Doa Syair Inspiratif dari Guruku “GUS MIEK”

Oleh Syafaat

Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah di tahun 1989, saya telah mengenal dari jauh sosok Gus Miek yang nyentrik dan nyeleneh. Kyai yang nama aslinya KH. Hamim Jazuli ini adalah putera dari Kyai kharismatik pendiri pesantren A-Falah Ploso Mojo Kediri Jawa Timur. Saat itu baru didirikan majlis semaan al-Qur’an “Mantab” untuk wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Majlis ini didirikan oleh Gus Miek sekitar tahun 1988 di Kediri. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, majlis tersebut memiliki aura yang memancar dahsyat, hingga mampu menyedot emosi pengikutnya bagai magnet.

Paling tidak ada dua hal yang paling menarik dalam majlis tersebut; pertama, kegiatan istimaul Quran yang melibatkan sejumlah huffadzul Quran, kedua, pembacaan do’a syair karya Gus Miek. Mengenai kekuatan magnitut al-Qur’an, semua orang percaya itu. Bahkan, aura wajah orang yang membaca, turut mempengaruhi energi potisif para mustami’. Sampai-sampai muncul di benakku, kapan saya bisa seperti mereka? Orang yang bibirnya selalu basah dengan al-Qur’an, pandangan selalu menatap al-Qur’an, dan hatinya juga berinteraksi dengan psikologis al-Qur’an.  Hal kedua yang menginspirasi saya adalah untaian syair-syair doa yang digoreskan oleh sang mursyid Gus Miek dan dilantunkan oleh para qari’ di sela-sela jeda membaca al-Qur’an.

Doa syair atau syiir itulah yang banyak menginspirasi untuk bisa melakukan muhasabah setiap saat, berlatih i’tiraf di hadapan Allah, menghibur diri saat bimbang. Saya kagum doa tersebut bukan semata keindahan untaian kata-katanya atau kemerduan lagu yang menyertainya, melainkan kedalaman makna dan isinya. Doa tersebut sanggup menetralisir dominasi nafsu syaithaniyah menjadi luapan rindu ilahi yang tiada tara.

Doa tersebut selama ini menjadi teman setiaku kala suka maupun duka. Bayangkan, sejak 20 tahun lalu hingga kini, tak henti-hentinya dan tak bosan-bosannya doa tersebut aku dendangkan. Tak jarang, tetesan air mata ikut menghiasi munajatku pada Allah melalui doa tersebut.

Dari sekian bait yang teruntai, hampir semuanya mampu menggetarkan bulu kudukku, mendesahhan tarikan nafasku. Paling dahsyat lagi, syair beliau (Gus Miek) tulis dalam bahasa jawa;

Pengeran panjenengan dandhosi kulo niki

Lahir bathi sarono manah sai kang suci

Kalimat di atas sebetulnya merupakan terjemahan dari:

رَبَّنا أحْسِنْ لَنا ظَاهِراً وبَاطِناً مَعَ حُسْنِ الظَّنِّ بِحَضْرَتِكَ يا مَنَّانْ

 

Selama dua puluhan tahunan saya berkelana, dari Penataban Banyuwangi pindah ke Kaliwates Jember selama 3 tahun, lalu ke Singosari Malang, Dinoyo Malang, dan Gasek Malang 5 tahun. Setelah itu ke Salemba, bukit duri, kampung Melayu Jakarta satu tahun. Belajar mengamalkan ilmu di UIN, UNISMA, Yudharta, hingga UM 11 tahun. Selalu saya selipkan doa-doa tersebut sebagai “moral supporting” dalam menyusuri tangga-tangga curam menuju cita-cita hidup yang lebih baik.

Lantaran begitu cocoknya doa itu untuk diri saya, suatu ketika di tahun 1997, beliau, Gus Miek, dalam mimpi datang menemuiku dan memberikan sebuah ijazah doa super singkat yang pernah dibaca Rasulullah dalam perang Badar, yaitu ” Allahumma nashrak (Ya Allah kami mohon pertolongan-Mu). Oleh karena itu, meskipun hanya tiga kali secara langsung saya melihat wajah beliau dalam sebuah majlis  semaan al-Quran di Jember dan beliau tidak mengenal saya, tidak berlebihan kiranya bila saya menyebut beliau sebagai guru.

Tidak bisa dipungkiri bahwa 2/3 dari cita-cita yang telah saya raih sekarang ini, berkat inspirasi dari pengajian yang beliau dirikan, wirid dzikrul ghafilin yang beliau susun, dan contoh-contoh dakwah bil hal yang efektif yang telah beliau ukir dalam sejarah. Kami para pecinta al-Quran, begitu merasakan besarnya gaung kalamullah tersebut setelah majlis istima’ul Quran didirikan. Terima kasih guruku, semoga amalmu abadi ila yaumil qiyamah. Bagi pembaca yang ingin download contoh lagu dari syair tersebut, silahkan disini:  http://www.mediafire.com/?8d0ogsikc6xwiqc

Kutipan lengkap doa syair/syiir tersebut:

Doa Syi’ir Karya Gus Miek (KH. Hamim Jazuli Kediri)

آمِيْن يا الله يا رَحمنْ يا رَحِيمْ أنْت الجَوَّادُ الحَلِيمْ وأنتَ نِعْمَ المُعِيْنْ
Kabulkanlah ya Allah maha pengasih dan penyayang, Engkaulah tuhan pemurah dan bijaksana dan Engkaulah sebaik-baik penolong
يا حَلِيمُ يا حَنَّانْ يا مالِكُ يا مُبِينْ ولا نَطْلُبُ شَيْئاً إلا أنْتَ يا مُعِينْ
Wahai tuhan maha bijak dan penyayang lagi maha menguasai dan menjelaskan, kami tidak akan minta tolong kecuali hanya pada-Mu wahai maha penolong
ربَّنا اسْتقِمْ ذِكْرَنَا وذِكْرَ الغافِلِينْ واجْمَعْنا في الأبْرارِ خِيارِكَ الفائِزِيْنْ
Wahai tuhan istiqamahkan dzikir kami, dzikir orang yang lalai dan kumpulkanlah kami dalam golongan orang yang baik pilihan-Mu yang selalu beruntung
شَكَوْناكَ رَبَّنا بَابَ ضُعْفِ نَفْسِناَ لِتَغْفِرَنا غَفَّارُ وَلِتُحْسِنَنَا
Kami mengadu kepada-Mu Ya Tuhan kami akan kelemahan diri kami agar engkau mengampuni kami dan memperbaiki prilaku kami wahai Tuhan yang maha pengampun
سَألْنَاكَ الاِسْتِقَامَةَ في تَذَكُّرِكْ وَاسْتِقَامَتَناَ في تَشَكُّرِ نِعَمِكْ
Kami mohon agar bisa beristiqamah dalam berdzikir kepada-Mu dan mensyukuri nikmat-Mu
يا كَرِيمْ يا كَرِيمْ  أنْعِمْنا بِنِعْمَتِكْ يا أرحَمَ الرَّاحِمِينَ اِرْحَمْنا بِرَحْمَتِكْ
Wahai Tuhan yang maha mulia berilah kami nikmat dari-Mu, Wahai Tuhan yang paling pengasih, kasihilah kami dengan kasih sayang-Mu
يا جَلِيْلُ بِجَلالِكَ أثْبِتِ الإيْمَانْ رَبَّنا خَيْرَ المُنْزِلِيْنَ أنْزِلِ المِنَنْ
Wahai Tuhan yang maha perkasa, teguhkanlah iman kami dengan keperkasaan-Mu, Wahai Tuhan sebaik-baik penurun rahmat, turunkanlah kepada kami anugrah-Mu
يا لَطِيْفُ يا خَبِيْرْ نَجِّنا مِنَ المِحَنِ يا قَوِيُّ يا مَتِيْنُ أنْجِنا مِنَ الإحَنْ
Wahai Tuhan yang maha lembut dan jeli, selamatkan kami dari berbagai bencana, Wahai Tuhan yang maha kuat selamatkan kami dari segala marabahaya
رَبَّنا أحْسِنْ لَنا ظَاهِراً وبَاطِناً مَعَ حُسْنِ الظَّنِّ بِحَضْرَتِكَ يا مَنَّانْ
Wahai Tuhan kami, perbaikilah lahir dan batin kami, serta senantiasa berbaik sangka kepada-Mu,  wahai tuhan maha pemberi
lahir batin sarono manah sae kang suci Pangeran panjenengan dandhosi kulo niki
Wahai Tuhan perbaikilah lahir batin kami ini, serta hati baik nan suci
وَيا عَلِيْمُ أعْطِ لَناَ عِلْماً مُعْمَلاً وَلِرَعِيَّتِناَ عِلْماً يُدْخِلُ الجِناَنْ
Wahai Tuhan yang maha tahu, berilah kami dan anak didik kami ilmu yang bisa diamalkan dan mampu memasukkan kami ke surga
القرآن كَلاَمُ الله كَلاَمُ الله الحَنَّان وَأدْخِلْناَ بِذَلِكَ فَرَادِسَ الجِنَانْ
Wahai Tuhan yang maha pengasih, al-Quran adalah firman-Mu, semoga berkat al-Quran, engkau akan masukkan kami ke surga firdaus-Mu
يا حَفِيْظُ يا نَصِيْرْ يا وَكِيْلُ يا الله بَارِكْ لَناَ وَلَهُمْ أجْمَعِيْنَ يا الله
Wahai Allah yang maha menjaga, menolong, tempat berserah diri, berkahilah hidup kami dan juga mereka semua, ya Allah
بِجُوْدِكَ يا جَوَّادْ يا وَاحِدُ يا صَمَدْ اِجْعَلْناَ مِنَ الْفَائِزِيْنَ فَوْزاً في الأَبَدْ
Wahai Tuhan yang maha dermawan, maha esa, tempat bergantung, semoga berkat kedermawanan-Mu, jadikanlah kami orang yang bahagia sepanjang masa
يا سَمِيْعُ يا بَصِيْرْ يا وَاجِدُ يا أحَدْ سَأَلْنَاكَ نِعْمَةً لا تُحْصَى أنتَ المَعَادْ
Wahai Tuhan yang maha mendengar, melihat, menemukan solusi, maha esa, kami memohon kenikmatan yang tak terbatas dari-Mu yang selalu memenuhi janji
يا غَنِيُّ يا حَمِيْدُ ويا رَزَّاقُ قَدْ رَجَوْناَ سَلامَتَناَ في الدَّارَيْنِ فَقَطْ
Wahai Tuhan yang maha kaya, terpuji, dan pemberi rizqi, sungguh kami hanya mengharap keselamatan dunia akherat saja
وَأنْتَ صَاحِبُ كُنْ فَيَكُونْ إذَا أرَدْ تَ شَيْئاً وُجُوْدَهُ أنْتَ مُرِيْدُ المُرَادْ
Engkaulah pemilik “kun fayakun” jika menghendaki untuk mewujudkan sesuatu, Engkaulah pemilik kehendak segala keinginan
بِاسْمِكَ العَظِيْمِ حَصِّلْ جَمِيْعَ ما قَصَدْ ناهُ مِنْ ذِكْرِكَ والتَّشَكُّرِ في الأوْقاتِ
Berkat keagungan asma-Mu, kabulkan semua keinginan kami, yaitu berdzikir dan bersyukur di segala waktu
يا أَوَّلُ يا آخِرُ سَأَلْنَاكَ بِعَدْ لِكَ رِضَاءً مَقْرُوْناً بِحُسْنِ الاِعْتِقادْ
Wahai Tuhan yang maha awal dan akhir, dengan keadilan-Mu kami memohon ridlo-Mu beserta keyakinan yang baik
يا سَلامْ يا سَلامُ يا قَاضِيَ الحَاجاتْ يا رَفِيْعُ ارْفَعْنا عِنْدَكَ أعْلَى الدَّرَجاتْ
Wahai Tuhan yang maha damai dan pemenuh segala hajat, wahai pengangkat derajat, tinggikanlah derajat kami setinggi-tingginya di sisi-Mu
يا عَليُّ يا عَظِيْمُ يا قَهَّارُ بِفَضْـــ ــلِكَ سَلَّمْتَنَا مِنَ الأهْوالِ والآفَاتْ
Wahai Tuhan yang maha tinggi, agung dan maha memaksa, dengan keutamaan-Mu semoga engkau menyelamatkan kami dari segala bencana dan marabahaya
رَبِّ رَبَّ العِزَّةِ قِنَا مِنَ المُفْسِداتِ سَلِّمْنا مِنَ الأهْوالِ ومِنَ المُهْلِكاتْ
Wahai Tuhan yang maha mulia, jagalah kami dari kerusakan dan selamat kami dari bencana dan kerusakan
لَقَدْ حَقَّ قَوْلُكَ المَكْتُوْبُ في فُرْقَانِك مَنْ عَرَفَكَ بِجَدِّكَ لَفِيْ جَنَّتِكَ
Sungguh benar isi firman-Mu yang tertulis dalam al-Quran, siapapun yang makrifat pada-Mu dengan sunguh-sungguh, pastilah dia akan masuk surga-Mu
بِجاهِ النَّبِيّ صَلَّى الإلَهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وآلٍ دَامَ والحَمْدُ لِلأحَدْ
Semoga shalawat salam tercurah kepada Rasulullah dan keluarganya selamanya dan segala pujian tercurah kepada Allah yang esa

2 Responses

  1. ass wrwb, salam kenal, jujur saya br 2 bulan mengikuti zikirnya kyai tsb, mohon bimbingannya, terimakasih.

  2. Ijin copy untuk catatan saya.
    Jazakallah ..

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: