Belajar Syukur Dari Gatot (Sang Pecinta al-Quran Sejati)


Oleh Syafaat

Bersyukur dalam wujud gerakan lisan mungkin banyak orang yang bisa melakukannya, yakni dengan mengucap ‘alhamdulillah”, demikian pula bersyukur dalam bentuk sedekah melalui acara “makan-makan” tidak begitu sulit untuk dilaksanakan. Rasanya masih cukup langka bila syukur itu mampu melipatgandakan motivasi diri untuk berbuat lebih baik lagi.

Kisah faktual berikut ini semoga akan mengantarkan penulis dan para pembaca untuk berupaya untuk merealisasikan syukur yang inspiratif dan motivatif. Selama lima tahun lebih, saya mengamati ada seseorang yang unik. Unik dari segi prilaku, busana dan sikap. Adalah si Gatot (nama asli, bukan samaran), seorang paruh baya yang tinggal di dekat Makam Aulia’ di Tambak Ngadi Mojo Kediri. Dia hidup santai meski makan seadanya dan tidur tak teratur kapanpun dan dimanapun, maklum belum menikah dan tidak punya anak. Pekerjaannya pun serabutan, kadang buruh tani, kadang menggembala ternak. Laksana santri, dia biasanya memakai peci dan sarung kemanapun dia pergi. Peci yang ia pakai berwarna hitam kekuningan saking lamanya, baju yang ia pakai tentu kelihatan kusut tak berseterika meski tetap bersih. Continue reading

Rahasia Besar Tentang Syukur


Oleh Ippho Santosa

Syukur, inilah satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan, kerap kita lupa dan alpa. Istilah saya, kadarkum. Kadang sadar, kadang kumat. Nah, sidang pembaca sekalian, mulai sekarang, ketahuilah bahwa sebenarnya Anda adalah orang yang sangat beruntung, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu amat layak untuk Anda syukuri. Hm, tidak percaya? Silakan simak alinea berikutnya.

Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!

Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali! Continue reading

Dahsyatnya Energi Senyuman (The Power of Smiling)


Rasulullah SAW adalah contoh pribadi yang agung, pribadi yang mulia. Beliau diutus sebagai rahmatan lil’alamin, rahmat bagi semesta alam. Beliau adalah penutup para Nabi dan contoh bagi semua manusia.

Hal yang menarik adalah kenapa Rasulullah selalu tersenyum, walaupun beliau dihina dan dicaci maki oleh kaumnya, bahkan ingin dicelakakan oleh sebagian orang. Artikel ini akan membahas panjang lebar tentang hal menarik ini.

Pertama, Rasulullah mengemban misi yang besar. Masih banyak hal-hal yang harus difikirkan dan diselesaikan dihadapannya. Masalah ummat dan penyebaran agama yang menguras banyak tenaga dan waktu harus dilaksanakannya demi tercapainya hal besar tersebut. Sungguh remeh apabila Beliau goyah jika ada hal kecil yang menghambat perjuangannya. Di depan mata Beliau terdapat berjuta planning dan harapan yang harus dicapainya untuk jangka waktu yang Beliau rancang. Harapan dan cita-cita harus Beliau tuntaskan bersama para sahabat-sahabatnya. Apabila masalah kecil itu menggetarkan langkahnya maka misi agung itu tidak akan tercapailah seperti sekarang ini. Harapan dan cita-cita Beliau mengalahkan berjuta cercaan dan hinaan yang dihujamkan kepada insan yang mulia ini. Continue reading

Ketika Usia Semakin Menginjak Dewasa


قال رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي أنعمت علي وعلى والدي وأن أعمل صالحا ترضه وأصلح لي في ذريتي إني تبت إليك وإني من المسلمين -الأ حقاف:15

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engaku ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.

Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya. Continue reading

Kisah sukses Steve Jobs (Steven Paul Jobs)


Adakah kiranya diantara kita yang belum mengenal sosok Steve Jobs dewasa ini? Sebagian mungkin mengenal, entah sebagian yang lain. Mungkin kenal, mungkin tidak. Siapa sebenarnya orang ini sampai patut untuk kita ketahui? Ah, pasti akan lebih mudah kalau kita sebut saja tiga perusahaan ini. Apple Inc. (pereka cipta Komputer Apple dan generasi iPod), NeXT (perusahaan perangkat teknologi tinggi), dan Pixar Animation Studio (studio animasi).

Sedikit lebih jelas sekarang. Ketiganya, paling tidak sudah menjadi pengakuan siapa Steve Jobs. Ia yang akan kita bicarakan adalah sosok dibalik kisah sukses ketiga industri raksasa tersebut. Namun yang mengukuhkannya bukan itu semua. Melainkan perjalanan hidup Jobs dari nol. Maka akan kita awali perjalanan kita lewat kalimat pembuka Jobs dalam sebuah ceramah singkatnya yang luar biasa. Itu tentang hidupnya. “Saya merasa sangat bangga berada di tengah kalian saat ini, yang akan segera lululs dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya, tidak pernah selesai kuliah.” Kisah Pertama : Menghubungkan titik – titik Jobs keluar dari Reed College setelah semester pertama ia kuliah, meskipun ia masih berkutat di sana sampai kira-kira satu tahun sebelum ia benar-benar berhenti kuliah. Mengapa Jobs sampai DO? Kisahnya berawal sebelum ia dilahirkan. Ibu Jobs (Joanne Simpson) mengandung Jobs –saat masih mahasiswi- karena sebuah “kecelakaan”. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,611 other followers

%d bloggers like this: