Cangkruan Gusdur: Cara Baru Mengkaji Kitab Kuning Khas Ala Masyarakat Malang

cangkruan

Sejak Gus dur meninggal dunia, ada banyak kegiatan masyarakat pesantren dan warga NU yang mengkaitkannya dengan nama besar mantan ketua PBNU dan mantan presiden RI tersebut. Salah satunya adalah kegiatan yang diberi label: Cangkruan Gus dur. Kegiatan ini berisi kajian kitab kuning untuk para alumni pesantren, dan juga masyarakat umum.

Awalnya kegiatan ini digagas oleh sejumlah alumni pesantren Nurul Huda Mergosono Malang yang masih ingin tetap istiqamah mengaji meski sudah berrumah tangga, dengan menghadirkan alumni senior yaitu KH. Marzuqi Mustamar. Banyak keunikan dari kegiatan ini, diantaranya adalah diikuti oleh rata-rata usia 40 tahun ke atas dari kalangan alumni pesantren, bahkan ada yang sudah menjadi pengasuh pesantren, dosen, pejabat atau tokoh di daerah masing-masing. Karena jarak usia pemateri, yaitu KH. Marzuqi dengan para peserta pengajian tersebut relatif dekat bahkan ada yang lebih senior, pengajian berjalan sangatlah cair, tak henti-hentinya canda tawa menebar di majelis ini, sahut menyahut pertanyaan dan candaan menghiasi jalannya pengajian ini.

Tidak sedikit para peserta yang menyimak pengajian dengan menyeruput kopi dan rokok, serta makanan kecil lainnya. Hubungan kyai versus santri/jamaah yang selama ini terkesan kaku dan feodalistik (priyayi), ternyata tidak ditemukan di sini, bahkan sering jamaah menyindir (menggojlok) kyainya sendiri, itulah keunikan acara Cangkruan Gus dur ini yang belum ditemukan di tempat lain.

Kegiatan ini dilaksanakan dua minggu sekali, berpindah dari satu tempat ke tempat lain di wilayah Malang Raya (Kota, kab. Malang dan Batu). Biasanya pada malam Sabtu atau Minggu, tergantung waktu senggang dari pematerinya. Kendatipun dilaksanakan di atas jam 22.00 – 24.00 (malam), antusias peserta begitu tinggi, terbukti pesertanya bertambah terus hingga mencapai ratusan orang. Kitab yang dikaji tergolong “tingkat tinggi” yaitu kitab Iqodul Himam Syarah Kitab Hikam, Al-Muqtathofat, dan Mukhtarul Ahadis. Kadang, materinya diarahkan pada penguatan materi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan ke-NU-an, serta pembentengan jamaah dari ajaran-ajaran Islam sesat di masyarakat. Ratusan rekaman kajian ini sudah dihasilkan dan beberapa kali diliput oleh TV9 Jawa Timur. Inilah contoh rekaman acara tersebut.

Besarnya animo masyarakat untuk mengikuti acara ini tidak lepas dari ketokohan beliau KH. Marzuqi yang saat ini menjadi Wakil Rais PWNU Jawa Timur dan kedalaman ilmu yang dimilikinya, serta kelugasan bahasanya.Kesan para jamaah cukup baik terhadap acara ini, seakan selalu ada ilmu baru yang didapat seusai mengikutinya, sehingga meski jarak rumah para jamaahnya berjauhan, mereka tetap setia dan militan dalam mengikutinya setiap dua minggu sekali.

Acara ini sangatlah cair dan fleksibel, peserta bebas melontarkan joke-joke segar, pertanyaan yang nyeleneh atau hal-hal yang terkait dengan masalah hubungan suami-istri. Selama hampir 2 jam, nyaris tidak ada peserta yang beranjak dari tempat pengajian itu, meski malam semakin larut dan dinginnya udara Malang menusuk tulang. Yang lebih mengasyikkan lagi acara ini diakhiri dengan pesta makan-minum bebas, serta konsultasi pribadi dengan pemateri. Biasanya setiap bulan Ramadhan acara ini digelar di kediaman KH. Marzuqi Mustamar, di PP. Sabilur Rasyad Gasek Karang besuki Sukun Kota Malang. Insyaallah tanggal 3 Agustus 2013 ini bertempat di kediaman beliau mulai jam 21.oo.

(Syafaat, 22 Agustus 2013)

Bagi anda yang ingin mendapatkan info pasti tentang kegiatan ini, silahkan menghubungi no hp: 085815412331 (Ust. Rosul).

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: