Idul Fitri, Terapi Modernitas yang Menyejukkan

(Materi Khutbah Idul Fitri 2010  M / 1431 H)

Oleh Syafaat

الخطبة الأولى

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ

الْحَمدُ لله كَثيْرًا لَهُ الْحَمْدُ جَلَّ وَعَلاَ عَلىَ نَعْمَائِهِ ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلىَ سَرَّائِهِ ، وَلَهُ الصَّبْرُ عَلىَ مَا قَضَى مِنْ بَلاَئِهِ ، الْحَمْدُ للهِ كَثِيْراً واللهُ أكْبَرُ كَبِيْراً ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً ، لَهُ الْحَمْدُ كَمَا يُحِبُّ وَيَرْضَى عَلَى آلَائِهِ وَنِعَمِهِ الَّتِيْ لاَ تُعَدُّ وَلاَ تُحْصَى ، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَأشْهَدُ أنَّ نَبِيَّنَا وَقَائِدَنَا وَقُدْوَتَنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ ، نَبِيُّهُ الْمُصْطَفَى ، وَرَسُوْلُهُ الْمُجْتَبَى ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلهِ وَصَحَابَتِهِ أجْمَعِيْنَ

أما بعد أيها الأخوة المؤمنون ..

Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Kalau kita mau jujur, sesungguhnya kita bangsa Indonesia pada satu tahun terakhir ini berada dalam suasana sosial politik yang kurang nyaman, terutama saat melihat keadaan bangsa yang tak kunjung sejahtera dan moralitas para penegak hukum yang semakin korup. Kondisi ini akan berakibat secara tidak langsung pada keletihan psikis dan pikiran kita. Itu semua belum termasuk beban berat bangsa Indonesia pasca kenaikan tarif listrik, melonjaknya harga sembako, bertambahnya angka kemiskininan, tawuran antar etnis, biaya pendidikan yang semakin tak terbendung.

Keletihan itu semakin bertambah berat, terutama bagi saudara kita yang merantau ke kota-kota besar demi mengais sesuap nasi untuk melanjutkan hidup. Mereka setiap hari menjadi robot-robot manusia yang selalu berhadapan dengan mesin-mesin produksi raksasa. Waktu mereka habis, semua tercurahkan untuk pekerjaan. Mereka jauh dengan keluarga, jauh dari kasih sayang orang-orang tercintanya, tidak ada tegur sapa dan keramahan, dan tak jarang satu dengan yang lain saling menjatuhkan, sehingga dalam kondisi jiwa yang kering, tertekan, stres, tidak jarang dari mereka yang mencari pelampiasan diri yang melanggar ajaran Islam. Dalam kondisi seperti itu, jiwa semakin dihinggapi keresahan dan kegelisahan. Allah berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (طه 124)

Barangsiapa yang berpaling dari mengingatku, maka kehidupannya akan menjadi sempit dan kelak di hari qiyamat dia akan buta.

Syukur alhamdulillah, kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan telah tuntas kita jalankan. Dzikir, munajat dan baca al-Quran kita Ramadhan telah mampu mengurangi keletihan dan kepenatan hidup kita, sesuai janji Allah:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (الرعد 28)

Hati orang-orang mukmin itu menjadi tenang dengan mengingat Allah, Ingatlah hanya dengan mengingat Allah jua lah hati menjadi tenang.

Ramadhan mengajak kita untuk tidak semata-mata mengejar materi yang sementara, namun juga menggapai kebahagiaan immateri yang abadi. Ramadhan telah mengajari kita untuk berbagi kasih dengan sesama lewat zakat dan sedekah. Dengan demikian, hubungan kita dengan sesama yang selama ini bersikap nafsi-nafsi dan egois kembali terjalin harmonis. Rasulullah bersabda:

السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنَ الْجَنَّةِ وبَعِيدٌ مِنَ النَّارِ (رواه البيهقي)

Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, akrab dengan manusia, dekat dengan surga dan dijauhkan dari neraka.

Qiyamullaili juga ikut berperan meraih kedalaman spiritual, menciptakan keteduhan hati, dan memunculkan kesadaran hidup hakiki.

Syeikh Ali Al-khawwas, dalam kitab Ar-Risalah al-Qusyairiyyah, mengatakan:

دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلاَءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ الَّليْلِ؛ وَالتَّضَرُّعِ عِنْدَ السَحْرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْن.

Obat hati ada lima; membaca al-Quran dan menghayatinya, mengosongkan perut, bangun malam, dzikir khusyu’ tengah malam, berteman dengan orang-orang baik.

Ramadhan juga telah mengistirahatkan kerja fisik dan biologis kita, dan mengisinya dengan kerja hati dan perasaan.

Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Berkurangnya beban hidup dan tekanan batin, setelah kita menjalani terapi puasa dan qiyamullail sebulan penuh, menjadi semakin sempurna dengan kehadiran hari raya Idul Fitri atau lebaran seperti pada hari ini. Lebaran sungguh merupakan hiburan murah untuk mengobati segala kekecewaan kita selama ini. Lebaran mampu menyatukan anggota keluarga yang sebelumnya bercerai-berai. Lebaran dapat mengobati kerinduan orang tua pada anak-anaknya. Lebaran memberi kesempatan bagi anak untuk mencurahkan baktinya yang terbaik pada orangtua, baik saat beliau hidupnya maupun matinya. Lebaran mengingatkan kita semua pada masa lalu yang indah bersama keluarga di kampung kelahiran yang sederhana dan bersahaja, sekaligus mengingat kembali pengorbanan dan jasa-jasa keluarga yang mengantarkan kita menjadi sukses seperti sekarang ini. Semua itu akan mendatangkan keberkahan umur dan kemudahan rizki. Rasulullah bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ رِزْقُهُ ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه  (رواه البخاري)

Barang siapa yang ingin rizkinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan maka bersilaturrahimlah.

Bahkan, demi mengejar kemuliaan lebaran tersebut, sebagian saudara kita rela berdesak-desakan di dalam kendaraan yang bising dan pengap, sambil membawa tentengan tas yang berat. Bagi mereka, tidak jadi soal meski mudik dengan uang pas-pasan, malah resiko perjalanan pun telah siap mereka terima. Bagi mereka, harta bisa dikejar kapan saja, tapi momen untuk memadu kasih bersama keluarga di hari lebaran adalah sebuah dambaan yang tidak mungkin ditunda.

Dengan kehadiran Ramadhan dan hari raya idul fitri, ruang-ruang hampa dalam tubuh kita, sudah mulai terisi. Yaitu ruang sosial, ruang historis, ruang spiritual, ruang psikis dan biologis. Sebaliknya segala bentuk dosa dan kemaksiatan telah diampuni oleh Allah dan akan kita tinggalkan untuk selama-lamanya.

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ  (رواه النسائي)

Barang siapa yang melakukan qiyamullail di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas, maka dia akan terbebas dari dosa layaknya bayi yang baru lahir dari perut ibunya.

Kita telah selamat dari kehampaan jiwa yang merusak keseimbangan hidup, serta berujung pada kegelisahan hidup yang tiada henti. Hidup manusia tidaklah cukup dijalankan dengan materi yang melimpah, jabatan yang prestisius, ilmu yang tinggi, tapi juga harus dibarengi dengan pemenuhan hati melalui pendekatan spiritual ibadah dengan sang Khaliq, Allah rabbul izzati. Rasulullah bersabda:

مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا، وَلَمْ يَزْدَدْ زُهْدًا، لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إلاَّ بُعْدًا (رواه الديلمي)

Barang siapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah zuhud (takut)nya kepada Allah, maka akan semakin jauh dari Allah.

Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Kita semua berharap, semoga kepenatan dan keletihan hidup yang tersisa, telah berubah menjadi kebahagiaan dan kedamaian permanen hingga ajal menjemput. Mari kita ciptakan nuansa Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari kita, mari kita tradisikan qiyamullaili karena ia adalah senjata kita guna menghadapi kegalauan hidup. Melalui Ramadhan kita telah dilatih untuk berperilaku takwa secara permanen dan istiqamah, bukan dilatih untuk meninggalkannya setelah bulan berganti. Allah berjanji untuk orang yang istiqamah:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (فصلت :30)

Sesungguhnya orang-orang  yang mengatakan tuhanku adalah Allah, kemudian mereka beristiqamah, maka para malaikat akan turun pada mereka seraya mengatatakan, janganlah kalian taku dan sedih, bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan untuk kalian.

Itulah inti hidup yang harus kita pertahankan, agar ketenangan dan kualitas hidup menjadi milik kita. Amin.

أعوذُ باللهِ مِنَ الشيْطانِ الرَّجِيْمِ  قَدْ أفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىْ  وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ، جَعَلَنَا اللهُ وَإيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَأدْخَلَنَا وَإيَّاكُمْ فِيْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

الخطبة الثانية

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ

الْحَمدُ للهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلىّ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ التَّقْوَى. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالى إنَّ اللهَ وَمَلائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يَا أيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ، الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَيِّدِنَا أبي بَكْرِ نِ الصِّدِّيْقِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ كُلِّ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، الَّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الحْاَجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

(Malang, 8 September 2010)

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: