KHUTBAH IDUL FITRI 1434 / 2013, Merangkai Cinta yang Berserak dan Merajut Kasih yang Terkoyak

kartu lebaran

Oleh Syafaat

Download Khutbah 2013 File MS Word

الخطبة الأولى

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ  (9x)

الْحَمدُ لله كَثيْرًا واللهُ أكْبَرُ كَبِيْراً ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً ، لَهُ الْحَمْدُ جَلَّ وَعَلاَ عَلىَ نَعْمَائِهِ ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلىَ سَرَّائِهِ ، وَلَهُ الصَّبْرُ عَلىَ مَا قَضَى مِنْ بَلاَئِهِ ، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، نَبِيُّهُ الْمُصْطَفَى ، وَرَسُوْلُهُ الْمُجْتَبَى ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأصَحَابِهِ أجْمَعِيْنَ ، أمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وإيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ ، وَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَخَابَ مَنْ طَغَى . قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Kita baru saja melewati indahnya bermunajat dengan Allah sebulan lamanya di bulan Ramadlan. Bulan Ramadhan disebut juga dengan syahrul maghfirah dan rahmah, yakni bulan ampunan dan bulan kasih sayang. Secara sempit, bisa diartikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang mendatangkan ampunan dan kasih sayang Allah, tapi secara luas bisa juga diartikan sebagai bulan di mana setiap hamba Allah diperintahkan untuk menebar ampunan dan kasih sayang kepada siapapun, terutama pada sanak famili dan keluarga terdekat. Kasih sayang Allah tidak akan turun kecuali kita mau menyayangi hamba Allah, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، اِرْحَمُوْا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ (رواه الترمذي)

Orang-orang yang menebar kasih sayang dengan sesamanya akan mendapatkan kasih sayang Allah yang maha kasih, tebarlah kasih sayang pada makhluk Allah di bumi, pasti Tuhan dan para makhluk yang ada di langit akan meyayangi kalian.

Mayoritas kaum muslimin selama Ramadlan telah ikut berlomba-lomba melaksanakan ibadah sosial berupa memberi makanan buka puasa, bersedekah, zakat fitrah, karena mereka menyadari bahwa ibadah tersebut akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Dengan demikian, hubungan sesama hamba Allah akan terjalin harmonis dan saling sayang menyayangi, dan kasih mengasihi satu dengan yang lain.

Secara kodrat, manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang mustahil bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sehingga mutlak kita harus hidup bersahabat dan berdampingan harmonis dengan orang lain, komunitas lain, suku lain. Rasulullah memberikan isyarat bahwa orang yang membatasi diri dalam pergaulan serta memutuskan tali persaudaraan tidak berhak menjadi penghuni surga Allah, sebagaimana sabdanya:

إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ، أَخْبَرَهُ: أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ (رواه البخاري)

Tidaka akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan

 

Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Fenomena sehari-hari yang kita saksikan via media cetak dan elektronik, betapa ternyata masih banyak persaudaraan menjadi terkoyak hanya karena persoalan sepele dan berujung tragis. Masih ingatkah kita, suami membunuh istri dan tiga anaknya di Kotawaringin Barat Kalteng 8 April 2013 hanya karena istri minta dana khitan anaknya, juga ada anak bunuh ibu kandungnya di Medan Sumut 23 Juli 2013 hanya gara-gara tidak diberi uang 20 ribu, dan masih banyak lagi peristiwa serupa.

Rupanya kepentingan ekonomi, asmara dan politik sesaat, telah menggeser kemuliaan persaudaraan menjadi kejamnya permusuhan. Tahun 2010 lalu, kita mendapatkan tauladan yang luar biasa ketika Iwan Setiawan, mantan direktur Nielsen Consumer Research di Newyork memutuskan pulang ke Indonesia setelah bekerja di sana selama 10 tahun, semata ingin dekat bapak-ibunya, serta adik-adiknya di kampung kecil di Batu Malang. Ternyata ada prinsip hidup yang sangat menginspirasi di sela-sela keputusannya, yaitu “ora bathi bondho ora opo-opo, sing penting bathi seduluran” (tidak mengapa rugi dalam hal materi, asal untung dalam hal persaudaraan. Umumnya orang berkonflik dengan keluarga sendiri gara-gara harta, warisan dll, justru pemuda ini melupakan jatah ekonomi yang sudah nyata di depan mata demi persaudaraan.

Memang, jalinan persaudaraan yang harmonis secara kasat mata tidak bisa disaksikan keuntungan finansialnya, namun ketenangan hati dalam menjalani hidup berumah tangga dan kenyamanan pikiran dalam membangun kehidupan bermasyarakat akan dirasakan oleh mereka yang memiliki kebaikan hubungan horisontal sesama manusia (hablum minan naas). Rasulullah bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيُعَمِّرُ بِالْقَوْمِ الدِّيَارَ، وَيُثْمِرُ لهم الْأَمْوَالَ، وَمَا نَظَرَ إِلَيْهِمْ مُنْذُ خَلَقَهُمْ بُغْضًا لَهُمْ، قِيلَ: وَكَيْفَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: بِصِلَتِهِمْ أَرْحَامَهُمْ (رواه الطبراني)

Sesungguhnya Allah akan meramaikan rumah suatu kaum dan memperbanyak harta mereka serta Allah tidak membenci mereka, lalu Rasulullah ditanya: bagaimana cara mendapatkan itu semua? Beliau menjawab: dengan silaturrahim (menjalin persaudaraan).

 

Allahu akbar 3X wa lillahil hamd

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT

Kita semua memiliki orang terdekat, baik dari garis nasab yang bernama keluarga, saudara, kerabat, maupun dari garis persahabatan dan profesi yang bernama tetangga, kolega, teman. Pastilah dalam kita bergaul dengan mereka terjadi pasang surut kualitas keharmonisan, kadang terjadi kesalahpahaman, beda pendapat, konflik kecil, itu semua manusiawi, namun akan lebih manusiawi lagi jika pasang surut keharmonisan tersebut tetap berada dalam bingkai persaudaraan, melalui meminta maaf atas kesalahan, meluruskan kesalahpahaman, berdamai atas konflik, terlebih lagi kepada saudara dan tetangga dekat.  Rasulullah bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا زَالَ يُوصِيْنِي جِبْرِيْلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ (رواه البخاري)

Malaikat Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai saya mengira bahwa tetangga akan menjadi ahli waris dari tetangga lainnya.

 

Merekalah yang menjadikan hidup kita berbunga-bunga, sekaligus pendukung kesuksesan dunia akherat. Persaksian baik mereka untuk kita menjadi penentu ringannya hisab kita di akherat kelak bahkan penentu masuknya kita ke surga nanti. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الْأَرْضِ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الْأَرْضِ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللهِ فِي الْأَرْضِ (رواه البخاري)

Barang siapa yang kalian berikan kesaksian baik maka wajib baginya surga, dan barang siapa yang kalian berikan kesaksian jelek maka wajib baginya neraka, kalian adalah saksi Allah di bumi.

 

Barangkali saat ini kita punya masalah dengan saudara, kerabat atau tetangga, marilah bersegera untuk meminta maaf dan menatap masa depan dengan lembaran baru yang penuh persaudaraan. Jangan pernah kita mencari alasan untuk pembenaran diri ketika belum mau meminta maaf atau memberi maaf pada orang lain. Semakin banyak alasan pembenar yang dibuat, semakin kita enggan untuk meminta maaf.

Mungkin waktu yang dibutuhkan untuk meminta maaf hanya lima menit, tetapi dampaknya selamanya kita akan bersahabat, jauh dari prasangka dan kebencian. Sebaliknya jika kita gengsi untuk minta maaf, maka perseteruan kita akan berlangsung bertahun-tahun, selama itu pula Allah akan melaknat kita dan menjauhkan rahmat-Nya dari kita. Belum lagi pikiran kita yang tersita untuk mencari kejelekan dan berburuk sangka pada orang lain. Setiap berpapasan saling menghindar membuang muka. Kalau demikian yang terjadi, maka alangkah tersiksanya hidup yang singkat ini. Lalu apa sesungguhnya yang kita cari, bila ternyata hidup ini penuh dengan permusuhan.

Marilah hari raya idul fitri tahun ini kita jadikan momentum untuk berishlah (berdamai) dengan orang yang selama ini kita jauhi, kita anggap musuh serta bersahabat dengan orang yang selama ini enggan mendekat pada kita. Kunci dari semuanya adalah al-itsar (mengalah demi kemaslahatan), dengan cara melupakan kesalahan di masa lalu dan menatap masa depan dengan persaudaraan baru yang lebih baik. Yang lebih penting lagi, kita ingin mendapatkan ampunan dari Allah swt dengan cara meminta maaf atau memaafkan orang lain. Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (النور 22)

Hendaknya mereka memberi maaf dan berlapang dada, tidakkah kalian ingin Allah mengampuni dosa kalian dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

 

Alangkah indahnya lebaran di tahun ini jika kita mampu memanfaatkannya untuk memelihara kasih sayang dan cinta kita pada saudara, keluarga, kerabat dan orang lain, melalui pemberian bantuan, sedekah dan bersilaturrahim pada mereka. Semua itu pasti akan mendatangkan kasih sayang Allah pada kita. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman:

 

فَقَالَ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْكِي عَنْ رَبِّهِ يَقُولُ: حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ  (رواه أحمد)

Sungguh cintaku akan aku berikan pada mereka yang saling mencintai, dan saling berbagi dan saling berkunjung karena aku

 

Terakhir, kita semua berharap semoga Allah, dengan agungnya ampunan-Nya, menjadikan ruh dan jiwa kita kembali fitrah, kembali suci dari segala dosa seperti saat kita terlahir di dunia ini, Ya Allah kalau engkau menghadirkan kami di dunia dalam kondisi fitrah, kami mohon ketika suatu saat kami berpulang pada mu, juga pulangkan kami dalam keadaan fitrah. Ya Allah beri kami kesempatan lagi untuk berjumpa dengan Ramadhan pada tahun-tahun mendatang, agar kami menikmati indahnya bermunajat dengan-Mu yang lebih indah dari yang kami nikmati saat ini.

أعوذُ باللهِ مِنَ الشيْطانِ الرَّجِيْمِ  قَدْ أفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىْ  وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ، جَعَلَنَا اللهُ وَإيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَأدْخَلَنَا وَإيَّاكُمْ فِيْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

الخطبة الثانية

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ (7x)

الْحَمدُ للهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَاركَاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى حَقَّ التَّقْوَى. وَاعْلَمُوْا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالى إنَّ اللهَ وَمَلائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يَا أيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ، الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَيِّدِنَا أبي بَكْرِ نِ الصِّدِّيْقِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ كُلِّ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، الَّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ الحْاَجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

(Malang, 1 Agustus 2013)

One Response

  1. bagus….

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: