Pasangan Harmonis bersama 10 Lasykar Al-Quran

Oleh Syafaat

Pertama kali saya membaca, hampir saya tidak percaya bahwa ada satu keluarga yang mampu mengantarkan ke sepuluh putra-putrinya menjadi penghafal al-Quran. Setelah melihat foto-fotonya dan deskripsi prestasi mereka, saya menjadi percaya 100%.

Adalah keluarga dari Bapak Mutammimul Ula (Beliau anggota DPR RI komisi III dari Fraksi PKS 2004-2009) yang dikarunia 11 putra-putri (1 meninggal). Keluarga harmonis ini layak diberi gelar “Lasykar Al-Quran”. Hebatnya kesepuluh anak tersebut, semuanya sudah dan sedang menghafal al-Quran sejak usia dini. Lebih hebat lagi, subhanallah, kesepuluh anak tersebut berprestasi di sekolahnya masing-masing. Berikut ini profil dari kesepuluh anak tersebut:

1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB.

2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz (exellence), Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang

diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3

3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6

4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4

5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6

6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD seJaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz

Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz

9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz

1O. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz.

Melihat hebatnya prestasi di atas, saya teringat tulisan Abd Daim al-Kaheel di www.kaheel7.com yang menceritakan pengalamannya. Sebelum ia hafal al-Quran dia susah sekali memahami sebuah tulisan dan mudah lupa. Namun, setelah hafal al-Quran ia merasa mendapatkan kemukjizatan yang luar biasa. Dengan mudahnya kini memahami jenis tulisan apapun, bahkan sekarang mampu menulis ratusan artikel kemukjizatan al-Quran yang tertuang dalam buku dan situs pribadinya.

Saya juga teringat pidato Rektor UIN Malang (Januari 2010) di PP Al-Munawariyah Bululawang Malang, ternyata empat tahun berturut-turut nilai IPK tertinggi wisudawan UIN Malang diraih oleh mahasiswa dan mahasiswi yang hafal al-Quran 30 juz.

Terkait dengan kesuksesan keluarga Bapak Mutammimul Ula, beliau sempat membuka sedikit rahasia dari “Lasykar al-Quran” ini, diantaranya:

1. Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga kepada semua anaknya adalah bahwa Al Quran merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

2. Jangan terlalu mengandalkan sekolah, sebab 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah dan keberhasilan itu hasil integrasi kedua orang tuanya.

3. Peran ayah dalam mendidik anak-anaknya harus lebih menonjol dibanding ibu. Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu, Hasan Al Banna sukses berkat sentuhan pendidikan sang ayah, Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal alquran usia 1O tahun

4. Kekayaan keluarga adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah.

5. Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak, kami semuanya harus menjadi hafidz quran, sehingga keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus.

6. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi

7. Setiap hari diperdengarkan murottal dan sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati

Nasihat sang suami yang mencerminkan

8. Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah

harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik

sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita

10. Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali, 7 tahun pertama perlakukan ia seperti raja, 7 tahun kedua  perlakukan ia seperti tawanan perang dalam edisiplinan

7 tahun ketiga dan seterusnya perlakukan ia sebagai teman atau sahabat, pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.

8. Tirulah mereka yang hafal al-Quran; Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun

9. Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an.

10. Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar.

Keluarga Bpk. Mutammimul Ula

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: