JANGAN REMEHKAN PAHALA DAN DOSA SEKECIL APAPUN

Oleh Syafaat

Semua orang pasti ingin sukses dan ingin mempersembahkan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya yang hanya sekali itu. Baik itu sukses dalam keluarga, karir, relasi sosial dengan teman, tetangga, membesarkan putra-putrinya, mewujudkan masterpiece (karya besar), maupun sukses menapaki jalan terjal nan panjang menuju surga Allah.

Dalam kehidupan nyata, hanya segelintir orang barang kali yang menikmati “sukses warisan” atau “sukses rekayasa” ataupun “sukses mukjizat”. Sembilan puluh sembilan persen kesuksesan itu adalah hasil olah keringat dan kerja keras. Orang barat bilang: “Success is a condition, not fate.” Kesuksesan adalah sebuah kondisi, bukanlah takdir.”

Orang Barat sering mengatakan: “Big success is usually formed by great number of small achievment” (kesuksesan besar itu adalah akumulasi dari sekian banyak kesuksesan-kesuksesan kecil”. Seorang yang sukses menjadi rektor di sebuah universitas, pastilah dia telah mengkoleksi sekian banyak dari kesuksesan-kesuksesan kecil. Dia pastilah orang yang sukses mengendalikan emosinya, sukses memberikan kesejukan pada orang lain, sukses dalam menepati janji, sukses menjaga kedisiplinan, sukses mempertahankan kejujuran, dan lain-lain. Sama halnya dengan meningkatnya bobot badan kita dari 60 ke 70 Kg dalam kurun waktu 5 bulan misalnya. Peningkatan ini tentu tidak drastis melainkan dipengaruhi oleh pola hidup keseharian dan dari hal-hal kecil.

Menjelang kedatangan Rasulullah di Madinah, penduduk Madinah yang belum kenal sama sekali itu begitu merindukan dan menantikan kedatangannya, mendengar namanya saja mereka merasa sejuk. Kondisi ini tidak terbentuk dalam waktu yang sekejap, tidak cukup dengan tebar pesona hanya dua bulan seperti para caleg. Rasulullah mempraktekkan dan mencontohkan akhlaqul karimah itu lebih dari 13 tahun selama di Mekkah dalam kondisi masyarakat yang masih jahili dan paganik. Kesuksesan dan citra positif tidak mungkin bisa dibentuk secara instan.

Untuk bisa sukses meraih kebahagiaan abadi di akherat juga demikian. Kita harus susun target-target kesuksesan kecil dengan menjalankan sunnah-sunnah nabi dan harus bentengi diri dari perbuatan-perbuatan makruh yang remeh. Oleh karenanya tepat sekali jika Rasulullah bersabada dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari abu Dzar:

  لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

(janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan senyuman saat bertemu saudaramu). Hadis di atas memberikan isyarat bahwa Islam sangat memperhatikan segala bentuk kebaikan mulai dari kebaikan berskala kecil sampai yang berskala besar. Islam tidak hanya memperhatikan ibadah mahdzah seperti shalat, zakat, puasa dll, tetapi juga ibadah mini seperti senyuman, empati, ucapan terima kasih, jabatan tangan, silatur rahim  dll.

Pada saat yang sama, Islam juga melarang meremehkan dosa meskipun kecil. Masih ingatkah kita sabda dari Hatim bin Addy:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

(berlindunglah dari neraka meski dengan sedekah sepotong korma).

Hadis di atas senada juga dari Abi Hurairah (Riwayat Ibn Majah):

أَكْثَرُ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنَ الْبَوْلِ

 (kebanyakan siksa kubur terjadi akibat percikan air kencing).

Jadi Islam tidak hanya melarang zina, korupsi, musyrik, tetapi juga cemberutnya wajah, antipati, egois, tidak adil. Sekecil apapun kebaikan dan selembut apapun kejelakan itu akan diperhitungkan oleh Allah:

 فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

Maka barang siapa melakukan kebaikan sekecil atom, Allah melihatnya dan barang siapa melakukan kejelekan sekecil atom, Allah juga melihatnya.

Orang Islam harus mencari alternatif pintu-pintu kebaikan karena kita tidak tahu amal yang mana dari kita yang diterima Allah dan dan amal mana yang ditolak oleh Allah? Dan kita juga tidak tahu amal mana yang mengantar kita menjadi penghuni taman surga dan amal mana yang menjerumuskankan ke jurang neraka. Alangkah indahnya, perintah Rasulullah pada Abu Dzarr:

 يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ (رواه مسلم)

Wahai Abu Dzarr, apabila kau masak sayur perbanyaklah kuahnya dan undanglah tetanggamu (HR Muslim).

Masih ingatkah kita kisah seorang laki-laki yang mendapatkan fasilitas surga dari Allah lantaran kepeduliannya pada anjing yang kehausan (HR. Bukhari dari Abu Hurairah) atau disiksanya seorang wanita di neraka akibat membiarkan kucing kelaparan (HR Bukhari dari Ibn Umar). Atau pernahkah membaca kisah sebuah mimpi sang santri yang memimpikan gurunya (Imam Ghazali) bisa selamat dati neraka hanya gara-gara memberikan kesempatan pada semut untuk minum tintanya.

Kalau kita sebagai seorang ayah jangan remehkan ciuman sayang pada anak-anak kita, kalimat-kalimat motivasi yang konstruktif, memperdengarkan lantunan ayat-ayat al-Quran dan memberi pajanan pilihan kata yang santun. Siapa tahu itu menjadi jalan sholehnya anak-anak kita.

Kalau kita sebagai anak, jangan remehkan ta’dhim dan doa kita pada orang tua dan jangan lupakan melaksanakan pesan dan  amanat mereka, siapa tahu itu menjadi sebab kebahagian mereka dan menjadi jalan husnul khotimah mereka.

Kalau kita sebagai guru/dosen jangan remehkan doa-doa kita untuk murid-murid kita, menebar senyum di sela-sela mengajar, memudahkan pertemuan kita dengan mereka, siapa tahu itu menjadi jalan kesuksesan kita dan mereka.

Kalau kita sebagai murid atau mahasiswa, jangan remehkan ta’dhim kita pada guru-guru kita, jangan abaikan sedikit apapun ilmu yang diberikan siapa tahu itu menjadi jalan kemanfaatan ilmu kita.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: