Khutbah Idul Adha 2013: Tiga Rahasia Kesuksesan Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak

anak

Unduh File Di Sini

Oleh Syafaat

الخطبة الأولى:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا الحمد لله الذي جعل عيد الأضحى ضيافة لعباده الصالحين وجعل في قلوب المسلمين بهجة وسرورا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمد عبده ورسوله اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. أما بعد فيا أيها الناس اتقوا الله فقد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى.

Pada hari ini dan pada pagi ini seluruh umat Islam di seluruh dunia menggemakan kalimat tahlil, tahmid dan takbir guna mengagungkan kebesaran Allah, demikian juga saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah, mereka lantunkan kalimat talbiyah: labbaikallahumma labbaik ……yang juga merupakan ungkapan pengagungan kepada sang khaliq pencipta alam semesta ini. Semua ini dilakukan dalam rangka merayakan Idul Adha. Secara bahasa, Id berarti kembali dan adha berarti pengorbanan atau perjuangan. Dengan kata lain para hari ini, kita semua kembali pada semangat pengorbanan, gelora perjuangan demi tegaknya agama Allah ini, li I’lai kalimatillah, sebagaimana yang telah diperankan oleh sang pemimpin fenomenal, nabiyullah Ibrahim, as. Dengan ketegaran hati, beliau menerima titah Allah untuk menyembelih putera tercintanya, Ismail, yang lama ditunggu kehadirannya.

Nama nabi Ibrahim diabadikan dalam al-Quran 61 kali, melampaui nabi kita muhammad yang hanya disebut 4 kali. Demikian juga julukan yang diberikan Allah pada Nabi Ibrahim as bermacam-macam seiring dengan prestasi yang pernah diukirnya di pentas sejarah. Beliau oleh Allah diberi gelar abul anbiya’ (bapak para nabi), ulul ‘azmi (orang yang sabar dan teguh pendirian), dan khalilur rahman (kekasih Allah yang maha pengasih). Ia dijuluki abul anbiya’ lantaran telah melahirkan para nabi dan orang-orang sholeh. Sebagaimana firman Allah:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ (الحديد 26)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab.

 

Tidak banyak orang sukses mampu melahirkan orang yang sukses pula. Berbeda dengan Nabi Ibrahim as yang melahirkan dua orang nabi: nabi Ismail dan Ishaq. Dari jalur nabi ismail terlahir nabi kita muhammad saw. Dan dari jalur nabi Ishaq terlahir nabi Ya’qub dan dari nabi Ya’qub ini terlahir semua nabi yang berasal dari bani Israil, sebagaimana yang ditulis Imam Ali As-shabuni dalam kitabnya An-nubuwwah wal Anbiya’.

Kemudian pertanyaan yang muncul sekarang adalah apa rahasia di balik kesuksesan Nabi Ibrahim as yang melahirkan tokoh-tokoh besar tersebut. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi alasan dari rahasia tersebut, yaitu:

1. Do’a yang selalu dipanjatkan.

Disebutkan dalam al-Quran bahwa dia senantiasa berdoa:

 رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (الصافات 100)

Wahai Tuhanku karuniakanlah aku keturunan yang shalih

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ (إبراهيم 35)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Doa tersebut dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim as jauh sebelum beliau menikah atau sebelum mempunyai anak, beliau tak henti-hentinya meminta kepada Allah, agar dikaruniai anak yang sholeh. Beliau tidak semata meminta dikaruniai anak saja, tapi juga memiliki tujuan agar anaknya kelak menjadi anak yang sholeh, dan bukan anak yang kaya, cendekiawan dll. Dan beliau tidak pernah putus asa dalam berdoa, dan baru pada usianya yang ke 86 tahun Allah memberikan karunia anak yang luar biasa sebagaimana yang diminta dalam doanya.

Allah menyebutkan ciri anak tersebut dengan:

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (الصفات 101) .

Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

 Bagi saudara-saudara kita yang mungkin saat ini sudah memasuki usia pernikahan, bersegeralah untuk memohon kepada Allah sebagaimana doa di atas. Demikian juga para suami yang istrinya sedang hamil, jangan pernah terputus untuk memohon agar dikaruniai anak sholih, yang doa-doa mereka kelak akan menerangi kubur orang tuanya dan amal-amalnya akan mengangkat derajat orang tuanya ke sorga.

2. Kepedulian Nabi Ibrahim as pada pendidikan anak-anaknya

Dalam al-Quran diceritakan:

 

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (البقرة 132)

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاء إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُواْ نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (البقرة 133)

Adakah kamu hadir ketika Ya`qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

 

Ayat di atas membuktikan betapa besarnya perhatian Nabi Ibrahim as pada pendidikan anak-anaknya, dia tidak rela kalau anaknya bodoh atau berada pada jalur pendidikan yang salah. Jangan sampai terjadi, hanya karena alasan ekonomi, atau alasan pekerjaan, kita mengabaikan pendidikan anak kita dan tidak tahu menahu apa yang mereka pelajari, apa yang mereka lakukan selama ini. Sudahkah anak-anak kita mengamalkan ajaran agama secara benar? Sudahkan orang tua memberikan contoh teladan yang baik pada mereka? Kalau belum, tidak ada kata terlambat untuk melakukannya daripada cobaan Allah datang melalui anak kita, naudzubillah.

Ketahuilah bahwa pendidikan yang pertama dan utama adalah pendidikan akhlaq dan agama. Sedangkan pendidikan umum merupakan pendukung dari pendidikan agama tersebut. Terpuruknya bangsa ini bukan karena sumberdaya manusianya yang kurang cerdas, tetapi karena bobroknya moral dan akhlaq. Mereka yang tidak dilandasi akhlak, dengan ilmunya akan melakukan korupsi, menyalahgunaan jabatan, dan mereka dengan kekayaannya akan menempuh segala cara demi meraih jabatan dan memuaskan nafsunya.

Pada bulan September yang lalu, kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yaitu adanya kecelakaan maut yang disebabkan oleh anak usia 13 tahun yang mengendarai mobil. Di usia itu mestinya anak disibukkan dengan belajar agama dan akhlaq. Siapa yang rugi? Ternyata semua rugi, orang tua rugi, korban juga rugi, anak yang bersangkutan juga rugi. Ini adalah buah dari kasih sayang berlebihan, yang berujung pada tragedi yang memilukan.

Dalam kitab Ihya’ Ulumid Din, Imam Ghazali pernah menyebutkan bahwa pada tujuh tahun pertama (usia 1-7 tahun) anak menjadi hiasan penghibur bagi orang tua, pada tujuh tahun kedua (usia 8-14 tahun) anak menjadi pembantu orang tua, dan yang harus diwaspadai pada tujuh tahun ketiga (usia 15-21 tahun) anak berpotensi menjadi musuh sekaligus bisa kawan bagi orangtuanya. Oleh karena itu, kita harus berani berkorban harta demi pendidikan anak-anak kita, kita juga harus berkorban waktu demi mengawasi pergaulan anak-anak kita dan kita juga harus berkorban tenaga demi mengarahkan mereka menuju hal-hal positif yang diridhoi Allah swt.

Yakinlah bahwa pengorbanan kita, tidak akan pernah sia-sia apapun hasilnya. Allah berjanji akan mempertemukan kita kembali dengan anak-anak kita di akherat apabila mereka tetap beriman pada Allah dan menjalankan syariat Islam secara baik. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ ﴿الطور ٢١﴾

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

 

3. Kepedulian Ibrahim pada kesejahteraan anak dan keluarga

Nabi Ibrahim as adalah sosok seorang bapak yang baik, dan suami yang bertanggung jawab. Demi membahagiakan keluarganya, Nabi Ibrahim as rela merantau ribuan kilometer dari Palestina ke Mesir, dan itu dilakukan beberapa kali meskipun kondisi alam yang tandus dan panas. Sebagaimana diungkapkan dalam doa Nabi Ibrahim as:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (إبراهيم 37)

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

 

Rasulullah menyatakan bahwa seseorang yang bekerja keras guna mencari rizki yang halal untuk keluarga, dinilai oleh Allah sebagai sadaqah yang tertinggi. Dalam hadis beliau bersabda:

وَدِينَارٌ أنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ ، أعْظَمُهَا أجْراً الَّذِي أنْفَقْتَهُ عَلَى أهْلِكَ . رواه مسلم .

Satu dinar dari harta yang engkau nafkahkan untuk keluargamu merupakan pahala yang paling besar di sisi Allah

 

Jatuhnya perekonomian dunia dan melemahnya kurs rupiah saat ini, berdampak pada banyaknya gelombang PHK di mana-mana, sehingga banyak pengangguran. Data kompas menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terbuka sebanyak 11,6 juta orang. Meskipun demikian, sebagai seorang muslim kita tidak boleh berputus asa, dan sebaliknya harus bangkit, singsingkan lengan untuk menatap hari esok dengan penuh optimisme dan harapan baru yang lebih baik. Allah berjanji, selama seseorang berusaha secara maksimal di jalan Allah, pastilah ia akan menemukan jalan kesuksesan. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (العنكبوت 69)

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6) فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ (7) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ (8)

(5) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (6). sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (7) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, (8) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Syekh ‘Aid Abdullah al-Qarany dalam kitabnya “la tahzan” mengatakan: “apabila anda melihat padang pasir yang luas tak bertepi, yakinlah bahwa di balik itu akan ada taman hijau nan indah dan apabila saat ini anda bermandikan air mata yakinlah sebentar lagi akan datang senyum kesuksesan, asalkan kita tetap yakin bahwa Allah akan menolong kita dan terus berusaha tanpa henti”.

Semoga Allah memberikan kemampuan pada kita untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim dan juga utusan-utusan Allah yang lain agar hidup kita, kondisi anak kita, keadaan keluarga kita menjadi lebih baik, amin ya robbal alamin.

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين وأدخلنا وإياكم في عباده الصالحين وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين واستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

الخطبة الثانية :

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا الحمد لله الذي جعل هذا اليوم عيدا للمسلمين وجعل في قلوب المسلمين بهجة وسرورا. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمد عبده ورسوله اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. أما بعد فيا أيها الناس اتقوا الله فقد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى. اعلموا أن الله أمركم بدأ فيه بنفسه وثنى بملائكته المسبحة بقدسه وقال تعالى إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل وسلم على سيدنا وشفيعنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين وارض اللهم عن الخلفاء الراشدين سيدنا أبي بكر الصديق وعمر وعثمان وعلي وعن كل الصحابة والتابعين وتابعي التابعين ومن تبعهم إلى يوم الدين وعلينا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات ياضي الحاجات برحمتك يا أرحم الراحمين.

4 Responses

  1. Reblogged this on Genius NTB and commented:
    Learn from Prophet Ibrahim AS: how to educate our children

  2. Reblogged this on Hasanain Juaini's Media.

  3. terima kasih ustadz….. semoga menjadi berkah………

    • Amin

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: