KISAH HIDUPKU (21)


Adaptasi dengan suasana kerja baru

Mengawali karir sebagai dosen Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab di Universitas yang baru diperlukan banyak penyesuaian/adaptasi. Misalnya kedisiplinan, tepat waktu, meneliti, menulis artikel dll. Tradisi itu tidak pernah saya jumpai di perguruan tinggi lain yang pernah saya masuki. Memang awalnya ada penolakan dari diri saya, mengapa sih Universitas Negeri Malang terlalu kaku dalam menerapkan kedisiplinan dan mengapa dosen-dosen Universitas Negeri Malang itu terlalu serius kerja kurang santai?Ternyata lama-lama saya terbiasa dengan suasana kerja seperti itu, bahkan di luar dugaan justru keakraban sesama dosen, baik senior maupun yunior, tampak hangat dan cair. Seakan perbedaan usia, jabatan dan keilmuan tidak menjadi sekat yang menghalangi diantara kita untuk berkomunikasi secara elegan. Di universitas lain, saya tidak menjumpai tradisi seperti ini. Biasanya, dosen senior cenderung menjaga jarak dengan dosen yunior.

Hal yang sangat membanggakan saya adalah tradisi menulis dan meneliti. Dulunya, relatif saya tidak pernah menulis artikel di koran maupun majalah, apalagi menulis proposal penelitian. Ternyata suasana kehidupan akademik di Universitas Negeri Malang cukup memacu dan memicu saya untuk “ikut-ikutan” belajar menulis. Kebetulan teman-teman seangkatan saya yang diterima sebagai dosen Pendidikan Agama Islam, yaitu Munjin, Yusuf Hanafi dan Khoirul Adib, mereka merupakan penulis-penulis handal yang malang melintang di dunia jurnalistik dan penulisan buku.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: