Gus Mu’im Syadzili, Seorang Qori’ dan Muqri’ Internasional Kebanggaan Masyarakat Malang

Beruntung daerah Malang dan sekitarnya memiliki sosok kyai muda, cerdas, alim dan tawaddu’ seperti KH. Abdul Mun’im Syadzili (lebih familiar dipanggil Gus Mun’im). Dalam usia yang sangat muda belia, beliau sudah meraih banyak prestasi nasional dan internasional dalam bidang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) cabang tahfidzul Quran dan tafsir al-Quran.

Di usia kanak-kanak beliau sudah hafal al-Quran 30 juz dan belajar langsung dari ayahandanya alm. KH. Syadzili, kemudian melanjutkan nyantri di PP Al-Falah Ploso Kediri di bawah asuhan KH. Zainuddin Jazuli. Belum tuntas belajar, beliau dikejutkan atas wafatnya ayahandanya. Dalam kondisi demikian, otomatis amanah melanjutkan pesantren ada di pundak beliau. Tanpa kenal lelah, beliau harus pulang dan pergi antara Kediri dan Malang (antara belajar dan mengajar) dengan rincian,  3 hari beliau ada di rumah untuk mengajar dan 3 hari beliau berada di PP Al-Falah Ploso untuk belajar, dan hal tersebut berjalan selama 3 tahun.

Hingga akhirnya pada tahun 1998 beliau mulai berkonsentrasi di rumah dan mulai merintis pendidikan diniyah yang selama ini belum terlaksana di PPSQ Asy-Syadzili. Karena kecerdasannya yang luar biasa, beberapa kali ia menjuarai MHQ (lomba hafalan al-Quran) 30 juz mulai tingkat regional hingga nasional. Demikian juga beberapa kali ia menjuarai MTQ (lomba tafsir al-Quran) berbahasa Arab mulai tingkat regional, nasional hingga internasional.

Sekarang di samping aktif mengajar hafalan dan kitab kuning pada santri-santrinya di Berdirinya Pondok Pesantren Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili Sumberpasir Pakis Kab. Malang, juga beliau menjadi pembina MTQ di beberapa kota di Jawa Timur dan menjadi anggota Dewan Hakim MTQ di Jawa Timur dan tingkat Nasional. Beliau juga aktif berorganisasi baik di Nahdlatul Ulama maupun di Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz se-Malang Raya.

Pengetahuan beliau yang melimpah dalam ilmu-ilmu al-Quran dan kitab kuning, serta pengalaman di berbagai event musabaqah, ternyata menular kepada para santrinya. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama kota asalnya karena mampu meraih kejuaraan dan prestasi dalam bidang al-Quran. Tak jarang beberapa kota di luar Jawa memesan santri terbaik beliau untuk diikutkan dalam kegiatan serupa. Beliau sering berpesan: silahkan anda mengikuti musabaqah dari mana saja, yang penting nanti akan bertemu di tingkat nasional, sehingga seakan berreuni sesama santri PPSQ.

Bersama para santri, beliau menulis buku yang luar biasa, yaitu “Pengantar Ilmu Qira’at 10” (Kaidah-Kaidah Dasar Bacaan Al-Qur’an yang Mutawatir dari Rasulullah menurut Sepuluh Imam Qira’at dalam Thariqah Syathibiyah dam Durrah). Ini adalah sebagian dari bentuk kepedulian Gus Mun’im dalam melestarikan bacaan-bacaan Al-Qur’an yang Mutawatir dari Rasulullah. Setelah buku tersebut tersebar luas, banyak pembaca yang meminta lebih dari sekedar buku, dikarenakan itu belum cukup untuk membantu pemahaman.

Sehubungan dengan itu, Gus Mun’im membuat konsep pelatihan Qira’ah Sab’ah (Tujuh atau Sepuluh) untuk memahami Kaidah-Kaidah dalam waktu 3 hari. Selain dalam bentuk pelatihan, Gus Mun’im baru-baru ini juga diundang ke daerah Cepu untuk melakukan presentasi Qira’ah Sab’ah. Beliau juga sedang mempersiapkan rekaman yang berisikan contoh-contoh kaidah untuk lebih memudahkan pembaca dalam memahami Qira’at serta sedang menyusun Mushaf. Yaitu Al-Qur’an Qira’at (Sepuluh yang sedang kami siapkan) dalam versi bahasa Indonesia. Semoga Allah menganugerahi beliau umur panjang, dan kesehatan agar terus bisa berkiprah dalam dakwah dan pendidikan. Amin

(Biografi ini disarikan dari beberapa tulisan di http://asysyadzili.blogspot.com)

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: