STIE Malang Kucecwara Kembali Gelar Semaan Al-Quran “MANTAB” untuk Umum

Selama ini aktivitas ibadah massal biasa diselenggarakan di pesantren, masjid, lapangan. Kegiatan istighatsah, manaqib, shalawat, tahlil akhir-akhir ini termasuk ibadah massal yang diikuti ratusan hingga puluhan ribu orang. Orang modern di perkotaan ternyata tidak hanya haus fulus dan jabatan, mereka kerap sekali mengadakan kegiatan islami untuk menyejukkan ruang kering dalam hati mereka. Demikian juga tingginya kompetensi akademik warga kampus tidak menghalangi masuknya nilai-nilai rohani dalam lubuk sanubari mereka.

Setelah Universitas Islam Malang (UNISMA), pada hari ulang tahunnya (dies natalis) pada tanggal 2 Maret 2014 yang lalu, menghelat kegiatan religius berupa Semaan  Quran  dan Dzikrul Ghafilin mulai pk. 04.30 – 22.00 (bertempat di Masjid Ainul Yaqin), bekerja sama dengan Majelis Semaan Al-Quran “MANTAB” untuk Wilayah Malang Raya yang dipimpin oleh KH. Tsabut Pranoto Projo (putra kyai karismatik Gus Miek Kediri). Juga akan digelar kegiatan yang sama di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara pada tanggal 6 April 2014 (bertempat di Lapangan Basket). Untuk daerah Malang dan sekitarnya kegiatan Semaan Al-Quran ini rutin dilaksanakan setiap hari Ahad Kliwon.

Dua kampus itu secara kontinu menyelenggaran event tersebut sejak satu dekade yang lalu hingga kini. Kegiatan tersebut diminati masyarakat luas sejak tahun 1989 di seluruh daerah di Jawa Timur, beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kegiatan tersebut lintas organisasi, madzhab maupun politik, yakni semata membaca, mendengarkan Al-Quran 30 juz, dzikir, muidhah serta shalat jamaah.

Majelis MANTAB ini terbukti mampu menginspirasi lahirnya ratusan penghafal Al-Quran dan menjadi pola dan contoh cara membaca al-Quran dengan tajwid dan nada yang indah. Hal itu disebabkan oleh kehadiran para huffadz (penghafal l-Quran) sebagai pemandu acara, mereka adalah tamatan dari beberapa pesantren tahfidz terkenal seperti Madrasatul Quran Jombang, Darul Quran Singosari Malang, Al-Munawwir Krapyak Jogjakarta.

Penggunaan nama MAN-TAB (orang yang bertaubat), diambil dari ayat al-Quran surat Al-Furqon 70 dan surat Maryam 60, yang artinya semua orang akan celaka kecuali orang yang bertaubat dan beramal shalih. Istilah itu dipakai oleh KH. Hamim Jazuli (Gus Miek) agar semua orang yang selama ini disibukkan oleh aktivitas dunia, kembali bertaubat dan beramal shalih serta memperbanyak bacaan al-Quran.

Info lebih lanjut untuk MANTAB kordinator daerah Malang, hubungi Ustadz Arifin 0341-9091577.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: