KISAH HIDUPKU (5)


Kecintaanku pada al-Quran dan para penghafal al-Quran 

Setelah tiga tahun berlalu, studi saya di MAN Jember I selesai tepatnya pada bulan Juni 1993. Mau tidak mau saya harus meneruskan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni di perguruan tinggi (mengikuti kehendak kakak Mukhtar) atau ke pesantren salaf guna mendalami seluk beluk kitab kuning agar kelak jadi “kyai” katanya atau meneruskan cita-cita saya untuk meneruskan hafalan Quran yang baru dapat tiga juz, sebab konon kelak kalau sudah mati jasadnya tidak hancur, luar biasa!!! Menjelang perpisahan atau boyongan dari pesantren Miftahul Ulum, saya belum punya rencana matang untuk melangkah. Hanya saja, berkat seringnya saya mengikuti jamaah Istima’ al-Quran “Mantab” sebagai mustami’ sejak masih di Banyuwangi tahun 1989, maupun di Jember 1990-1993, membuat saya “jatuh cinta” pada beberapa sosok penghafal al-Quran seperti Gus Muqorrobin (Gresik), Gus Mustofa (Kediri), Gus Nurkholis (Surabaya), Gus Sochib (Jember), Gus Sochib (Situbondo) dll. Selain itu, saya juga terkesan dengan kepribadian Gus Farid Wajdi (Putra Alm. KH. A Shiddiq Jember) dan Gus Syauqi (Putra alm. KH. Halim Shiddiq)  sebagai pembina jamaah tersebut, terlebih saat beliau berdua membawakan dzikrul ghafilin, doa dan taushiyah.

Tulis komentar/Pertanyaan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: