Tujuh Musuh Para Pencari Sukses

1. Pemboros Waktu
Karyawan jenis ini sangat anti terhadap organisasi diri sendiri. Jadwal di pekerjaan dibiarkan mengalir apa adanya. Mereka tidak kenal makna penjadwalan dan sebangsanya. Biarlah yang akan tiba, datang dengan sendirinya. Tahu-tahu waktu sudah sore dan terlambat untuk menyelesaikan sisa pekerjaan hari itu. Mereka kurang memahami, bahwa salah satu kesuksesan karir adalah perencanaan dan penjadwalan sang kala. Buku agenda merupakan salah satu sarana pembantu.

2. Pesimisme
Jika Anda termasuk tipe manusia ini, tidak ada salahnya Anda merubah pandangan, bahwa dalam setiap keadaan itu ada sisi baiknya. Tergantung dari sudut pandang masing-masing. Ada sajak yang hebat seperti ini “Dua narapidana berjalan beriringan. Yang satu melihat ke atas, yang lain melihat ke bawah. Di atas bertaburan bintang-bintang begitu indahnya. Di bawah hanya ada kegelapan dan lumpur” Bagi para pesimis, cobalah berpikir mengenai segala sesuatu dari sisi positifnya. Keadaan akan berubah jika pikiran kita berubah.

3.  Alasan
Apa pun kegagalan yang terjadi, selalu ada alasan untuk memindahkan kesalahan ada pundak orang lain. Selalu ada alasan untuk tidak menyelesaikan atau tidak melakukan sesuatu. Biasanya faktor kemalasan memegang peran utama.

4. Egosentris
Karyawan tipe ini cenderung mengabaikan opini orang lain. Dia merasa pendapatnya selalu yang paling benar. “Aku..aku…aku” senantiasa ada pada posisi pertama.

5.  Tak Punya Tujuan
Biasanya mereka akan mengatakan demikian “Aku tidak punya tujuan dan mimpi. Visi dan impian adalah 2 hal yang berbeda. Tak ada gunanya mengejar cita-cita yang toh hanya fatamorgana belaka”.

6. Lingkungan Negatif
Sungguh tidak mudah bekerja di lingkungan kolega yang berpikiran negatif, mudah curiga, dan gampang menyalahkan. Mereka ibarat drakula yang menghisap energi kehidupan melalui pikirannya.

7.  Perfeksionisme
“Apa pun yang kubuat, harus lebih dari sempurna” Inilah salah satu kesalahan terbesar karyawan. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, turunkan tujuan tidak rasional tersebut. Umumnya mencapai 80% dari tujuan semula sudah lebih dari cukup. Jangan meletakkannya terlalu tinggi, sebab cita yang melebihi takaran merupakan salah satu teroris yang menghambat kesuksesan.

(Cahayaqurani.wordpress.com/syafaat)

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: