “kerja utk bekal ibadah”. Tapi sebab pertama, masih mungkin berubah menjadi suka atau kondisinya berubah suatu saat.

Coba upayakan utk memunculkan rasa syukur pada Allah, betapa Allah telah memudahkan anda menemukan jalan untuk mendapatkan rizki, sementara banyak orang berebut di posisi itu dan mereka gagal karena anda, jangan sia-siakan kepercayaan dan amanah Allah ini. Dengan syukur, sebuah beban berat akan menjadi ringan untuk dipikul. Kalau ternyata, anda tidak mampu mengembannya, beristigfarlah dan serahkan pada Allah lagi amanah itu. Jelaskan dengan argumen yang rasional pada orang tua, agar mereka tidak kecewa dan tidak menjadi “batu penghalang” kesuksesan anda kelak. Asalkan semua usaha (vertikal dan horisontal) dilakukan dengan sungguh-sungguh, pastilah ada jalan terbaik. Seorang calon astronot Amerika begitu terpukul dan sedih saat tereliminasi pada seleksi akhir, namun dia menjadi orang yang paling beruntung ketika pesawat yang membawa para astronot itu meledak dan semua awak meninggal karena dia tidak termasuk dalam rombongan tersebut.

Jadi bertahanlah beberapa bulan lagi sambil ikhtiyar batin, niatkan utk menyenangkan keluarga dan yakini bahwa hati itu dalam kendali Allah untuk membalikkan suasana menjadi lebih baik. Selamat berjuang semoga sukses

Pertanyaan 15 Desember 2010

Assalamualaikum ustadz
tanya, bagaimana hukumnya mas kawin/mahar dengan harta haram (pegawai asuransi, riba, peg. Bank dll, sah atau batalkah nikahnya bila pernikahan sudah berlangsung?

Bagaimana hukumnya orang yang seluruh hartanya yang dimakan haram,…
apakah maaf setetes mani yang terpancar kepada istrinya juga haram?
Samakah dengan harta haram untuk membayar zakat fitrah hukumnya?
Mohon jawabannya ke: nharibowo@live.com
wassalamualaikum

Jawaban:

Para ulama masih berbeda pendapat mengenai hukum perbankan konvensional termasuk hukum bekerja disana. Riba dan bank tidak sama status hukumnya. Riba (dan segala macamnya; qordli, fadli, nasi’ah, yad) mutlak haramnya, sedang bank seperti hukum jual beli, yakni menjadi haram kalau mengandung praktik riba dan sebaliknya. Ternyata mayoritas ulama tdk mengharamkan bank, tapi sebatas syubhat karena dianggap ada unsur riba di dalamnya meski tidak identik. Sementara sebagian yang lain menghalalkan secara mutlak.

Jadi, masih terjadi ikhtilaf seputar hukum bank. Apabila yang bersangkutan setelah melihat argumentasi/dalil hukumnya, lalu dia meyakini kehalalannya, maka sah hukum pernikahannya. Termasuk halal juga, mani yang terpancar ke rahim istri maupun zakat yang ditunaikan dan ibadah2 yg lain.

Namun jika ada keraguan, lebih baik ditinggalkan saja. Ragu dan yakin itu muncul setelah mendalami pokok persoalannya, tidak cukup diraba-raba. Rasulullah bersabda: tinggalkan apa yang membuatmu ragu sampai muncul keyakinan (da’ ma yuribuka ila ma la yuribuka).

Pertanyaan 10 September 2010

assalamualaikum pak ustadz.
saya sedang menghadapi persoalan pak, mohon pencerahannya pak ustadz. jadi begini, saya sudah menjalin kasih dengan seorang wanita selama kurang lebih 5 tahun, sebelumnya kami sudah berkomitmen untuk melanjutkan pada hubungan yg serius jika sudah mendapat pekerjaan dan si wanita sudah lulus kuliah dan dapat kerja juga. permasalahannya disini. sekitar satu minggu kemaren, ibu saya pergi kedokter untuk periksa kesehatan, dan sambil menunggu panggilan dokter, tidak sengaja ibu saya ngobrol dengan seorang ibu2 yg juga sedang menunggu panggilan diruang tunggu. setelah ngbrol2 ibu saya menanyakan alamat si ibu2 itu, dan kebetulan si ibu itu dulunya tetangga dekat rumah wanita yg saya sukai. otomatis ibu saya menanyakan bagaimana keadaan dan kabar wanita yg saya sukai. lalu ibu itu menjawab dengan nada agak sinis dan menjelaskan kalo keluarga wanita yg saya sukai itu sedang terlilit hutang banyak dimana mana dan banyak berita negatif tentang keluarga itu (keluarga calon mertua). dan
rumahnya suka rame kalo ada yg menagih hutang. kadang ibu wanita yg saya sukai suka pura2 sakit jika ada yg nagih hutang. otomatis ibu saya kaget, karena ibu saya tahu saya sedang menjalin hubungan dengan gadis anak dari keluarga yg terlilit hutang (calon mertua). lalu, ibu saya menceritakan semuanya pada saya, saya pun kaget. ibu saya tidak merestui hubungan saya. pertama saya tidak terlalu percaya. tapi dan saya renungkan lagi, memang selama ini saya merasa ada keganjilan dan tidak nyaman saja dengan sikap calon mertua saya, selama saya menjalin dgn anak wanitanya. calon mertua sering minjam uang pada saya dengan janji bayarnya selalu meleset dan kalo bayar juga tidak lunas seutuhnya, lalu dilain waktu minjam lagi kdang bapak calon mertua saya dulu sering minta diisiin pulsa, saya harus gimana lagi, karena saya suka anaknya, maka saya pun kasih pulsa dan uang kalo calon mertua minta. awalnya sih saya ikhlas untuk memberi pulsa dan meminjamkan uang, tapi karena keseringan terus
terang saya merasa risih, belum jadi mantu nya saja sudah sering pinjam uang. dulu2 sekitar 2 tahun yg lalu, sahabat saya menjelaskan agar hati2 berhubungan dengan keluarga itu (keluarga calon) karena bermasalah dan banyak citra negatifnya, dan saya pun ga percaya begitu saja. mungkin dia sudah tahu banyak tentang keluarga calon mertua. dan kata sahabat saya, dia juga pernah jadi korban dulu si bapaknya wanita yg saya suka rental mobil kepada sahabat saya, dan katanya sampai sekarang mobilnya belum dibalikin. seiring berjalannya waktu ditambah dapat informasi dari ibu saya, maka saya mengambil keputusan utk tidak melanjutkan hubungan dengan wanita yg saya sukai, sebenarnya saya masih suka dgn dia, tapi saya tidak direstui oleh kedua orang tua saya dan sikap calon mertua pada saya juga bikin saya tidak suka. khawatir masa depan saya misa sudah menikah dengan anaknya, khawatir akan terganggu.
yang jadi pertanyaan, bagaimana saya harus menjelaskan pada wanita yg saya sukai agar alasan saya memutuskan hubungan dgn dia menerimanya. tanpa melukai atau menjelaskan masalah tentang orang tuanya. mohon penjelasannya pak ustadz, terimakasih wassalamualaikum wr. Wb

Jawaban:

Akhi Filla yg sy hormati, semua tergantung pada anda, anda-lah yg paling tahu apakah kekasih anda itu orangnya baik, sholihah ataukah dia sama dg sifat keluarganya. Kalau memang anda berkeyakinan bahwa dia berbeda dg sifat negatif keluarganya dan anda yakin kelak mampu memulihkan nama baik keluarga, maka tdk perlu mundur utk “bersanding” dg-nya. Seringkali apa yg dipersepsikan masyarakat itu jauh dari kenyataan yg sesungguhnya. Tapi, kalau dg adanya image negatif itu, cinta anda memudar dan gairah juga melemah, juga tidak ada alasan utk mempertahankannya. Tinggal teknis “berpisah”nya yg harus diatur semanis mungkin, tanpa menyisakan luka hati atau dendam dr yg bersangkutan. Jangan bimbang, segera pilih secepatnya salah satu opsi, meneruskan atau menghentikan, meski masing2 ada resiko. Intinya, pikirkan matang2 berdasarkan pertimbangan jangka panjang (kira2 kalau nanti punya anak sikap dia seperti apa, bahkan sampai masa tua nanti). Ada baiknya anda juga cari “info tambahan” dari istikharah atau tausiyah dr org2 arif di sekitar anda, smg ada jawaban yg memuaskan dari semua itu.

Pertanyaan 29 Agustus 2010

Ass. Mantab profilenya. Bisakah saya berguru/ngaji dengan bapak karena saya ini jujur masih berpengetahuan islam sedikit trus sekarang tambah bingung dengan organisasi2 islam transnasional maupun nasional (terutama di um). Mohon bimbingannya. Semoga mendapat Tanggapan. Terima Kasih Wassalamu’alaikum wr.wb
Jawaban

Mas Taufiq, Silahkan kalau ingin ngaji/konsultasi ttg persoalan agama saya siap, sejauh yang saya mampu baik kesempatan maupun ilmu. Ciri2 orgns yg jelek adalah yg sering menyalahkan kelmpk lain yg slm ini diikuti oleh jutaan umat Islam dan dipimpin ulama yg ilmunya mendalam. Smkn kelmpk itu bnyk mendapat simpati masyrkt luas semakin dekat dg kebenaran. Carilah orgnss Islam yg asli prodk indonesia, krn mrk lbh tahu kultur, karakter msyrkat, bukan orgns import semacam HTI, Salafi, Ikhwanul Muslimin, JI, FPI dll.

Pertanyaan 18 Agustus 2010

assalamualaikum wr. wb.

jd begini pak, menurut bpk apakah semua MLM syubhat/haram atau ada yg bisa dhukumkan halal?
saya ingin menanyakan ini scr pribadi krn kebetulan saat ini sy sedang mengikuti sebuah MLM dan sy ingin menanyakn kehalalan MLM trsbut scr detail. baru2 ini sy membaca buku yg menyimpulkan bahwa MLM haram, tetapi sebab2 keharaman itu tidak sy temui d MLM yg saya ikuti. menurut bpk, apa sajakah hal2 yg menyebabkan suatu perniagaan haram? jika hal2 itu tidak ada, apakah perniagaan itu psti halal dr segi sistem(bukan dr segi cara brniaga)?
jika perlu, sy dpt mnjelaskan ttg sistem MLM itu scr lebih detail.

Jawaban

Masalah MLM itu ijtihadiyah (blm ada dalil yg jelas dr Quran maupun Hadis), namun dmkn mau tdk mau kita hrs menentukan sikap, apkh ikut krn halal atau menghindar krn syubhat/halal. Mnrt sy ada unsur gharar (ketidakjelasan/rekayasa/pura2) dlm yg membuat MLM itu haram, minimal syubhat. Mslnya; harga yg tdk wajar dibanding barang sejenis, lbh banyak bermain2/berlebhn dlm ucapan (manis di lidah) saat promosi yg kdg sampai pd tgkt bohong, pdhl yg bicarapun blm tentu mengalami sndri, motvasi membeli rata2 bkn utk memiliki/butuh barang itu, tetapi lbh pd memenuhi prsyrtan sbg anggota atau bs disbt jual beli semu (tdk nyata), upline cenderung “menjajah” downline, kasus tumbangnya MLM “Pohon Mas” 2004 jd bukti rentannya sistem ini pd collaps. Rizki yg halal itu diperoleh dg cara yg wajar, nyata, jujur, jelas, berkeringat, butuh proses. Lbh baik makan jagung tp nyata drpd burger tp blm jelas adanya. Silahkan direnungkan sendiri hukumnya apa? Islam menekankan “saling ridlo” dlm jual beli, bkn dipaksa ridlo krn ada embel2 keuntungan yg fantastis dg kerja minimalis. Ini pandangan subjektif saya, sbg pengamat MLM, bukan pelaku, jd maaf kalau ada yg salah.

Pertanyaan, 20 Mei 2010

Ustadz Syafaat yang kami hormati.
Mohon dijelaskan tentang seputar pelaksanaan akad nikah (siri atau resmi) yang dilaksanakan di depan jenazah -ayah atau ibu dari pihak wanita- karena salah satu diatara mereka telah meninggal dunia, terutama ayah. Bagaimana hukum, pelaksanaan, dan lain sebagainya.

Jawaban:

Saudariku yg budiman, dalam Islam samasekali tdk dijumpai dalil yang menganjurkan menikah depan jenazah dalam kondisi apapun, hanya saja saya tdk berani menghukumi tindakan tersebut sebagai bid’ah (membuat syariat baru yg terlarang). Mayoritas mereka adalah orang yg tdk tahu syariat dan takut melawan tradisi. Tdk ada dosa apapun yg melekat pd orang bodoh kecuali dosa yg disebabkan membiarkan kebodohan itu sendiri. Sebagai manusia yg memiliki rasa dan emosi, kegiatan seperti itu jg bisa difahami. Betapa orang yg selama ini melahirkan dan membesarkan kita serta merindukan kehadiran sang menantu, tiba2 dia dipanggil sang kholiq, tentu sang anak ingin melakukan “semi komunikasi” dg jasad orgtua tercinta. Bg org2 shalih/syahid hakikatnya menurut al-Qur’an mereka tdk meninggal. Mgkn ini yg jd dasar mereka. Bg sy lbh baik dihindari.

Pertanyaan Tgl 27 Mei 2010

Ustadz Syafaat yang kami hormati, ada beberapa pertanyaan yang ingin kami ketahui berkaitan dengan Shalawat, Qasidah, Hizib, Syiir, Madzhab, dan Sanad Ilmu.

1. Apa perbedaan antara shalawat, qasidah (burdah dll), hizib, dan syiir.
2. Bagaimana kedudukan semuanya itu dalam agama -praktik keberagamaan- Islam. Khususnya dalam hal ibadah.

3. Pada masa-masa saat ini apa masih mungkin bisa -diperbolehkan- tercipta jenis-jenis shalawat, qasidah, hizib, dan syiir baru.

4. Mengapa terjadi perbedaan madzhab fiqh dikalangan imam madzhab empat padahal dalam menggali hukum tidak diragukan bahwa mereka semua mengambil sumber dari Rasulullah (Al-Qur’an dan Hadist). Menurut pandangan awam jika sumbernya adalah satu dan sama tentu logikanya adalah tidak akan terjadi perbedaan.
5. Apa maksud dari sanad ilmu dalam kaitannya memilih guru dalam belajar ilmu agama.
Demikian pertanyaan kami, kurang lebihnya mohon maaf. Atas perhatian dan jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. Hari – Kota Batu

Jawaban:

1. Apa perbedaan antara shalawat, qasidah (burdah dll), hizib, dan syiir?

Shalawat: doa untuk rasulullah dg kata “sholla” dan “sallama”

Qosidah: melagukan kata yg indah berdasarkan jumlah kata perbait

Hizib: Dzikir untuk membentengi diri dari musuh (batin, tak tampak)

Syiir: untaian kata indah yg terdiri dari bait dan sajak
2. Bagaimana kedudukan semuanya itu dalam agama -praktik keberagamaan- Islam. Khususnya dalam hal ibadah?

Shalawat sdh jelas dalilnya, hizib bagian dari doa keselamatan, sdg qosidah dan syiir tdk terkait lgsg dg ibadah, ia akan bernilai ibdh jika berisi shalawat dan doa. Sbgmn puisi dlm bhs Indonesia, pembacanya akan dpt pahala jika yg dipuisikan itu nasehat kebaikan.
3. Pada masa-masa saat ini apa masih mungkin bisa -diperbolehkan- tercipta jenis-jenis shalawat, qasidah, hizib, dan syiir baru?

Boleh buat shalawat asalkan kata “shalla”/”shalli” tdk ditinggalkan dan tambahannya jg kata yg baik, apalagi qasidah, syiir, dan hizib. Hanya sj bg mrk yg tdk faham bhs Arab sulit membedakan satu jenis dg jenis yg lain.
4. Mengapa terjadi perbedaan madzhab fiqh dikalangan imam madzhab empat padahal dalam menggali hukum tidak diragukan bahwa mereka semua mengambil sumber dari Rasulullah (Al-Qur’an dan Hadist). Menurut pandangan awam jika sumbernya adalah satu dan sama tentu logikanya adalah tidak akan terjadi perbedaan?

Saya kira logikanya malah sebaliknya, smkn banyak kepala yg ikut berpikir smkn bnyak pendapat yg muncul. Smkn situasi dan kondisinya berbeda maka smkn berpeluang untuk berbeda pendpt ttg satu hal. Dalam al-Quran jg banyk kata yg “samar2/mutasyabih” shg perlu penafsiran dr hadis, pndpt ulama, maupun pndpt pribadi. Namun, selama perbedaan itu ada dasarnya dari al-Quran & hadis serta pendapat ulama’ mu’tabarah (diakui), maka perbedaan itu sah dan boleh dilaksanakan.
5. Apa maksud dari sanad ilmu dalam kaitannya memilih guru dalam belajar ilmu agama?

Sanad (rantai transmisi) itu salah satu media untuk mengukur validitas transmisi ilmu seseorang, bukan berarti tanpa sanad tdk sah/tdk manfaat. Ibarat buku, daftar pustakanya dicantumkan apa tdk. Kalau memang bukunya berbobot, bagus, tanpa rujukan pun tdk apa2.

Pertanyaan, 7 April 2010

assalamu’alaikum Wr. Wb
begini pak ustadz
saya sebentar lagi mau nikah akan tetapi sebelumnya saya pernah disuruh mengucapkan/menirukan ijab qobul nikah oleh seorang kyai dan diberi mahar Rp. 20.000 oleh kyai tersebut. tetapi hanya dilakukan berdua saja dan tidak ada saksi dan wali, katanya untuk menghilangkan haram. pada waktu itu saya gak tau tetapi kyai tersebut mengatakan kita sudah sah nikah
pertanyaaan saya :
1. Apakah pernikahan itu sah (termasuk nikah siri atau Mut’ah)
2. Bagaimana hukumnya jika saya nikah dengan orang lain tetapi kyai tersebut belum mengatakan cerai pada saya (jika nikah itu sah) padahal sampai sekarang saya sudah tidak berkomunikasi dengan kyai tersebut dan sebentar lagi saya akan melangsungkan pernikahan
mohon jawabannya ke e-mail : andini8090@yahoo.co.id
atas bantuannya terima kasih agar saya gak terjerumus lagi
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawaban

Mas Andini yg baik

Pernikahan yg tlh anda lakukan itu termsk nikah Mut’ah yg diharamkan oleh semua Ulama Ahlussunnah (Suni), karena rukun nikah itu; wali (dari keluarga calon istri), 2 saksi, mempelai pria dan ijab, sedang mahar itu bs dibayarkan kemudian sblm dikumpuli. Islam sebetulnya tdk mengenal nikah sirri, sebab syaratnya sama saja. Sirri itu apabila tdk ada legalisasi dari KUA (urusan pemerintah, bukan kewenangan agama).

Oleh karena pernikahan anda itu tidak sah secara syara’, maka tidak perlu ada cerai. Jadi lakukan saja pernikahan yg sah secara syara’ dan legal (bersurat dari KUA), jgn sampai terjerumus utk kedua kali, pilih orang yg benar utk menikahkan agar hidup tenang, bahagia selamanya. Selamat berbahagia, menjalani hidup baru, semoga abadi, amin.

Pertanyaan Tgl 3 Maret 2010

assalamualaikum
ustadzzzz
saya akhir akhir ini puingiiin banget belajar banyak dan dapat banyak ilmu agama terutama fiqih (ubudiyah muamalah dll)
tp gmna ustadz??? di pondok dapetnya hanya sedikit. kalau ustadz bisa bantu. mhon bantuannya.
syukron katsir

Jawab

Waalaikumussalam, ukhti fillah, Pertama, orang yang punya curiosity (keinginan yg tinggi) utk belajar termasuk org yg beruntung, tdk semua org diberi “rizqi” tsb, utk itu syukuri dg merealisasikannya dan jgn disia-siakan. Kedua, banyak jalan utk belajar fiqh; (1) otodidak tp sering tanya, (2) belajar lgsg ke org yg tpt, (3) membaca dan membandingkan beberapa buku terkait dg bidang itu, dan lain-lain. Smg cita2 suci tsb tercapai amin.

Pertanyaan Tgl 12 Januari 2010

Bpk. Ustadz Syafaat yang kami hormati.

Berikut pertanyaan yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan permasalahan yang saat ini sedang saya hadapi ustadz. Saya mengenal seorang teman wanita saat masih sama-sama kuliah dan dekat dengannya lebih dari 6 tahun terakhir. Karena kedekatan itu akhirnya melahirkan rasa saling cinta diatara kami. Waktu itu kami memilki keinginan untuk menjaga hubungan dan kelak melanjutkannya pada jenjang pernikahan, jika sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan.

Saat ini saya bekerja sebagai guru negeri dan memiliki keinginan untuk menikahinya sesuai komitmen dan cita-cita kami saat kuliah dulu. Teman wanita saya itu saat ini juga sudah bekerja pada instansi swasta. Pekerjaan yang kami dapatkan berada di kota yang berbeda dengan jarak agak berjauhan meskipun masih dalam 1 provinsi dan kami sama-sama pendatang di kota itu. Karena pekerjaan itu akhirnya selama 2 tahun terakhir kami dipisahkan oleh jarak dan hanya sering berkomunikasi lewat HP, sedangkan untuk bertemu secara langsung jarang terjadi dan hanya beberapa kali saja. Oleh sebab itu keinginan saya adalah memindah pekerjaannya agar bisa 1 kota dengan saya.Masalah yang saya hadapi berkaitan dengan restu orang tua teman wanita saya yang lebih mengiginkan kelak anaknya bisa kembali ke kota asal, dekat dengan orang tua, dan mendapatkan jodoh dengan laki-laki satu daerah. Karena alasan itu maka juga sudah disiapkan calon untuknya sesuai kehendak orang tua. Namun teman wanita saya tersebut menolak dengan alasan tidak bisa mencintai calon plihan orang tuanya, khawatir, dan takut. Dia menilai bahwa orang tuanya terlalu memaksakan kehendak dalam rencana pernikahan tanpa memberi kesempatan sedikitpin untuk menentukan pilihannya sendiri. Meskipun demikian orang tuanya memperlakukan saya dengan baik, begitu juga sebaliknya saya juga menaruh hormat pada beliau berdua.

Pernah suatu ketika terucap kata-kata dari orang tuanya “boleh-boleh saja kamu menikah denga pilihanmu sendiri, bapak ibu akan memberikan restu tetapi sampai kapan bapak ibu bisa menerima pernikahanmu, setahun dua tahun, atau selamanya aku tidak tahu” – “jalani saja pernikahanmu sesuai pilihan orang tua, jika kamu menemukan kesulitan itu sudah takdirmu yang harus kamu terima” – “setelah pernikahan kamu tidak bisa melupakan masa lalumu, itu hanya satu atau dua minggu, setelah itu akan berjalan seperti biasa” (saya tulis berdasarkan apa yang pernah dia ceritakan pada saya saat bertemu langsung).

Akhirnyan satu sisi dia ingin menuruti keinginan orang tua meskipun itu terpaksa, tetapi disisi lain dia berpendapat bahwa dialah yang akan menjalani hidup berumah tangga sehingga semestinya dia juga diberi kesempatan untuk menentukan pendamping dan masa depan pilihannya sendiri.

Singkat cerita saat ini dia mengambil keputusan bahwa kelak dia akan menuruti kehendak orang tua untuk menikah sesuai dengan pilihan mereka. Tetapi sampai kapan dia akan siap dan memutuskan untuk menikah dia sendiri tidak tahu dan saat ini merasa tidak akan pernah siap. Mengenai hubungan yang sudah terjalin dengan saya selama 6 tahun terakhir ini, dia memutuskan agar saya melupakannya dan menikah dengan wanita lain. Saya merasa alasan dia memutuskan seperti itu lebih dikarenakan rasa kasihan pada posisi saya saat ini dan bingung atas situasi yang dia hadapi.

Berkaitan dengan itu ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Bagaimana seharusnya saya mengambil sikap dalam situasi seperti ini? Saya tidak ingin egois ustadz, saya ingin tetap bisa berbuat adil yang bisa saya lakukan dalam koridor agama atas permasalahan ini tanpa mengurangi rasa hormat saya pada orang tuanya.
2. Secara umum dalam rencana pernikahan, bagaimana menurut jenengan terhadap sikap orang tua yang “memaksakan kehendak” seperti ini dan sikap anak gadis yang kadang “menentang” kehendak tersebut? Apakah ini sebagai wujud penggunaan hak orang tua (ayah) selaku Wali Mujbir dan durhaka bagi anak gadis yang tidak menurutinya.
3. Menurut jenengan sebaiknya saya tetap melanjutkan ikhtiar atas keinginan saya untuk menikahinya atau berhenti sampai disini ustadz? Hal ini juga karena ada perasaan saya yang tidak tega kepadanya mengingat dia dalam posisi yang sulit dan kebetulan juga belum dalam status di khitbah orang lain, sedangkan usianya terus bertambah.
4. Jika saya mengabaikan keinginan saya untuk menikahinya dan memberikan jalan keluar baginya, saran seperti apa yang bisa saya sampaikan kepadanya agar segera ada titik temu dengan kehendak orang tuanya? (Pernah dia meminta saran itu kepada saya).
5. Apakah dalam hal ini bisa dikatakan bahwa telah terjadi permusuhan antara anak dengan orang tua?.

Demikian pertanyaan saya, kurang lebihnya mohon maaf. Atas perhatian dan jawaban yang ustadz berikan, saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Saudaraku Hamba Allah yang baik, terima kasih saya diberi kepercayaan untuk memberi kontribusi atas problem Anda. Problem anda termasuk problem sensitif, teologis, sekaligus emosional. Sensitif karena berhubungan dg org lain (calon istri & mertua), teologis karena ridlo Allah tergantung ridlo org tua, dan emosional sebab Anda tdk ingin kehilangan dia serta sebaliknya.

Bagi saya hidup itu menawarkan banyak pilihan yang tdk selalu nyaman utk dipilih. Anda cinta pekerjaan (PNS) meski hrs merantau. Calon mertua ingin anaknya bahagia dan statusnya jelas yang selalu menemaninya di hari tua.

Ada beberapa alternatif solusi yg bs diambil:

a. Bila calon mertua keberatan pd anda lantaran jarak, yakinkan bahwa andalah org yg tulus mencintainya dan siap membahagiakannya, dan yakinkan bahwa tdk masalah, istri nanti utk sementara waktu pasca nikah berpisah demi menemani org tua, dan sambil jalan mengupayakan kepindahan tempat tugas.

b. Bila calon mertua keberatan lantaran sdh punya pilihan sendiri, doronglah calon istri utk berdiplomasi santun dg org tua bahwa dia sdh punya pilihan. Bila deadlock, relakan dia utk dijodohkan dg pilihan org tua sbg bentuk pengabdian tertinggi pd org tua dan motivasi dia utk selalu membahagiakan org tua meski pahit di awal dan blm tentu pahit di akhir. Yakinlah org tua tdk akan tega melihat anaknya menderita.

c. Buatlah gebrakan, lamarlah dia dalam waktu dua bulan ini (apapun hasilnya), nyatakan anda siap menikahinya dalam tiga bulan ini. Hal ini penting utk kejelasan nasib anda dan dia ke depan. Sambil terus lakukan shalat malam, puasa dan dzikir. Kalau hasilnya postif alhamdulillah, kalau tdk maka itulah bagian dari takdir dan keputusan terbaik utk kita. Memang jarak berjauhan dan waktu (pacaran) yang lama sering menjadi masalah, waspadalah!

Demikian saja jawaban saya, semoga bermanfaat.

Pertanyaan Tanggal 1 Desember 2009

Asslamu’alaikum
Katanya seorang istri itu diciptakan dari tulang rusuk suaminya…??? Apa itu benar..??
Dan jika ada seorang laki-laki mempunyai istri lebih dari satu, bagaimana hubungan dari tulang rusuk itu (apa tulang rusuknya itu lebih dari satu juga)..??
terima ksih
wassalam

Jawaban:

Menurut pakar hadist terkemuka di Indonesia, Prof. KH. Ali Mustafa Ya’kub MA, paling tidak ada 3 point penting dalam memahami dan menelaah hadist-hadist yang berkaitan dengan “tulang rusuk” dan kata ‘khalaqa minha zaujaha’ dalam Surat An Nisaa :

1. Pada kitab shahih Imam Bukhori dan Muslim tidak disebutkan dalam hadist bahwa ‘tulang rusuk’ tersebut adalah tulang rusuk Adam a.s, hanya disebutkan dari ‘tulang rusuk’.

2. Hadist tentang wanita dan tulang rusuk tidak hanya terdapat 1 versi saja, akan tetapi ada beberapa versi, pertama disebutkan bahwa wanita di ciptakan dari tulang rusuk, tulang rusuk itu yang ujungnya melengkung (bengkok) dan apabila diluruskan (dengan tidak hati2) maka akan patah, maka berwasiatlah yang baik kepada wanita. Kedua, dengan redaksi yang hampir sama, tetapi disebutkan bahwa wanita diciptakan sifatnya seperti tulang rusuk, melengkung (bengkok) dan apabila diluruskan mudah patah, artinya wanita mempunyai sifat yang cenderung bengkok seperti tulang rusuk, maka butuh bimbingan yang baik dan perlahan agar tidak patah, ‘patah’ menurut sebagian ulama ialah cerai.

3.Bahwa dalam memahami hadist tidak dibenarkan jika berdasarkan satu riwayat atau satu versi saja, karena memang terdapat perbedaan penyampaian redaksi hadist dari para sahabat Nabi kepada murid-muridnya yang disebut tabi’in, karena tidak seperti al-Qur’an yang harus disampaikan dengan redaksi yang mutlak sama, hadist bisa disampaikan dengan redaksi yang berbeda. Yang baik dalam memahami hadist adalah melihat semua hadist yang ada lalu mengambil kesimpulan. Sama halnya dengan al-Qur’an yang ayat satu sama lain saling menjelaskan begitu pula dengan hadist.

Maka pada hadist-hadist seputar ‘wanita dan tulang rusuk’, pemahaman yang benar adalah bahwa wanita diciptakan atau tercipta seperti halnya tulang rusuk, tulang rusuk itu bengkok ujungnya, jika diluruskan akan mudah patah, maka harus jadi perhatian seorang Ayah dan Suami bahwa dalam mendidik anak perempuan dan istrinya dibutuhkan ke-‘arifan dan kesabaran yang lebih, begitu juga bagi seorang anak dan istri harus meredam sifat egois karena kecantikan, harta dan pengetahuan yang mungkin lebih dari suaminya.

Dapat juga dipahami bahwa Rasulullah hanya menyebutkan karakteristik tulang rusuk yang bengkok dan mudah patah, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa tulang rusuk memiliki karakteristik lainnya, contoh melindungi organ-organ penting yang berada dalam tulang rusuk tersebut. Begitu juga dengan wanita, wanita juga berperan melindungi organ-organ penting dalam rumah tangga yaitu melindungi hal-hal yang sangat strategis dalam melindungi generasinya dari kebobrokan moral.

Jadi, bila ditanyakan: bgmn dg laki2 yg punya istri lbh dari satu, maka jawabannya jelas bahwa hadis yg sering disebutkan itu tdk bertentangan fenomena itu. Sebaliknya jika dimaknai seperti pertanyaan anda bahwa seorang istri itu diciptakan dari tulang rusuk suaminya, maka jelas bertentangan. Wallahu a’lam.

Pertanyaan tanggal 30 Nopember 2009

Assalamu’alaikum ustad

Saya ingin berkonsultasi ustad, dan awal ceritanya begini ustadz, dia adalah mantan kekasih saya ketika smp-sma yang usianya 3 tahn lebih tua dari pada saya, karena orang tua saya kurang menyetujui krn saya masih sekolah kala itu, dengan berbagai cara mereka memisahkan kami maka hubungan kami yang memang hanya sebatas surat-suratan dan liat-liatan (dari kejauhan aja udah senengnya minta ampun) itu pun akhirnya kandas juga. berulang kali dia memohon meminta saya untuk kembali tapi saya ga mau waktu itu. hingga setahun kemudian saya mendapatkan surat undangan pernikahannya dg wanita lain.
sejak saat itu saya berjanji dalam diri saya untuk jadi anak yg berprestasi dan membuat orang tua saya bangga. saya lulus 4 tahun disebuah perguruan tinggi ternama di bandung, dan langsung ditawari bekerja diperusahaan milik keluarga dosen saya. tak sedikitpun saya terpikir untuk pacaran atau mejalin kasih, karena sesungguhnya perasaan memang masih tertaut sama mantan saya itu, tapi saya berusaha untuk mengabaikannya dan mencoba menerima lelaki lain yang menawarkan dirinya untuk menjadi suami saya, 3 kali beliau nembak saya tapi saya belum bisa menerimanya, dia mengenal saya dari temannya tapi kami tidak pernah bertemu sebelumnya bahkan setelah saya mencoba mengenalnya dan menjalani perkenalan beberapa waktu via email dan telepon kami merasa nyambung satu sama lain, dan akhirnya kami memutuskan untuk bertemu.

Beliau datang kerumah saya bertemu orang tua saya untuk berkenalan lebih lanjut, permtemuan 1 beliau diam saja kalau orang tua saya yg tidak bertanya beliau nya tidak menjawab beliau sih ngakunya nervous. alasan ini masih bisa saya pahami karena memang baru pertemuan pertama, tapi ternyata pertemuan kedua lebih parah, selain cuma diam saja beliau malah sering main2 hp sendiri, sampai2 orang tua saya ga mendukung ini untuk dilanjutkan mereka mengeluh anak ini main-main, ga serius dan juga kurang menghargai lawan bicara didepanya, cenderung mengacuhkan. orang tua saya merasa diremehkan. akhirnya saya menyampaikan padanya tentang hal ini, sejauh ini saya masih mencoba membujuk orang tua saya untuk memberinya kesempatan lagi.

dan inilah awal mula semua bencana dalam diri saya, tepatnya akhir februari 2008 dia orang yang dulu sempat mengisi sedikit ruang dalam hati saya hadir kembali dalam hidup saya. dia mengaku mendapatkan no saya dari teman saya yg masih tinggal dikampung. lambat laun kami akrab kembali. saya tau dia sudah menikah makanya percakapan kami ga jauh-jauh seputar kabar-kabar saja. hampir saja saya ke-GR-an karena dia masih begitu perhatian dan mengingat hal-2 kecil yang kami alami dahulu. sekuat tenaga saya berusaha menepis tapi saya juga tidak bisa bohong kalau persaaan saya dahulu memang belum mati. tapi lama-lama ia mulai curhat mengenai rumah tangganya yang memang sudah hancur, ia cerita kalau dia sudah bercerai dari istrinya tahun 2006 secara agama tapi tidak sampai dibawa ke pengadilan agama. dan saat ini dia mencoba pdkt tapi saya berusaha mengalihkan setiap pembicaraanya yang mengarah kesitu. saat ini sebenarnya saya sudah merasa goyah, disatu sisi saya masih mencoba memperjuangkan
beliau tapi disisi lain hati saya memang masih belum bisa lepas dari mantan saya, terkadang saya menyayangkan kenapa dia kembali disaat saya sedang memcoba membuka hati saya untuk orang lain.

akhirnya saya mencoba memutuskan beliau dan menjauhi duanya karena khawatir tidak bisa memberikan keputusan yang adil. mulanya mereka berdua masih saja menghub saya tapi ga pernah saya respon lagi, berapa lama kemudian beliau mungkin sudah kapok karena saya sudah ga meresponnya lg. tapi mantan saya tetap saya menghub saya meskipun saya ga pernah saya angakat atau saya balas smsnya.

beberapa bulan kemudian entah dorongan dari mana saya mulai mengankat telp nya. makin lama makin akrab membuka kembali semua kenangan dimasa lalu. dia masih mencoba pdkt dan beberapa lama kemudian saya memberikan kesempatan padanya. dia juga sempat cerita ke saya kalau istrinya tidak mau diajak tinggal misah dari orag tuanya bahkan sudah beli kavling perumahan pun akhirnya dijual lagi karena istrinya ga mau pindah karena ia memang tidaklah kaya seperti ayahnya itu sebabnya mertuannya selalu meremehkannya. sampai suatu saat dia mendapati istrinya sedang digauli oleh ayahnya sendiri alias mertuanya dengan mata kepalanya. dia kecewa dan mengungkapkan kata-kata cerai kepada istrinya. istrinya menyetujui tapi dia selalu menantang ” emang kamu punya uang berapa ” katanya. entah mengapa saya juga percaya begitu saja. saya merasa prihatin dengan kisah dan cerita mantan saya itu. saya sempat merasa menyesal karena pada saat dulu dia meminta saya kembali saya menolak untuk memberi kesempatan
padanya hingga nasibnya separah ini.

tp akhir oktober 2008 mantan menemui saya dibandung, saya menjemputnya distasiun dan megantarkannya ke penginapan. sesampainya disana dia malah mencoba merayu saya untuk menginap dan menemaninya ngobrol disana. saya berulang kali menolaknya tapi ga tau kenapa setelah dia mememeluk saya, saya merinding luar biasa karena ini pertama kalinya buat saya, saya jadi tak berdaya begitu lemah hingga ga kuasa menolak saat dia melepaskan jilbab penutup kepalaku, dan mengambil samuanya dari saya, dia menjilati vagina saya, dan menindih saya tapi dia tidak memasukkan penisnya ke dalam vagina saya, hanya meletakakan diatas kemaluan saya saja. saya menyesalinya dan saya sangat malu sekali terhadap diri saya sendiri tapi entah kenapa kejadian ini berulang di bulan februari 2009. saya sangat menyesal dengan kejadian ini. saya benar-benar ingin bertobat. setelah 2 kejadian itu saya sampaikan padannya agar kami bertobat untuk tidak mengulanginya lagi. dan alhamdulillah sampai saat ini kami bisa
menjaga diri.

tapi permasalahan berikutnya adalah ketika kami sudah akan mencoba merencanakan untuk menikah, merintis sebuah usaha tempat makanan di awal ramadhan kemarin yang alhamdulillah ramai sekali apalagi diwaktu-waktu menjelang berbuka padahal masih baru tapi omset sudah hampir 900ribu sehari itu bersih. saya katakan padanya” dulu kan kalian bercerainya cuma lisan secara agama aja, gimana kalau diresmikan dipengadilan agama biar nanti kedepannya tidak menjadi polemik?” karena saya juga measih mengganjal dengan statusnya yang belum resmi itu. saya merasa dia masih milik orang lain. nah pas mantan saya mencoba melaporkan hal tersebut dikantor kelurahan untuk dilanjutkan pe pengadilan agama mungkin dari keluarahan menyampaikannya ke pihak si istri, dia marah besar, ga terima bahkan dia juga mencoba menghancurkan usaha warung makan itu ketika syawal. dia marah-marah di warung makan itu, begitu dia lakukan beberapa kali hingga akhirnya para pegunjung merasa tidak nyaman dan lama-lama mulai sepi
sepi dan mantan saya merasa down dipermalukan seperti itu. akhirnya warung makan itu di tutup untuk sementara tapi entah sampai kapan karena mantan saya merasa sangat malu didengan lingkungan sekitar dengan semua keributan yang dilakukan oleh mantan istrinya itu.

beberapa hari setelah kejadian itu tepatnya pertengahan oktober saya ditelp oleh kakak ipar saya, dia meminta saya, kakak dan kedua orang tua saya untuk datang kerumahnya. dia cerita kalau suaminya sedang digoda oleh wanita lain, dan sempat meminta cerai. dalam hati saya saya merasa ditampar oleh Allah. saya merasa kejadian ini utuk mengingatkan saya. padahal saya ga tahu kisahnya sama atau tidak tapi yang jelas mantan saya belum resmi bercerai sah dari pengadilan agama. tapi alhamdulillah semua nya kembali membaik dan kakak saya dan istrinya pun kembali memperbarui pernikahanya karena tadinya sempat mengungkapkan kata cerai untuk yang pertama kalinya. saya mengaja mempersilahkan kakak, ibu dan bapak saya untuk pulang duluan. sepulang dari tempat kakak di sepanjang perjalanan saya merenungkan apa yang terjadi dihadapan saya hari ini, saya benar-2 takut kalau yang saya lakukan ini ternyata serupa yang dilakukan oleh wanita yang menggoda kakak saya itu. saya sangat ketakutan kalau
apa yang terjadi dg keluarga kakak saya adalah buah dari perbuatan saya. akhirnya saat itu juga saya telp mantan saya dan saya bilang klo saya ga bisa lanjutkan semua ini karena saya takut karma, tapi saya tidak menceritakan apa yang terjadi dg kakak saya, krn saya merasa itu adalah aib keluarga saya. dia tidak bisa menerima keputusan saya, dia bilang saya kejam, saya membohonginya dengan cinta semu dan lain sebagainya yang membuat perasaan saya juga sakit. sejak saat itu dia menghilang sulit dihubungi krn sesungguhnya kami tidak tinggal di kota yang sama. hingga suatu ketika orang tuanya yang juga mengenal dan mengetahui hubungan kami menelfon saya menanyakan apakah mantan saya itu sedang bersama saya atau tidak sebab sejak dia berpisah dg istrinya ia kost sendiri tapi seminggu sekali dia masih menyambangi rumah ibunya.
saya kasih informasi ke ibunya kalau saya tidak tahu dia dimana sekarang, krn sayapun g pernah bisa menghubunginya. kebetulan dulu saat dia mau servise, hp nya di titip kesaya, khawatir data2nya terhapus atau ke reset saya berinisiatif untuk memback up dalam beberapa lembar kertas, tapi entah dimana kertas itu saya tidak menemukannya. saya coba bongkar semua tumpukan kertas dan buku2 yang ada dirimah dan alhamdulillah saya menemukannya. akhirnya saya coba tanyakan ke teman-temannya semuanya ga ada yang tahu. dan etah dorongan dari mana saya beranikan diri untuk menghub adik iparnya yang nomornya jg tertulis di kertas itu. saya bilang ibunya khawatir jadi kalau ketemu mohon untuk mengabari ke rumah. dan diluar dugaan saya iparnya bilang mantan saya ada di rumah istrinya. ga terasa badan saya panas dingin mendengar berita itu. bahkan iparnya juga memberi saya nomor barunya. saya coba sms ke dia tapi dia ga langsung membalas, baru tengah malam dia balas sms-ku, klo dia akan angkat
telp-ku kalau aku sudah tenang katanya. karena dari bahasa-bahasaku dia tahu kalau saat itu saya sedang marah meskipun saya sadari saya sudah putuskan untuk berpisah denganya dengan statusnya yang belum resmi menurut saya itu baru dia boleh datang kesaya kalau semuanya sudah beres. baru akhirnya 29 November 2009 dia angkat telpon saya. dia ceritakan kalau semua ini ga seperti yang saya sangkakan. dia cerita kalau dia kembali ke rumah itu bukan untuk rujuk dengan mantan istrinya tapi hanya untuk sekedar menengok anaknya sebab selepas menutup usaha warung makan itu dia kembali menganggur. dan dia juga ga tau kenapa dia bisa berlama-lama disitu padahal niat awalnya hanya menjenguk saja, bahkan dia juga ga bawa baju ganti hanya sehelai yg ia kenakan saja. dia cerita kesaya kalau selama disitu pun dia juga ga sekamar sama istrinya, dia tidur dengan anak pertamanya. tapi yg membuat saya khawatir adalah cerita dari ibunya yang menemukan bau kemenyan keluar dari tas pakaiannya, sampai2
tau-tau kejadianya seperti ini padahal sebelumnya ia benar2 ga mau menginjakkan kaki ke rumah itu bahkan untuk anaknya pun dia mengirimi uang bulanan lewat ibunya. bahkan ibunya takut kalau dia melakukan sesuatu yang bukan kehendaknya (alias diguna-guna). sebagai catatan dia tinggal diujung timur pulau jawa. tapi berulang kali dia akan menjemput untuk menikahi saya begitu urusannya selesai.

ustad, dengan kondisi saya seperti ini saya sangat takut. saya mohon bantu saya, apa yang mesti saya lakukan, dengan semua hal buruk yang telah saya temui. dengan semua kerumitan ini saya mohon beri saya masukan apa yang sebaiknya saya perbuat? saya sebenarnya sangat ingin menikah ustad, tapi saya bingung apakah saya harus menunggu mantan saya itu yang bilang butuh waktu setahun atau bagaimana?

terimakasih

wassalamu’alaikum

Jawaban:

Trm ksh mbak yaa sdh mau cerita di blog ini dg org yng belum anda kenal. Sungguh itu sebuah kisah yg ruwet sekaligus mengibakan. Jawaban sy singkat sj, anda hrs cooling down (meredakan suasana) dulu dlm hal percintaan beserta semua kaitannya, kalau bs jangan bawa HP, intinya batasi komunikasi kecuali masalah pekerjaan/keluarga. Lakukan ini selama minimal 40 hr, isi dg puasa, taubat, sedekah, bantu orang lain, shalat dhuha, tahajjud, mengkhatamkan al-Quran. Bicara hanya utk hal penting sj. Reformasi spritual anda, krn taruhannya adalah masa depan. Hapus kotornya hati dengan jernihnya airmata. Sudahi sandiwara panjang tsb dg kepasrahan total pada Allah seraya minta solusi terbaik. Tatap dunia ini dg kemuliaan, kebaikan, konsistensi. Yakinlah dibalik hamparan gurun yg kering akan ada dedaunan yg menghijau, mantapkan hati bahwa dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Seringlah anda menatap wajah orang2 shalih, anak2 yatim yg ceria, mintalah doa dari mereka, siapa tahu dari merekalah jalan kebaikan itu hadir. Saya ikut berdoa disela2 munajat, smg masalah anda sgr tuntas.

Pertanyaan Tgl 10 Nop 2009

assalamu alaikum
apa boleh mendahulukan memberangkatkan haji orang tua sedang dirinya akan berangkat haji tahun depan karena birrul walidain. mohon diberikan rujukan dalam kitab
terima kasih
wassalamu alaikum wr wb

Jawab

Dalam ushul fiqh, dijelaskan bahwa ada 2 jenis fardu; muwassa’ dan mudlayyaq. Muwassa’ artinya kewajiban yang longgar dan masih bisa ditunda di waktu mendatang seperti haji, shalat. Orang bisa berhaji tahun ini, tahun depan, atau 20 tahun lagi. Sedangkan mudayyaq adalah kewajiban yang waktu mepet dan tdk bisa ditunda lagi. Seperti shalat dhuhur pada jam 14.30 sementara Asharnya jatuh pada jam 14.33.

Haji juga demikian kapanpun dilaksanakan, diperbolehkan, yg penting disini sdh harus ada niat utk haji dan upaya ke arah sana jg telah dilakukan. Kalau masalah milih waktu hukumnya mubah, apalagi itu demi berbakti pd org tua, istilah jawanya ‘keolehen’ (terlalu boleh). Baca saja kisah Abdullah bin Mubarok di kitab Nashoihul Ibad. Dia rela membantu tetangganya dg uang yg disiapkan utk haji dan membatalkan hajinya. Ternyata ada yg bermimpi, bahwa hajinya ratusan ribu org di Tanah suci itu akan tertolak (mardud) seandainya Ibn Mubarok mendoakan mereka

Pertanyaan Tgl 27 Oktober 2009

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz Syafaat yang kami hormati. Ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan Thoriqoh dan Ijazah yang ingin saya ketahui.
1. Mohon dijelaskan tentang thoriqoh, bagaimana kedudukan hukumnyanya, dan apakah semua orang islam suatu saat diwajibkan masuk dalam jamaah thoriqoh?
2. Biasanya yang ikut dalam jamaah thoriqoh adalah orang-orang dewasa atau orang tua lanjut usia, dalam hal ini apakah seorang pemuda bisa mengikuti thoriqoh padahal statusnya menikah saja belum?
3. Romo KH. Baidhowi Muslich adalah Rois Idaroh Syu’biyah Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdiyah Malang, apa maksudnya?
4. Jika thoriqoh juga baik bagi anak muda, bagaimana cara memulainya bila suatu saat berkenaan mengikuti tanpa harus menunggu usia lanjut. Mohon dijelaskan persyaratan dan langkah-langkahnya jika mengikuti suatu thoriqoh (misal: mengikuti thoriqoh pada KH. Baidhowi Muslich di Kota Malang)?
5. Apakah setiap muslim memang diharuskan mencari seorang guru (mursyid) yang diyakini kealimannya agar dalam menjalankan ibadah menjadi mantab dan yakin atas amalan-amalan yang dikerjakannya. Secara pribadi saat ini saya merasa sangat membutuhkan bimbingan dari seorang alim (mencari guru) untuk menjadikan kemantaban ibadah dan amalan-amalan yang saya lakukan.
6. Mohon dijelaskan tentang maksud dan kedudukan ijazah yang biasanya diterimakan dari seorang Kiai kepada Santrinya.
Atas penjelasan yang bapak berikan kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah pada kita semua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. HARI – Kota Batu

Jawab:

Bpk Hari yg saya hormati, sebetulnya saya tidak tahu banyak tentang thoriqoh dan bukan pengikut thoriqoh. Utk itu, maaf kalau jawabannya kurang memuaskan. Menurut saya, apa yg selama ini kita lakukan utk mengharap ridlo Allah melalui ibadah mahdlah dan ibadah sosial (selama sesuai syariat yg benar) itu bagian dari thoriqoh (jalan) menuju surga. Bedanya, ada yang memformalkan diri dg label tertentu, sdg yg lain tidak. Menurut hasil muktamar NU awal tahun 2000-an, bahwa semua aktifitas ibadah yang dilakukan secara istiqomah adalah thoriqoh, seperti baca quran, istighotsah dll.

Seperti orang ingin belajar agama, tdk harus dia masuk (lembaga) pesantren. Bilamana terdapat seseorang yg alim dan blm punya pesantren, dan kita belajar dari beliau sampai bisa. Sahkah kita disebut santri? Yg penting itu ilmunya atau label “santri” itu sendiri. Memang idealnya kita memiliki label “santri” dan ilmu sekaligus, tp kan tdk semua org berkesempatan mengejar itu.

Tdk semua org bisa dzikir khusyu’ dlm majlis besar dan jg tdk semua org khusu’ dzikir sendirian. Bagi saya, ikut thoriqoh tertentu itu selera. Ada yg seleranya banyak menolong org lain dg hartanya, shg kerja keras adalah thoriqohnya. Ada yg menyibukkan diri dengan mengajarkan ilmu al-Quran dan keislaman, atau sibuk mengarang kitab sebagaimana ulama terdahulu, itu jg bagian dari thoriqoh. Istilah Rois Idaroh Syu’biyah Thoriqoh terjemahannya: ketua kantor cabang thoriqoh, strukturnya seperti apa saya kurang faham.

Mungkin pandangan saya di atas, bisa menebak jawaban tentang hukum mursyid, ijazah dll. Kenapa banyak org tua yg ikut? Waktu yg sdh byk longgar dan kesadaran akan dekatnya kematian, menjadi faktor keikutsertaan mereka. Saran saya lakukan hal yg paling wajib dari berbagai kewajiban yg ada, hidup ini pilihan, maka pilihlah dalam skala prioritas, dahulukan hal yg penting, wajib dan fardu Ain. Mgkn saja suatu ketika, ikut “lembaga” thoriqoh itu menjadi sebuah prioritas, bila menjadi sarana kebahagiaan dunia akherat.

Pertanyaan Tgl 9 September 2009

Ass.Wr.Wb. Bapak Ustad,berkenaan pertanyaan saya tanggal 6 september 2009,saya ingin bertanya lagi :
1. Secara peraturan saya tdk boleh bekerja dibagian tsb. karena atasan saya pangkatnya lebih rendah (seorang atasan hanya dpt mempunyai bawahan/staf dengan pangkat sederajat atau lebih rendah dari atasan tsb.,bilamana ada stafnya yg lebih tinggi,itu harus dimutasikan karena menghambat karir staf tsb/tidak bisa naik pangkat).
2. Ini misalnya pada bulan Juli 2009,seharusnya saya sdh tdk dibagian tsb(karena pada bulan tsb.pangkat saya setingkat lebih tinggi dari atasan saya).Tetapi saya tidak dimutasikan,secara peraturan harus dimutasikan dan tidak ada orang yang dirugikan karena blm ada yg menggantikan.Dan saya masih memperoleh tambahan rejeki di bulan Juli s/d September 2009 dan rejeki tsb. seharusnya tdk saya terima karena saya seharusnya sudah tidak boleh dibagian tsb.tapi saya masih menerima karena belum dimutasikan.
Pertanyaannya:
1. Apakah rejeki tsb. halal apa haram (hal ini karena saya merasa seharusnya saya tdk menerimanya)
2.Bila pimpinan tetap memerintahkan dibagian tsb. mana yg seharusnya dipatuhi : menjalani aturan negara (saya harus mohon pimpinan utk dimutasikan berdasarkan peraturan negara) atau menerima perintah pimpinan(tetap melaksanakan dibagian tsb.).Terima kasih
Wass.Wb.Wb.

Jawab:

Saudaraku yg baik, sy sdh jelaskan kemarin bahwa gaji bpk itu halal sbb itu hasil anda bekerja dan tdk mendhalimi siapapun, hanya soal waktu saja anda pindah. Mengenai manajemen yg salah/dianggap salah itu, perlu dikomunikasikan/diklarifikasi. Perkara nanti tdk ada respon, tdk masalah, yg penting tanggung jawab/kewajiban anda sdh gugur. Andaikan anda msh ragu, itu hak anda berarti melekat hukum syubhat, jgn dimakan tp berikan sj pada mereka yg membutuhkan.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass.wr.wb saya mo bertanya,, problem saya mirip dengan kiriman yg di atas yg pada tanggal 10 agustus 2009,, cuma bedanya saya dari pihak wanita yg mengalami problem tersebut,, saya dah pernah memberitahu ke pacar saya klo melakukan hal ini akn dosa,, cuma dia pernah bilang ke saya klo dia adanya melakukan hbungan bgtu krna udah g tahan,,hawa nafsunya besar,, dia sampai pernah sakit kepala dan panas tinggi gara2 blm terpuasakan hawa nafsunya, kata dia hanya saya yg bisa membantunya, saya kasian juga tapi saya tau itu dosa,, saya pernah menyarankan dia lbih baik kita menikah, tapi karena memang saya tau sendiri kondisi keuangannya sangat sulit,, akhirnya dia jadi tidak bisa menikahi saya, terus mau tidak mau membantu kesulitannya itu, kadang sya memang melihat dia sering sakit kepala keras gara2 blm terpuasakan nafsunya,, sekarang yg saya ingin tanyakan apa g papa ya saya membantu dia karena keterpaksaan kondisinya? saya juga pernah menyuruhnya beraktifitas agar hilang keinginannyha
tu,, tapi tetap g bisa jga… tolong saya membutuhkan jawabannya,,, terima kasih sblumnya

Jawab:

Saudariku yg baik, siapa sih didunia ini yang tdk punya nafsu seperti anda dan pacar anda, disinilah medan ujian kita, luluskah atau gagal? Bila demi toleransi dan atas nama cinta, dg mudahnya kehormatan kita tergadaikan, maka kecewa rasanya Allah menitipkan kita akal, perasaan, ilmu yg semuanya tdk dimiliki hewan. Saya percaya wanita sangat berandil besar menyelamatkan pria idamannya dari jurang nista, apabila dia mampu menahan diri. Tolonglah para lelaki untuk berkesempatan jadi penghuni surga, dengan tdk merayunya atau menyingkapkan sebagian auratnya. Oleh sebab itu tepat kalau ditelapak seorang ibu itu ada surga. Berpikirlah panjang, selamatkan keluarga kita maksiat dan dosa, berawal dari keselamatan diri kita dulu. Smg Allah melindungi kita, amin.

Nah, sekarang…. Bagaimana pertanggungjawaban anda di hadapan Allah dengan semua perbuatan yang telah anda lakukan dengan pacar anda itu….??? inilah poin penting yang harus menjadi titik awal perbaikan diri ke depan, yang dilandasi kesadaran total, penyesalan seutuhnya atas segala kebodohan yang telah terlakukan. Hanya spesisies keledai lah yang gemar terjerumus di lubang yang sama dua kali. Atas nama apapun, kiranya tak ada pintu dalam Islam untuk permisif dengan “zina”. Maka datangilah Allah, bersimpuhlah di hadapan-Nya, sampaikan penyesalan anda setulusnya, bikin komitmen dengan-Nya untuk tidak menerjang rel-rel-Nya dalam sisa hidup anda. Perbaiki setiap detik hidup anda dengan kebaikan “amal saleh”, agar Allah ridlo dan berkenan memaafkan kebodohan dan kesalahan Anda. Di atas segala dosa hamba-Nya, Allah punya kasih, punya sayang,…Ar-rahman Ar-rahim….

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass,sy benar2 pusing akan kelakuan dan perkataan istri yg tdk menghormati suami.Apa yg hrs sy lakukan?

Jawab:

Lakukan banyak introspeksi sebelum kita menghakimi org lain. Umumnya istri hormat pd suami kalau suami layak dihormati atau suami sangat menghargai istrinya. Bila keduanya tdk, mgkn keluarga atau latarbelakangnya yg kurang baik, berarti dia perlu diingatkan secara halus dan tetap menghargai. Jgn lupa doakan terus krn bagi Allah akan mdh membolak balikkan hati hambanya dari jelek menjadi baik.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

Ass.Wr.Wb.saya PNS,punya atasan dg.pangkat lebih rendah dari saya.Secara peraturan saya sdh tdk berhak mjd stafnya krn aturan tidak memperbolehkan utk itu.Tetapi tetap dipertahankan mjd stafnya.Hal ini yg mjd masalah,krn ada rejeki yg saya peroleh selain gaji pokok sbg PNS yg dibebankan oleh anggaran negara.Tentunya rejeki tsb.seharusnya tdk saya terima krn secara peraturan saya tidak boleh di bagian tsb.Yang menjadi pertanyaan adalah apakah rejeki tsb.termasuk rejeki yang bukan menjadi hak saya dan bagaimana status hukumnya, halal apa haram.Trm,Wass.Wr.Wb.

Jawab:

Gaji itu adakalanya upah dari kerja atau jasa kita yg kongkrit, bisa jg amal jariyah dr prestasi masa lalu kita (sprt. Royalti), atau konsekwensi dari struktur dan UU yg disepakati. Semua itu tergolong halal. Akan menjadi haram apabila kita mendholimi hak org lain, krn kekeliruan penerapan dari UU. Sebaiknya diklarifikasi saja ke atasan, agar dlm darah dan daging kita terbebas dari sel-sel haram. Bila msh meragukan, sendirikan sj uang tsb dan disedekahkan, insyaallah manfaat dan selamat.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

assalamualaikum wr,wb.pak saya seorang pengagguran yag ga jelas mau kerja apa?pada suatu hari saya buka internet dan disitu saya melihat banyak sekali metode atau cara2 menghasilkan uang banyak di internet dengan metode SMUO atau Smart Mesin System.apakah hukumnya pak?
jawab: Pada prinsipnya kerja dan transaksi jual beli itu harus kongkrit, tanpa ada unsur gharar (manipulasi), berhubung sy tdk tahu alur kerja dan prosedur sistem itu, maaf blm bisa jawab. Hanya, saran saya carilah pekerjaan yg normal-normal sj meski gaji kecil, insyaallah berkah. Kata pepatah: lebih baik mkn singkong tp nyata drpd makan roti tp mimpi. Yakinlah berkah itu membawa kedamaian, dan merangkak perlahan tp pasti akan menuju pada kesejahteraan hidup yg berkecukupan.

Pertanyaan Tgl 6 September 2009

ass,saya mau tanya?hukum dlm agama islam,bila istri meninggalkan rmh tampa ijin suami n istri berlaku dan berkata kasar terhadap suami.Apa Sy mesti menjatuhkan talak,sy mohon bantuannya

Jawab: Ada batas-batas dimana kesalahan istri msh bisa ditolerir, diklarifikasi, dan diluruskan, jg ada kesalahan fatal, berulang dan disengaja yg harus disikapi secara jernih berdasar pd timbangan maslahah-madharat, jangka pendek-jgk panjang, masa dpn anak/keluarga. Talaq adlh snjt terakhir sbagai solusi terbaik. Dlm hal ini sy mesti berhati2 merekomendasikan anda antara menjatuhkan talaq atau tdk, utk itu kita perlu bertemu muka (jika msh dianggap perlu) utk menyelami masalah yg sesungguhnya. Dzikir, pikir, ikhtiyar pasti ada solusi.

Pertanyaan tgl 4 september 2009

Bapak Syafaat yang kami hormati. Ada beberapa pertanyaan yang saling terkait yang ingin saya ajukan.

(1) Apakah diperbolehkan bagi seorang laki-laki mendambakan dan berikhtiar untuk mencari pendamping hidup seorang wanita shalihah yang memiliki pemahaman agama lebih baik dari laki-laki tersebut. Hal ini mengingat laki-laki tersebut merasa pemahaman agamanya masih kurang atau pas-pasan, karena latar belakang pendidikan yang ditempuhnya dulu lebih banyak pada pendidikan umum. Keinginan tersebut lebih didasarkan pada harapan kelak wanita pendamping tersebut akan menjadi sosok seorang ibu yang bisa dan berhasil mendidik anak-anak dengan baik, terutama pendidikan Agama. Namun demikian bagaimana jika dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa “laki-laki adalah pemimpin bagi wanita”.

(2) Seandainya diperbolehkan dan kelak terbina keluarga seperti tersebut diatas, bagaimana sikap semestinya yang harus dikembangkan bagi laki-laki tersebut, mengingat bagaimanapun dia adalah kepala keluarga.
(3) Dimana batasan yang diperbolehkan bagi Wali Mujbir dalam memaksakan pendamping hidup bagi anak gadisnya, apakah dalam hal ini tetap dibolehkan bertindak memaksa “otoriter”, sedangkan ada sebuah Hadist Nabi yang artinya “janda lebih berhak atas dirinya dibanding walinya, sedangkan gadis dimintai izin tentang urusan dirinya, izinnya adalah diamnya”. Ulama mengartikan hadist ini bahwa seorang gadis memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri dalam masalah nikah dan walinya tidak boleh mengabaikan pendapat dan keridhaannya.

Atas perhatian dan jawaban yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan pada bapak sekeluarga

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bpk. Hari – Kota Batu (Alumni UM 2006)

Jawab: Tentu dlm mencari pendamping hrs cari yg ideal utk bekal dunia-akherat, namun perlu dipertimbangkan jgn sampai dia egois yg pada gilirannya merendahkan martabat suami. Cara terbaik utk menetralisir semua itu, bangun komunikasi dari hati kehati, bangun kebersamaan, bangun kekuatan spritual dan akhlaq. Wali mujbir itu hanya hak/kewenangan dari wali utk memaksa, itupun kalau tdk dipakai lbh baik. Skrg ini era kebersamaan, keterbukaan dan kebebasan yg positf. Si gadis hrs menyadari bahwa keputusan org tua itu didasarkan atas rasa sayang dan maslahat, org tua jg demikian hrs menyadari bahwa suka duka bahtera rmh tgg itu dirasakan oleh si anak, shg anak harus diajak bicara secara egaliter. Bila keduanya disinergikan akan menghasilkan keputusan terbaik, insyaallah.

Pertanyaan tgl 27 Agustus 2009

Saya umur 35 tahun, udah menikah, saya menpunyai Problem Rumah tangga, akhir-akhir ini kami selalu bertengkar & puncaknya saya sebagai suami ndak bisa mengendalikan emosi , sehingga keluar kata talak pada istrinya saya, tapi waktu itu saya terdesak dan emosi sehingga secara spontan keluar kata talak, yang saya tanyakan:
1. sahkah kata talak saya pada istri saya padahal saya dlm keadaan emosi.
2. apa Hukum dari Memperbaharui Nikah?
3.Dulu pernah saya memperbaharui Nikah, apakah talak saya dulu juga masih dihitung? sedang talak hitungannya ada 2
4. apa ada talak tebus? dan bagaimana pelaksanaanya atas semua jawabanya kamai sampaikan terima kasih.

Jawab:

Mas, budi yg baik, talaq itu apabila diucapkan dg kata yg jelas (sharih) meskipun dlm kondisi marah, emosi sebab kata Rasululullah talaq itu termasuk “hazluhunna jaddun (guraunya dianggap serius)”, jd talaknya sah. Dalam kondisi sprti itu wajib nikah ulang ( bukan memperbaharui). Caranya, cukup menyatakan rujuk pd istri (kalau kejadiannya msh baru atau msh dlm masa iddah) tanpa syarat macam2, tp kalau melebihi masa itu harus menggunakan persyaratan nikah sprti biasanya. Terkait dg hitungan talaq itu tergantung niat dari suami, msg2 ada konsekwensinya. Talaq 1 cukup ruju’ sj, talaq 2 nikah baru, talaq 3 hrs diselingi nikah dg org lain dulu. Talaq tebus itu bila keinginan dtg dr istri, asal tebusan istri dikabulkan suami maka talaq jatuh lewat ucapan suami. Memperbaharui nikah itu baik dilakukan utk menghilangkan keraguan apa sdh jatuh talaq apa blm selama sekian thn menikah itu, tp utk talaq yg jelas jatuh sy istilahkan nikah ulang. mhn maaf kalau blm puas, tema ini sgt panjang ulasannya tdk mungkin semua sy sampaikan disini.

Pertanyaan 11 Agustus 2009

Ass. Pak, saya seorang pria sdh menikah 4 tahun dikarunia anak satu, akhir2 ini istri saya tdk mau diajak “berhubungan”, alasannya kata dia: “kalau kita berhubungan hukumnya zina lantaran kamu sering mengeluarkan kata-kata kasar yang mengandung unsur talaq seperti ayo kita bubaran saja atau pulang saja kamu ke orang tuamu”. Dalam kondisi seperti ini saya marah, kita belum cerai kok dianggap berzina dan dia meminta saya nikah ulang. Bagaimana pendapat ustadz?

Jawab:

Saudaraku yang baik, istri anda menurut saya wajar kalau merasa waswas tentang sdh jatuh talaq atau bukan, shg dia tdk mau “dikumpuli”, saya juga memahami kalau anda sangat marah besar bila dia tdk mau “dikumpuli’ dg alasan takut zina. Memang dalam Islam, terdapat 2 macam talaq; sharih (dg jelas) dan kinayah (dg sindiran). Lafadz talaq yang jelas (seperti saya cerai/talaq kamu) meski dilakukan dg gurau tetap akan jatuh talaq. Sedang lafadz talaq yang tdk jelas (seperti: pulang saja kamu ke orangtuamu), akan jatuh thalaq apabila memang diniati talaq bukan gurau. Oleh karena itu, penuhi saja keinginan istri anda untuk memperbaharui nikah (tajdid nikah). Apabila peristiwa yang meragukan itu masih kurang dari masa iddah (3 kali sucian istri terhitung sampai sekarang), maka lakukan saja ruju’ (kembali) oleh pihak suami, tanpa memenuhi persyaratan nikah. Sebaliknya bila lebih dari masa iddah, harus dilakukan nikah ulang dan berlaku semua persyaratan (mahar, saksi, wali, akad dll). jangan lupa setelah itu dilakukan, masing2 harus introspeksi dan mendalami ajaran Islam, terutama yang terkait dg fikih pernikahan dan perceraian, demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Pertanyaan 10 Agustus 2009

Ass.wr.wb. pak ustad safaat
saya seorang pria yg berusia 23 th, saya ingin bertanya kpd ustad apakah hukumya dalam islam apabila pria menggesekan penis ke vagina wanita (hanya mengesekan) dan pria memasukan penis ke dalam mulut wanita, krn hal tsb sdh prnah saya lakukan dng pacar saya dan saya sngt merasa berdosa.apakah dosa saya dan pacar saya dpt di ampuni oleh ALLAH SWT dan bagaimana agar saya dan pacar saya dpt menghapuskan dosa2 yg sdh prnh kami lakukan. mohon jawaban/bantuan dari ustad, saya sngt mengharapkanya.
terima kasih atas bantuanya, semoga ALLAH SWT membalasnya Amiennnnn

Jawab:

Saudaraku yang baik, saya merasa bahagia anda mau berbagi tentang hal ini dan ini satu indikator bahwa anda ingin sejarah kelabu itu segera diakhiri dan tdk banyak orang yang sadar seperti anda. Terkait dengan sesuatu yang anda sesali itu dalam tinjauan fiqh belum masuk katagori zina karena belum “idkholul hasyafah alal farji (memasukkan penis ke vagina)”, namun dalam tinjauan akhlaq/tasawwuf hal itu sdh masuk katagori “qarbuz zina (mendekati zina)” yang diharamkan. Saran saya, nikahi dia atau jauhi dia. Ibarat kangker anda sudah berada pada stadium 3, mau tdk mau harus dioperasi/amputasi. Saya tdk yakin ketika anda dan pasangan anda tobat, tapi msh sering kontak, hal itu tdk terjadi lagi. Kasihanilah pasangan anda, sebagaimana ibu, mbak atau bibik sendiri yang anda tdk rela bila kehormatan mereka direnggut orang lain, lebih-lebih calon istri kita. Relakah anda menikahi pezina seumur hidup yang akan melahirkan anak yang kita harapkan kesolehannya. Carilah lingkungan yang menjadikan anda selalu menetaskan air mata bersimpuh dihadapan allah, sampai tiba saatnya halal melakukan itu semua, saya ikut berdoa semoga anda menjadi calon suami yang dibanggakan akhlaknya dan memiliki calon istri yang sholihah lahir batin, serta pada saatnya akan memiliki anak yang kelak menerangi kubur orangtuanya, Amin. Wallahu A’lam

Pertanyaan 5 Agustus 2009

Ass.wr.wb. pak ustatz safaat

masyarakat indonesia 90% lebih beragama islam dan indonesia juga mempunyai sumberdaya alam yang berlimpah. idealnya umat islam di inodonesia ekonominya tidak miskin seperti saat ini. menurut saya hal ini disebabkan karena kesalahan pimpinan & kyai/ulama kita. kalau saya lihat metode ulama kita hanya bangga dengan sejarah islam, hanya pandai membaca serta menghafalkan aja. tidak mampu berpikir science seperti apa yang ada di Al-qur’an. dan membuat saya menangis banyak kyai kita terlena akan kewajiban masih suka menikmati harta serta kehormatan. apakah zaman ini yang beritakan nabi kita tentang ulama2 shuk?
gimana pendapat ustandz?

Jawaban:

Saudaraku Fauzi, waffaqakallah, mereka tlh berbuat banyak untuk umat ini biarlah Allah yang menilai amal mereka, berikan ruang bagi Allah untuk menilai mana yang ulama su’ atau khoir. Jangan sampai kita mengotori hati dan perjuangan kita dengan su’udzdzon terhadap mereka, belum berbuat sdh dosa duluan. Jadilah muslim-muslimah yang arif dan bijak melihat persoalan. Lebih baik kita tawaddu’ melakukan 10 tp merasa baru 1, daripada sok islami, mujahid, merasa melakukan 10 padahal baru berbuat 1. Ali bin Abi Tholib sangat menghargai pengajar Quran meski hanya 1 huruf, rasulullah jg menempatkan mrk menjadi manusia terbaik (lihat hadisnya) dan sy yakin jasa mrk akan mengantarkan para santri menjadi orang berakhlak, bermartabat dan toleran terhadap perbedaan. Saya maklum, diantara mrk ada yang khilaf, sebagaimana anda, saya juga pasti pernah salah. Belajarlah utk menghargai teman, orgtua, guru sekecil apapun jasa mrk (sambil kita memperbaiki kesalahan mrk) siapa tahu itu menjadi jalan kemulian kita disisi Allah.

Pertanyaan 4 Agusutus 2009

assalamualaikum wr.wb pak ustad yang dirahmati allah saya mau bertanya perihal(KHILAFIYAH)yang sekarang lg dipermasalahkan,bagaimanakah cara menyikapinya dan meyakini diantara kedua belah pihak.dan menurutnya betul2 paling benar,yang mana mereka menggunakan hujjahan hujjahan yang sama2 membenarkan pendapat mereka masing2
mohon tuntunan dan petunjuknya pak ustad supaya saya bisa lebih mengoptimalkan ibadah yang berpedoman pada syariat islam yang sesungguhnya
maklum saya orang awam,
mohon maaf dan terima kasih wassalamualaikum wr.wb

Jawab:

Saudaraku yang baik, Dalam tinjauan Quran, Hadis dan Nalar manusia, khilafiyah itu sesuatu yang tdk bisa dihindari, yang bisa kita lakukan adalah melakukan toleransi dan belajar memahami keyakinan orang lain. Asal mereka masih bertauhid, ada celah untuk masuk surga dan kita serahkan pada Allah.

Pertanyaan 27 Juli 2009

Assalammu’ alaikum wr wb

saat ini ana bkerja diwarnet yang ada game onlinya, yg ingin ana tanyakan?

1. bagaimana hukumnya kerja di warnet yg ada permaianan onlinenya sedangkan
permainan tersebut menghamburkan uang dan waktu dan di dlm-nya terdapat unsur
syirik ditambah lagi gambar-gambarnya yg sangat bertentangan dg islam.

2. bila ana bkerja disitu apakah gajinya mengandung unsur haram, sedangkan harta
haram akan membuat amal tdk diterima, do’a tdk dijabah dan kita akan sulit
melakukan kebaikan

sekian saja mohon bimbingannya

Jawab:

Mas Tiyo yg terhormat, bagaimanapun juga bekerja itu lbh mulia daripada nganggur, selama pekerjaan itu tdk mengandung dosa atau maksiat. Sy pikir pekerjaan anda halal dan baik, sebab warnet itu seperti pisau, dia netral (bebas nilai) tergantung siapa yang menggunakan. Yg terpenting hati kita tdk suka kemaksiatan yang dilakukan org lain, berdoalah agar suatu ketika anda diberi pekerjaan yang betul2 mendukung ibadah kita. (Jawaban Sy merupakan intisari dari pendapat Al-Ghazali di kitab Ihya’).

Pertanyaan tanggal 1 Juni 2009

pak ustad Ass WR.Wb

saya dapat sms dari seseorang yang mengatakan : Jika masih ingin bertemu suami (sudah almarhum)janganlah kamu menikah lagi, tapi jika tidak menikah itu menimbulkan mudhorot maka menikahlah, Bisa gak pak ustad menjelaskan maksud SMS tersebut. Trims Wassalam WrWb (Ibu Agus Heri)

Jawaban:

Ibu Heri yang baik, menikah itu dalam hukum Islam memiliki 5 hukum, adakalanya sunnah, wajib, makruh, jaiz, dan haram. Di sini tidak ada perkecualian, baik yang sudah pernah menikah maupun belum sama sekali. Semua itu terpulang pada niat, syarat dan akibat dari pernikahan. Apabila dengan pernikahan menjadikan hidup kita lebih bahagia (anak-anak menjadi terurus baik, godaan internal maupun eksternal menjadi hilang, hubungan sosial dengan masyarakat semakin erat), maka hal itu menjadi sunnah hukumnya. Saya yakin almarhum suami Ibu tidak lagi cemburu melihat ibu menikah lagi, karena insyaallah beliau sudah di surga, amin. Bahkan mungkin kalau beliau bisa berbicara dengan ibu, pastilah dia ingin ibu melakukan sesuatu yang membawa kebahagiaan keluarga. Meski demikian, anak-anak juga bisa dimintai pertimbangan, sebab bagaimanapun kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga. Saran saya: lebih cepat lebih baik dan lanjutkan…. (maaf sedikit kampanye).

Pertanyaan dari Sdr Davin (Mhs Pend. Teknik Informatika Universitas Negeri Malang) tanggal 10 April 2009.

Apa membatalkan wudlu’ seorang laki-laki yang menyentuh mayat perempuan?

Jawab: Menurut keterangan di al-fiqhul Islamy wa Adillatuh karya Dr. Wahbah Az-zuhaili, dan beberapa keterangan di kitab-kitab Syafi’iyyah, hukum seorang laki-laki yang menyentuh mayat perempuan atau sebaliknya adalah membatalkan waudlu’, sebab bunyi ayat al-Qurannya bersifat umum:aw laamastumun nisaa’ . Terima kasih

2. asalm wb. saya ada pertayaan, saya habis baca doa kunzul arasy pada malam hari terus ketiduran pada tidur saya itu saya bermimpi bertemu dengan nabi muhammad saw dia berkata temuilah abu kosim sebelum datang kepada saya/nabi mhmmd saw terima kasih smoga memberi jawaban wassalam (tanggal 5 Mei 2009)

Jawaban: Mas Mujie yg terhormat, setahu saya kalau bermimpi melihat Rasulullah SAW itu memang kenyataannya dicintai oleh beliau dan itu sebuah nikmat yang tidak sembarang orang mendapatkannya. Beliau bersabda:Faman roani fil manam faqod roanii (barang siapa yang melihatku dalam mimpi, maka dia sungguh telah melihatku, HR Bukhari Muslim). Berbahagialah dan pertahankan.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Begini Bapak/Ibu pengasuh, Belakangan ini ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya dan mungkin banyak orang. Mulai sekitar 4 bulan yang lalu saya mengikuti sebuah permainan game online berbentuk permainan kartu poker di facebook, tema permainan itu untuk bersenang-senang dan tidak membutuhkan modal, bertaruhnya pun menggunakan chip dan bukan uang sungguhan.
Permasalahannya pengguna permainan ini sangat banyak sehingga chip yang digunakan laku dijual dengan harga yang lumayan tinggi. Secara tidak langsung di dalam game inipun banyak berputar uang sungguhan karena banyaknya transaksi jual beli di luar permainan. Pertanyaan saya adalah:
1. Apakah harta yang hak jika kita menjual chip dari permainan tersebut, mengingat jika menjualnya saya dapat menghasilkan kurang lebih belasan juta/bln ?
2. Apakah transaksi yang dilakukan termasuk transaksi derivatif (maya)?
3. Bagaimana hukumnya jika kita hanya bermain tanpa menjual chip tersebut?

Demikian atas jawaban dari Bapak/Ibu pengasuh saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (tanggal 26 Mei 2009)

Jawab:

Mas Baskoro yang terhormat, menurut al-Quran sesuatu dihukumi perjudian (qimar, maysir) apabila memicu terjadinya permusuhan, kebencian, dan menghalangi seseorang untuk mendekat pada Allah SWT (QS. al-Maidah:91). Sedangkan dalam buku ” qamus al-fuqaha’” didefinisikan bahwa judi itu adalah: كل لعب فيه مراهنة (segala permainan yang mengandung unsur spekulasi/kalah-menang). Saya melihat permainan yang dilakukan mas Baskoro tersebut sudah mengarah pada permainan uang, meski awalnya hanya uji kecerdasan dll. Permainan uang yang berdampak pada adanya pihak yang kalah dan menang maka jelas ini haram hukumnya, sementara permainan semata tanpa uang jika menyita banyak waktu untuk bekerja, bersosialisasi dg masyarakat, menuntut ilmu, berdzikir, maka itu sudah mendekati keharaman dalam istilah fiqh disebut makrum tahrim. Hidup ini tidak lama, manfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan berguna untuk orang banyak.

About these ads

35 Responses

  1. Roliyah on 25 agust 2013
    pertanyaan
    assalamu’alaikum wr,wb
    pak ustad saya mau cerita soal masalah saya yang begitu suram
    saya menikah dengan suami saya sebelumnya pacaran kami melakukan hal selayak nya suami istri sebelum sama dia saya sama orang lain tapi pacar saya meninggalkan sya dan sekarang saya sama suami saya dia sudah tau masa lalu saya dan kata nya dia mau tanggung jawaab . setelah itu saya hamil sama dia dan dia nikahi saya tapi suatu saat setiap kami berantem dia selalu mengungkit masa lalu saya dan dia menyesal menikahi saya, karena saya sudah gak virjin menurut pendapat pak ustad apa yg harus saya lakukan

    • Ada banyak alasan org utk bercerai, adakalanya memang dibuat2 supaya merasa benar dg keputusan itu. Yg penting skrg jika memang anda sdh taubat nasuha atas kejadian masa lalu dan bertekad menjadi lbh baik skrg, maka kembalikan semuanya pd Allah, yakinlah akan ada hikmah di balik musibah ini. Dengan demikian anda tdk merasa susah apapun yg terjadi, krn semuanya atas izin Allah. Namun demikian, yakinkan pd suami bahwa anak2 jgn sampai menjadi korban dr perseteruan org tuanya. Semoga Allah memberi jalan solusi terbaik, amin.

  2. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…pak ustadz saya mau nanya soal zakat nih..gini tadz saya d kampung adalah sbagai amil zakat persoalannya adalah zakat fitrah yg kami kelola setelah d bagikan kpd yg berhak itu msh ada sisanya,trs kami pya inisiatif bgaimana sisa zakat ini kita bagikan utk thn depan dlm artian selama ini zakat yg kita berikan kpd yg berhak hanya berupa beras saja,kami berinisiatif sisa zakat yg thn kmren kita belanjakan utk lauk pauknya plus beras zakat yg thn ini..bagaimana hukumnya di dlam islam bolehkah cara kami tsb..kmi tunggu jawabannya secepatnya dan atas jawaban ustads kmi sampaikan terima kasih..wassalam

    • Waalaikumussalam, menurut saya pembagian zakat fitrah itu jgn disisakan alias dibagi habis, jika tdk, itu akan menjadi beban panitia dan berresiko hilang/rusak. Keinginan utk memberi tambahan uang lauk pauk itu bagus dan bisa diambilkan dari uang sedekah (tp hrs diperjelas ke jamaah apakah sedekahnya utk pembangunan masjid atau utk faqir miskin) atau zakat maal. Jadi tuntaskan pembagian zakat fitrah sebelum shalat idul fitri.

  3. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ pak ustad,langsung saja…saya bingung dengan permasalahan saya dan istri saya soal talak saya,bagaimana hukumnya jika ternyata talak yg saya sudah berikan ternyata sudah lebih 3kali,tetapi saya lupa sudah berapa kali saya sudah meng’iya’kan istri saya untuk meminta cerai kpd saya…mohon penjelasannya pak ustad,trimakasih…

    • Kalau istri (sdh jelas dan pasti) telah ditalaq 3x maka jatuhlah perceraian yg tdk boleh kembali lagi (rujuk), maupun nikah baru tanpa didahului dg pernikahan mantan istri itu dg org lain. Bila ternyata selama istri tertalaq itu anda msh berhubungan, maka hubungan itu msk hubungan di luar nikah yg harus ditaubati segera.

  4. Assalamu alaikum,
    Tadi khutbah Jumat di Masjid istiqlal sepertinya agak keliru urutan naskah.
    setelah mangakhiri khutbah pertama, tiba-tiba mengawali khutbah keduya dengan kesimpulan khutbah pertama baru Hamdalaj Syahadat dan seterusnya.
    sementara yang khatib adalah tokoh masyakarat sangat tinggi.
    Bagaimana hukumnya khoutbah seperti itu?
    Apakah Tokoh harus ‘dipaksa ‘jadi khatib?

    • Yang menjadi keabsahan khutbah adalah pemenuhan syarat dan rukunnya, bukan siapa yg khutbah. Siapapun dia kalau keliru ya bisa membatalkan khutbah jumatnya. Menurut saya, org yg mengerti syarat dan rukun itu perlu dipilih duluan, baru kemudian kriteria ke-2, yaitu ketokohan.

  5. Assalamu’alaikum pak ustad,

    1. Saya mau tanya hukumnya seseorang bekerja diperusahaan rokok itu gmn ya pak ?
    2. Kalau saya ingin berhenti dari perusahaan tsb dan istri tidak meridhoi krn khawatir pendapatan suaminya akan sulit dalam menafkahi keluarga bagaimana sebaiknya pak?
    3.Jika saya mengumpulkan modal dengan niat untuk membuka usaha dari hasil kerja saya diperusahaan rokok, apakah hasil usaha saya halal hukumnya?

    Atas pencerahan pak ustad saya ucapkan terima kasih, wassalam…

    • Waalaikumusslam, tentang hukum rokok ada yg mengharamkan (ulama timur tengah) dan ada yg memakruhkan (ulama Indonesia). Bila anda ragu ttg kehahalannya atau meyakini keharamannya, maka hukum bekerja di sana juga haram, krn ada unsur ta’awun (bekerja sama dlm dosa), jika sebaliknya anda berkeyakinan bahwa rokok itu tdk haram (makruh) maka bekerja disana hukumnya makruh (lbh baik ditinggalkan). Namun Islam tdk kaku, krn msh ada kemaslahatan (dg memberi nafkah keluarga) maka lakukan mundur secara bertahap, artinya sambil kerja cari pandangan lain yg lebih terjamin kehalalannya, jika dapat barulah anda memutuskan utk meninggalkan agar ekonomi keluarga jg aman.

  6. Assalamualaikum pak ustadz, saya mau tanya, bagaimana kalau saya melaksanakan puasa sunnah setiap hari dgn niat ingin mendapatkan kesuksesan, dgn melaksanakan puasa tanpa berhenti sampai sukses nya tercapai, apakah boleh pak ustasz?trimakasih

    • Boleh puasa terus menerus (kecuali 5 hr yg diharamkan) asalkan tdk sampai mewajibkan, itu namanya puasa mutlaq (puasa yg tdk terikat dg momen tertentu)

  7. Assalamualaikum.wr.wb
    pa saya mau tanya !
    Saya menjalani rumah tangga baru 1 tahun lebih dan saya menikah muda umur saya sekarang 20 tahun sedangkan suami saya 22 tahun !
    Pa bgaimana hukumnya seorang suami yang masih mengingat2 mantan pacarnya sehingga istrinya selalu merasakan sakit yang sangat dalam ?
    Karna semenjak kita pacaran pun dia msh tetap menghubungi mantannya bahkan sampai kita sekarang menikah suami saya masih tetap mencari mantannya lewat internet dan di depan mata saya pula sehingga membuat hati saya begitu sakit luar biasa !
    Bagaimana pa solusinya atas masalah saya ini?
    Terimakasih !

    • Wassalamualaikum, trm ksh anda mau curhat di blog ini. Apapun bentuk perbuatannya kalau menyakiti hati org lain (terutama istri) mrpkn perbuatan dosa yg diharamkan, Rasulullah pernah bersabda: sebaik2 kalian adalah org yg paling berbuat baik pd istrinya. Bahkan dlm sebuah kisah beliau rela tidur di emperan rumah (krn pulang agak malam), demi tdk mengganggu kenyamanan tidur istrinya. Saran saya sebelum semuanya terlambat dan demi menjaga keutuhan rumah tangga yg msh belia, sampaikan secara terus terang ketidaksukaan anda pada kebiasaan jelek suami. Saya memahami sensitifitas dan kecemburuan seorang istri yg jauh melebihi sifat laki2, sehingga wajar bila ia protes. Memang tak dapat dipungkiri bahwa bernostalgia dg masa lalu itu selalu indah, tapi kalau diperturutkan terus hingga melakukan hal negatif, maka itu menjadi nafsu terlaknat. Sebetulnya ketika anda mengingatkan, ada 2 manfaat sekaligus, yaitu bagi suami, dia akan introspeksi dan bisa memadamkan api sebelum benar2 besar yg membakar seluruh harga diri dia sendiri, bagi istri, menghilangkan dendam pd suami sehingga tdk ada lagi kecurigaan yg menggrogoti sakinah-mawaddah dlm keluarga. Semoga masalah ini segera berakhir dan dia segera insaf atas kesalahannya.

  8. assalamualaikum pak ustad yg saya hormati. Lgsung ja y pak ustad kepertanyan sya. Po hukumy dlm islam apabila seorang anak jarang menemui ortuy dkarenakan jarak yg jauh n pekerjaan yg tk py wkt libur( sya seorang security) sya sdh menikah n py anak? Sya kepengen sllu bsa brtemu dgn ortu tp pekerjaan yg tk mmungkinkan n sdgkn sya mst menafkahi anak n istri.sblmy sya ucpkn trma ksh pak ustad

    • Wss, ketika seseorang punya niatan baik utk bertemu dg orgtua pasti Allah akan memberikan jalan sesibuk apapun dia, misal sebulan sekali, atau 3 bulan sekali. Bisa jg sesekali minta cuti demi ketemu orgtua, sungguh hal yg sangat mulia. Anda hrs jg membayangkan betapa orgtua dulu demi anaknya apapun ia lakukan meski hrs berhutang dan kerja keras, apalagi hanya sekedar cari wkt utk anak. Dengan begitu, anda pasti akan membela kepentingan orgtua drpd sekedar pekerjaan semata. Manfaatkan wkt selagi beliau msh hidup, jgn sampai anda menyesal ketika beliau sdh tiada. Maksimalkan pengabdian utk orgtua, pasti anak2 anda akan melakukan hal yg sama utk orgtuanya kelak.

  9. Aslm mlkum wr wb..
    Pak Ustad,,saya lagi menghadapi sebuah masalah yang memang sangat salah sekali…saya sekarang seorang duda beranak satu…saya mengenal perempuan yang berumur lebih muda 15 tagun dari saya,,awalnya perkenalan dari komunakasi telepon nyasar..lama lama berteman dan menjalin hubungan..saya berkata jujur tentang keadaan diri saya..karena si perempuan menginginkan pria jujur…dan pendekatan saya berjalan baik hingga kami berdua manjalin hubungan ..dia mengaku gadis sama saya..setelah saya jatuh hati dan akan melanjutkan hubungan ini kejenjang pernikahan yang sah dan Halal secara Agama dan pemerintah..tapi semakin saya sayang dan tulus ahirnya pacar saya itu merasa ketakutan dengan kebohongannya..hingga pacar saya itu mengakui telah bersuami..dan dia berkata suaminya tidak pernah sayang tulus mencintai…suaminya mencintainya karena uang..sedangkan dia menginginkan suaminya bisa menyanyangi dan menghargainya..dia sudah berusaha untuk menjadi istri yang terbaik..namun apa yang dia dapat hanyalah sakit hati,,malah semua keluarga perempuannya merasa tidak suka dengan suaminya itu,,karena secara halusnya dia di nikahi secara di hipnotis oleh ilmu pelet..dan sekarang pacar saya selalu berharap saya jadi suaminya..buat saya sekarang bingung saya juga merasa kasihan dan sudah benar benar cinta sama pacar saya ..walaupun saya sudah tau keadaannya…jadi apa yang harus saya lakukan..seandeinya saya menikah dengan dia ..bemum habis masa idahnya dosakah saya..dan apakah saya merebut istri orang..mohon penjelasan dan saran dari pak ustad,,

    • Wss. Haram hukumnya menikahi wanita yg blm habis masa iddahnya (kalau sdh dicerai) dan lbh haram lg kalau menikahi wanita yg msh berstatus istri orglain apapun kondisinya. Mestinya dia mengajukan cerai tebus (khulu’) ke pengadilan agama sampai tuntas, baru kmdn anda menikahinya. Proses yg cacat akan melahirkan produk yg cacat pula, hati2lah dg hal itu. Jgn sampai pernikahan yg suci dan sakral menjadi awal petaka, lakukan berdasarkan aturan agama dan norma sosial, pasti bahagia. Semoga segera ada jalan keluar terbaik.

  10. asalamualaikum wr wb
    pa ustad mohon penjelasannya tentang masalah berikut:
    wnita hamil 5 bulan (MBA) dinikahi laki-laki yang mengahmilinya, :
    1.sahkah pernikahnnya menurut islam?
    2. apakah boleh setelah dinikahkan dalam keadaan tersebut, melakukan jima, tanpa menunggu anak itu lahir ?
    3. perlukah menikah ulang setelah anak itu lahir?
    denikian pertanyaan saya, semoga pa ustad dan keluarga senantiasa dalam limpahan Rahmay dan Hidyah Nya.

  11. Ustad,saya mw bertanya.saya perempuan dan sudah menikah.dtahun kedua pernikahan,suami saya menginginkan hub pasutri seperti yg ada di video porno,dimana adab hubungan suami istri berbeda dengan cara islami.bagaimana hukumnya ustad? Kalau tidak dituruti,saya takut dosa besar pada suami,saya juga takut suami marah pada saya.atau mencari yg lain.mohon nasihatnya ustad.trima kazih

    • Sebetulnya dlm Islam tdk diatur secara detail ttg gaya dlm melakukan hubungan sex, yg jelas dilarang (haram) adlah memasukkan kemaluan ke dubur. Memang dlm bbrp kitab dijelaskan ttg etika sprt makruh bertelanjang bulat, melihat kemaluan, onani, oral sex dll. Bagi saya utk hal2 yg makruh tsb, bs dilakukan (jarang2) utk menyenangkan suami atau keduanya. Wallahu a’lam

  12. assalamualakum..
    sy perempuan 18th, pcar sy 26th nah kita pacaran sejak saya masuk SMA , pcr sya udah kerja dan dia punya mantan yang katanya udh pcran 8th . si mantan nya itu udah akrab banget sama keluarga pacar sy.ketika mereka putus mantan nya ga terima. nah disitu saya kan ga tau apa2 yang saya tau pcr sy ini singel …
    tp sejak 2 bulan – 6 bulan mantannya datang n marah2 n nyalahin sy.
    ga cuma dia kaka perempuan pcr sy pun begitu sering ngomong yg nyakitin hati entah dikira sy ngerebut/apalah ga ngerti yg jelas sy ga ngerbut pcar org ,jstru pcar sy yg sll ngdeketin sy,meski sy udah menjauh.
    akhirnya sy pengen putus krn ga kuat lagi .tp pcar sy ga mau pak..
    tetep pgen sama saya.dia bilang berdoa aja sama Allah kalo kita jodoh dekatkanlah kalo tidak jauhkanlah.tp sampai saat ini kita malah masih pacaran justru makin deket n pengen menikah .
    disisi lain sy teroma datang kerumahnya krn sy pernah dimarahin.bisa dbilang sy nih dibenci sama kel cwo sy. sdangkan keluarga sy welcome bgt dengan dia.beda jauh lah..
    jadi skrg sya harus gmna ?? apa2 yang terjadi dg pcr sy .pasti sy terus yg disalahin jujur sedih bgt .ibaratnya saya belum masuk aja udah di usir,pdahal sy sllu baik n pengen banget akrab dg kel nya…
    trims.. wassalam

    • Waalaikumussalam, saran saya semua problem anda akan segera hilang bila anda segera menikah atau memutuskan hubungan. Kata org barat: Take it or leave it (ambil atau tinggalkan). Jgn setengah2, masalah anda akan semakin ruwet.

  13. saya sudah 20 tahun meninggalkan istri dan sudah menikah,apakah saya masih terikat perkawinan dengan istri pertama,walau saya belum mengucapkan cerai/thalak,dan sampai saat ini saya juga sudah lupa dengan wajah istri pertama tersebut

    • Status bapak msh tetap sebagai suami jika: (1) tdk pernah membaca ta’liq talak (janji utk tdk meninggalkan istri min. 4 bln) saat nikah dulu, (2) istri blm menikah lg dg org lain melalui hakim, (3) istri blm mengajukan gugatan talak ke pengadilan.

  14. Bagai mana caranya bila saya tak sanggup membagi gaji ke mantan isteri saya, karena tak mencukupu gaji saya lagi sudah di potong kredit bank sisa gai hanya 900 ribu rupiah, PP 45 tahun 1990 harus dilakukan atas gaji saya mohon solusinya?

    • Setahu saya yg diwajibkan dlm agama adalah memberikan pesangon kpd mantan istri yg baru dicerai (baik berupa sandang, pangan atau papan), selanjutnya hubungan keduanya seperti org lain, kecuali jika ada anak maka kewajiban bpk membesarkan anak2nya. Org yg memang tdk mampu, tdk diwajibkan memberi nafkah keluarga, apalagi sdh bercerai.

  15. assalamualaikum…
    akhir2 ini saya dan suami slalu brtgkr,suami ku orgx itu suka mrh dan gk sbaran.saya dan suami tgglx brjauhan,krn disurabaya suami hrus bkrja sdgkn saya tggl di desa,smbil ngejagain adek,krn ibu saya sudah meninggal dan ayah saya pun merantuan ke luar pulau.kemaren suami saya sms dan sya lgsg bls tp mgkn lg ada gangguan operator smsx pun msuk lmbt jdi suami saya nuduh klo q gk lgsg bls,q udh brusaha ngejelasin tp dia mlh mrh,gk mw bls smsku,gk angkt tlpku,smpe akhirx q nulis sms ” y udh klo km gk mw bls smsku lg,q gk akan sms dan tlp km lg” bgitu isi smsx dan suami saya lgsg memblasx “ok q jga sebalikx”. q binggung gmn carax agar q dan suami gk brtgkr lg,q cpek klo hrus brtgkr trus tp jujur q tdk mw pisah atau cerai dgn suami saya. saya mohon bntuanx dan solusinya
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih.wassalam

    • Waalaikumussalam. Ibu yg baik, pertengkaran itu terjadi krn ada egoisme msg2 pihak dan adanya ketidaksaling percayaan. Kalau ingin damai/islah, hilangkan sifat egois dg mendahului meminta maaf dan mengakui kesalahan pd suami dan juga tdk mengungkit kesalahannya, serta menambah ketaatan dan kesetiaan. Jgn menunggu suami melakukan hal yg sama. Ini bukan berarti merendahkan martabat ibu, prinsipnya hrs ada yg mengalah (utk kemenangan keluarga). Memang idealnya suami jg melakukan hal yg sama, tp itu akan memperlama proses “genjatan senjata”. Saya yakin sekeras2 batu itu bs luluh dg kelembutan air. Jika ibu melakukan ini, pd suatu saat suami akan melakukan hal yg sama, mencontoh istrinya secara tdk lgsg. Sambil usaha dlahir, sebaiknya ibu melakukan usaha batin dg memperbanyak shalawat dan lafadz “ya lathif” sambil membayangkan kelembutan hati suami. Semoga secepatnya hati suami luluh dan menjadi baik, amin.

  16. asalamu’alaikum pak ustad saya mw bertanya..
    saya seorang perawat berusan 23 tahun 1 bulan lagi memasuki 24 tahun. saya punya proble yang sangat besar yang sangat menentang keinginan saya
    keinginan saya untuk menikah dengan seorang gadis yang sudah mendapat restu dari orang tua dia, namun dr orang tua saya belum mengasih izin untuk menikah dengan alasan yang tidak beralasan.
    1. krna saya masih muda
    2. tunggu kakak saya selesai kuliah, umur kakak saya sudah 26 tahun kuliah 2 tahun paling lama.
    saya bingung pak ustad..
    saya niat nikah dengan bersunguh2 atas nama allah
    tolong kasih solusi pak ustad sebab saya rencana nikah bulan desember 2012 ini.

    • Waalaikumussalam, kalau memang sdh jodoh atau takdir anda dg dia, tak akan kemana, pasti Allah akan memberi kemudahan. Ada dua usaha yg perlu dicoba, (1) lakukan riyadloh dg dzikir, puasa, baca al-Quran 40 hr, minta kepada Allah agar proses pernikahan itu dimudahkan, (2) lakukan negosiasi dg org tua ttp dg cara yg bijaksana, kalau tetap tdk ada perubahan bersabarlah hingga masa yg ditentukan. Jangan nekat, akibatnya lbh menderita dan tragis, ridlo kedua orgtua dan mertua adalah segalanya. Ridlo mereka adalah ridlo Allah juga, berbaktilah kepada keduanya dg mentaati mereka.

  17. pertanyaan:
    assalammualaikum wr..wb..
    nama saya indah saya berumur 24 tahun..saat ini saya dengan menjalani hubungan yang cukup serius dengan seorang pria usianya skrg 26 tahun.hubungan ini sudah berjalan 4 tahun.meskipun hrs jarak jauh.itu karna perkerjaannya. tp sayang hubungan kami ini sampai detik ini msh blum mendapat restu dr kedua orangtua pcr saya. hal tersebut di karena latar belakang suku keluarga syg.karena orangtua kekasih saya pernah menyatakan ketidak keinginan mereka mpy menantu dari suku saya. hal ini karena kakak kekasih saya sedang menjalani hubungan dengan seorang pria dari suku saya dan setelah diketahui ternyata dia menguna2 kakak kekasih saya itu karena alasan itu keluarga kekasih sayang juga tidak menyukai saya sbg calon menantu. ditambah lagi perlakuan orang-orang dari suku saya kepd keluarga kekasih yang suka sirik, mengosip dan sikap negatif yang lain yang sering mereka terima membuat orgtua kekasih sayang semakin tidak menginginkan saya. sejujur saya sedih ketika kekasih saya mencerita semua apalagi mereka tidak mengingikan saya bukan karena pribadi saya yang dianggap tidak baik tp karena kesalahan orang lain saya lah yang harus menjadi korban. akhirnya kami sepakat untuk menjalani hubungan secara diam2.., sambil kami memikirkan jalan keluarnya. tp semakin kwalahan mengatasi ini apalg orgtua kekasih saya sempat mendgr berita bahwa saya dan kekasih saya akan menikah diam-diam, padahal semua itu tidak benar.berita itu membuat hubungan kami semakin sulit.tolong ustad solusi apa yang terbaik utk masalah kami ini.

    • Waalaikumussalam, saran saya utk problem yg sedang anda alami adalah: (1) jgn terlalu berharap banyak pd orang lain (calon metua, kekasih, teman dll), krn akan semakin memperparah luka hati anda. Berharaplah pada Allah, sang pemilik alam semesta, ia lebih tahu apa yg terbaik utk kita (meski awalnya menderita), (2) yakini bahwa segalanya akan berjalan lancar kalau ia (jodoh itu) memang ditakdirkan utk kita, (3) jangan pernah mengeluh dan menyesali apapun keputusan Allah pd kita, ambil hikmahnya (pasti ada di balik itu), agar kita menjadi lebih arif/dewasa, (4) jangan paksakan utk nikah siri bila keluarga tdk merestui, akan muncul masalah baru yg lebih berat, yakinlah di luar sana msh banyak orang yg siap menerima anda tanpa ada persoalan apapun, insyaallah.

  18. assalamu’alaikum wr wb,

    pak ustad, saya mohon penjelasan dan saran yang terbaik untuk masalah yang sedang saya hadapi ini, tanpa bermaksud membuka aib rumah tangga saya hanya ingin solusi terbaik.
    begini Pak, saya berumahtangga sudah 12thn dan dikaruniai 3 orang anak.Selam ini kehidupan rumah tangga kami awet rajet.Selalu ribut terus.

    Permasalahan disebabkan karena mertua yang suka morot,suami yang mengaku perjaka ternyata duda 2x,setelah menikah dengan saya suami nikah siri sudah 3x dan disetiap pernikahan meninggalkan anak. Saya sudah tidak kuat dengan sifat suami yang terlalu egois, dia selalu nikah dengan wanita lain disaat keadaan saya hamil tua hingga melahirkan. Jadi setiap saya melahirkan suami pergi nikah berbulan-bulan (sampai 9 bln) lamanya tanpa nafkah lahir bathin.

    karena alasan itu saya putuskan untuk bekerja,karena beban hidup untuk membesarkan anak-anak.Tetapi suami tidak suka saya kerja, setiap hari saya dicurigai, dimarahi dan diancam.Padahal Demi Allah saya tidak ada niat selingkuh sedikitpun. Lillahita’ala saya kerja untuk masa depan anak.

    saya dan keluarga berusaha membicarakan secara baik-baik, tetapi tidak membuahkan hasil.sekarang saya sudah mengajukan gugatan cerai, meskipun saya tahu suami tidak pernah mau menceraikan saya dan dia akan lebih marah.

    Pak tolong saya apa yang harus saya lakukan, saya sudah berusaha mempertahankan rumah tangga tapi makin hari suami makin brutal. Apakah saya istri yang durhaka karena gugat cerai suami?

    Maaf, dalam berhubungan suami istri saya wajib melayaninya setiap hari. Kadang jika saya ngeluh capek dan minta libur sehari suami langsung marah dan nuduh saya sudah ditiduri yang lain. Apakah saya dosa nolak keinginan suami berhubungan seperti itu Pak?

    Saya mohon penjelasannya,semoga Alaah memberi solusi yang terbaik untuk saya ,amin.
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.wassalam

    • Saya ikut prihatin dg apa yg anda alami, sungguh sebuah beban hidup yg maha berat ketika suami bertindak seperti yg anda sampaikan. Tidak ada kedurhakaan bila kita melawan kedzaliman dan kemaksiatan, kepada orangtua sekalipun, Rasulullah bersabda: لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق (tidak ada ketaatan pd makhluk/manusia yang durhaka pada khaliqnya (Allah). Saya sepakat anda melakukan gugat cerai sebagai upaya untuk lepas dari segala kedzaliman. Tapi tidak kalah pentingnya anda introspeksi kenapa semua ini terjadi, apa penyebabnya? Apakah anda sebagai bagian dari penyebab itu? Introspeksi ini penting utk langkah berikutnya mengarungi bahteri hidup baru yg lebih baik. Biarlah nasi yg terlanjur jd bubur ini terjadi, kita menanak lagi dg bahan, cara, temperatur yg lebih baik lagi. Saya doakan badai ini segera berakhir, anak2 segera menemukan dunianya asyik, keluarga kembali menjadi tempat rekreasi terindah bagi mereka, amin.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 204 other followers

%d bloggers like this: