Istighfar Melahirkan Kekuatan Maha Dahsyat

istigfar
Oleh. KH. Mustain Syafi’i
{وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ} (52) سورة هود
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud 52)

Tafsir
Setelah nabi Hud A.S. dicaci maki oleh kaum ‘Ad sebagai orang ambisi dan pingin mendapatkan kekayaan dengan dalih berdakwah, Hud menepis tuduhan itu dan mengembalikan segala yang diperbuat hanya karena Allah SWT semata (in ajriy illa ‘ala al-ladzi fatharani).
Hud, lalu memerintahkan mereka agar rajin beristighfar dan tulus bertaubat. Dengan itu keadaan perekonomian akan tumbuh baik (yursil al-sama ‘ ‘alaikum midrara) dan kekuatan militer makin bertambah hebat (wa yazidkum quwwah ila quwwatikum).
Di sini nampak, bahwa sejak dulu, misi besar kenabian itu memahamkan kepada umat agar mengimani Allah SWT sebagi Tuhan satu-satunya yang tak boleh dipersekutukan dengan apapun serta berserah diri kepada-Nya secara totalitas. Keimanan yang jernih dihiasi dengan istighfar dan pertobatan tidak sekedar bisa memperkokoh keimanan, meningkatkan ketaqwaan, melainkan juga berefek pada tata ekonomi.
Ditegaskan, bahwa istighfar dan tobat berpotensi terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan militer. Kok bisa begitu? Bagaimana nalarnya, padahal soal materi, ekonomi, militer adalah soal ikhtiar fisis, sementara istighfar dan tobat soal spiritual dan non fisis.
Terserah bagaimana kita menyikapinya. Bila kita membatasi diri dan hanya memakai akal kita yang terbatas, maka tidak akan bisa nyampai ke ranah sana. Akibatnya, apa yang dijanjikan Tuhan pasti bohong dan palsu. Tapi jika kita menggunakan kemahakuasaan Tuhan, maka tak ada yang sulit bagi-Nya.
Kisah nyata di antara kita telah banyak membuktikan demikian. Orang-orang shalih yang tidak jelas pekerjaan tetapnya, ternyata hidup berkecukupan dan tak kekurangan suatau apa. Kekuatan tentara kafir di perang Badar yang tiga kali lipat lebih, ternyata dengan mudah ditumbangkan oleh pasukan islam. Pakai kekuatan siapa itu?

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: