KISAH HIDUPKU (3)


Perantauan Pertamaku Ke Jember

Menjelang akhir kelulusan saya begitu terobsesi untuk masuk rangking sepuluh besar, dengan harapan bisa mengikuti jejak kakak kelas saya Najib, yang masuk Madrasah Aliyah Program Khusus di MAN Jember tanpa biaya apapun. Terutama, pelajaran ekstra bahasa Arab dan Inggris yang sangat menggiurkan saya. Tapi apa mau dikata, nilai saya pas-pasan sehingga tidak bisa didaftarkan di program tersebut. Selepas lulus MTsN, oleh kakak saya, mas Mukhtar saya didaftarkan di MAN Jember tapi di program reguler pada Jurusan A1 (Fisika). Awalnya saya sangat shock, karena cita-cita saya untuk mengembangkan bahasa Arab dan bahasa Inggris secara intens tidak tercapai. Kendatipun demikian saya harus mengambil sisi positif dari kegagalan saya tersebut. Saya mulai meniru mereka yang “beruntung” bisa masuk program bergengsi tersebut (karena MAPK Jember merupakan representasi dari siswa Indonesia bagian timur yang menampung siswa berprestasi dalam bidang bahasa Arab dan Agama saat itu). Kecemburuan itu saya wujudkan dalam bentuk belajar keras bahasa Arab dan menghafal beberapa juz al-Quran. Kebetulan saat di MAN Jember 1 saya tinggal di Pesantren Miftahul Ulum Kaliwates Jember, sehingga semua obsesi tertuang di sini meski tidak sepenuhnya optimal. Saya tinggal di pesantren tersebut mulai pertengahan tahun 1990 sampai pertengahan tahun 1993.KH. Sufyan Tsauri, pengasuh pesantren Miftahul Ulum, telah menanamkan pada saya dan para santri yang lain akan pentingnya barokah atau adanya aspek supranatural dalam kemanfaatan ilmu. Menurut beliau ilmu yang banyak dan mendalam tidak menjadi jaminan kemanfaatan ilmu tersebut kalau tidak dibarengi dengan ketakwaan. Saya masih ingat betul beliau berpesan: “Ingatlah, masa muda cepat berakhir” dan “laisal jamal jamalul ilmi, wa innamal jamal jamalul adab“. Di pesantren ini saya berupaya mengejar semua cita-cita saya. Di sini saya menghafal beberapa juz al-Quran dengan tanpa guru khusus, mendalami nahwu sharaf secara otodidak, dan mengembangkan seni baca dan tulis al-Quran secara mandiri. Meskipun terseok-seok dan tambal sulam, dalam tiga tahun saya bisa menghafal empat juz. Satu hal yang tak terlupakan, setelah sedikit ngobrol dengan mas Tohe (sekarang dosen UM Malang dan Mahasiswa S3 Chicago Amerika). Saya dan dia sama-sama termotivasi untuk menghafalkan Al-Quran dan berjanji untuk bangun tengah malam guna menjalankan sholat malam dan menjalankan ritual menulis ayat Al-Quran di piring dengan spidol hitam. Lalu dimasukkan air ke piring tersebut dan diminum oleh kita berdua. Itulah awal saya menghafal Al-Quran untuk juz satu. Namun, dalam perjalanan berikutnya dia lebih memilih mendalami bahasa Inggris, Fisika dan lain-lain. Berbeda dengan dia, saya meneruskan cita-cita tersebut sambil mendalami bahasa Arab dan kitab kuning.

Selain itu, saya juga harus mengikuti program-program Madrasah Aliyah seperti mengikuti pelajaran sekolah jam 07.00 – 12.00, mengikuti workshop elektronika jam 13.00 – 17.00. Setelah itu mengikuti pengajian rutin dan mengajar Diniyah di Pesantren mulai 18.00 – 21.00 dan seterusnya. Memang kegiatan saat itu merupakan kegiatan yang sangat melelahkan, meski demikian saya masih dapat meluangkan waktu untuk berolahraga di lapangan (satu kilometer sebelah selatan pesantren) sambil menikmati pemandangan sungai, gunung dan persawahan yang terhampar luas.

Di waktu-waktu senggang saya sering manfaatkan untuk membantu teman-teman menjaga Koperasi Pondok hingga larut malam. Saat itu saya merasa bahagia dan senang bertemu dengan teman yang sama-sama bercita mendalami agama. Di sini yang bertemu dengan Syafi’uddin, Romli (Lumajang), Nurkholis, Muzammil (Sidoarjo), Rosyiful Aqli, Najib (Jember), Dani, Muslih (Banyuwangi) dan banyak lagi yang lain.

One Response

  1. Antum trmsuk org yg sgt beruntung walau ndak msuk d MAPK tp dpt menyelesaikan pendidikan smpai tuntas beda dgn ana.. Sy dulu prnah msuk MAPK jember angkatan ke dua tp sy mngundurkan diri krn kterbtasan biaya hidup d asrama walau ada beasiswa 10 rb prbln waktu itu

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: