Refleksi Satu Tahun Usia Bayt at-Tahfidz Cahaya Qurani (BTCQ); 1 Januari 2014 s.d 1 Januari 2015

BTCQ

 Oleh Syafaat

Usia satu tahun adalah usia yang masih sangat bayi untuk ukuran manusia, namun BTCQ bisa menjelma dalam 1 tahun menjadi seakan seorang anak yang sudah menginjak berusia 3 atau 4 tahun. Percepatan pertumbuhan ini dilihat dari target awal yang dicanangkan, yakni hafalan tuntas 30 juz dalam 1 s.d 2 tahun untuk santriwati non mahasiswi dan 3 s.d 4 tahun untuk mahasiswi. Ternyata dalam kurun 10 bulan, 4 dari 8 santriwati (Qoyyimah, Vinda Nafilatuz Zahra, Eva Miftahul Ulum, Khollisna Minal Balwa) sudah selesai setoran tahfidz 30 juz (khatam bil ghaib), sementara sisanya sudah menginjak 13 juz ke atas.

Banyak orang mengatakan bahwa untuk selesai setoran 30 juz saja sangatlah mudah, dan yang sulit sesunguhnya adalah menjaga dan melancarkannya. Dalam batas tertentu, pernyataan tersebut benar, tapi juga ada salahnya. Kesalahannya terletak pada pada penyederhanaan dan terlalu menganggap mudah menyelesaikan setoran 30 juz di hadapan guru pentashih, padahal tahapan ini cukup berat dan umumnya memakan waktu 2 s.d 4 tahun. Tentu ini, waktu yang tidak pendek dan tidak semua santri tahfidz mampu melampaui tahap ini, hanya mereka yang sungguh-sungguh dan mendapatkan pertolongan Allah saja yang mampu meraihnya. Tidak boleh dengan serta merta menghakimi, jika selesainya cepat maka hilangnya juga cepat. Logikanya, ada 4 kemungkinan yang akan terjadi jika setoran hafalan selesai (cepat atau lambat), yaitu: (1) cepat – lancar, (2) cepat – tidak lancar, (3) lambat – lancar, (4) lambat – tidak lancar. Karena keempatnya punya peluang yang sama, alangkah baiknya kita beroptimis untuk meraih peluang tipe 1 (cepat – lancar).

Memang sedikitpun tidak terbersit, bahwa BTCQ hanya akan mencetak santri yang kilat menyelesaikan setoran hafalan saja. Semua alumni BTCQ diharapkan memiliki kualitas hafalan yang sempurna (tuntas, lancar, fasih, mujawwad, merdu, lantang). Justru dengan banyaknya tuntutan dan harapan tersebut, kita percepat proses menghafal tahap 1, agar selanjutnya proses melancarkan dan memfasihkan tahap 2 juga bisa cepat.

Perkembangan cepat di atas, bukan muncul begitu saja, tetapi melalui usaha keras yang luar biasa di sela-sela aktivitas kuliah mereka di beberapa perguruan tinggi di Malang. Kata kuncinya adalah non stop memorizing (menghafal tanpa mengenal jadwal libur sepanjang tahun). Dalam praktiknya, yang meliburkan mereka adalah rasa capek, pusing dan sakit. Jadi selama mereka masih sehat, segar bugar, tidak ada jeda dalam menghafal. Program menghafal non stop ini diilhami oleh filosofi “penyelamatan”. Yakni, usia mahasiswa (18 s.d 24 tahun) merupakan usia “rawan gagal” dalam menghafal. Godaan datang dari segala penjuru, seperti godaan cinta, ingin menikah, dijodohkan keluarga, dipaksa kerja, studi lanjut, biaya minim dll). Misi “penyelamatan” dipercepat sebagaimana cepatnya dan bertubinya godaan datang. Intinya “melakukan sekarang atau tidak sama sekali, take it now or leave it forever”.

Tingkat kecerdasan dan kesungguhan tiap santri BTCQ untuk menghafal cepat, memang berbeda-beda. Kemampuan otak untuk menghafal cepat mungkin sudah “given” dari Allah sejak lahir, yang bisa kita ikhtiyarkan hanyalah kesungguhan dan kesabaran. Bisa jadi keuletan dan kesungguhan, akan mengalahkan kecerdasan yang kurang ulet. Tak henti-hentinya BTCQ menyuntikkan motivasi bahkan seminggu sekali, agar kesungguhan dan keuletan itu stabil. Evaluasi juga dibutuhkan guna menemukan problem solving secepatnya. Kolaborasi keduanya, evaluasi dan motivasi (sering disingkat EVASI), akan menghasilkan paduan dahsyat yang mengantarkan para santri memasuki ruang cita-cita dan memasuki harapan hidupnya.

Tantangan di tahun kedua ini, adalah mengatasi program-program individu dan kolektif yang masih setengah jalan, seperti murajaah siklus putar, identifikasi kesalahan permanen, tes mingguan, khotmil Quran mingguan, pendisiplinan via denda, penguatan fashahah dan tartil dll.

Kemalasan dalam murajaah serta kekurangdisiplinan setoran santri masih menjadi penyakit menular akut yang harus segera disembuhkan. Salah satunya dengan murajaah bersama jam 06.00 – 07.00 dan 18.30 – 19.30 di aula utama, serta pemberlakuan denda untuk yang mangkir setoran tanpa ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Semoga semuanya akan terlaksana di tahun kedua ini.

(Malang, 3 Januari 2015)

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: