KISAH HIDUPKU (11)


Nyantri di PP. Sabilurrosyad Sambil Kos

Selepas menjalani program KKN (kuliah kerja nyata) yang sangat mengesankan di Desa Pringgondani Krajan Bulan Juni 1997, berat rasanya saya kembali ke Ashabul Kahfi, mungkin akibat terlalu lamanya (sekitar 40 hari) saya hidup tanpa ada beban mengajar anak mengaji tiap sore serta suasana manajemen yayasan yang kurang kondusif, akhirnya saya memutuskan untuk pindah tempat ke Pondok Pesantren Sabilur Rasyad di Gasek Karangbesuki Sukun Malang.Sesaat setelah barang-barang saya bawa ke pesantren, terlihat bilik-bilik pesantren yang kumuh dan tempat buku yang berserak. Kemudian saya memutuskan untuk kos saja di utara pesantren, yaitu di rumah Ibu (mak) Jami’, satu kamar dengan mas Agus tricahyo dari Madiun (sekarang dosen STAIN Ponorogo). Hampir setiap malam dan pagi saya ikut pengajian Tafsir Ayatul Ahkam, Jami’us Saghir, Mizanul Kubro, Tanwirul Qulub, Jami’ud Durus, Ihya Ulumiddin bersama Ust. Marzuqi. Saya juga sempat belajar ilmu falak dan hisab bersama Ust. Murtadlo Amin.

Di pesantren ini, saya banyak melakukan diskusi rutin bersama mas Anis Khumaidi (sekarang dosen STAIN Kediri), Imam Ahmad, Ali Mahsun, Bahrul Ulwan, Shoim, Mat Bisri dll. Lebih dari itu, saya kadang sorogan sendiri pada ust. Marzuqi dengan memakai kitab fathul muin. Beliau (ust Marzuqi) sering memberi kejutan saya dengan menyuruh khutbah, seminar, ceramah secara spontan tanpa persiapan. Padahal sebelumnya tidak memiliki pengalaman sama sekali tentang itu. Tapi alhamdulillah sekarang menjadi terbiasa ceramah, khutbah tanpa teks.

Saya juga saat itu dilibatkan dalam beberapa kegiatan pesantren, seperti pembelajaran tartilul quran, sekretaris pribadi pengasuh, perbaikan rumah pengasuh. Setelah lulus ujian skripsi, saya meminta rekomendasi pada pengasuh untuk melanjutkan pendalaman bahasa Arab ke Lembaga Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) Jakarta dan alhamdulillah bisa lulus.

2 Responses

  1. Luar biasa kisah hidup bapak, saya ingin meniru gaya hidup bapak, walaupun tidak bisa menghapal al-quran seperti bapak setidaknya saya ingin mengubah diri saya saat ini menuju ketakwaan. karena seperti yg saya rasakan saat ini saya hanya mementingkan dunia dari pada akhirat… semoga saya bisa benar-benar menjadi muslim yg takwa

    • Amin

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: